
...HELO GUYS!...
...WELCOME BACK TO MY STORY!...
..."ANGKASA"...
...\=\=\=...
...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏...
...×××...
#ANGKASA EPS. 138
...•...
...SELAMAT MEMBACA...🎉🎉🎉...
...❤️❤️❤️❤️...
Revi, Latifah dan Muzaki masih melakukan aktivitas olahraga bersama-sama yakni berjalan santai di kawasan car free day itu. Terkadang Latifah juga lari kecil mendahului Revi dan Muzaki untuk memberi kesempatan bagi mereka agar bisa berdekatan dan saling berbicara, ya tentu saja Latifah ingin Revi bisa menjalin hubungan yang lebih serius dengan Muzaki.
Sementara Muzaki sendiri memang memiliki niatan untuk bicara berdua dengan Revi, seperti yang sudah ia sampaikan sebelumnya pada gadis itu melalui pesan singkat di nomornya. Ya Revi juga penasaran apa sebenarnya yang hendak dikatakan oleh Muzaki saat ini kepadanya, itulah sebabnya ia terus menanti Muzaki berbicara sembari berolahraga disana.
"Eee Rev, kalau aku mau bicara sama kamu sekarang, bisa apa enggak ya?" tanya Muzaki gugup.
"Ya bicara aja kak!" jawab Revi memberi izin.
"Ohh, bagus deh! Kalo gitu aku mau minta waktunya sebentar buat bicara berdua sama kamu, kayaknya kalau sambil duduk lebih asyik deh. Kira-kira kamu mau gak kita istirahat dulu disana?" ujar Muzaki.
"Boleh kak, tapi Latifah gimana ya? Dia kan udah lumayan jauh tuh di depan, kalau harus teriak-teriak nanti aku takut haus kak!" tanya Revi bingung.
"Eee biarin aja Latifah lanjut olahraganya, kamu sekarang kirim pesan aja ke nomor dia! Biar supaya Latifah bisa tahu kalau kamu lagi sama aku disini, jadi dia gak bingung nyariin kamu dimana nanti tinggal nyusul aja deh!" saran Muzaki.
__ADS_1
"Iya deh kak, yaudah sebentar aku mau sms Latifah dulu ya kak?" ucap Revi.
"Iya Rev, silahkan!" ucap Muzaki tersenyum.
Revi mengambil ponselnya, lalu mengirim pesan singkat ke nomor Latifah yang berisikan tentang ia dan Muzaki ada di tempat itu hendak istirahat sejenak sambil mengobrol berdua. Sedangkan Muzaki menunggu Revi selesai mengirim pesan dengan berdiri di sampingnya sambil terus memandangi wajah Revi yang bertambah cantik.
Setelahnya, Revi pun kembali memasukkan ponsel miliknya ke dalam tas dan beralih menatap Muzaki. Sontak Muzaki langsung salah tingkah saat Revi menatapnya seperti itu, Muzaki pun pura-pura melihat ke arah lain agar tidak dicurigai oleh Revi kalau ia sedari tadi sedang memperhatikan dirinya.
"Eee ada apa ya kak?" tanya Revi terheran-heran melihat tingkah Muzaki.
"Gak ada kok, itu kamu udah keringetan Rev. Sini aku bantu seka keringat kamu, ya?" ucap Muzaki meminta izin menyeka keringat di wajah Revi.
Muzaki mendekat ke arah Revi, kemudian menyeka keringat di kening Revi dengan handuk miliknya. Hal itu membuat Revi merasa gugup dan suasana jantungnya saat ini sedang tak karuan akibat tingkah Muzaki itu, ia tak mengerti mengapa Muzaki tiba-tiba melakukan hal itu padanya.
"Nah udah, kalo kayak gini kan kamu makin tambah cantik Rev! Yaudah yuk, kita duduk disana istirahat dulu sambil ngobrol sebentar! Ada hal penting yang mau aku sampaikan ke kamu, Rev!" ucap Muzaki.
"Eee i-i-iya kak, ayo!" ucap Revi gugup.
"Eee jadi, kak Zaki mau bicara apa sama aku?" tanya Revi penasaran.
"Begini Rev, sebenarnya ini itu menyangkut perasaan aku ke kamu. Selama ini kita kan cuma pura-pura jadi sepasang kekasih, tapi aku mau bilang ke kamu kalau aku ini beneran suka sama kamu Rev!" jawab Muzaki dengan sedikit gugup.
"Apa??" Revi terkejut bukan main mendengar itu.
"I-i-iya Rev, apa kamu mau jadi pasangan aku? Jujur Rev, memendam perasaan itu berat! Makanya aku pengen ungkapin ini ke kamu," ucap Muzaki.
Revi hanya bisa diam tak berkutik.
...•••...
Disisi lain, Latifah yang sedang asyik berlari-lari kecil sendirian di sekitaran cfd mendadak berhenti saat ia melihat sosok Digo serta Azim di depan matanya. Ya tentu saja Latifah terkejut tak menyangka jika ia bisa bertemu Digo disana, apalagi saat ini ia sedang sendiri karena Revi tengah bersama Muzaki dan ia tak memiliki siapa-siapa yang bisa membantunya.
Akhirnya Latifah pun memutuskan untuk berbalik arah dan menghindari mereka, namun itu terlambat karena rupanya Digo telah menyadari keberadaan Latifah disana. Dengan cepat Digo berteriak memanggil nama gadis itu dan berjalan mendekati Latifah, Azim temannya juga ikut mengejar Digo yang tengah menuju ke arah Latifah disana.
__ADS_1
"Latifah!" teriak Digo dengan lantang dan keras.
Tentu saja Latifah yang berniat pergi itu harus terpaksa mengurungkan niatnya, tak mungkin juga ia pura-pura tak mendengar karena pastinya Digo tahu jika ia mendengarnya. Latifah pun kembali menoleh ke arah Digo sambil tersenyum dan tampak sedikit gugup serta bingung, ia tak tahu harus apa saat ini ketika Digo dan Azim sampai di dekatnya.
"Hai Fah! Aku gak nyangka bisa ketemu kamu juga disini, kalau tahu kamu suka olahraga disini mah pasti aku tiap Minggu kesini. Oh ya, kamu kesini nya sendiri aja nih?" ucap Digo.
"Eee i-i-iya kak, aku sering kesini kok. Tapi, gak sendiri. Tadi aku datang sama Revi dan Laras, cuma Laras nya malah gak ada kabar sampai sekarang. Kalau Revi lagi asyik ngobrol sama kak Zaki disana, eee ada apa ya kak panggil aku?" ucap Latifah.
"Ohh, jadi kamu sama Revi juga? Sebenarnya gak ada apa-apa sih Fah, aku cuma pengen sapa kamu aja. Karena kan kita ini saling kenal, masa ketemu tapi gak nyapa sih?" ucap Digo nyengir.
"Go, lu ngapain sih malah kesini?" bisik Azim.
"Ssshhh! Udah lu diem aja bro! Gue itu lagi proses pendekatan sama Latifah, mending lu lihatin aja dan amati supaya lu juga bisa dapetin cewek nantinya pake cara dari gue!" ucap Digo.
"Yeh dasar lu! Kita kan kesini niatnya mau olahraga, eh lu malah godain cewek!" cibir Azim.
"Gapapa bro, sambil menyelam minum ciu. Sambil olahraga kita deketin cewek, kan biar hidup gue gak suram-suram amat bro!" ujar Digo nyengir.
"Haish, yaudah serah lu dah!" ujar Azim.
Latifah yang mendengarnya hanya bisa terdiam dan tak berbicara apa-apa, sungguh ia malas sekali harus meladeni kedua pria itu saat ini. Namun, apa boleh buat karena tak mungkin jika ia pergi begitu saja saat mereka sedang asyik mengobrol.
"Oh ya Fah, daripada kamu sendirian nih gak ada temen olahraga, gimana kalau kita gabung aja? Jadi, aku kamu sama Azim olahraga barengan, setuju gak?" ucap Digo memberikan saran.
"Eee maaf kak, tapi aku—"
"Pilihan yang bagus! Udah yuk, kita olahraga bareng!" potong Digo dengan cepat.
Digo pun menarik tangan gadis itu, lalu pergi bersama untuk lanjut berolahraga.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1