Angkasa

Angkasa
Lamaran diterima


__ADS_3

...HELO GUYS!...


...WELCOME BACK TO MY STORY!...


..."ANGKASA"...


...\=\=\=...


...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏...


...Γ—Γ—Γ—...


#ANGKASA EPS. 96


...β€’...


...SELAMAT MEMBACA...πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰...


...❀️❀️❀️❀️...


Seminggu kemudian...


Radian beserta papanya sudah bersiap untuk pergi melamar Oni di rumahnya, ya Radian juga telah mempersiapkan semua keperluan lamaran itu mulai dari cincin hingga barang seserahan. Walau hanya ditemani sang papa, namun Radian tetap bahagia karena sebentar lagi ia akan resmi melamar Oni gadis yang sedang mengandung anaknya itu.


Sesampainya di rumah Oni, mereka langsung disambut meriah oleh kedua orang tua Oni dan juga mbok Irma yang ikut memakai kebaya dalam rangka acara lamaran Oni itu. Kini mereka semua telah masuk ke dalam rumah Oni dan bersiap membahas lamaran tersebut, Radian juga sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Oni dan segera melamarnya.


"Oni mana sih? Dia pasti cantik banget kalau pake kebaya yang gue beliin itu, jadi makin gak sabar buat ketemu sama Oni! Apalagi kalau udah nikah, pasti gue bakal jarang keluar rumah!" batin Radian.


Tak lama kemudian, Oni pun muncul bersama mbok Irma menuruni tangga lalu menuju sofa ruang tamu menemui rombongan keluarga Radian serta mama papanya yang sudah ada disana. Oni tampak gugup saat harus bersalaman dengan papa dari Radian serta kerabat calon suaminya itu, sedangkan Radian sendiri tampak terpukau melihat kecantikan Oni.


"Kamu cantik banget Oni! Gaun itu cocok dipakai sama kamu!" puji Radian sambil tersenyum.


"Eee makasih!" ucap Oni gugup.

__ADS_1


"Aduh aduh, yang mau dilamar ini kok gugup banget sih? Ayo sini duduk sayang, kalau berdiri terus nanti bisa kecapekan loh!" ucap mama Oni yang bernama Rihana itu meminta Oni duduk di sampingnya.


"Iya non, sebaiknya non Oni duduk dulu! Kan sebentar lagi acara lamarannya mau dimulai!" ucap mbok Irma.


"I-i-iya mah, mbok!" ucap Oni.


Oni pun duduk di samping mamanya itu masih dengan wajah gugup dan tangan gemetar, entah mengapa ia masih ragu untuk menikah dengan Radian mantannya itu. Ya Oni khawatir jika Radian tak benar-benar cinta dengannya dan hanya ingin sekedar tanggung jawab, ia juga cemas kalau nantinya rumah tangga mereka akan sulit akur.


"Yasudah, kalau begitu langsung saja kita mulai acaranya ya?!" ucap papa Oni sebut saja Baim.


"Iya pak, silahkan dimulai aja!" ucap Rihana kepada papanya Radian meminta untuk segera memulai acara lamaran terhadap putrinya itu.


"Baik Bu, pak! Sebelumnya saya ingin menyampaikan tujuan saya datang kesini bersama putra saya, ya tentu karena saya ingin melamar putri ibu dan bapak untuk anak saya ini! Ya entah kenapa putra saya ini merengek minta ditemani melamar anak gadis ibu dan bapak sekarang!" ujar papa Radian alias Brandon itu sambil sedikit tertawa.


"Nah untuk itu, sekarang saya ingin bertanya pada nak Oni yang cantik jelita ini! Apakah sekiranya kamu bersedia menerima lamaran putra saya yang tampannya gak seberapa ini?" ucap Brandon.


"Papa!" tegur Radian dengan nada pelan.


"Hahaha, ayo Oni dijawab pertanyaannya! Semua ini mama serahin sama kamu, kan katanya nak Radian itu pria pilihan kamu!" ucap Rihana.


Sesekali Oni melirik ke arah Radian yang terus saja memandanginya sambil tersenyum itu, ia masih bingung dan belum yakin apakah ia harus menikah dengan Radian atau tidak.


"Jadi gimana Oni? Kamu mau kan menikah dengan aku?" tanya Radian penuh harap.


Oni gemetaran menatap wajah Radian, kemudian beralih ke arah mama serta papanya secara bergantian seperti meminta saran.


"I-i-iya, a-aku bersedia kok!" jawab Oni gugup.


Sontak Radian langsung tersenyum bahagia mendengar jawaban dari Oni, ia pun mengambil kotak cincin dari saku jasnya lalu berniat memakaikan cincin itu di jari manis Oni.


...β€’β€’β€’...


Disisi lain, Revi bersama mamanya saat ini tengah menghadiri acara pameran yang berkelas dan banyak dihadiri oleh orang-orang terkenal itu termasuk artis papan atas. Revi memang tak suka dengan hal-hal seperti itu, namun ia terpaksa ikut dengan mamanya karena tak mau membuat sang mama kecewa atau marah padanya nanti.

__ADS_1


Juliana alias mamanya itu sangat senang karena Revi mau ikut bersamanya, ya ia juga memiliki rencana untuk bisa mencarikan jodoh yang sesuai dengan Revi disana. Kebetulan sekali memang banyak cowok-cowok tampan yang ikut hadir di acara pameran tersebut, sehingga Juliana bisa mengenalkan putrinya itu kepada mereka disana.


"Sayang, tuh kamu lihat deh disana! Banyak banget ya cowok-cowok tampan, gak ada yang bikin kamu tertarik gitu sayang? Kamu kan udah cukup umur, jadi harus mulai cari pasangan!" ujar Juliana.


"Hah? Mama tuh ajak aku kesini buat nikmatin pameran atau mau disuruh cari jodoh sih?" tanya Revi sedikit kesal.


"Ya kan sekalian aja Revi, mumpung banyak tuh cowok tampan yang bisa kamu pilih buat jadi jodoh! Kalau emang kamu kepincut sama salah satu dari mereka, mama bisa kok bantu kamu buat dekat sama mereka! Kamu tinggal bilang aja sama mama, pasti mama bakal bantu kamu!" ucap Juliana.


"Duh, maaf mah! Tapi, kayaknya aku belum kepikiran deh soal begituan!" ucap Revi.


"Yah kenapa sayang? Mama aja udah siap banget loh mau lihat kamu punya pasangan, kenapa kamu sendiri malah belum siap?" tanya Juliana heran.


"Ya karena menurut aku, nikah itu gak bisa sembarangan mah! Harus benar-benar serius dan dipikirkan matang-matang, aku masih harus banyak belajar sebelum bisa menjadi istri yang baik nantinya! Lagian umurku juga masih belum terlalu tua, aku kan belum lulus kuliah, mah!" ucap Revi.


"Iya sih sayang, tapi kan buat jaga-jaga aja gitu! Kalau kamu udah punya pasangan dari sekarang, kan enak nanti bisa sama-sama belajar buat membangun rumah tangga yang baik! Ayolah sayang, dipilih aja dulu itu cowok-cowok gantengnya!" ujar Juliana.


"Mama ini kenapa sih? Emangnya mereka tuh makanan apa, pake dipilih segala?" ucap Revi.


"Ya bukan dong sayang!" ucap Juliana.


"Nah, terus kenapa mama suruh aku buat pilih mereka? Aku kan udah bilang sama mama, aku belum mau mikirin soal itu sekarang ini! Aku masih mau fokus ke kuliah aku dulu!" ucap Revi.


"Huft, kamu ini susah banget dibilanginnya! Yaudah deh terserah kamu aja, yang penting mama udah ngingetin kamu sayang!" ucap Juliana ngambek.


"Iya mah, maaf ya! Mama jangan ngambek gitu dong sama aku! Nanti kalau misal aku lulus kuliah, pasti aku bakal langsung cari pasangan kok buat nanti nikah!" ucap Revi membujuk mamanya.


"Iya sayang, tenang aja! Mama gak ngambek kok, cuma kesel dikit aja!" ujar Juliana.


"Yah sama aja dong, mah!" ujar Revi.


Bruuukkk...


Tiba-tiba saja ada seorang pria yang ambruk di dekat Revi dan membuat gadis itu terkejut, ya nampaknya pria itu oleng karena tertabrak seseorang tadi. Kini pria itu berada sangat dekat dengan Revi dan mereka saling bertatapan disana.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2