
...HELO GUYS!...
...WELCOME BACK TO MY STORY!...
..."ANGKASA"...
...\=\=\=...
...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kanπ...
...ΓΓΓ...
#ANGKASA EPS. 228
...β’...
...SELAMAT MEMBACA...πππ...
...β€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈ...
Suci tiba di bandara, ia turun dari mobil dan membawa sejumlah barangnya bersama kedua orangtuanya. Suci masih belum bisa melupakan kebersamaan dirinya dengan Muzaki, bahkan kini ia juga menantikan kehadiran sang mantan untuk menemaninya sebelum pergi ke Swiss.
Namun, Suci harus menerima kenyataan bahwa Muzaki tidak akan mungkin datang kesana. Suci tahu jika mantannya itu sudah memiliki kekasih baru dan sangat sulit baginya untuk bisa bertemu kembali dengan Muzaki, dirinya pun hanya bisa pasrah menghela nafas dan memasuki bandara.
"Suci, kamu kenapa diam aja? Kamu masih sedih ya mau pergi jauh dari Daddy sama mommy?" tanya Brando kepada putrinya.
"Iya dad, aku belum siap aja buat jauh dari Daddy dan mommy. Pasti aku bakalan rindu banget sama Daddy dan mommy! Apa kalian gak mau ikut juga sama aku ke Swiss?" ucap Suci.
"Maaf sayang! Daddy gak bisa temani kamu untuk saat ini. Kan Daddy lagi ada kerjaan penting, mungkin nanti kalau udah selesai baru deh Daddy sama mommy susul kamu ke Swiss. Untuk sekarang, kamu sendiri dulu ya?" ucap Brando.
"Iya Suci, mommy yakin kamu pasti bisa kok disana sendiri! Kamu kan anak yang kuat!" ujar Ellis mengusap puncak kepala putrinya.
"Iya mom, tapi nanti kalau aku kangen sama mommy atau Daddy, kita telponan ya?" pinta Suci.
"Pasti dong sayang! Mommy kan juga bakal kangen sama kamu, apalagi Daddy yang sering banget nanyain kamu. Semangat ya belajarnya sayang!" ucap Ellis.
"Iya mom, makasih!" ucap Suci tersenyum singkat.
Disaat mereka bertiga hendak melangkah ke dalam, tiba-tiba saja seseorang muncul dan meneriakkan nama Suci dari arah belakang.
"Suci tunggu!" sontak Suci dan kedua orangtuanya menoleh ke asal suara.
__ADS_1
"Wisnu?" Suci terkejut karena yang dilihatnya saat ini ternyata adalah Wisnu, lelaki yang merupakan sahabat dari Muzaki.
"Lu ngapain disini?" tanya Suci heran.
"Kamu kok pake tanya segala sih? Ya jelas lah aku mau antar kamu! Kan sebentar lagi kamu mau berangkat ke Swiss, makanya aku buru-buru datang kesini deh." jawab Wisnu ngos-ngosan.
"Loh, kamu tahu darimana kalau aku mau ke Swiss?" tanya Suci bingung.
"Dari Muzaki, dia bilang kamu mau berangkat sekarang. Kamu kenapa sih gak bilang sama aku soal ini? Apa kamu gak anggap aku sebagai teman kamu?" ucap Wisnu.
"Bukan gitu, aku belum sempat aja. Rencananya aku mau kabarin kamu begitu sampai di bandara, eh tapi kamu udah datang aja." kata Suci.
"Suci, dia siapa?" ujar Ellis bertanya pada putrinya.
"Eee kenalin mah, ini temanku namanya Wisnu! Wisnu, ini mommy sama daddy aku!" ucap Suci.
"Halo om, tante! Saya Wisnu," ucap Wisnu sembari mencium tangan Ellis serta Brando bergantian.
"Iya halo Wisnu! Salam kenal ya!" ucap Ellis.
"Wisnu, kamu datang sendirian aja? Muzaki gak ikut?" tanya Suci sambil celingak-celinguk mencari keberadaan sang mantan disana.
"Ohh kamu pengen banget ya Zaki ikut kesini? Sayangnya Muzaki gak ikut sama aku, dia tadi masih di kampus. Udah lah, kamu gak perlu berharap Muzaki bakal datang kesini!" ujar Wisnu.
"Halah bohongnya ketara banget! Aku tahu kok kamu ngarep Muzaki kesini, ya kan?" goda Wisnu disertai senyuman meledeknya.
"Udah lah, aku harus pergi sekarang! Makasih ya kamu mau datang kesini antar aku!" ucap Suci.
"Sama-sama. Kamu hati-hati ya Suci! Aku senang bisa temenin kamu sekarang," ucap Wisnu.
Suci mengangguk pelan, lalu masuk ke dalam bersama kedua orangtuanya. Wisnu tetap di tempatnya, menatap punggung Suci sambil tersenyum.
"Gue payah banget! Gue gak berani ungkapin perasaan gue ke Suci sekarang, emang dasar payah!" gumam Wisnu dalam hati.
β’
β’
Sementara itu, Revi menghampiri Muzaki di kantin kampus. Ia melihat kekasihnya itu sedang duduk melamun sendirian sembari mengaduk-aduk sedotan minumannya.
Tanpa berpikir panjang, Revi pun bergerak maju menghampiri Muzaki dan duduk di samping kekasihnya itu. Revi menoleh ke arah Muzaki, meraih satu tangan pria itu perlahan lalu menggenggamnya.
__ADS_1
"Kak Zaki, lagi ngapain sendirian disini ngelamun gitu?" tanya Revi penasaran.
"Eh kamu Rev, udah selesai kelasnya?" Muzaki kaget dan malah berbalik bertanya pada gadisnya.
"Udah kak, pertanyaan aku yang barusan kok gak dijawab sih?" ucap Revi cemberut.
"Pertanyaan yang mana, ya?" Muzaki kebingungan.
"Itu loh kak, ngapain kak Zaki sendirian disini sambil melamun gitu? Emangnya kamu gak ada kelas?" tanya Revi sekali lagi.
"Ohh... ada kok, tapi udah kelar barusan. Terus, aku juga gak ngelamun kok. Kamu salah lihat kali! Orang aku cuma duduk istirahat disini sambil minum," jawab Muzaki berbohong.
"Kamu bohong aja ih! Aku tahu kok tadi kamu lagi ngelamun, jujur aja kali!" ujar Revi.
Muzaki tersenyum, kemudian memegang wajah Revi dan mengelusnya lembut seraya berkata, "Iya, aku ini kepikiran sama Suci mantan aku."
"Loh, emang kenapa sama Suci?" tanya Revi.
"Kamu gausah cemburu gitu! Aku mikirin Suci karena hari ini dia mau terbang ke Swiss, aku sedih aja. Apalagi Suci kan cukup dekat sama mama aku, pasti sekarang mama lagi sedih banget karena kehilangan teman yang selalu menemaninya!" ucap Muzaki menjelaskan.
"Iya juga sih, emangnya kenapa Suci harus pergi ke Swiss sih? Dia gak betah disini?" tanya Revi.
"Entahlah. Dia sih kemarin bilangnya karena mau menghindar dari aku, supaya dia bisa lupain aku dan ikhlasin hubungan kita. Aku sih senang dengan keputusan dia itu, tapi gimanapun kan aku juga gak mau lihat mamaku sedih!" jawab Muzaki.
"Sabar ya kak! Aku janji bakal berusaha buat hibur mama kamu! Siapa tahu aku bisa gantikan posisi Suci di hati mama kamu, terus hubungan kita juga bisa berlanjut lebih serius!" ucap Revi.
"Ya, kamu benar! Aku juga berharap begitu! Semoga aja ya mama bisa terima kamu!" ucap Muzaki tersenyum sembari mengusap puncak kepala gadisnya.
"Iya kak. Terus, sekarang kamu mau ngapain?" tanya Revi.
"Kita disini aja ya!" jawab Muzaki.
"Oh yaudah, aku kira kamu mau temuin Suci terus ucapin selamat tinggal ke dia. Secara aku lihat di mata kamu sih begitu," ujar Revi.
"Ah enggak kok! Buat apa aku temuin dia lagi? Toh kemarin juga kita udah perpisahan kok," ucap Muzaki.
"Beneran kamu gak mau temuin Suci? Abis ini kan kamu bakal lama loh gak ketemu dia, gak kangen gitu sama mantan?" goda Revi.
"Apaan sih Rev! Lama-lama aku cubit juga nih pinggang kamu, dasar penggoda!" ujar Muzaki.
"Hahaha... ampun ampun!" Revi tertawa kecil melihat ekspresi Muzaki yang begitu malu-malu, padahal ia tahu betul Muzaki terlihat ingin menemui Suci saat ini.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...