
...HELO GUYS!...
...WELCOME BACK TO MY STORY!...
..."ANGKASA"...
...\=\=\=...
...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏...
...×××...
#ANGKASA EPS. 187
...•...
...SELAMAT MEMBACA...🎉🎉🎉...
...❤️❤️❤️❤️...
Revi sudah sampai di kampusnya, terlihat ia menoleh ke arah Charlie bermaksud untuk pamit padanya karena ia harus segera turun dari mobil dan pergi kuliah seperti biasanya.
Namun, tampaknya Charlie tak ingin membiarkan Revi pergi begitu saja darinya, ia masih belum rela jika harus ditinggal oleh Revi yang memang sangat ia sayangi dan berharap dapat memilikinya.
"Kak, aku turun ya?" ucap Revi bertanya pada Charlie.
"Eh jangan dulu! Aku masih mau ngobrol sama kamu, boleh kan?" ucap Charlie menahan Revi.
"Ngobrol apa, kak?" tanya Revi penasaran.
"Eee..."
Charlie menghela nafasnya, lalu mendekat ke arah Revi sembari meraih dua tangan gadis itu dan menggenggamnya erat, pria itu juga membelai rambut Revi dengan lembut sambil tersenyum.
"Aku mau bicara soal latihan tembak, apa kamu mau ikut sama aku Rev?" ucap Charlie.
"Ma-maaf kak, aku rasa jangan dekat-dekat begini deh!" ucap Revi melepas tangannya secara paksa dari genggaman Charlie dan sedikit menjauh.
"Iya, maaf ya Rev!" ucap Charlie.
"Gapapa," ucap Revi singkat.
"Terus gimana, kamu mau ikut apa enggak sama aku Rev? Lumayan loh latihan nembak gratis, katanya kamu suka kan olahraga itu?" tanya Charlie.
"Eee aku belum tahu, kak. Tergantung jadwal kuliah ku aja, kalau misal aku ada waktu baru deh aku bisa ikut sama kamu! Ya tapi ada syaratnya, aku mau kak Muzaki juga ikut sama kita!" jawab Revi.
"Hah? Ngapain sih kamu pake ajak si Muzaki segala? Dia gak penting tau!" ujar Charlie kesal.
"Ngapain? Kak Zaki itu pacar aku, ya jadi kalau aku mau kemana-mana gak boleh cuma berdua doang sama cowok lain! Harus sama kak Zaki juga biar dia gak cemburu atau salah paham, kalau emang kamu gak setuju ya gapapa aku gak mau ikut sama kak Charlie latihan nembak!" ucap Revi.
"Oh gitu, yah jangan dong Rev! Aku kan pengen banget latihan bareng kamu, masa kamu malah gak mau ikut sih? Ayolah Rev, sebentar aja deh gapapa yang penting kamu ikut! Tapi, ya kita berdua aja jangan ajak si Zaki juga ya!" bujuk Charlie.
"Maaf kak! Aku gak bisa kalo gitu!" tolak Revi.
"Rev, kok begitu sih? Yaudah gini deh, kamu ajak teman kamu yang cewek itu aja! Dia gapapa deh ikut sama kita, asal bukan si Zaki!" usul Charlie.
"Kak Charlie kenapa sih? Kok maksa banget ajak aku latihan nembak? Kalau kamu emang suka sama olahraga itu, ya kamu harusnya bisa dong latihan sendiri tanpa aku!" ucap Revi mulai kesal.
"Mana bisa sih Rev? Aku ini semangat olahraga, ya karena kamu!" ujar Charlie.
"Hah? Kenapa gitu?" tanya Revi terkejut.
"Soalnya kamu emang penyemangat aku, Rev! Mau ya ikut ke tempat pelatihan nembak sama aku, supaya kita makin jago nembak nya dan juga makin dekat satu sama lain gitu!" jawab Charlie.
"Sorry kak, aku gak bisa! Udah ya, aku harus segera turun karena kelas ku sebentar lagi mulai!" ucap Revi.
"Rev, tunggu Rev!" ujar Charlie.
Revi menghiraukan panggilan dari Charlie, ia turun begitu saja dari mobil dan meninggalkan pria tersebut dengan cepat.
Sementara Charlie merasa frustasi karena ia gagal membujuk Revi untuk tetap disana, ia mengacak-acak rambut sembari berteriak dan memiliki niat untuk mengejar Revi keluar.
Namun, Charlie mengurungkan niatnya begitu melihat Muzaki yang sudah berada di luar sana bersama Revi. Tentu saja Charlie merasa malas jika harus berdebat dengan Muzaki disana.
"Aaarrgghh!! Sial emang tuh cowok! Kenapa sih Revi lebih milih dia dibanding gue?!" geram Charlie.
Akhirnya Charlie memilih pergi dari sana dengan mobilnya, ia juga baru ingat kalau ia harus mengembalikan mobil itu kepada temannya dengan segera sebelum temannya kesal dan tidak ingin meminjamkan mobil padanya.
__ADS_1
•
•
Sementara itu, Revi tersenyum ke arah Muzaki dan menghampiri kekasihnya itu. Ia melihat Charlie sudah pergi jauh dari sana, sehingga ia pun merasa lega dan tidak akan ada pertikaian lagi disana.
Melihat kekasihnya sudah datang, Muzaki yang tengah bersama Wisnu langsung tersenyum dan meninggalkan sahabatnya tersebut lalu mendekati Revi yang memang sedang ia tunggu sedari tadi.
"Hai Rev, assalamualaikum!" ucap Muzaki.
"Waalaikumsallam, hai juga kak!" ucap Revi.
"Wih wih wih, cie cie pasangan baru uhuy!" sindir Wisnu sambil cengar-cengir.
"Apaan sih lu? Udah sana cabut!" ujar Muzaki.
"Hahaha, siap bro siap! Selamat berduaan ya kalian pasangan baru, ditunggu traktirannya nanti di kantin jangan sampe lupa hehe!" ujar Wisnu nyengir.
"Hadeh iya iya..." ucap Muzaki geleng-geleng kepala.
Wisnu pun pergi meninggalkan sepasang kekasih yang sedang kasmaran itu, ia masih cengar-cengir karena tak menyangka jika sahabatnya bisa memiliki seorang pacar secantik Revi.
Sementara Muzaki kini beralih menatap Revi yang sedang senyum-senyum menyaksikan tingkah Wisnu tadi, Muzaki pun menyadarkan Revi dengan menyentuh wajah gadis itu sambil berdiri di dekatnya dan tersenyum manis.
"Hey, ngapain sih kamu senyum-senyum gitu terus sambil lihatin Wisnu? Suka?" tegur Muzaki.
"Eh kak Zaki, enggak ya ampun aku gak suka sama Wisnu! Aku cuma ngerasa lucu aja sama tingkah kak Wisnu tadi, maaf ya kak Zaki!" ucap Revi tersenyum.
"Ya gapapa, aku bercanda kok!" ucap Muzaki.
"Eee yaudah kita masuk yuk! Sebentar lagi aku mulai kelas, kamu juga ada kelas kan?" ucap Revi.
"Ada sih, tapi sebentar ya aku mau taruh motor dulu di parkiran! Kalau aku diemin disini, nanti diambil orang gimana dong sayang?" ucap Muzaki nyengir.
"Iya kak, aku temenin ya!" ucap Revi tersenyum.
"Boleh, kamu naik ke jok motor aku biar lebih cepet daripada harus dorong-dorong!" ujar Muzaki.
"Oke!"
"Kak, ternyata boncengan sama kak Zaki enak juga ya? Aku nyesel tadi malah berangkat bareng kak Charlie, kak Zaki sih pake acara paksa-paksa aku buat bareng sama kak Charlie! Jadi aja aku kehilangan kesempatan buat boncengan sama kak Zaki!" ucap Revi.
"Hahaha maaf ya sayang! Soalnya aku gak mau lihat mama dan papa kamu berantem tadi, jadi ya biarin aja kali ini Charlie yang antar kamu!" ucap Muzaki.
"Iya deh kak, tapi besok-besok aku gak mau lagi bareng kak Charlie!" ucap Revi.
"Ya jangan dong! Aku juga gak rela kalo kamu terus-terusan diantar dia, secara yang pacar kamu itu kan aku! Masa malah Charlie yang selalu antar kamu ke kampus? Aku ngerasa gagal dong nanti jadi pacar kamu sayang!" ucap Muzaki.
"Ahaha kak Zaki bisa aja!" ujar Revi.
"Eh ya, tadi kamu kenapa lama banget sih sampe ke kampus? Perasaan kita jalannya bareng tadi, kok malah aku duluan yang sampe?" tanya Muzaki.
"Eee iya itu kak, tadi tuh kak Charlie bawa aku lewat jalan yang jauh! Makanya lama!" jawab Revi.
"Ohh pantes aja!" ujar Muzaki.
"Iya kak,"
❤️
Oni dan Radian yang juga baru sampai di kampus, tak sengaja melihat Muzaki tengah membonceng Revi di motornya, mereka terkejut karena ternyata Revi dan Muzaki sudah semakin akrab.
Radian pun merasa sedikit cemburu, biar gimanapun Revi tetap masih ada di dalam hatinya dan sulit bagi dirinya untuk bisa melupakan Revi seutuhnya, walau ia sudah berusaha melakukan itu demi menjaga perasaan Oni alias istrinya.
"Sayang, itu aku gak salah lihat kan? Muzaki kok bisa boncengan sama Revi? Emang dia sekarang udah berubah banget ya? Gak takut lagi sama cewek?" tanya Oni terheran-heran.
"Eee kamu gak salah lihat kok, itu memang Muzaki! Ya begitulah dia sekarang!" jawab Radian.
"Oh ya? Udah lama banget aku gak ke kampus, ternyata banyak perubahan ya? Sampe Muzaki aja jadi dekat sama Revi!" ujar Oni.
"Iya sayang, tapi aku kasihan sama Laras!" ujar Radian.
"Laras? Emang dia kenapa?" tanya Oni tak mengerti.
"Iya dong, Laras itu kan punya rasa sama Muzaki. Tapi, cintanya ternyata tak berbalas karena Muzaki lebih memilih bersama Revi! Kasihan deh Laras, tapi untungnya ada Zian yang bisa tenangin dia!" jelas Radian tersenyum.
"Oh aku baru tau, terus sekarang Laras sama Zian udah pacaran gitu apa masih proses pendekatan?" tanya Oni penasaran.
__ADS_1
"Umm, dia sih bilangnya udah pacaran, tapi aku gak yakin karena kelihatannya si Laras juga belum punya rasa sama Zian! Mungkin aja Laras itu masih suka dan berharap sama Muzaki," jawab Radian.
"Duh, ribet juga ya kisah cinta mereka! Ya semoga aja deh mereka bisa bahagia!" ucap Oni.
"Aamiin! Yaudah, sekarang kita gausah ngurusin mereka dulu! Kamu kan ada kelas nih, yuk aku antar kamu ke ruang kelas! Kamu kan lagi hamil, aku gak mau kamu sampai kenapa-kenapa kalau jalan sendirian! Apalagi di kampus ini lumayan bahaya juga sayang!" ucap Radian sambil tersenyum.
Radian pun melangkah ke dekat Oni, lalu merangkul istrinya itu dari samping. Sedangkan Oni hanya diam tersenyum memandangi wajah suaminya.
"Mas, kamu perhatian banget sih sama aku! Aku jadi malu deh, tapi jujur aku seneng banget karena kamu udah bikin aku nyaman dan ngerasa aman!" ucap Oni sambil membenamkan wajahnya di bahu Radian.
"Iya sayang, kan kamu istri aku!" ucap Radian.
"Aduh, aku makin sayang deh sama kamu mas! Beruntung banget aku punya suami kayak kamu, udah ganteng perhatian lagi!" puji Oni.
"Udah lah sayang, jangan bilang begitu terus! Yang ada aku malah salting nih dan gak bisa tenang, cukup ya sayang jangan bikin aku terbang terus dengan kata-kata kamu itu! Cukup kamu aja yang manis, omongan kamu mah biasa aja ya sayang!" ucap Radian mencubit pipi istrinya.
"Hahaha ada-ada aja kamu, mas!" ujar Oni tertawa kecil.
Setelahnya, mereka pun mulai melangkah pergi dari sana. Akan tetapi, langkah mereka terhenti lantaran tiga orang gadis berdiri tepat di depan mereka menghalangi jalan.
Ya ketiganya adalah Syahra dan teman-temannya.
"Heh tunggu!" ujar Syahra menahan mereka.
Sontak Radian dan Oni terkejut melihat Syahra disana, mereka kompak membulatkan mata dengan mulut menganga.
"Syahra?" ucap mereka serentak.
•
•
Revi dan juga Muzaki sudah sampai di parkiran, pria itu memarkir motornya disana lalu melangkah bersama sang kekasih masuk ke dalam kampus dengan bergandengan tangan.
Namun, tiba-tiba Latifah muncul dan mengagetkan keduanya saat hendak berjalan. Ya gadis itu memang suka sekali muncul tiba-tiba seperti hantu saja, untungnya kali ini Revi tidak sendiri karena ia bersama kekasihnya yakni Muzaki.
"Hai Rev, hai kak Zaki!" ucap Latifah menyapa mereka sambil melambaikan tangan.
"Hai Ifah! Kamu baru dateng juga nih?" tanya Revi.
"Iya dong Rev, gue kan mau lihat pasangan serasi yang baru jadian di kampus ini! Makanya gue dateng walau gue gak ada kelas!" jawab Latifah.
"Hah? Siapa pasangan serasinya?" tanya Revi bingung.
"Yaelah Rev, pake ditanya segala! Udah jelas-jelas yang gue maksud itu lu sama kak Zaki, kalian kan baru aja jadian nih! Terus kelihatannya udah serasi banget lagi, tinggal pajak jadiannya aja yang belum! Traktir gue dong di kantin, minimal makan atau minumlah!" ujar Latifah nyengir.
"Aduh Fah, kamu itu apaan sih? Kalau mau ditraktir, bilang gih coba sama kak Zaki! Aku mah gak ada uang banyak sekarang, jadi kak Zaki aja yang traktir kamu nanti di kantin!" ucap Revi tersenyum.
"Yeh jangan gitu lah Rev! Gue juga cuma bercanda kali, gak beneran minta ditraktir kok! Eee tapi kalau emang kalian punya niat buat traktir gue, ya gak masalah sih gue mah ayo aja, hehe!" ujar Latifah sambil garuk-garuk kepala.
"Ahaha, iya nanti aku traktir kok tenang aja! Bareng anak-anak tim pecinta alam, kamu tunggu aja di kantin! Kita ada kelas dulu nih," ucap Muzaki.
"Serius kak?" tanya Latifah kaget.
"Iyalah Fah, dateng aja nanti!" jawab Muzaki.
"Wah cakep banget dah kak Zaki! Lu emang gak salah pilih jawaban Rev!" ujar Latifah.
"Ah bisa aja kamu, Fah!" ujar Revi tersipu.
"Yaudah, kita pergi dulu ya? Revi sebentar lagi mulai kelas, dia harus segera masuk ke kelasnya sebelum dosen datang dan nanti dia malah gak boleh ikut kelasnya!" ucap Muzaki.
"Oh iya kak, gue juga gak ngalangin kalian buat pergi ke kelas kok! Cuma gue gabut aja sih sendirian di kampus, apalagi pasti gue jarang bisa barengan sama Revi lagi mulai sekarang!" ucap Latifah.
"Kenapa gitu Fah? Biarpun aku udah pacaran sama kak Zaki, kita kan tetap jadi sahabat! Gak mungkin lah aku lupain kamu, toh selama ini yang sering bantu dan temenin aku itu kamu! Udah lah gausah sedih gitu, kelasku cuma sebentar kok!" ujar Revi.
"Iya Fah, sementara kamu main aja dulu sama Laras atau siapa gitu!" usul Muzaki.
"Hehe, iya deh kak Zaki, Rev! Sorry ya tadi gue lebay!" ujar Latifah nyengir.
"Gapapa santai aja!" ucap Revi tersenyum.
Setelahnya, Muzaki dan Revi pun lanjut berjalan menuju kelas mereka. Sedangkan Latifah bergerak mencari teman yang bisa menemaninya saat ini.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1