Angkasa

Angkasa
Bisa berduaan lagi


__ADS_3

...HELO GUYS!...


...WELCOME BACK TO MY STORY!...


..."ANGKASA"...


...\=\=\=...


...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏...


...Γ—Γ—Γ—...


#ANGKASA EPS. 94


...β€’...


...SELAMAT MEMBACA...πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰...


...❀️❀️❀️❀️...


Revi dan Muzaki tengah jalan berdua menuju kantin setelah mereka berhasil lepas dari Arsyan, ya pria yang selalu mengaku menjadi pacar Revi itu pun pergi dari sana karena kecewa pada Revi yang lebih memilih mesra-mesraan bersama Muzaki. Revi kini tampak senang dan agak sedikit lagi karena Arsyan sudah tidak lagi mengejarnya seperti tadi.


Namun, tentu saja saat ini Revi sangat bingung harus menjelaskan bagaimana pada Muzaki yang sudah ia mintai pertolongan untuk menjadi kekasih pura-pura baginya di hadapan Arsyan. Revi masih sulit untuk bisa berbicara seperti itu dan meminta maaf pada Muzaki karena sudah lancang tadi, ya Revi khawatir jika nantinya Muzaki akan sakit hati atau apalah itu.


"Eee kak Zaki, aku mau bicara sebentar dong sama kak Zaki disini!" ucap Revi menatap wajah Muzaki.


"Ohh, bicara aja Rev!" ucap Muzaki singkat.


"Tapi, kak Zaki jangan marah atau kecewa ya?" ucap Revi dengan wajah cemasnya.

__ADS_1


"Hahaha, iya santai aja!" ucap Muzaki.


"Aku mau minta maaf sama kak Zaki! Soalnya tadi aku udah lancang panggil kak Zaki dengan sebutan sayang dan ngaku-ngaku jadi pacar kak Zaki, aku cuma pengen cowok yang tadi tuh berhenti buat ngejar-ngejar aku! Maaf banget ya kak, bukan maksud aku buat mainin kak Zaki!" ucap Revi.


"Gapapa Rev, aku juga senang kok kalau bisa bantu kamu lepas dari dia! Oh ya, emang cowok itu tuh siapa sih?" ucap Muzaki penasaran.


"Eee dia sebenarnya mantan aku pas SMA, ya tapi kami cuma pacaran satu Minggu aja!" jawab Revi.


"Apa? Mantan kamu? Cuma pacaran satu Minggu? Lah kok bisa sih dia masih ngejar-ngejar kamu kayak gitu, padahal baru satu Minggu doang loh pacaran? Masa susah banget buat moveon?" tanya Muzaki.


"Aku juga gak tahu, kak. Dia tuh emang gitu orangnya, aneh banget plus gak jelas gitu! Makanya aku tadi minta bantuan kak Zaki, supaya dia gak ngejar aku lagi setelah tahu kalau aku punya pacar di kampus angkasa ini!" ucap Revi menjelaskan.


"Ya syukurlah kalau dia gak bakal deketin kamu lagi, jadi kamu bisa aman dan gak perlu ketakutan kayak tadi gitu!" ucap Muzaki tersenyum.


Revi tersipu malu sambil senyum-senyum dan menundukkan kepala, ia masih belum percaya kalau tadi ia dan Muzaki berpura-pura jadi sepasang kekasih di hadapan Arsyan. Terlebih Muzaki juga sangat pandai berakting untuk membuat Arsyan percaya dengan mereka, ya pria itu merangkul Revi dan bahkan sesekali menyentuh wajah Revi tadi.


"Boleh kak, sekalian aku ucapin terima kasih sama kak Zaki karena tadi kan kak Zaki udah mau bantuin aku buat pura-pura jadi pacar aku! Tapi, nanti aku yang bayarin ya kak Zaki?" ucap Revi.


"Ohh, jadi maksudnya kamu mau traktir aku gitu? Oke deh boleh, jarang-jarang aku ditraktir sama cewek kayak kamu!" ucap Muzaki tersenyum.


"Yaudah, yuk kak kita ke kantin sekarang!" ujar Revi.


Muzaki mengangguk pelan, lalu jalan berdua dengan Revi menuju ke kantin kampus tersebut untuk menikmati makan siang bersama. Muzaki amat senang karena bisa berduaan lagi dengan Revi seperti dulu, walau itu hanya sekedar bentuk terima kasih dari Revi kepadanya setelah ia tadi membantu Revi untuk terhindar dari kejaran sang mantan.


"Aku seneng banget Rev, karena aku bisa lagi jalan berdua sama kamu kayak gini! Andai aja seterusnya kamu tetap minta aku buat jadi pacar pura-pura kamu, pasti aku tambah bahagia!" batin Muzaki.


...β€’β€’β€’...


Disisi lain, Radian sampai pada sebuah tempat untuk mengantarkan Oni bertemu dengan temannya disana sesuai janjinya tadi. Radian mengehentikan mobilnya tepat di depan mall besar dan lalu menoleh ke arah Oni yang sedari tadi hanya diam dengan wajah murung, Radian tahu betul bagaimana perasaan Oni saat ini karena ia sudah harus hamil.

__ADS_1


Radian pun meraih tangan Oni dan menggenggam erat dua tangan mulus gadis itu, ia tersenyum saat Oni menatap ke arahnya dan membuat Oni tampak tersipu lalu segera menunduk. Namun, Radian kembali menarik dagu Oni karena ia tak mau gadis itu terus-terusan menunduk dan menghindar darinya yang akan menjadi suaminya beberapa saat lagi.


"Oni, aku ini calon suami kamu loh! Gak sopan kalau kamu nunduk begitu, kita saling tatap dan aku pengen lihat muka kamu yang cantik itu kalau lagi senyum buat aku cantik!" ucap Radian.


"Radian, baru calon ya dan belum tentu juga kita bisa menikah! Kan aku gak tahu gimana keputusan papa dan mama aku nanti, bisa aja mereka gak kasih restu buat kita berdua nikah kan? Lagian emangnya kamu udah ngomong sama orang tua kamu?" ucap Oni.


"Kamu gak usah khawatir, Oni! Aku udah bilang kok sama papaku, kalau aku mau ngelamar gadis cantik yang aku hamili malam itu!" ucap Radian.


"Hah? Kapan kamu bilangnya? Aku aja baru kasih tau ke kamu tadi, masa iya udah bilang?" tanya Oni.


"Ahaha, bercanda lah sayang! Maksud aku, kemarin aku udah bilang sama papa kalau aku mau nikahin kamu Minggu depan! Ya papa aku awalnya sempat kaget sih karena mendadak, tapi aku bilang aja ini untuk mencegah maksiat! Terus akhirnya disetujui deh buat aku ngelamar kamu!" jawab Radian.


"Ohh, ya bagus deh!" ucap Oni malu-malu.


Cupp!


Radian mengecup pipi gadisnya dengan lembut, lalu beralih pada bibirnya dan menarik tubuh gadis itu untuk lebih dekat dengannya sehingga ia bisa lebih leluasa menguasai bibir Oni. Tak ada perlawanan dari gadis itu, karena Oni sudah terlanjur pasrah terhadap hidupnya yang telah hancur dibuat oleh Radian, sehingga ia hanya bisa diam saat ini.


Setelah puas, Radian pun mengantar Oni turun dari mobilnya untuk menemui Mira yang sudah menunggu di depan mall tersebut. Tampak Mira langsung melambai ke arah mereka begitu melihat kemunculan Oni serta Radian disana, Oni pun membalas lambaian Mira dengan melambaikan tangannya sambil tersenyum ke arah Mira disana.


"Radian, makasih ya udah anterin aku!" ucap Oni sambil mengusap bibirnya yang basah.


"Sama-sama, makasih juga yang tadi! Rasanya tambah enak ternyata kalau kamu gak ngelawan, kapan-kapan lagi ya?!" ucap Radian tersenyum.


Oni hanya diam salah tingkah saat Radian mengucap seperti itu di hadapan Mira, ia khawatir jika Mira nantinya penasaran dengan perkataan Radian itu.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2