Angkasa

Angkasa
Pacar pura-pura aja


__ADS_3

...HELO GUYS!...


...WELCOME BACK TO MY STORY!...


..."ANGKASA"...


...\=\=\=...


...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏...


...Γ—Γ—Γ—...


#ANGKASA EPS. 99


...β€’...


...SELAMAT MEMBACA...πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰...


...❀️❀️❀️❀️...


Disaat mereka tengah asyik berbincang berdua, secara tiba-tiba seorang pria muncul dari arah belakang mereka dan tak sengaja mendengar percakapan mereka berdua. Pria itu sangat terkejut karena Revi mengatakan jika dia dipaksa menikah oleh kedua orangtuanya, pria itu pun maju mendekat ke arah Revi dan juga Latifah di depan sana.


"Kamu dipaksa nikah muda Rev?" tanya seorang pria yang baru muncul itu dengan wajah terkejut.


Sontak Revi serta Latifah langsung menoleh ke arah pria tersebut dan mereka kompak terkejut dengan mulut terbuka sedikit saat melihat ada Muzaki yang datang di hadapan mereka. Ya kedua gadis itu tak menyangka jika sedari tadi Muzaki memang mendengar apa yang mereka bicarakan, bahkan saat ini Muzaki juga bertanya pada mereka disana.


"Jawab Revi! Apa benar kamu dipaksa buat nikah muda sama orang tua kamu?" tanya Muzaki sekali lagi masih dengan wajah penasarannya.


"Eee kak Zaki dengar ya apa yang tadi aku sama Latifah omongin?" ucap Revi gugup.

__ADS_1


"Iya Rev, maaf kalau aku lancang! Tapi, aku tadi gak sengaja dengar pembicaraan kalian berdua disini! Aku kaget banget pas tahu kalau kamu mau nikah muda Rev, apa kamu emang udah siap buat menikah sekarang ini?" ucap Muzaki.


"Belum kak, aku juga belum ada keinginan buat nikah sebenarnya. Tapi, mama dan papa aku paksa aku supaya aku bisa cepat nikah! Mereka juga minta aku buat bawa pacar aku ke rumah temuin mereka, kalau enggak maka aku bakal dijodohin sama papa mama aku itu!" ucap Revi menjelaskan pada Muzaki.


"Apa? Terus kamu mau ngelakuin apa dong? Gak mungkin kan kalau kamu harus dijodohin begitu, secara ini udah zaman modern!" ujar Muzaki.


"Aku belum tahu kak, kemungkinan sih aku cuma bisa pasrah sama keadaan! Kalau emang mama papaku pengen jodohin aku, ya terserah mereka aja! Soalnya kan kak Zaki tahu kalau aku gak punya pacar sekarang ini, jadi gimana mungkin aku bisa menghindari perjodohan itu?" ucap Revi.


Muzaki terdiam seperti tengah memikirkan sesuatu sembari menggaruk keningnya yang tak gatal.


"Aku punya ide!" ucap Muzaki setelah berpikir.


"Ide apa itu, kak?" tanya Revi penasaran.


"Iya Rev, kenapa kamu gak coba bawa pacar pura-pura ke rumah kamu buat ketemu sama mama dan papa kamu? Dengan begitu kan kamu bisa terhindar dari perjodohan itu," usul Muzaki.


Revi masih terdiam saat ini, ia tak tahu apakah harus mengikuti saran dari Muzaki atau tidak. Terlebih Revi juga bingung harus membawa siapa untuk ia jadikan sebagai pacar pura-pura, walau dari gerak-geriknya ia sudah yakin kalau Muzaki sangat ingin menjadi pacar pura-pura nya untuk sementara ini.


"Rev, kenapa lu diem aja sih? Udah ikutin aja saran dari kak Zaki, itu bagus kok!" tegur Latifah.


"Iya emang bagus Fah, tapi aku juga bingung gak tahu siapa yang mau aku bawa ke rumah buat ketemu mama sama papa?!" ucap Revi.


"Ah kalo soal itu gausah bingung, nih kan udah ada orangnya disini!" ujar Latifah melirik ke arah Muzaki.


Muzaki pun tersenyum sembari merapihkan rambut bagian depannya, ia memang sangat berharap bisa menolong Revi untuk menjadi pacar pura-pura gadis tersebut. Namun, Muzaki juga ingin kalau ia bisa benar-benar berpacaran dengan Revi bahkan jika bisa maka ia ingin menikah dengan gadis itu walau hal tersebut sangat sulit terealisasi.


...β€’β€’β€’...


Disisi lain, Radian menemui teman-temannya di markas alligator dengan perasaan sedih dan wajah yang terus saja ditekuk. Seluruh sahabat Radian yang berada di tempat itu pun merasa heran melihat Radian yang tampak murung, mereka berinisial untuk menanyakan langsung pada Radian apa sebenarnya yang terjadi pada pria itu sampai murung seperti itu.

__ADS_1


Ya hingga kini Radian memang masih belum bisa melupakan sosok Revi dari pikirannya, ia terus saja memikirkan gadis itu yang memang ia cintai dan ingin ia miliki. Namun, keinginannya itu harus kandas lantaran ia terpaksa menikah dengan Oni sebagai bentuk tanggung jawabnya karena sudah memperkosa Oni sampai gadis itu hamil saat ini.


"Bro, lu kenapa lagi sih? Ada masalah baru apa antara lu sama Oni? Bukannya kalian berdua udah lamaran, ya? Harusnya lu happy dong, kan bentar lagi mau nikah sama Oni!" ucap Zian bertanya.


"Iya An, kok ini lu malah bete kayak gitu? Emang lu gak seneng bisa nikah sama Oni?" sahut Azim yang juga ikut bertanya karena penasaran.


Radian menghela nafas lalu menoleh ke arah teman-temannya tersebut, ia pun memiliki niat untuk menceritakan semua kegelisahan yang ada di dalam hatinya mengenai Revi. Radian terus saja kesulitan untuk bisa menghilangkan Revi dari pikirannya dan lebih fokus pada Oni, karena memang ia saat ini masih sangat mencintai Revi dibanding Oni.


"Gue tuh seneng nikah sama Oni, apalagi gue udah ngerasain punya dia duluan!" jawab Radian.


"Ya bagus dong! Terus kenapa lu malah sedih-sedih kayak gitu sih, An? Udah kayak bocil kagak dibeliin permen karet aja lu, pake sedih begitu!" ujar Zian.


"Bukan gitu bro, gue ini masalahnya masih aja terus kepikiran sama Revi!" ujar Radian.


"Hah? Buset deh An, jadi lu masih mikirin si Revi sampai sekarang ini? Aduh, kan gue udah bilang An lu harus bisa lupain Revi secepat mungkin! Jangan sampe nantinya Oni tahu soal ini, terus dia malah marah dan gak mau nikah sama lu!" ucap Zian.


"Bener An! Untuk sementara ini lu fokus aja sama Oni dan pernikahan kalian, jangan mikirin yang lain apalagi Revi! Revi itu gak penting bro, dia aja lebih dekat sama Muzaki sekarang!" sahut Digo.


"Itu dia bro, susah buat gue lupain Revi. Gue udah coba berulang kali, tapi tetep aja gagal dan justru bayangan tentang Revi semakin sering muncul di kepala gue belakangan ini! Kayaknya gue emang udah cinta banget sama dia, andai aja gue gak lakuin itu ke Oni waktu gue mabuk!" ucap Radian sedih.


"Haish, ini udah takdir bro dan lu harus terima takdir kalau lu bakal nikah sama Oni! Lagian menurut gue, Oni itu gak kalah dari Revi bro!" ucap Zian.


"Iya bro, malahan Oni itu lebih segalanya deh dari si Revi yang sok jual mahal itu!" timpal Azim.


Radian terdiam memandang ke arah temannya sembari mengusap dagunya, entah mengapa ia masih sulit untuk mengikuti perkataan temannya itu.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2