
...HELO GUYS!...
...WELCOME BACK TO MY STORY!...
..."ANGKASA"...
...\=\=\=...
...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏...
...×××...
#ANGKASA EPS. 175
...•...
...SELAMAT MEMBACA...🎉🎉🎉...
...❤️❤️❤️❤️...
Revi dan Latifah telah sampai di rumah Oni, mereka datang kesana dengan mobil milik Revi yang dikendarai oleh pak Darwin selaku supirnya. Niat mereka datang ke rumah Oni adalah untuk mengucapkan selamat pada wanita itu atas kehamilan anak pertamanya dengan Radian.
Kini kedua gadis mungil itu turun dari mobil, lalu berjalan menuju ke dekat pagar rumah Oni sembari membawa tentengan di tangan mereka yang tentunya adalah hadiah untuk Oni.
"Rev, ini benar rumah kak Oni?" tanya Latifah.
"Iya Fah, aku masih ingat banget kok! Dulu kan aku pernah anterin kak Oni pulang kesini!" jawab Revi.
"Ya syukur deh!" ucap Latifah nyengir.
"Yaudah, kita panggil kak Oni bareng-bareng aja!" ucap Revi memberi usul.
"Gas!"
Mereka pun mulai berteriak memanggil nama Oni, berharap agar wanita itu bisa segera keluar dan membukakan pintu pagar untuk mereka.
"Permisi, kak Oni! Kak Oni!" teriak keduanya.
Setelah beberapa kali menyebut nama Oni, akhirnya ada seseorang yang keluar dari dalam rumah itu. Ya dia adalah mbok Irma, asisten rumah tangga yang bekerja di rumah Oni.
"Eh ada tamu toh!" ucapnya.
"Alhamdulillah akhirnya ada yang keluar juga ya, Fah!" ucap Revi tersenyum.
"Iya Rev,"
Mbok Irma melangkah maju mendekati kedua gadis itu, ia bertanya lebih dulu siapa mereka karena memang ia tak mengenali Revi maupun Latifah. Mungkin saja mbok Irma sudah lupa dengan Revi, karena waktu itu Revi hanya datang sebentar.
"Eee ini siapa ya? Terus mau apa datang kesini?" tanya mbok Irma penasaran.
"Kita ini temannya kak Oni, mbok. Aku Revi dan ini temanku namanya Latifah!" jawab Revi mengenalkan diri sembari mengulurkan tangan ke arah mbok Irma.
"Ohh temannya non Oni toh! Saya Irma, pembantu disini! Mari langsung aja masuk ke dalam!" ucap mbok Irma sembari membuka pintu pagar.
"Makasih mbok!" ucap Revi tersenyum.
Setelah dibukakan pintu, tentu saja kedua gadis cantik itu langsung melangkah masuk ke dalam halaman rumah Oni tanpa berpikir panjang.
"Yuk yuk masuk aja neng! Tunggunya di ruang tamu, sekalian si mbok bikinin minum!" ucap mbok Irma.
"Iya mbok, makasih! Tapi, kak Oni nya ada di rumah kan mbok?" tanya Revi.
"Ada kok neng, tadi sih lagi di kamar neng. Nanti biar si mbok panggilin deh neng biar bisa ketemu sama neng berdua!" ucap mbok Irma.
"Makasih mbok!" ucap Revi tersenyum.
Setelahnya, mbok Irma mempersilahkan pada Revi serta Latifah untuk duduk di sofa sembari menunggu ia memanggilkan Oni dan juga membuatkan minuman bagi keduanya.
"Silahkan duduk neng! Biar si mbok panggilin non Oni dulu di atas, ya?" ucap mbok Irma.
"Eee iya mbok," ucap Revi.
Revi dan Latifah pun terduduk di sofa, mereka meletakkan tentengan yang mereka bawa itu di atas sofa dan saling celingak-celinguk menatap ke segala arah seperti tengah mencari sesuatu.
"Wah Rev! Ini rumah kak Oni beneran keren banget ya! Gak kalah sama rumah lu, emang dah ternyata gue bisa temenan sama orang-orang kayak kalian! Sungguh luar biasa! Padahal gue ini cuma orang sederhana, tapi bisa punya teman yang orang kaya raya!" ucap Latifah terperangah.
"Ya ampun Fah, jangan bilang gitu ah! Pertemanan itu gak mandang harta atau apapun!" ucap Revi.
"Iya Rev, gue tahu kok lu orangnya baik! Gue kan cuma gak nyangka aja, ternyata gue bisa temenan sama anak orang kaya!" ucap Latifah nyengir.
__ADS_1
"Ahaha bisa aja kamu!" ucap Revi tersenyum.
"Eh ya, kira-kira orangtuanya kak Oni ada di rumah gak ya?" tanya Latifah.
"Umm, kurang tahu deh! Kenapa emang?" ujar Revi.
"Gapapa sih, ngeri aja!" ucap Latifah.
"Lah ngeri kenapa?" tanya Revi heran.
"Ya kalo misal ada orangtuanya kak Oni, kita gak bisa bebas ngobrol-ngobrol dong sama kak Oni kayak di kampus!" jelas Latifah.
"Iya juga sih," ucap Revi.
•
•
TOK TOK TOK...
Oni yang tengah rebahan di atas ranjangnya sambil bermain ponsel, terkejut mendengar adanya suara ketukan pintu dari arah luar. Ia pun menyingkirkan ponselnya sejenak dan berteriak lumayan keras.
"Siapa?" tanya Oni berteriak.
"Ini si mbok, non!"
Mendengar itu, Oni pun bergegas turun dari ranjang dan berjalan ke arah pintu. Ia membuka kunci pintu, lalu menarik gagangnya hingga terbuka dan memperlihatkan sosok mbok Irma berdiri disana.
Ceklek..
"Eh mbok, ada apa?" tanya Oni.
"Eee anu non ada teman-temannya non Oni yang datang di luar, katanya mau ketemu sama non Oni!" jawab mbok Irma.
"Teman aku? Siapa mbok?" tanya Oni penasaran.
"Aduh, namanya lupa saya non! Tapi, kalo gak salah yang satu Evi terus satunya Afifah non!" ucap mbok Irma.
"Hah? Evi sama Afifah? Perasaan aku gak punya teman yang namanya itu deh mbok!" ujar Oni.
"Yang bener non? Coba non Oni temuin dulu di bawah, barangkali memang saya yang salah sebutin namanya tadi!" ucap mbok Irma.
Oni pun melangkah keluar dari kamarnya, tak lupa ia menutup pintu rapat-rapat. Ia sungguh penasaran siapa sebenarnya yang datang ke rumahnya itu saat ini dan mengganggu waktu istirahatnya, terlebih ia sendiri tak ingat jika ia memiliki teman bernama Evi atau Afifah seperti yang disebutkan mbok Irma.
"Siapa ya yang datang? Apa jangan-jangan teman tim dance aku?" gumam Oni di dalam hati.
Saat menuruni tangga, Oni sudah dapat melihat dengan jelas siapa yang datang mengunjunginya. Ia pun tersenyum dan menghentikan langkahnya, lalu menatap ke arah mbok Irma.
"Ohh itu teman aku yang datang, mbok?" tanya Oni.
"Nah iya non, itu orangnya!" jawab mbok Irma.
"Ahaha mbok gimana sih? Mereka itu namanya Revi sama Latifah, pantas aja aku gak kenal ternyata si mbok salah sebut nama!" ucap Oni tertawa.
"Ohh iya non maaf! Maksud si mbok tuh namanya neng Revi sama neng Ifah, hehe maklumlah non saya kan udah tua! Jadi, suka lupa gitu deh walau baru sebentar!" ujar mbok Irma nyengir.
"Iya, gapapa mbok. Yaudah, aku temuin mereka dulu ya? Mbok tolong bikinin minum sama bawain cemilan buat mereka!" ucap Oni.
"Siap non!" ucap mbok Irma.
Oni tersenyum sambil geleng-geleng kepala, lalu lanjut melangkah mendekati Revi dan Latifah di ruang tamu. Sedangkan mbok Irma pergi ke dapur membuatkan minuman untuk mereka bertiga.
"Revi, Latifah!" ucap Oni memanggil dua gadis itu.
Sontak Revi dan Latifah pun menoleh ketika namanya disebut dari belakang, keduanya reflek mengukir senyum sambil bangkit dari duduknya dan mendekati Oni.
"Eh kak Oni, ya ampun kak Oni beda banget ya sekarang! Lebih fresh dan cantik gitu!" ucap Revi.
"Iya benar! Kita sampe pangling loh!" sahut Latifah.
"Ah masa sih? Bilang aja kalo aku ini makin gendutan, gausah pura-pura muji gitu deh!" ucap Oni tersenyum.
"Eee enggak kok kak, kak Oni gak gendut! Wajar aja itu kan reflek kehamilan kak Oni, btw selamat ya kak atas kehamilannya! Maaf juga gue sama Revi baru bisa dateng sekarang!" ucap Latifah.
Oni sedikit terkejut mendengar perkataan Latifah, ia bingung darimana mereka bisa tahu tentang itu.
"Loh darimana kalian tahu soal itu?" tanya Oni.
"Eee gausah bingung kak! Kita itu tau dari kak Radian, soalnya kebetulan tadi kita ketemu kak Radian pas Latifah pesan ojek online! Disitu kita banyak tanya deh tentang kak Oni, sekali lagi selamat ya kak!" jawab Revi.
__ADS_1
"Ohh gitu, makasih ya Rev, Fah! Kalian emang sahabatku yang paling pengertian!" ucap Oni.
"Sama-sama kak! Oh ya, ini kita ada sedikit rezeki buat kak Oni dan calon bayinya! Emang sih ini gak seberapa, tapi semoga bisa bantu-bantu kak Oni nantinya!" ucap Revi.
"Aduh pake repot-repot segala sih kalian! Makasih banyak loh! Ini udah membantu banget buat aku, makasih ya kalian!" ucap Oni terharu.
"Iya kak, sama-sama. Eee duduk aja yuk kak! Kak Oni kan lagi hamil, aku takut kak Oni malah kenapa-napa kalo kebanyakan berdiri! Apalagi ini kan kehamilan pertama kak Oni," ucap Revi was-was.
"Hahaha iya iya, yuk duduk lagi!" ucap Oni.
Akhirnya ketiga wanita itu duduk kembali di sofa dan terlibat pembicaraan santai.
...•••...
Disisi lain, Radian yang sedang mengendarai motor di tengah jalan, tak sengaja melihat salah satu temannya sedang berdiri di dekat jembatan yang tinggi dan tampak murung sambil melihat ke arah sungai deras yang ada di bawahnya.
Tentu sebagai seorang teman, Radian tak mau jika temannya itu kenapa-napa apalagi memiliki niat untuk bunuh diri. Ia pun langsung turun dari motor dan menghampiri temannya yang tak lain ialah Digo itu, karena ia khawatir padanya.
"Digo! Woi Digo turun lu, jangan nekat!" teriak Radian sambil berlari ke arah temannya itu.
Mendengar ada suara teriakan, Digo yang sedang melamun akhirnya sadar. Ia menoleh ke arah Radian dan menatap datar pria tersebut dari tempatnya berdiri sekarang.
"Radian?" ucap Digo pelan.
"Heh! Lu udah gila ya? Sini lu, jangan bunuh diri bro! Seberat apapun masalah lu, bunuh diri bukan suatu hal yang benar!" ucap Radian cemas.
"Hah? Bunuh diri? Siapa yang mau bunuh diri bro?" ujar Digo terheran-heran.
"Lah lu ngapain berdiri disitu sambil ngeliat ke bawah terus ngelamun kalo bukan mau bunuh diri? Udah deh bro, ceritain aja masalah lu ke gue! Gue bakal dengerin kok, jangan gitu lah bro!" ucap Radian.
"Apaan sih? Gue gak mau bunuh diri, gue tuh cuma merenung aja disini! Gue juga takut kali bunuh diri disini, sungainya aja deras banget kayak gitu! Lu gausah cemas kayak gitu lah bro, iman gue masih kuat kok!" ucap Digo.
"Hahaha baguslah kalo gitu mah! Yaudah, ikut gue yuk ke cafe dekat sini! Lu ceritain semua masalah yang lagi lu hadapi sekarang ke gue, supaya lu bisa lebih tenang!" ucap Radian.
"Oke bro!" ucap Digo.
Akhirnya Digo pergi bersama Radian menggunakan motor miliknya masing-masing, tentunya kedua pria itu pergi menuju cafe untuk berbicara disana.
❤️
Singkat cerita, keduanya telah sampai di cafe yang berada di dekat sana. Mereka duduk pada sebuah kursi yang kosong dan memesan minuman agar obrolan mereka bisa semakin santai.
Setelah minuman itu datang, Radian pun memerintahkan Digo untuk meminumnya lebih dulu untuk dapat menenangkan dirinya yang terlihat masih sangat sedih serta kesal sendiri itu.
"Bro, minum dulu biar enakan!" ucap Radian.
"Oke bro, thanks!" ucap Digo.
Digo pun meminumnya, diikuti juga oleh Radian karena pria itu sama hausnya seperti Digo.
"Nah, sekarang lu cerita dah sama gue! Apa sih sebenarnya yang bikin lu bisa sampe merenung kayak gitu di jembatan? Bikin orang panik aja!" tanya Radian penasaran.
"Eee iya bro, sorry ya! Gue lagi galau aja sekarang, abisnya Latifah gak mau gue ajak jalan berdua bro!" jelas Digo dengan nada lemah.
"Ohh soal cewek toh! Yaudah sabarin aja! Lu pepet terus tuh si Latifah, jangan kasih kendor! Gue yakin lama-kelamaan dia juga bisa luluh kok sama lu, asal lu bisa tunjukin ke dia betapa sayangnya lu sama dia bro!" ucap Radian memberi saran pada Digo.
"Makasih sarannya bro! Tapi, kenapa lu gak kasih saran ke gue buat hamilin Latifah? Bukannya dengan begitu, dia pasti mau sama gue? Ambil contoh aja waktu lu hamilin Oni, lu malah langsung bisa nikah kan sama dia? Kayaknya cuma itu deh cara paling ampuh buat kita dapetin cewek yang kita mau!" ujar Digo senyum-senyum.
"Heh otak udang! Sembarangan aja lu kalo ngomong, gak boleh kayak gitu bro dosa! Gue waktu itu kan gak sengaja, efek mabuk! Kalau disengaja mah parah bener sih, dosanya nambah bro!" ucap Radian.
"Ah gapapa, yang penting gue bisa deket sama Latifah! Gue pake alasan mabuk aja, supaya dia gak terlalu marah sama gue kayak si Oni ke lu!" ujar Digo.
"Jangan macem-macem deh lu! Latifah itu sahabat Revi, lu berani apa-apain dia artinya lu harus berurusan sama gue!" tegas Radian.
"Yaelah bro bro, lu masih aja ngarepin Revi? Inget bro, lu udah punya istri dan sebentar lagi anak lu juga bakal lahir loh! Masa lu masih ngarep bisa jadian sama Revi sih? Tobat bro!" ujar Digo.
"Bukan begitu Digo, gue cuma gak mau aja kalo lu sakitin Latifah!" ucap Radian.
"Iya dah iya, gue bercanda doang bro santai aja kali jangan ngegas gitu! Katanya mau hibur gue, lah kok malah marah-marah gitu?" ujar Digo.
"Bercanda gak kayak gitu bro!" ucap Radian.
"Hehe iya iya..." ujar Digo nyengir.
Radian pun geleng-geleng kepala sambil menghela nafasnya, ia menghabiskan minuman miliknya untuk menahan emosi di dalam hatinya akibat perkataan Digo yang tidak waras itu.
"Hadeh, kenapa gue berlebihan gitu sih? Digo pasti curiga deh sama gue!" gumam Radian dalam hati.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...