
...HELO GUYS!...
...WELCOME BACK TO MY STORY!...
..."ANGKASA"...
...\=\=\=...
Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kanπ
...ΓΓΓ...
#ANGKASA EPS. 115
...β’...
...SELAMAT MEMBACA...πππ...
...β€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈ...
Setelah selesai belanja kebutuhan memasak di pasar, kini Revi bersama bik Munaroh keluar kembali sembari membawa barang belanjaan di tangan mereka. Terlihat gadis itu sangat riang dan sudah tidak sabar ingin segera memasak bersama bibiknya tersebut, ya Revi memang ingin menjadi seorang tukang masak handal agar membuat bangga calon suaminya di masa yang akan datang.
Ketika mereka melangkah keluar dari pasar dan menuju tempat parkir, lagi dan lagi Revi kembali bertemu dengan Muzaki disana. Ya pria itu masih saja duduk di atas jok motornya menunggu sang ibu yang tak kunjung selesai belanja, bahkan sampai Revi selesai belanja saja ibu dari Muzaki tetap belum terlihat keberadaannya saat ini.
"Kak Zaki, kok masih disini? Emang ibunya kak Zaki belum selesai belanja?" tanya Revi heran.
"Eh Rev, iya nih aku juga gak tahu. Tapi, biasalah ibu-ibu emang suka gitu kalo belanja mah! Mungkin nanti kamu juga akan begitu, soalnya suka pengen nawar mulu tiap kali pengen beli sesuatu!" jawab Muzaki sambil tersenyum.
"Oh gitu ya? Umm, yaudah kak Zaki sabar aja! Paling sebentar lagi ibunya kak Zaki selesai belanjanya, di bulan puasa kayak gini pahalanya kan lebih gede loh kak!" ucap Revi.
"Iya Rev, gak mungkin juga saya tinggalin ibu. Eee kamu sendiri udah selesai nih belanjanya? Kok bisa cepet banget kayak gitu? Kamu gak mencerminkan ibu-ibu pada umumnya loh, harusnya kalau belanja itu lama Rev!" ucap Muzaki bercanda.
__ADS_1
"Ah kak Zaki bisa aja! Aku ini kan bukan ibu-ibu, lagian tadi kebetulan juga kita belanjanya cuma dikit gak terlalu banyak!" ucap Revi.
"Iya mas, terus juga non Revi mah langsung bayar aja gak pake tawar menawar segala! Itu juga salah satu faktor yang bikin kita cepat belanjanya, mungkin kalau saya belanja sendiri pasti bakal lama banget sama kayak ibunya si mas!" ucap bik Munaroh.
"Wah! Kalo gitu sih wajar cepet!" ujar Muzaki.
"Ish, bibik apaan sih? Kenapa bibik malah bilang begitu ke kak Zaki?" tegur Revi.
"Eee maaf non, bibik gak sengaja!" ucap Munaroh.
"Tenang aja Rev! Aku justru bangga loh sama kamu, karena kamu mau berbagi satu sama lain ke para pedagang di pasar ini! Itu perbuatan yang baik loh, ya walau nawar juga gak termasuk buruk sih asal gak kebangetan aja nawarnya! Misal dari harga 100 ribu, mintanya 10 ribu!" sarkas Muzaki.
"Hahaha, benar kak! Biasanya sih ibu-ibu emang suka nawar berlebihan begitu, aku juga heran kenapa ya mereka sampe kepikiran begitu?" ucap Revi.
"Mungkin aja karena emang keuangan yang menipis, atau bisa jadi menurut para emak-emak ini harga segitu gak sesuai sama barangnya! Pasti nanti kamu juga ngerti kok Rev!" ujar Muzaki.
"Iya juga ya, eee yaudah deh kak kalo gitu aku sama bik Munaroh mau pulang dulu ya?" ucap Revi.
"Eh iya iya, hati-hati ya di jalan! Salam buat mama sama papa kamu, nanti aku insyallah mampir lagi ke rumah kamu!" ucap Muzaki tersenyum.
Setelahnya, Revi pun mengajak bik Munaroh untuk segera pergi dari sana dan kembali pulang ke rumah. Ya keduanya menuju mobil yang terparkir disana sembari membawa barang belanjaan di tangan.
Namun, salah satu bahan masakan milik Revi tak sengaja terjatuh dari plastik yang ia bawa, naasnya gadis itu tidak menyadari bahwa ada satu bahan yang terjatuh disana. Revi tetap asyik fokus berjalan ke depan mendekati sang supir.
"Loh, itu apa ya?" gumam Muzaki penasaran saat melihat sebuah kentang terjatuh di jalan.
...β’β’β’...
Disisi lain, Radian ikut turun dari mobil menemani Oni masuk ke dalam kampus tersebut. Sejujurnya Radian tak ingin meninggalkan Oni begitu saja di kampus seorang diri, ia khawatir terjadi sesuatu pada gadis itu yang sangat tidak diinginkan olehnya. Terlebih saat ini Oni tengah mengandung dan itu membuat Radian semakin cemas pada sosok Oni.
Namun, Oni terus berusaha mencoba untuk meyakini Radian kalau ia akan baik-baik saja dan Radian tak perlu khawatir seperti itu. Oni pun menoleh ke arah Radian dan menatap wajah pria itu dengan penuh kasih sayang, sesuatu yang sudah tak pernah lagi ia berikan pada Radian sejak mereka putus secara tidak baik beberapa waktu silam.
__ADS_1
"Radian, kamu gak perlu cemas sama aku! Aku pasti bakal baik-baik aja kok! Di kampus itu kan ada banyak orang, gak mungkin ada yang berani apa-apain aku An!" ucap Oni tersenyum.
"Iya sih, tapi gak tahu kenapa aku cemas aja gitu sama kamu sayang! Rasanya aku pengen terus ada di samping kamu gitu, supaya aku yakin dan gak perlu takut lagi!" ucap Radian.
"Gak perlu Radian! Aku sendiri aja bisa kok jaga diri, kamu mending fokus aja cari kerja buat biaya hidup kita nanti!" ucap Oni.
"Oh iya, kamu benar! Aku harus bisa dapat pekerjaan saat ini juga, tapi kira-kira kerjaan apa ya yang bisa aku dapatkan dengan bermodalkan ijazah SMA? Kamu kan tahu sendiri, aku kuliahnya aja belum kelar dan masih nunggu proses!" ujar Radian.
"Sabar Radian! Kerja apapun itu asalkan baik dan benar, aku pasti bakal terima kok!" ucap Oni.
Cupp!
Radian justru mengecup pipi Oni untuk yang kesekian kalinya hari ini, ia melangkah mendekati Oni dan kembali melakukan hal yang sama berulang-ulang di wajah gadis cantik itu.
Cupp! Cupp! Cupp!
Oni berusaha menghindar dari kecupan Radian itu, akan tetapi Radian berhasil membuat Oni terpaksa harus menerima berbagai macam kecupan itu.
"Radian, udah dong! Kalau kamu ciumin aku melulu, nanti yang ada aku gak bisa ikut kelas! Terus kamu juga gak bisa cari kerjaan, Radian!" ucap Oni berusaha menghentikan Radian.
"Hahaha, iya iya sayang! Maaf ya, abisnya pipi kamu itu bikin candu loh cantik!" ucap Radian.
"Huft, emangnya aku narkoba apa?" ujar Oni.
"Jangan cemberut dong sayang! Aku tahu kamu emang gemesin kalo kayak gitu, tapi aku lebih suka kamu senyum! Karena senyuman kamu mengalahkan manisnya madu!" ucap Radian nyengir.
"Hadeh, udah berkali-kali loh kamu ngegombal begitu pagi ini! Yaudah ah, aku masuk dulu ya ke dalam? Sekali lagi semangat buat kamu cari kerjanya, jangan putus asa ya Radian! Apapun pekerjaannya, yang penting bisa hidupin keluarga kita!" ucap Oni.
"Iya sayang, aku janji secepatnya aku bakal dapat pekerjaan!" ucap Radian tersenyum.
Mereka berdekatan dan berpelukan sejenak di depan kampus itu dengan erat, Radian tersenyum mengusap punggung Oni sembari menyesap aroma tubuh gadis cantik itu melalui lehernya.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...