Angkasa

Angkasa
Mau nikahin kamu


__ADS_3

...HELO GUYS!...


...WELCOME BACK TO MY STORY!...


..."ANGKASA"...


...\=\=\=...


...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏...


...×××...


#ANGKASA EPS. 92


...•...


...SELAMAT MEMBACA...🎉🎉🎉...


...❤️❤️❤️❤️...


"Iya sih, terus emang sekarang siapa yang kamu cintai Rev? Aku gak yakin kamu bisa berpaling ke lain hati, pasti kamu cuma bohong supaya aku gak deketin kamu lagi kan?" ucap Arsyan.


"Kata siapa? Beneran kok, kalo gak percaya nanti aku bakal tunjukin ke kamu orangnya!" ucap Revi.


"Yaudah, coba tunjukin!" ucap Arsyan.


Revi pun kebingungan harus menunjuk siapa untuk menjadi kekasih pura-pura nya di hadapan Arsyan, karena ia memang belum memiliki kekasih dan tak mungkin secepat itu bisa mendapatkannya. Kebetulan sekali, Revi melihat Muzaki tengah lewat jalan itu dan pria itu tampak sendirian tidak bersama Laras atau teman-temannya yang lain.


"Nah, itu dia pacar aku yang sekarang! Aku cinta sama dia, bukan kamu!" ucap Revi menunjuk ke arah Muzaki sambil tersenyum.

__ADS_1


"Ah masa? Aku gak percaya, kecuali kamu berani panggil dia dengan sebutan sayang!" ucap Arsyan.


Revi menganga kaget mendengar permintaan Arsyan yang aneh itu, tentu tak mungkin jika Revi berteriak memanggil Muzaki dengan sebutan sayang sesuai kemauan Arsyan itu. Revi khawatir jika nantinya hal itu justru memicu terjadinya salah paham dan kericuhan di kampusnya, namun ia tak memiliki pilihan lain selain menuruti kemauan Arsyan.


Revi pun bersiap untuk memanggil Muzaki sesuai apa yang diminta Arsyan tadi, walau sebenarnya ia masih ragu untuk melakukan itu karena disana juga ada lumayan banyak orang. Terlebih Muzaki sendiri pasti akan merasa risih jika tiba-tiba Revi menyebut namanya dengan sayang, bukan tidak mungkin kalau Muzaki juga bisa salah tingkah dan justru baper.


"Eee sayang, kak Muzaki! Hai!" teriak Revi sambil tersenyum dan melambaikan tangan ke arah Muzaki dengan penuh keyakinan.


Sontak Muzaki yang tengah lewat itu langsung terkejut mendengar sapaan dari Revi padanya, tentu saja ia kaget karena Revi memanggilnya dengan sebutan sayang. Muzaki pun menoleh ke arah Revi dengan tatapan tak mengerti dan merasa aneh pada sikap Revi itu, tak biasanya memang Revi bersikap seperti itu bahkan sampai memanggilnya sayang.


"Sayang, sini dong!" ucap Revi dengan genit.


Lagi dan lagi Muzaki dibuat heran dengan kelakuan Revi yang seperti itu, namun ia mencoba tetap tenang dan tak mau terbawa perasaan ketika Revi memanggilnya sayang. Muzaki memilih untuk menghampiri Revi disana lalu bertanya secara langsung pada gadis itu, ya karena Muzaki sangat penasaran dan heran mengapa Revi seperti itu.


"Rev, kamu ini kenapa? Kok kamu—"


"Hah?" ujar Muzaki menganga lebar.


"Iya sayang, tuh kamu lihat deh cowok itu! Aneh banget kan dia? Masa dia tadi bilang kalau dia tuh pacar aku, padahal kan yang pacar aku itu kamu bukan dia!" ucap Revi manja dan berkedip memberi kode pada Muzaki.


Muzaki kini mengerti kalau Revi hanya berakting saja di depan Arsyan, ya Muzaki pun paham dan mengerti apa yang harus ia lakukan saat ini untuk bisa membuat Revi puas. Muzaki tanpa ragu mulai merangkul pundak Revi dari samping dan mengelus rambut gadis itu di hadapan Arsyan, hal itu membuat Arsyan serta Revi sendiri langsung terkejut.


"Wah wah, ini sih gak bener sayang! Heh, kamu itu siapa sih ha? Kenapa kamu gangguin pacar saya? Asal kamu tau ya, saya dan Revi ini saling mencintai tau!" ucap Muzaki.


Revi hanya bisa diam tak percaya dengan apa yang dialaminya saat ini.


...•••...


Disisi lain, Radian masih dibuat tak percaya dengan pernyataan Oni mengenai kehamilannya. Namun, Radian tetap harus menerima kenyataan bahwa ia sudah menghamili Oni dan tentunya ia harus bertanggung jawab atas segala perbuatan yang sudah ia lakukan pada Oni, ya mau tidak mau Radian memang harus melakukan itu jika ingin dimaafkan.

__ADS_1


Sementara Oni sendiri masih merenung di kursi yang tersedia disana, Oni terus menunduk dan bersedih menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang sudah menimpanya saat ini. Oni juga menganggap dirinya adalah wanita kotor dan tak pantas untuk hidup di keluarga mama papanya, ia akan sangat malu jika sampai berita itu sampai di telinga orangtuanya.


"Oni, aku paham sekali dengan apa yang kamu rasakan sekarang! Aku mau minta maaf sama kamu cantik, karena aku udah bikin hidup kamu menderita seperti ini!" ucap Radian menghampiri Oni.


Oni langsung mendongak sembari menghapus air mata yang ada di pipinya, ia menatap wajah Radian dengan tatapan tak suka dan mata yang berkaca-kaca. Radian pun amat sangat cemas pada kondisi Oni sekarang ini yang tampak buruk seperti tak bersemangat, tentunya ia juga merasa bersalah karena sudah melakukan itu kepada Oni.


"Sayangku, kamu gak perlu khawatir ya! Aku bakal tanggung jawab kok sama bayi di dalam kandungan kamu ini, karena aku tahu dan sadar betul ini semua terjadi akibat kesalahan aku!" ucap Radian.


Radian duduk di samping Oni lalu mengusap perut Oni yang masih rata itu dengan perlahan.


Cupp!


Radian juga mendaratkan kecupan di wajah Oni serta perut gadis itu sebagai tanda sayangnya, entah mengapa Oni hanya diam dengan tatapan menjurus ke depan tak perduli pada Radian. Tampaknya Oni amat sangat kecewa dan kesal, sehingga ia tak bisa mengendalikan dirinya sendiri saat ini dan terlalu emosi kepada Radian si pemerkosanya tersebut.


"Oni cantik, Minggu depan aku datang ke rumah kamu dan lamar kamu! Aku minta tolong ya sama kamu, kabari orang tua kamu supaya mereka bisa hadir di acara lamaran nanti!" ucap Radian.


"Hah? Kamu udah gila ya Radian?" ujar Oni kaget.


"Kok gila sih? Aku pengen tanggung jawab loh sama kamu sayang, ini kan anak hasil perbuatan kita malam itu! Jadi, aku mau nikahin kamu secepatnya sebelum perut kamu membesar!" ucap Radian.


"Radian, apa tadi kamu bilang? Perbuatan kita? Asal kamu ingat ya, ini terjadi karena ulah kamu bukan kita!" ucap Oni kesal.


"Iya iya sayang, aku aja yang salah! Aku gak bisa kontrol diri aku sendiri, sampai akhirnya aku malah melakukan itu ke kamu! Tapi, sekarang ini kan aku udah mau tanggung jawab dan nikahin kamu! Tinggal di kamunya aja, mau atau enggak aku nikahin?" ucap Radian.


Oni terdiam lalu memalingkan wajahnya ke arah lain, ia belum bisa menjawab pertanyaan dari Radian itu.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2