Angkasa

Angkasa
Ojek kan?


__ADS_3

...HELO GUYS!...


...WELCOME BACK TO MY STORY!...


..."ANGKASA"...


...\=\=\=...


...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏...


...Γ—Γ—Γ—...


#ANGKASA EPS. 113


...β€’...


...SELAMAT MEMBACA...πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰...


...❀️❀️❀️❀️...


Keesokan harinya, Oni yang hendak pergi ke kampus merasa terkejut begitu melihat sosok Radian sudah duduk santai di depan rumahnya. Oni pun heran mengapa Radian bisa ada disana pagi ini, padahal ia tak merasa pernah meminta Radian untuk datang kesana, ia langsung saja menegur Radian dan bertanya langsung pada pria itu sesuai pemikirannya.


Sementara Radian sendiri langsung tersenyum saat mendengar suara pintu terbuka, apalagi yang keluar dari rumah itu memang benar Oni yang sedari tadi ia tunggu-tunggu. Radian sengaja datang pagi-pagi begini ke rumah Oni untuk menjemput gadis itu dan berangkat ke kampus bersamaan, ia pun bangkit menyamai tinggi Oni walau lebih tinggi sedikit.


"Radian, kamu ngapain kesini? Perasaan aku gak minta kamu buat datang kesini deh!" ucap Oni heran.


Radian langsung cemas begitu mendengar nada suara Oni yang terdengar bindeng seperti orang yang sedang sakit pilek, ia pun mendekati Oni dan mengelus wajah gadis itu dengan tatapan cemas.


"Hey sayang, kamu lagi sakit ya?" tanya Radian.


"Huft, aku nanya tuh dijawab dulu! Bukan malah balik tanya gak jelas gitu, cepetan deh kamu jawab ada urusan apa kamu kesini?!" ucap Oni kesal.

__ADS_1


"Sabar dong sayang! Aku kan panik dengar kamu suaranya jadi begitu, wajar dong karena aku ini calon suami kamu sayang! Tapi, beneran nih kamu gak sakit?" ucap Radian masih sangat cemas pada Oni.


"Aku baik kok, gausah cemas!" ucap Oni singkat.


"Bagus deh! Terus kenapa suara kamu bisa kayak gitu? Itu kan tanda kalau kamu lagi pilek sayang, udah jujur aja sama aku!" ucap Radian.


"Iya, aku emang lagi pilek ini! Tapi gapapa kok, baik-baik aja gak terlalu parah! Cuma pilek doang mah biasa, sekarang kamu mending jawab deh ada urusan apa kamu kesini?!" ucap Oni.


"Kamu kenapa nanya begitu terus sih? Aku ini ya udah jelas dong mau jemput kamu, biar supaya kita bisa ke kampus bareng!" ucap Radian tersenyum.


"Hah? Emang kamu ada kelas pagi juga? Terus kamu tahu darimana kalau aku mau ke kampus pagi ini? Perasaan aku kemarin gak kasih tau kamu, aku juga baru tau dari dosen tadi abis subuh!" ucap Oni bertanya keheranan.


"Eee aku nebak-nebak aja sih, aku sebenarnya pengen standby disini dari pagi buat jaga-jaga gitu! Jadi, kalau misal kamu mau ke kampus aku udah siap disini anterin kamu!" jelas Radian.


"Oh gitu, yaudah yuk anterin aku ke kampus! Nanti disana kamu juga temenin aku sampe kelar kelas, biar pulangnya aku gak perlu bayar ongkos buat pesan taksi online!" ucap Oni menggandeng tangan Radian sambil tersenyum.


"Nah gitu dong, kamu jangan canggung lagi sama aku! Kalau emang kamu mau pegang tangan aku, ya pegang aja! Aku malah suka deh, tapi gantian nanti aku giliran yang pegang anu kamu!" ucap Radian.


"Hahaha, tau aja kamu yang aku maksud itu apa! Bagus sih, jadi aku gak perlu susah-susah jelasin!" ucap Radian tertawa kecil.


"Ya tau lah! Pandangan mata kamu kan mengarah ke bagian dada aku!" ucap Oni.


Radian tersenyum lalu memeluk Oni dengan erat sembari mengusap rambut gadis itu, ia mengecup puncak kepala dan turun ke kening Oni membuat gadis itu merasa malu dan seketika wajahnya memerah saat Radian melakukan itu.


"Kamu udah minum obat pilek belum?" tanya Radian.


"Udah kok, kamu tenang aja! Lagian ini gak terlalu parah Radian, gausah cemas gitu!" jawab Oni.


"Syukurlah! Emang sekarang gak parah, tapi kan bisa aja nanti nambah parah kalau kamu gak mau minum obat! Makanya aku sebagai calon suami yang baik, menyarankan kamu minum obat!" ucap Radian.


"Iya calon suami, iya. Makasih banyak ya calon suami atas perhatiannya, aku seneng deh diperhatiin sama calon suami!" ucap Oni tersenyum meledek.

__ADS_1


Radian terkekeh kecil sambil mencolek hidung Oni, kemudian ia segera melangkah menuju ke mobil bersama Oni yang ia gandeng di sampingnya.


...β€’β€’β€’...


Disisi lain, Revi bertemu dengan Muzaki saat ia tengah belanja di sebuah pasar tradisional bersama bik Munaroh. Ya pagi ini Revi memang ingin sekali menemani bik Munaroh untuk pergi ke pasar, karena ia juga ingin sekalian belajar memasak dengan bik Munaroh di rumah nanti, Revi tampaknya sudah mulai memikirkan masa depan ia nantinya.


Namun, Revi sama sekali tak menyangka jika ia bisa bertemu dengan Muzaki disana. Padahal biasanya anak lelaki seperti Muzaki jarang sekali ada yang mau menginjakkan kaki di pasar seperti itu, ya walau Revi tahu kalau Muzaki memang beda dari lelaki pada umumnya, jujur saja kali ini Revi merasa gugup dan tak tahu harus berbicara apa pada Muzaki.


"Hai Rev! Assalamualaikum, kamu belanja disini juga?" sapa Muzaki sembari menatap wajah Revi.


"Waalaikumsallam, kak. Eee iya nih, aku temenin bibik aku buat belanja di pasar! Kebetulan aku mau tahu nama-nama bahan masakan disini, soalnya kan nanti aku juga jadi ibu rumah tangga yang harus bisa masak untuk suami aku!" jawab Revi tersenyum.


"Masya Allah, aku kagum sama kamu Rev! Aku doain kamu bisa dapat suami yang baik dan sayang sama kamu, yang paling penting sih semoga suami kamu itu ngerti agama!" ucap Muzaki.


"Iya kak, aamiin makasih doanya! Oh ya, kak Muzaki sendiri kesini lagi ngapain?" ucap Revi penasaran.


"Eee sama sih kayak kamu, aku juga lagi nemenin ibu aku belanja. Tapi, bedanya aku gak mau belajar tentang bahan-bahan masakan! Cuma ini karena lagi puasa aja, aku gak tega lihat ibu aku jalan sendiri ke pasar puasa-puasa begini!" ucap Muzaki.


"Oh gitu, yaudah ya kak kalo gitu aku sama bik Munaroh mau masuk ke dalam dulu! Sampai ketemu nanti!" ucap Revi pamitan.


"Iya Rev, sampai jumpa! Hati-hati ya, awas loh di dalam harus waspada banyak copet!" ucap Muzaki.


Revi hanya mengangguk pelan sambil tersenyum, ia lalu melangkah ke depan memasuki pasar yang besarnya lumayan itu dan tentu saja meninggalkan Muzaki disana. Revi bersama bik Munaroh langsung menuju ke kios daging ayam, karena Revi minta diajarkan masak masakan ayam pop.


"Mas, ojek kan? Anterin saya yuk ke jalan buana raya!" ucap seorang ibu-ibu.


Tiba-tiba saja ada seorang ibu yang menghampiri Muzaki dan minta untuk diantarkan oleh Muzaki, ya ibu itu mengira Muzaki adalah tukang ojek.


"Eh eee..." Muzaki tampak gugup dan kebingungan.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2