Angkasa

Angkasa
Aku hamil


__ADS_3

...HELO GUYS!...


...WELCOME BACK TO MY STORY!...


..."ANGKASA"...


...\=\=\=...


...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏...


...Γ—Γ—Γ—...


#ANGKASA EPS. 91


...β€’...


...SELAMAT MEMBACA...πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰...


...❀️❀️❀️❀️...


Keesokan harinya, Oni mengajak Radian bicara berdua di sebuah taman dekat danau yang tak jauh dari kampus angkasa berada. Oni ingin memberitahu mengenai apa yang terjadi pada dirinya saat ini ke Radian, karena ini semua memang terjadi akibat perbuatan Radian yang sudah menodai tubuhnya ketika pria itu sedang mabuk dan tak terkendali.


Radian yang tiba-tiba diajak pergi oleh Oni itu, merasa bahwa ada yang tidak beres dari gadis itu karena tak biasanya memang Oni mengajak ia pergi berdua seperti ini. Apalagi sejak kejadian malam itu, Oni memang selalu berusaha menjauh dari Radian dan amat sangat membencinya, namun kali ini justru Oni sendiri lah yang mengajak Radian untuk bicara.


"Cantik, ada apa sih kamu ajak aku bicara kayak gini? Pasti ada sesuatu yang penting kan, apa ini soal isu yang disebarkan oleh Syahra? Kamu gausah khawatir Oni, karena aku udah kasih hukuman ke dia! Aku yakin dia pasti bakal nurut, mungkin sebentar lagi Syahra bisa bikin klarifikasi!" ucap Radian.


"Bukan soal itu! Kan kemarin kamu juga udah kasih tau ke aku, kali ini masalah lain dan gak ada sangkut pautnya sama Syahra! Ya mungkin ada sih, tapi dikit dan gak terlalu banyak!" ucap Oni.


"Oh gitu, terus tentang apa dong?" tanya Radian.


"Umm, aku sebenarnya masih ragu banget buat bilang ini ke kamu! Tapi, aku rasa kamu perlu tahu karena ini semua terjadi juga karena kamu! Gak mungkin aku bisa tutupin ini semua dari kamu, makanya aku ajak kamu bicara disini!" ucap Oni.

__ADS_1


Radian pun semakin bingung dan penasaran dengan apa yang hendak disampaikan Oni padanya, ia yakin betul ada yang tidak beres dan itu menyangkut kejadian malam itu. Radian sudah takut duluan mendengar perkataan dari Oni, ia khawatir kalau memang Oni tengah mengandung anak darinya dan ia tak mau jika harus mendengar semua itu.


"Yaudah cantik, kamu bicara aja sekarang sama aku! Apa sih masalah kamu itu?!" ucap Radian.


Oni menunduk sembari menyatukan jari-jarinya dan mengambil nafas sebelum berbicara, ya Oni juga sangat berat untuk mengungkapkan pada Radian kalau ia tengah hamil. Apalagi pria yang ada di depannya itu adalah sang ayah dari bayi yang sedang ia kandung, tentu saja Oni merasa gugup dan takut jika Radian nantinya akan sangat terkejut.


"A-aku hamil Radian, semua yang dibilang sama Syahra itu ternyata benar! Aku mual dan muntah itu karena aku emang hamil, sekarang aku gak bisa lagi menutup-nutupi ini semua!" ucap Oni.


"Apa?" ujar Radian terkejut bukan main.


Radian amat sangat terkejut mendengar penjelasan dari Oni itu, ia tak menyangka jika Oni memang benar hamil sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Syahra di sosial media. Namun, Radian masih belum percaya sepenuhnya kalau Oni tengah hamil saat ini karena belum ada bukti yang ditunjukkan gadis itu.


"Kamu gak bohong kan Oni? Please deh, jangan bercanda sama aku soal begituan!" ucap Radian.


"Buat apa sih aku bohong? Aku ini emang hamil, dan aku begini juga karena perbuatan kamu itu Radian!" ucap Oni tegas.


"Darimana kamu tahu soal itu?" tanya Radian.


Oni pun menghela nafas sejenak, lalu mengambil bukti testpack yang menyatakan kalau ia tengah hamil itu kepada Radian. Sontak Radian langsung terperangah begitu melihat benda yang diberikan Oni padanya tersebut, terdapat garis dua di alat itu yang artinya Oni memang benar sedang hamil anaknya.


Oni hanya mengangguk pelan.


...β€’β€’β€’...


Disisi lain, Revi masih berusaha menghindar dari kejaran Arsyan yang terus saja hendak mendekati dirinya di kampus itu. Padahal Revi sudah mengatakan pada Arsyan kalau ia sedang tak mau diganggu saat ini, Revi juga malas sekali meladeni Arsyan yang memang selalu saja berharap untuk bisa menjadi kekasihnya sampai seperti itu.


Namun, pada akhirnya Revi terpaksa berhenti sejenak di sebuah tempat dalam kampus untuk berbicara dengan Arsyan disana. Ya Revi tak memiliki pilihan lain selain melakukan itu, karena ia sangat lelah setelah berlarian kesana-kemari cukup lama dan jauh, walau ia sungguh malas harus berbincang dengan pria itu meski sebentar saja.


"Aduh Arsyan, kamu itu maunya apa sih? Aku kan udah bilang sama kamu, aku lagi gak mau diganggu sama siapapun termasuk kamu! Lagian kenapa sih kamu selalu aja deketin aku?!" bentak Revi kesal.


"Kok gitu sih Rev? Aku ini kan pacar kamu, harusnya kamu seneng dong sama kehadiran aku disini! Kita udah cukup lama loh gak ketemu, aku kangen banget sama kamu Revi sayang! Aku yakin kamu juga begitu, iya kan?" ucap Arsyan kepedean.

__ADS_1


"Haish, siapa juga yang kangen sama kamu? Gak usah ngaco dan kepedean deh!" ujar Revi.


"Yah, kamu gak perlu malu Rev! Akuin aja kalau emang kamu kangen sama aku, gapapa kok Revi sayang!" ucap Arsyan.


"Hah? Dasar gak waras!" ujar Revi terheran-heran.


Arsyan justru semakin nekat mendekati Revi, ia maju dan kemudian menggenggam dua tangan gadis itu sambil menatapnya dari jarak dekat dan memberikan senyuman manis pada Revi. Hal itu membuat Revi cukup deg-degan plus panik, ia khawatir kalau Arsyan sampai berani melakukan sesuatu yang di luar pikirannya dan ia tak mau itu terjadi nantinya.


"Arsyan, please deh! Kamu tolong dong ngertiin aku, ini aku gak lagi bercanda Arsyan! Ayolah, kamu pergi dan jangan pernah kamu deketin aku lagi kayak gini! Aku capek tahu, aku malas!" ucap Revi.


"Beribu-ribu kali pun kamu bicara begitu, aku bakal tetap disini dan terus berusaha untuk bisa menggapai hati kamu sayang! Karena aku yakin masih ada sisa-sisa sedikit perasaan kamu buat aku, dan aku pasti bisa dapetin kamu!" ucap Arsyan.


"Haish, itu gak akan mungkin Arsyan! Perasaan aku sekarang bukan buat kamu lagi!" ucap Revi.


"Oh ya? Terus buat siapa dong Revi sayang? Gak mungkin kan kamu udah punya pacar lagi selain aku, kan aku cinta mati kamu!" ucap Arsyan.


"Mungkin ajalah! Aku tuh udah gak cinta sama kamu, kita kan cuma mantan!" ujar Revi.


"Iya sih, terus emang sekarang siapa yang kamu cintai Rev? Aku gak yakin kamu bisa berpaling ke lain hati, pasti kamu cuma bohong supaya aku gak deketin kamu lagi kan?" ucap Arsyan.


"Kata siapa? Beneran kok, kalo gak percaya nanti aku bakal tunjukin ke kamu orangnya!" ucap Revi.


"Yaudah, coba tunjukin!" ucap Arsyan.


Revi pun kebingungan harus menunjuk siapa untuk menjadi kekasih pura-pura nya di hadapan Arsyan, karena ia memang belum memiliki kekasih dan tak mungkin secepat itu bisa mendapatkannya. Kebetulan sekali, Revi melihat Muzaki tengah lewat jalan itu dan pria itu tampak sendirian tidak bersama Laras atau teman-temannya yang lain.


"Nah, itu dia pacar aku yang sekarang! Aku cinta sama dia, bukan kamu!" ucap Revi menunjuk ke arah Muzaki sambil tersenyum.


"Ah masa? Aku gak percaya, kecuali kamu berani panggil dia dengan sebutan sayang!" ucap Arsyan.


Revi menganga kaget mendengar permintaan Arsyan yang aneh itu, tentu tak mungkin jika Revi berteriak memanggil Muzaki dengan sebutan sayang sesuai kemauan Arsyan itu. Revi khawatir jika nantinya hal itu justru memicu terjadinya salah paham dan kericuhan di kampusnya, namun ia tak memiliki pilihan lain selain menuruti kemauan Arsyan.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2