
...HELO GUYS!...
...WELCOME BACK TO MY STORY!...
..."ANGKASA"...
...\=\=\=...
...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kanπ...
...ΓΓΓ...
#ANGKASA EPS. 146
...β’...
...SELAMAT MEMBACA...πππ...
...πππ...
...β€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈ...
Revi dan para sepupunya itu pergi ke luar untuk sekedar jalan-jalan menikmati pemandangan, mereka semua ingin menunjukkan pada Revi apa saja yang telah berubah dari Makassar semenjak gadis itu tidak pulang kesana lebih dari dua tahun karena Corona, memang cukup banyak perubahan disana yang membuat Revi terkagum-kagum.
Ya gadis itu terpesona melihat keindahan tempat hijau yang ada di dekat rumah neneknya, padahal dahulu disana terletak sebuah bangunan tua yang hampir keropos. Revi juga diajak berkeliling menjajaki satu persatu tempat wisata yang kebetulan ada di dekat sana, sehingga Revi pun merasa semakin puas dan matanya dimanjakan.
"Wah, luar biasa ya kak! Aku kira tadinya tempat ini semakin gersang dan panas, eh ternyata malah makin asri kayak gini! Aku salut deh sama orang yang merubah semua ini!" ucap Revi terpesona
"Ya iya dong Rev! Ini semua efek pandemi, ternyata ada positif nya juga ya! Mengurangi pencemaran udara terus bisa bikin pemerintah sadar kalau kehijauan itu penting buat bumi kita, semoga makin banyak deh yang kayak gini!" ucap Lyora.
"Iya kak, bener tuh! Aku lebih suka lihat penghijauan begini daripada bangunan gak jelas!" ucap Revi.
"Hahaha, pasti mata kamu udah ternoda ya Rev sama gedung-gedung besar di Jakarta? Yang sabar aja, makanya kamu tinggal disini!" ucap Nibras.
"Mana bisa kak? Aku kan ikut papa mama," ujar Revi.
"Ya maka dari itu, kamu tinggal sama nenek aja disini. Supaya bisa terus dekat sama kita juga, jadi kita bisa deh tuh jalan-jalan bareng tiap hari bukan cuma lebaran kayak gini!" usul Nibras.
__ADS_1
"Nah cakep tuh! Dari semua saudara sepupu gue yang cewek, gue lebih setuju kalo lu Rev yang tinggal di rumah nenek! Kenapa? Ya karena selain cantik, lu juga asik plus kalo diajak ngobrol selalu nyambung gak pernah lemot!" ucap Frendi.
"Maksud kak Frendi apa? Emangnya siapa disini yang lemot?" tanya Revi penasaran.
"Yaaa.... Ada lah orang, pokoknya dia cewek!" jawab Frendi sambil melirik sekilas ke arah Lyora dan senyum-senyum sendiri.
"Heh! Ngapain lirik-lirik gue?!" tegur Lyora.
"Hehe, peace Lyora! Gue cuma ngelirik doang kok gak ada maksud apa-apa, jangan marah gitu lah! Lagian bukan lu kok yang gue maksud, jadi jangan ge'er dulu!" ucap Frendi nyengir.
"Halah iyain aja deh, yuk semua kita lanjut jalan aja jangan kelamaan diem!" ucap Lyora.
"Gas!" sahut mereka semua.
Revi dan para sepupunya itu pun kembali bergerak mengelilingi sekitar perumahan sang nenek, mereka juga mampir ke beberapa rumah tetangga yang memang belum mereka kunjungi di hari lebaran yang indah dan suci ini untuk bersilaturahmi.
"Kak, perasaan niat kita cuma mau silaturahmi. Tapi, kenapa malah dikasih makan terus ya? Aku sampe laper kayak gini loh, mana dikasih uang juga! Padahal aku gak minta," ujar Revi kebingungan.
"Hahaha, itu perut apa balon? Gede amat!" cibir Nibras sambil tertawa puas.
"Duh duh, lu udah mirip cewek hamil Rev!" ledek Frendi yang juga tertawa puas.
Revi pun cemberut sembari memainkan bibir bawahnya karena terus diledek oleh para sepupunya itu, ia juga sadar kalau kondisi perutnya saat ini memang sudah terlalu besar akibat kebanyakan makan dari rumah-rumah tetangga.
"Yaudah, kita pulang aja yuk! Gue juga kekenyangan nih makan mulu, lama-lama badan kita bisa ikut lebaran juga!" ucap Lyora.
"Haha, iya bener tuh! Ayo dah pulang! Biar bisa istirahat mencerna makanan," sahut Ani.
Setelah semuanya setuju, akhirnya mereka pun pulang kembali ke rumah sang nenek karena kekenyangan dan tidak kuat lagi berjalan.
...β’β’β’...
Disisi lain, Radian dan Oni masih asyik bercengkrama di atas ranjang dengan kondisi tanpa busana, hanya selimut tebal yang menutupi tubuh mereka itu. Ya memang semalaman mereka habis melakukan hubungan suami-istri yang sangat hot, sampai sekarang Radian serta Oni juga masih merasa letih akibat dari permainan bergairah semalam itu.
Oni sendiri merasakan nyeri hebat di bagian intimnya karena gerakan kasar Radian, namun ia juga menikmati permainan dari sang suami karena belum pernah ia merasakan itu. Ini kesekian kalinya mereka berhubungan setelah menikah dan tampak lebih mengasyikkan, terlebih Radian juga memakai beberapa atribut untuk dapat memuaskan istrinya.
"Mas, kapan kita mau mandi? Ini udah siang loh, masa kamu mau baring di kasur aja? Emang gak laper tuh perut? Untung tadi aku udah sarapan roti, jadi masih kenyang deh!" tanya Oni.
__ADS_1
Radian pun mendekat ke tubuh istrinya, lalu mendekap Oni dengan erat sambil tersenyum.
"Sayang, aku masih mau disini sama kamu! Nanti aja ya mandinya, lagian mau kemana sih? Toh kita juga udah jalan-jalan kemarin, sekarang waktunya aku puas-puasin main sama kamu sayang! Kan nanti susah kalo si junior udah lahir," ucap Radian.
"Hadeh, pikiran kamu kok itu terus sih mas? Jadi, kamu gak mau mandi nih? Gak mau makan juga?" tanya Oni sekali lagi.
"Makan sih mau, makan kamu tapinya!" ucap Radian sambil menggigit serta meraup gundukan Oni yang tak tertutupi apapun itu.
"Eenngghh..."
Oni melenguh pelan dan tubuhnya sedikit terangkat akibat isapan yang dilakukan Radian.
"Mas, udah ah aku capek!" ucap Oni.
"Tenang sayang! Aku cuma mau nyusu, ini enak loh!" ucap Radian nyengir.
"Haish, kamu ih!" ujar Oni kesal.
Radian justru tersenyum, ia kembali fokus bermain pada gundukan istrinya. Setelah puas, ia pun beralih pada area leher sang istri dan langsung saja menciuminya berkali-kali.
Oni yang tak tahan, mulai melenguh sedikit keras sembari mencengkeram sprei. Hal itu membuat Radian makin bergairah dan menyingkirkan selimut dari tubuh Oni, pria itu mengangkat tubuh Oni lalu menggendongnya ala bridal style.
"Mas, kamu mau bawa aku kemana?" tanya Oni bingung.
"Ke kamar mandi, kita mandi bareng sayang!" jawab Radian tersenyum.
"Ohh, kirain mau kemana!" ucap Oni merasa lega.
Perasaan lega Oni rupanya tak bertahan lama, ya karena saat di dalam toilet Radian pun kembali menancap gas memasukkan miliknya ke dalam milik sang istri secara paksa.
"Aahhh mass..." desahh Oni saat miliknya kembali berhasil ditembus sang suami.
Radian terus fokus memompa pinggulnya sembari mengangkat satu kaki Oni dengan tangannya, ya ia mengapit tubuh Oni di dinding toilet dan melakukan hubungan badan disana diiringi air shower yang mengucur di badan mereka.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1