Angkasa

Angkasa
Udah punya pacar belum?


__ADS_3

...HELO GUYS!...


...WELCOME BACK TO MY STORY!...


..."ANGKASA"...


...\=\=\=...


...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏...


...Γ—Γ—Γ—...


#ANGKASA EPS. 145


...β€’...


...SELAMAT MEMBACA...πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰...


...❀️❀️❀️❀️...


TOK TOK TOK...


"Assalamualaikum,"


Sontak Muzaki serta yang lainnya langsung terkejut plus kebingungan, pasalnya semua yang mereka undang sudah datang dan tak mungkin ada kelebihan undangan.


"Itu siapa ya?" ujar Muzaki heran.


"Yo ndak tau kok tanya saya!" ucap Rudi.


"Sebentar ya, gue mau cek dulu ke depan. Takutnya ada tetangga yang pengen silaturahmi juga, kan gak enak kalo didiemin!" ucap Muzaki.


"Iya, yaudah sana lu cek gih! Kayaknya sih iya tetangga lu," ucap Wisnu.


Muzaki beranjak dari tempat duduknya, lalu berjalan ke dekat pintu untuk mengecek siapa yang datang. Muzaki sangat penasaran, apalagi dari suaranya ia merasa tidak asing karena sepertinya ia pernah mendengar suara tersebut.


Sementara Wisnu bersama yang lain masih tetap berada di dalam ngobrol-ngobrol sambil menikmati kue kering yang sudah disediakan Muzaki, tentunya ada juga makanan dan minuman yang lainnya.


Ceklek...


Muzaki membuka pintu, matanya langsung terbelalak begitu melihat sosok gadis cantik tengah berdiri disana sambil tersenyum. Ya gadis tersebut ialah Suci alias sang mantan yang rupanya sengaja mendatangi rumahnya.


"Suci?" ucap Muzaki syok bukan main.


"Hai Muz, assalamualaikum!" ucap Suci menyapa pria di depannya itu.

__ADS_1


"Waalaikumsallam," ucap Muzaki gugup.


"Kamu kenapa? Kok gugup gitu sih? Aku kesini cuma mau silaturahmi kok sama kamu, kan ini hari lebaran Muz!" ucap Suci tersenyum.


"Eee iya, yaudah kamu mau masuk atau langsung pulang?" tanya Muzaki.


"Kalau emang dibolehin sama kamu, ya aku mah mau masuk sih ke dalam. Tapi, kalau kamu lagi sibuk dan gak mau diganggu ya gapapa kok aku pulang aja. Oh ya, ini aku bawain makanan buat kamu! Gak seberapa sih, tapi semoga kamu suka sama masakan aku!" ucap Suci.


"Makasih ya! Masuk dulu yuk, kebetulan di dalam ada teman-teman kampus aku! Kita lagi pada makan bareng, siapa tahu kamu juga mau ikutan sekalian kenalan sama mereka?" ujar Muzaki menawarkan Suci masuk ke dalam.


"Serius boleh?" tanya Suci tak percaya.


"Iya, udah yuk masuk! Kamu kan belum kenalan sama teman-teman aku, mereka juga pasti senang kalau ada tambahan orang. Karena semakin banyak, itu semakin bagus dan ramai!" ucap Muzaki.


"Ohh, yaudah deh aku masuk. Makasih ya Muz, kamu udah bolehin aku masuk!" ucap Suci tersenyum.


"Sama-sama," ucap Muzaki singkat.


Muzaki pun memberi ruang bagi Suci untuk masuk ke dalam rumahnya, gadis itu melangkah memasuki kawasan rumah Muzaki yang sudah dipenuhi oleh para anggota tim pecinta alam.


"Assalamualaikum semua...." ucap Suci memberi salam pada seluruh orang disana.


Sontak semua orang disana terkejut dan menoleh ke arah Suci, mereka semua terperangah dengan mulut terbuka melihat kehadiran Suci disana.


"Eh eee i-i-iya, waalaikumsallam. Muz, itu siapa?" ucap Wisnu terheran-heran.


"Kenalin, dia teman gue namanya Suci!" jawab Muzaki mengenalkan Suci pada mereka.


"Ohh, hai Suci!" ucap Wisnu tersenyum.


Rudi langsung bangkit mendekat ke arah Suci sembari membenarkan rambutnya, tentu saja ia ingin berkenalan langsung dengan gadis itu.


"Ehem ehem, hai cantik! Duh, udah cantik senyum nya manis lagi! Kenalin, nama aku Rudi dan aku disini jadi yang paling ganteng plus pintar!" ucap Rudi menyodorkan tangan ke arah Suci.


"I-i-iya, salam kenal ya!" ucap Suci tersenyum lalu bersalaman dengan Rudi.


"Emmhh, mulus plus wangi banget tangannya!" ujar Rudi langsung mencium telapak tangannya sendiri setelah bersalaman dengan Suci.


"Heh! Inget lu udah punya cewek!" tegur Wisnu.


"Yeh sirik aja lu!" cibir Rudi.


Suci tersenyum, sedangkan Muzaki geleng-geleng kepala lalu meminta Suci duduk.


...β€’β€’β€’...

__ADS_1


Disisi lain, Revi masih kumpul-kumpul bersama para saudara sepupunya di rumah sang nenek. Mereka berbincang-bincang sesuai umur karena kebetulan seluruh sepupu Revi baik yang berada jauh maupun dekat sudah hadir disana, Revi pun tampak gembira karena bisa berkumpul dengan mereka dan mengobrol setelah cukup lama tak bertemu begini.


Selagi masih waktunya lebaran, tentu mereka ingin berkumpul-kumpul disana sambil berbagi cerita karena jika di hari biasa sulit sekali bagi mereka untuk bisa bertemu seperti ini. Apalagi Revi tinggal sangat jauh dari sana yang membuatnya sulit jika harus terus berkumpul disana, itulah sebabnya ia ingin memanfaatkan waktu lebaran.


"Eh Rev, gimana kuliah kamu sekarang? Udah sukses dong pastinya?" tanya Lyora sambil tersenyum.


"Eee insyaallah, sebentar lagi aku mau masuk semester akhir. Doain aku ya semoga bisa sesukses kalian semua!" jawab Revi menunduk.


"Aamiin! Pasti kamu bisa Rev, soalnya kamu itu kan anaknya pinter!" ujar Lyora.


"Iya tuh, berusaha aja yang giat Rev! Kita yakin kok sama kemampuan lu!" sahut Frendi.


"Ah kalian ini bisa aja bikin aku malu, tapi makasih ya atas supportnya! Semoga lebaran tahun depan aku juga bisa kasih thr ke saudara-saudara aku yang masih kecil, sama kayak kalian!" ucap Revi tersenyum.


"Gausah mikirin itu dulu, Rev! Kalau kamu mau belajar rajin dan giat, aku yakin uang mah bakal datang sendiri ke kamu! Contoh tuh si Viora, dia kan lulusan univ di Aussie!" ucap Lyora.


"Hey, jangan bawa-bawa gue ah!" ujar Viora.


"Hahaha, gapapa lah kan biar bikin semangat si Revi supaya mau belajar giat!" ucap Lyora.


"Iya, harusnya lu bangga karena bisa dijadikan panutan buat Revi dan yang lain!" sahut Nibras.


"Ya ya ya..."


Revi tersenyum tipis sembari menutupi mulutnya dengan punggung tangan.


"Oh ya, pacar gimana pacar? Pasti lu udah punya dong Rev?" tanya Nibras.


"Hah? Apaan sih? Ngapain ngomongin soal pacar? Aku masih single kak, belum mau mikirin juga tentang begituan. Aku kan pengen fokus belajar dulu yang bener, lagian mana ada yang mau sih sama aku?" jawab Revi.


"Ya ampun Revi Revi, merendah aja terus hobi kamu! Aku yakin banget, pasti banyak lah cowok yang mau dan ngejar-ngejar kamu!" ujar Lyora.


"Iya tuh, gue juga yakin banget! Cuma lu nya aja Rev yang pilih-pilih, pake segala bilang mana ada yang mau lagi! Gue aja nih ya, bisa dibilang tertarik sama lu apalagi cowok lain!" sahut Frendi.


"Setuju!" sahut Nibras.


"Apaan sih? Udah ah jangan bahas begituan, nanti didengar mama papaku kan gawat!" ucap Revi.


"Dengar apa sayang?"


Tiba-tiba saja yang ditakutkan oleh Revi muncul, ya sosok lelaki dewasa yang tak lain ialah Marcel datang dan bergabung disana bersama mereka.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2