
...HELO GUYS!...
...WELCOME BACK TO MY STORY!...
..."ANGKASA"...
...\=\=\=...
Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kanπ
...ΓΓΓ...
#ANGKASA EPS. 66
...β’...
...SELAMAT MEMBACA...πππ...
...β€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈ...
Revi, Latifah, Muzaki dan Laras kini berdiri bersama di depan pintu masuk pasar malam yang sudah semakin sepi karena hari juga sudah larut dan bertambah gelap. Mereka berempat telah menyelesaikan makan sate usus bersama di warung sate tadi, ya kini keempatnya bersiap untuk pulang karena pasar malam pun sudah hampir tutup.
Muzaki masih merasa khawatir jika harus meninggalkan Revi disana, yang ia inginkan adalah mengantar gadis itu pulang ke rumah agar ia bisa memastikan kalau Revi baik-baik saja. Namun, ia tak memiliki keberanian yang cukup untuk mengatakan itu pada Revi, lagipun Muzaki juga sudah bersama Laras dan ia bertanggung jawab mengantar Laras pulang ke rumah sesuai janjinya sebelumnya.
"Rev, kamu masih belum dijemput? Supir kamu itu gimana sih, niat apa enggak sih mau jadi supir? Kok lama banget jemput nya?" tanya Muzaki kesal.
"Eee aku juga gak tahu, kak. Tapi, kalau kak Zaki pengen pulang duluan ya gapapa kok! Aku disini sama Latifah juga kan, kita berdua bakal tungguin supir aku sampe dia datang!" ucap Revi.
"Aku gak tega tapinya ninggalin kalian disini, apalagi ini udah malam dan jalanan juga sepi! Aku takut aja nanti ada penjahat atau apa!" ucap Muzaki.
"Gapapa kak Zaki, gue sama Revi bisa jaga diri kok! Kita ini jago silat dan karate, malahan gue pernah ikut kejuaraan karate di bikini bottom dan gue menang juara satu ngalahin Sandy!" ucap Latifah.
"Apaan sih kamu Fah? Malah bercanda!" tegur Revi.
__ADS_1
"Hehehe, biar gak tegang tegang amat Rev! Kita tuh sebagai warga negara Indonesia, harus menerapkan pola hidup sehat dengan cara bercanda dan jangan terlalu serius supaya gak sakit!" ucap Latifah.
"Iyain ajalah buat kamu mah!" ujar Revi.
"Eee yaudah deh, kalo gitu aku sama Laras duluan ya? Kalian berdua hati-hati, selalu waspada dan jangan pernah lengah!" ucap Muzaki.
"Iya kak Zaki, gausah khawatir tenang aja! Ada gue disini yang akan jagain Revi sama gue sendiri, jadi lu gak perlu khawatir kak! Anterin aja si Laras pulang sampe selamat, hehe!" ujar Latifah nyengir.
"Oke, Revi aku pamit ya? Sampai ketemu di kampus besok pagi!" ucap Muzaki tersenyum.
"Eee iya kak," ucap Revi pelan plus gugup.
"Latifah, aku sama Laras pergi dulu! Kamu jangan lupa jagain si Revi teman kamu, lihat-lihat sekitar dan jangan main hp terus!" ucap Muzaki.
"Iya kak Zaki, siap!" ucap Latifah.
"Baguslah, yuk Ras!" ucap Muzaki lalu menggandeng tangan Laras dan pergi melewati Revi serta Latifah.
"Kita berdua permisi dulu, ya?" ucap Laras.
Setelahnya, Muzaki dan Laras pun pergi dari sana meninggalkan Revi serta Latifah untuk menuju ke tempat parkir dimana mereka meletakkan mobil mereka sebelumnya. Ya Muzaki sebenarnya masih tidak tega meninggalkan Revi disana, ia bahkan terus melirik ke belakang sekilas untuk memastikan kondisi Revi baik-baik saja.
Sementara Revi sendiri juga merasa agak aneh pada hatinya ketika melihat Muzaki lewat di sampingnya sambil menggandeng tangan Laras, ia seperti tak suka sekaligus cemburu mungkin pada sosok Laras yang saat ini dekat dengan Muzaki dan bahkan Muzaki tak canggung sedikitpun untuk menggandeng tangan Laras bahkan di depan Revi.
"Rev, lu kenapa diem aja kayak gitu?" tanya Latifah penasaran terheran-heran.
"Eh eee gapapa kok, aku cuma ngantuk aja!" jawab Revi sambil berpura-pura menguap agar Latifah percaya padanya.
"Heleh alasan!" cibir Latifah.
"Eee eh itu supir aku udah sampe, yuk kita samperin!" ucap Revi sambil menunjuk ke arah mobil yang masih berjalan ke arah mereka.
"Oh iya, yaudah yuk!" ucap Latifah nyengir.
__ADS_1
Mereka pun menghampiri mobil yang baru berhenti di dekat sana itu, tanpa berlama-lama lagi keduanya langsung masuk ke dalam mobil tersebut dan meminta pak Darwin untuk segera melaju pergi. Ya tentu karena Revi tak ingin jika orangtuanya tahu nanti kalau ia masih belum pulang, bahkan ia cemas kalau orangtuanya saat ini sudah sampai di rumah.
β’
β’
Saat di dalam mobil, Revi pun terpikirkan mengenai orangtuanya jikalau nantinya mereka melihat ia baru pulang ke rumah diwaktu yang sudah sangat malam dan gelap ini. Pastinya Revi akan menjadi bahan amarah mama serta papanya di rumah, apalagi orangtuanya itu pasti lelah habis bekerja dan selalu ingin emosi dan marah-marah begitu pulang.
Akhirnya Revi pun mau tidak mau terpaksa mengatakan pada Latifah, kalau ia tak bisa mengantar gadis itu pulang sampai ke rumahnya karena ia cemas dimarahin mama papanya. Ya walau Revi sebenarnya tidak tega jika meninggalkan Latifah begitu saja, apalagi Latifah adalah sahabatnya yang paling pengertian dan juga asyik.
"Fah, kamu aku anterin sampe depan kampus aja ya? Nanti dari sana kamu mau naik apa kek terserah, soalnya aku harus buru-buru pulang nih sebelum mama sama papaku balik!" ucap Revi.
"Hah? Ya ampun Revi, tega banget sih lu turunin gue di tengah jalan! Jangan gitu lah Rev, gue gak punya duit banyak buat naik taksi!" ucap Latifah.
"Eee yaudah gini aja deh, gimana kalo aku kasih uang buat kamu naik taksi nanti? Jadi, kamu gak perlu ambil pusing soal masalah ongkosnya! Gimana, kamu setuju kan Fah?" usul Revi.
"Yah yaudah deh, tapi emang jam segini masih ada taksi yang lewat?" tanya Latifah.
"Ada kok, tenang aja!" jawab Revi santai.
Ya Latifah dengan sangat terpaksa harus mau turun dari mobil Revi sebelum sampai ke rumahnya, walau ia sebenarnya malas sekali turun di tengah jalan seperti ini. Latifah juga tak yakin kalau masih ada taksi yang berkeliaran di jalan saat jam malam begini, namun ia berharap saja kalau taksinya ada dan ia bisa pulang ke rumah dengan selamat.
Tak lama kemudian, mobil yang dikendarai Darwin pun berhenti tepat di depan kampus angkasa sesuai dengan perintah dari Revi sebelumnya.
"Nah Fah, udah sampe nih! Kamu turun disini aja ya, maaf banget loh!" ucap Revi tersenyum.
"Huft, iya iya gue turun deh nih! Mana uang buat ongkos taksi gue nanti?" ucap Latifah menengadahkan tangan ke arah Revi meminta uang ongkos taksi pada Revi.
"Oh iya ya, nih uangnya buat kamu ongkos taksi!" ucap Revi memberikan selembar uang 50 ribu.
"Oke, makasih Rev!" ucap Latifah tersenyum. "Gue turun dulu ya? Bye Rev!" sambungnya sembari melambaikan tangan lalu turun dari mobil.
"Bye juga!"
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...