Angkasa

Angkasa
Oni kenapa?


__ADS_3

...HELO GUYS!...


...WELCOME BACK TO MY STORY!...


..."ANGKASA"...


...\=\=\=...


Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏


...×××...


#ANGKASA EPS. 52


...•...


...SELAMAT MEMBACA...🎉🎉🎉...


...❤️❤️❤️❤️...


Keesokan paginya, Revi bertemu dengan Oni di depan kampus dan kebetulan juga mereka baru sampai disana pada pagi hari yang cerah ini. Revi pun berniat menyapa Oni dengan senyum tersimpul di wajahnya yang manis itu begitu ia turun dari mobilnya, Revi memang tipe orang yang suka menyapa siapapun yang ia temui dimanapun itu.


"Hai kak Oni!" sapa Revi sembari menghampiri gadis cantik yang tampak murung itu disana.


Mendengar sapaan tersebut membuat Oni agak terkejut karena sebelumnya ia tengah melamun, Oni pun menoleh lalu tersenyum tipis saat melihat Revi lah yang muncul dan menyapanya. Ya Oni terpaksa berhenti sejenak disana untuk meladeni Revi yang tak mungkin ia cuekin begitu saja, walau sebenarnya Oni sedang tak ingin diganggu oleh siapapun.


Revi berhenti tepat di depan tubuh Oni, ia heran mengapa Oni terlihat tengah sedih dan bahkan ketika berjalan tadi gadis itu juga tampak murung seperti orang yang tak memiliki semangat. Padahal biasanya yang Revi tahu Oni itu adalah gadis ceria yang aktif dan suka mengumbar senyumnya, namun kali ini semua itu berbanding 180 derajat dan jauh sekali.


"Eh Rev, hai juga!" balas Oni.


"Kak, kak Oni kenapa? Ada masalah?" tanya Revi cemas sekaligus penasaran.


"Eee gak ada kok." jawab Oni.


"Terus, kenapa kamu daritadi ngelamun aja? Aku perhatiin loh pas kamu jalan tadi, gak biasanya tau seorang kak Oni kayak gini!" ucap Revi.

__ADS_1


"Eee aku cuma masih ngantuk aja. Soalnya semalam agak susah buat tidur," ucap Oni tersenyum tipis.


"Ohh, emangnya kak Oni kenapa gak bisa tidur? Kepikiran ya soal lomba dance kita yang sebentar lagi mulai itu? Saran aku sih kak, mending kak Oni jangan keluarin kak Syahra deh!" ujar Revi.


"Iya Rev, itu biar nanti aku pikirin lagi." ucap Oni.


"Oh, bagus deh!" ucap Revi tersenyum.


"Yaudah, kalo gitu aku masuk duluan ya? Aku harus segera datang ke kelas sebelum terlambat, kita nanti lanjutin lagi ya ngobrolnya!" ucap Oni.


"Ya, oke kak!" ucap Revi.


Setelahnya, Oni pun berbalik badan lalu pergi meninggalkan Revi disana sendirian untuk menuju kelasnya yang sebentar lagi akan dimulai. Oni sedikit lega karena ia bisa lepas dari Revi tanpa perlu lagi memikirkan jawaban dari pertanyaan gadis itu, ya apalagi saat ini Oni memang membutuhkan banyak waktu sendiri untuk menenangkan pikirannya.


Revi masih berdiri disana memandangi punggung Oni yang perlahan-lahan menghilang, ia belum mengerti apa penyebab Oni jadi seperti itu dan ia yakin ada sesuatu yang disembunyikan olehnya. Ya karena menurut Revi tak mungkin jika Oni hanya merasa ngantuk dan bisa sampai seperti itu, apalagi raut wajah Oni juga tak menunjukkan ekspresi mengantuk melainkan mata yang sembab seperti orang yang habis menangis.


"Kak Oni kenapa ya? Aku gak yakin dia baik-baik aja, pasti dia punya masalah besar!" batin Revi.


Tak lama kemudian, Latifah yang usil itu datang dan mengejutkan Revi yang tengah melamun dari belakang dengan cara menepuk pundak gadis itu lalu muncul secara tiba-tiba di hadapannya. Ya Latifah memang senang sekali mengerjai Revi sahabatnya itu, karena ia suka dengan reaksi dari Revi yang lucu nan menggemaskan membuatnya selalu tertawa.


"Ish, Ifah! Kamu mau kebiasaan tau!" bentak Revi kesal sambil mengelus dadanya.


"Hahaha, sorry sorry!" ujar Latifah tertawa kecil.


"Ah lu mah selalu aja gitu! Abis ngagetin minta maaf, terus ntar besoknya lagi kayak gitu lagi! Aku bosen tau denger kata maaf dari kamu, huh!" bentak Revi.


"Iya iya, maaf atuh Rev!" bujuk Latifah.


"Gak ah males! Dah bye!" ucap Revi ngambek.


Revi yang marah plus ngambek itu pergi dari sana dengan cepat dan menuju ke arah belakang kampus, sedangkan Latifah tampak cemas kalau Revi memang benar-benar marah padanya. Ya akhirnya Latifah memilih untuk mengejar Revi dengan cepat sembari memanggil namanya, tentu Latifah tak ingin sahabatnya tersebut ngambek atau marah padanya.


❤️


Akhirnya Latifah berhasil menahan Revi yang sedang ingin pergi ke belakang kampus itu, ya Latifah mencekal lengan Revi dari belakang dan membuat gadis itu terpaksa berhenti disana. Revi pun menoleh kembali dan menatap sahabatnya tersebut dengan tatapan jengkel yang masih kesal, bahkan ia juga terus mengerucutkan bibirnya karena kesal.

__ADS_1


"Apaan sih Fah?" tanya Revi kesal.


"Kamu sabar dong! Gue kan mau bicara sama lu, gue minta maaf Rev! Please, jangan marah-marah ya sama gue Revi!" ucap Latifah membujuk sahabatnya untuk mau memaafkan dirinya.


"Huft, iya iya. Aku ini sebenarnya gak marah sama kamu cuma jengkel aja, abisnya kamu nyebelin sih selalu aja ngagetin orang kayak gitu!" ujar Revi.


"Hehehe, maaf Rev! Yaudah, berarti sekarang lu gak marah dong sama gue? Dan lu mau dong ngobrol berdua sama gue, gimana gimana?" tanya Latifah sambil menaikkan kedua alisnya bersamaan.


"Iya, emang kamu mau ngobrol apa?" ucap Revi.


"Sebenarnya cuma mau tanya sih, tadi lu kenapa bengong gitu di depan kampus?" tanya Latifah.


"Ohh, itu aku bingung aja sama kak Oni." jawab Revi.


"Hah? Bingung kenapa dah? Emangnya kak Oni abis ngapain sampe bikin lu bingung kayak gitu?" tanya Latifah terheran-heran.


"Ya gak tahu, makanya aku bingung. Soalnya tuh kelihatan kalau kak Oni lagi ada masalah, dia jalan murung sambil kayak lemes banget gitu! Tapi, pas gue tanya dia gak mau jawab jujur." jelas Revi.


"Oalah, mungkin aja kak Oni lagi banyak pikiran. Kalo lu kepo tanya aja lagi nanti!" ucap Latifah.


"Gak ah! Nanti disangkanya aku ini pengen tahu banget masalah pribadi orang, gak enak juga kalo aku maksa-maksa kak Oni buat tanyain dia itu kenapa dan masalahnya apa. Kecuali kalau kamu mau wakilin aku buat nanya ke dia," ucap Revi.


"Yeh kenapa jadi gue? Perasaan lu yang kepo tadi, masa jadi gue yang kena? Lagian gue tuh gak terlalu akrab sama kak Oni, paham?" ujar Latifah.


"Ah payah kamu! Katanya kamu ratu kepo sejagat raya, masa kamu gak kepo soal ini?" ucap Revi.


"Ya sebenarnya penasaran juga sih, tapi gue mau tau dari orang-orang aja jangan dari kak Oni nya langsung! Kan gue gak terlalu dekat sama kak Oni, hehe." ucap Latifah nyengir.


"Orang-orang siapa?" tanya Revi heran.


"Lu." jawab Latifah tegas.


Revi pun geleng-geleng kepala sembari menepuk jidat mendengar jawaban Latifah.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2