Angkasa

Angkasa
Hari Lebaran


__ADS_3

...HELO GUYS!...


...WELCOME BACK TO MY STORY!...


..."ANGKASA"...


...\=\=\=...


...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏...


...Γ—Γ—Γ—...


#ANGKASA EPS. 144


...β€’...


...SELAMAT MEMBACA...πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰...


...❀️❀️❀️❀️...


Lebaran telah tiba, Revi bersama kedua orangtuanya pun merayakan hari kemenangan itu di kampung halaman mereka yakni Makassar. Ya mereka memang berangkat ke sana dua hari sebelum lebaran kemarin, dan hari ini mereka pun tampak senang karena bisa merayakan lebaran dengan saudara-saudara di kampung termasuk kakek nenek.


Setelah selesai melaksanakan shalat Ied di masjid bersama yang lainnya, kini Revi seperti lebaran pada umumnya kembali bersimpuh di depan papa mamanya untuk meminta maaf. Revi menangis dalam pelukan sang mama yang juga tak kalah sedih mengingat perbuatannya, begitu pula dengan Marcel yang terbawa suasana dan menangis disana.


Kebetulan Makassar adalah kampung Juliana alias mama Revi, mereka sengaja pulang ke sana karena Maike sang ibu dari Juliana yang juga merupakan nenek Revi masih hidup. Hanya Maike lah satu-satunya nenek Revi yang tersisa setelah ibu dari Marcel meninggal beberapa waktu lalu, sehingga mereka ingin bisa bersama Maike saat ini.


Mereka semua kini tengah berada di meja makan bersama para saudara sang mama yang ada disana, kebetulan Revi juga telah selesai meminta maaf pada mama papanya dan sang nenek.


"Mah, pah, ini sepupu-sepupu aku yang lain pada kemana sih kok sepi begini? Masa cuma ada sepuluh orang doang, gak kayak lebaran tahun kemarin rame banget?! Mereka belum pada bangun atau gimana sih?" tanya Revi terheran-heran.


"Hahaha, gak gitu sayang! Mereka mungkin masih di rumah masing-masing, tunggu aja!" jawab Juliana.


"Iya cu, kamu udah gak sabar ya pengen ketemu sepupu kamu yang berisik itu? Nenek mah pusing kalau dengar mereka disini," ujar Maike.


"Hehe, iya dong nek! Aku kan udah lama gak ketemu sama mereka, kangen aja gitu!" ucap Revi.


"Gausah kangen Revi! Ini kita kan juga sepupu kamu, emang gak kangen juga gitu sama kita? Masa yang daritadi ada disini gak dipeduliin, malah mikir yang masih jauh disana?!" tegur Nibras (sepupu lelaki Revi yang lebih tua darinya).


"Iya tuh, kita-kita kan juga saudara kamu Revi! Bukan cuma mereka aja yang pada jauh, selagi ada yang dekat kenapa mikirin yang jauh sih Rev?" sahut Lyora (sepupu wanita Revi).

__ADS_1


"Eee duh jangan pada ngamuk dong! Aku kan pengen aja kalo kita kumpul bareng!" ucap Revi gugup.


"Ahaha, gak ngamuk kok cuma protes aja! Abisnya kamu malah nyariin sepupu yang jauh, padahal yang dekat juga ada nih kita-kita!" ucap Lyora.


"Iya Rev, sama kita aja dulu!" sahut Frendi.


Revi tersenyum menatap ke arah sepupu-sepupu nya yang ada disana itu, total mungkin ada sekitar lima orang sepupu Revi yang tinggal di rumah sang nenek sehingga bisa ikut makan bareng saat ini.


"Sayang, abis ini kamu ajak tuh saudara-saudara kamu buat main bareng!" ucap Juliana tersenyum.


"Eee iya dong mah, pasti aku ajak main! Tapi, aku masih nunggu Enzo nih mah, dia kok belum datang juga ya? Padahal aku kangen banget pengen cubit pipinya yang gemoy itu, kan udah lama aku gak ketemu sama dia!" ujar Revi.


"Sabar sayang! Mungkin Enzo lagi makan sama papa mamanya, udah kamu habisin dulu tuh makanan kamu daritadi masih utuh aja!" ucap Juliana.


"Iya, ditambah lagi dong cu lauknya! Masih banyak itu di meja, jangan dikit-dikit kalo lagi makan di rumah nenek mah! Justru nenek suka kalau cucu-cucu nenek pada makan banyak!" ucap Maike.


"Tuh kan sayang, yuk ditambah!" ujar Juliana.


"Eee nanti aja deh mah, nek. Ini juga belum abis, aku takut gemuk soalnya!" tolak Revi.


"Oalah, biasa nek anak muda mah gitu!" ujar Lyora.


...β€’β€’β€’...


Disisi lain, Muzaki bersama teman-teman tim pecinta alamnya juga tengah merayakan lebaran di rumah pria tersebut. Ya Muzaki sengaja mengundang mereka semua datang kesana untuk menambah suasana keramaian di rumah itu, bahkan Laras pun juga turut hadir disana sesuai undangan Muzaki.


Walaupun disana sudah cukup banyak orang yang hadir, akan tetapi Muzaki masih tetap merasa ada yang kurang karena tidak hadirnya sosok Revi untuk menemaninya disana. Ya Muzaki pun merasa kecewa setelah tahu Revi dan keluarganya pergi mudik ke kampung halaman, padahal Muzaki sudah menantikan momen lebaran bersama gadis itu.


"Kak, seru ya kalo lebaran kita kumpul-kumpul kayak gini! Bikin suasana makin hangat dan mempererat tali silaturahmi juga, jadi menambah pahala juga buat kita semua yang hadir disini!" ucap Laras.


"Iyalah Ras, yang namanya tim pecinta alam itu kan emang begini. Makanya lu jangan nyesel gabung sama kita semua disini, karena tali persaudaraan nya itu erat banget dan jarang putus kalo udah saling ketemu kayak gini!" ucap Wisnu tersenyum.


"Benar tuh! Kita kan menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan!" sahut Muzaki.


"Wah emang deh tim pecinta alam itu keren banget! Makasih ya kak Zaki sama yang lainnya udah mau terima aku disini!" ucap Laras.


"Sama-sama Ras," ucap mereka serentak.


Kehadiran Laras disana pun juga membuat perasaan seluruh anggota tim pecinta alam makin dibuat gembira, karena Laras satu-satunya wanita yang hadir di acara kali ini.

__ADS_1


"Bor, si Laras dilihat-lihat makin cantik aja ya! Apalagi dia pake baju muslim kayak gitu, warna biru lagi! Beuh damagenya gak ngotak bor! Ditambah kalo pas dia lagi senyum, aduh bisa meleleh hati gue bor!" bisik Rudi di telinga Wisnu.


"Hus! Ini hari lebaran tau, jaga pandangan dan hati lu jangan kayak gitu!" tegur Wisnu.


"Yeh gak asik lu! Sekali-kali gapapa lah kita curi-curi pandang, toh gak ada salahnya kan? Emang bener kok si Laras cantik banget!" ujar Rudi.


"Heh!" Wisnu melotot.


Ya mulut Rudi yang tak bisa direm itu mulai keluar dari kendalinya, Rudi tanpa sengaja berbicara cukup keras sehingga Laras dapat mendengar suara dari pria itu.


"Eee maksud kak Rudi apa, ya? Kok tadi aku sekilas dengar kak Rudi lagi sebut-sebut nama aku, emang aku kenapa?" tanya Laras penasaran.


"Eee..." Rudi kebingungan harus menjawab apa.


"Mampus lu! Jawab dah tuh, jangan kebanyakan eee terus!" ujar Wisnu tertawa kecil.


"Yeh gak seru lu!" cibir Rudi.


Muzaki hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum, ia menyodorkan kue di kaleng ke arah Laras agar mengalihkan topik pembicaraan.


"Ras, dimakan kuenya! Itu umi aku buat sendiri loh, insyaallah rasanya enak!" ucap Muzaki.


"Wah yang bener?! Makasih kak, pasti aku mau cobain!" ucap Laras langsung teralihkan.


Tak lama kemudian, terdengar suara ketukan pintu dari luar disertai dengan salam yang diucapkan seorang wanita.


TOK TOK TOK...


"Assalamualaikum,"


Sontak Muzaki serta yang lainnya langsung terkejut plus kebingungan, pasalnya semua yang mereka undang sudah datang dan tak mungkin ada kelebihan undangan.


"Itu siapa ya?" ujar Muzaki heran.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


...|β€’β€’|...

__ADS_1


...Selamat hari raya idul Fitri bagi kalian semua yang merayakan, mohon maaf lahir batin πŸ™πŸ₯°...


__ADS_2