
...HELO GUYS!...
...WELCOME BACK TO MY STORY!...
..."ANGKASA"...
...\=\=\=...
...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kanπ...
...ΓΓΓ...
#ANGKASA EPS. 105
...β’...
...SELAMAT MEMBACA...πππ...
...β€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈ...
Muzaki, Wisnu serta beberapa anggota tim pecinta alam sedang berkumpul di ruang khusus yang biasa digunakan oleh mereka untuk membahas mengenai kegiatan atau apalah yang berhubungan dengan pecinta alam itu. Ya kali ini Laras tak bisa ikut hadir bersama mereka, karena gadis itu dilarang oleh Zian yang padahal bukan siapa-siapanya hanya teman.
Ketidakhadiran Laras disana memang membuat mereka sedikit kesulitan, karena Laras selalu memiliki ide-ide cemerlang yang bisa mereka gunakan untuk kegiatan mereka kali ini. Namun, Muzaki tak mau ambil pusing dan hanya bergantung pada satu orang saja, ia pun inisiatif mengajak semua anggotanya untuk ikut berpikir kali ini.
"Oke guys, karena gak ada Laras jadinya sekarang kita harus bisa mikirin semua kegiatan kita disana ramai-ramai! Kita juga belum tahu, apa Laras bakal ikut lagi sama kita atau enggak?" ucap Muzaki.
"Benar itu! Jangan sampe cuma karena Laras, terus rencana kita ini gagal! Karena semuanya udah hampir ready loh, kita tinggal tunggu tanda tangan dari pihak kampus yang setuju dengan rencana kita kali ini!" ucap Wisnu tersenyum.
"Nah itu dia, ayo semangat guys! Kita pasti bisa!" teriak Muzaki menyemangati rekannya.
__ADS_1
"Siap!" sahut mereka semua yang ada disana.
Muzaki tampak lebih bersemangat dan seperti memiliki tambahan tenaga hari ini, ya tentu saja karena semalam ia berhasil membuat kedua orang tua Tania percaya padanya kalau ia adalah sosok kekasih dari Revi, ia juga senang karena Revi tidak jadi dijodohkan oleh siapapun itu.
Melihat itu, Wisnu pun penasaran dan coba bertanya langsung pada Muzaki apa yang menjadi penyebab pria itu lebih bersemangat pada pagi hari ini.
"Muz, gue heran deh sama lu. Perasaan daritadi lu kayak lagi seneng banget, ada apa sih?" ujar Wisnu bertanya pada Muzaki karena penasaran, ia duduk di dekat Muzaki dan memegang pundak pria itu.
"Ya ampun Wisnu, emang kenapa sih kalo gue seneng? Gak boleh apa?" ujar Muzaki bertanya balik.
"Hahaha, gak gitu bro! Gue ini kan cuma penasaran aja sama lu, abisnya lu itu gak biasanya kayak gini lah! Apalagi kemarin tuh, lu kayak lemes banget gak berenergi! Giliran sekarang pas puasa, eh lu malah jadi semangat banget!" ujar Wisnu heran.
"Itu dia lah bro, keajaiban bulan suci Ramadhan! Gue jadi lebih bersemangat ya karena itu, gue lagi seneng karena gue bisa bertemu lagi dengan bulan Ramadhan di tahun ini! Belum tentu kan tahun depan gue bisa ketemu lagi sama bulan Ramadhan, makanya sekarang ini gue seneng banget dan gue pengen maksimalkan bulan Ramadhan tahun ini supaya gak sia-sia bro!" jelas Muzaki.
"Oh gitu, jadi bukan karena hal-hal lain nih misal cewek gitu? Tadinya gue pikir lu kesenangan gitu, karena si Revi!" ujar Wisnu.
"Yeh ada-ada aja lu! Ngapain juga gue seneng karena si Revi coba? Udah deh, kita sekarang fokus aja sama rencana kita buat pergi ke pelosok negeri dan bantu-bantu warga disana! Kalau terlalu lama kita mikirnya, gue takut nanti pihak kampus malah jadi berubah pikiran dan gak setuju!" ucap Muzaki.
"Hahaha, santai ajalah Wisnu! Kita ini kan teman, buat apa juga kalo kita slek?" ucap Muzaki.
Wisnu tersenyum senang sembari menepuk bahu pria di sampingnya itu, sedangkan Muzaki sendiri tampak menunduk dan fokus berpikir.
...β’β’β’...
Disisi lain, Radian datang ke markasnya di kampus untuk menemui teman-temannya yang sudah lebih dulu ada disana. Radian tampak terkejut saat melihat ada Laras yang sedang duduk disana bersama Zian serta temannya yang lain, ya pria itu tak mengerti apa tujuan Laras datang kesana dan berkumpul bersama teman-temannya bukan dengan Muzaki.
Radian pun mendekati Laras dan juga Zian untuk coba bertanya langsung padanya, walau awalnya tadi Radian ingin bercerita pada teman-temannya tentang apa yang baru ia alami bersama Oni. Namun, semua itu ia urungkan karena terlanjur dibuat penasaran oleh Laras yang bisa ada disana, karena sebelum ini Laras memang belum pernah ikut gabung disana.
"Loh loh, ini kenapa bisa ada junior disini? Lu anak dance juga kan, temannya Revi yang sering bareng si Muzaki bau bawang itu? Ngapain lu malah ada disini, ha?" tanya Radian terheran-heran.
__ADS_1
"Sa-sabar dulu, An! Biar gue jelasin semuanya, jadi tuh Laras ini gue yang ngajak buat dia kumpul disini sama kita! Karena menurut gue lebih asyik aja kalo ada cewek yang ikut kempul disini, terus gue ini kan juga pacarnya Laras bro!" jawab Zian pede.
Zian langsung merangkul gadis itu dengan pedenya di hadapan Radian serta teman-temannya.
"Hah? Sejak kapan lu jadian sama Laras?" tanya Radian terkejut bukan main mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Zian itu.
"Ya sejak sekarang, tadi gue baru tembak Laras dan dia terima gue bro!" ucap Zian tersenyum.
"Ah masa sih? Emang serius guys, tadi si Zian nembak Laras disini? Terus dia diterima gitu sama si Laras?" tanya Radian pada teman-temannya karena ia masih tidak percaya pada Zian.
"Kagak bro, bohong dia!" jawab Digo.
"Hahaha, orang mereka daritadi cuma diem-dieman. Ini pas lu dateng aja si Zian langsung berani pegang Laras kayak gitu, tadi mau mereka sama-sama diem gak jelas gitu deh!' timpal Daffa.
"Heh, hus diem lu! Sembarangan deh kalo ngomong, sejak kapan gue diem-dieman sama Laras? Daritadi aja kita ngobrol terus kok, ya kan Ras?" ujar Zian.
"I-i-iya aja deh," jawab Laras gugup.
Radian pun geleng-geleng, lalu mencolek sekilas pipi Laras sebelum ia pergi menuju tempat duduknya.
"Sayang, kamu gapapa kan?" tanya Zian cemas.
"Iya gapapa, cuma dicolek kok!" jawab Laras.
"Bagus deh! Aku takut aja muka kamu jadi lecet abis disentuh sama Radian tadi, tapi kalo emang gak kenapa-napa ya bagus sih!" ucap Zian.
"Heh Zian! Emang lu pikir gue ini apaan ha? Masa iya gue sentuh gitu aja muka si Laras bisa lecet? Ngada-ngada aja lu ah, udah mending lu pada dengerin deh cerita gue kali ini!" ucap Radian.
"Hah? Cerita apaan tuh An?" tanya Digo penasaran.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...