
...HELO GUYS!...
...WELCOME BACK TO MY STORY!...
..."ANGKASA"...
...\=\=\=...
Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏
...×××...
#ANGKASA EPS. 78
...•...
...SELAMAT MEMBACA...🎉🎉🎉...
...❤️❤️❤️❤️...
Oni tampak terkejut dan terheran-heran saat Radian mengecup keningnya, pasalnya Radian memang jarang sekali melakukan itu padanya terlebih ketika mereka masih berpacaran. Oni pun terus menatap wajah Radian dengan penasaran karena ia masih tak menyangka dicium oleh Radian, entah mengapa Oni menjadi tambah salah tingkah saat ini dibuatnya.
Sementara Radian sendiri justru hanya tersenyum renyah melihat reaksi Oni, ia kembali memegang wajah gadis itu dengan dua tangannya lalu sedikit memajukan wajahnya. Radian pun melancarkan aksinya untuk membuat Oni menurut padanya dan tidak membangkang, ya Radian terus mengecup kening serta wajah Oni sambil mengusapnya lembut.
"Radian, kamu apa-apaan sih? Udah cukup ya, jangan kayak gini terus!" bentak Oni kesal.
"Hahaha, abisnya kamu itu ngeselin banget! Dibilangin sekali dua kali gak ngerti, yaudah aku terpaksa ciumin wajah kamu!" ucap Radian.
"Hah? Maksudnya gimana?" tanya Oni tak mengerti.
"Iya, aku kan udah bilang tadi ke kamu. Kamu harus pulang dan istirahat di rumah, biar aku aja yang cari bukti disini! Eh kamu malah ngeyel pengen ikut, sekarang apa kamu masih mau begitu?" ujar Radian.
__ADS_1
"Umm, ya aku kan juga pengen bantuin kamu Radian!" ucap Oni.
"Gausah cantik! Aku gak mau kamu kenapa-napa, sebaiknya kamu istirahat tidur yang cantik di rumah nanti dan jangan banyak bergerak supaya enggak kecapekan! Muka kamu pucat begini loh, kalo kamu maksa nanti pingsan gimana?" ucap Radian cemas.
"Haish, aku gapapa kok! Aku—"
"Udah deh cukup! Aku anterin kamu pulang sekarang, mau gak mau ya harus mau! Aku maksa dan kamu gak boleh nolak, paham?" potong Radian.
Ditatap tajam seperti itu oleh Radian dari jarak dekat serta wajahnya yang dipegang begitu, membuat Oni gugup dan jantungnya terus berdegup kencang tak menentu. Oni akhirnya mengangguk pelan tanda setuju dengan perkataan Radian karena ia tak memiliki pilihan lain, walau sebenarnya ia masih ingin membantu Radian mencari bukti disana.
"Nah bagus! Gitu dong daritadi, jadi aku kan gak perlu keluar tenaga buat paksa kamu!" ucap Radian.
"Iya maaf, yaudah aku mau pulang sekarang! Tapi, kalau ada apa-apa kamu tolong kabarin aku ya! Soalnya aku penasaran banget pengen tahu, inget loh jangan sampe lupa kabarin!" ujar Oni.
"Iya iya cantik! Oh ya, kamu udah mau nih balikan sama aku? Kita pacaran lagi kayak dulu gitu, soalnya aku ngerasa kamu kayak masih cinta juga sama aku dan aku yakin banget soal itu! Kalau kamu mau, aku janji deh gak akan mengulang kesalahan yang sama lagi seperti dulu! Aku juga janji bakal terus sayang sama kamu selamanya!" ucap Radian.
"Hah? Kenapa tiba-tiba kamu nanya begitu? Perasaan tadi lagi bahas bukti Syahra deh," ujar Oni heran.
"Ya gapapa dong, soalnya aku gak tahan pengen pacaran lagi sama gadis cantik kayak kamu! Gimana, kamu mau kan cantik?" ucap Radian.
"Apa? Jadi, maksud kamu tuh kamu gak mau balikan sama aku?" tanya Radian.
"Eee ya gitu deh, soalnya kan kamu udah rebut sesuatu yang paling berharga di tubuh aku! Itu bukan hal yang kecil loh Radian, aku masih belum bisa lupain itu semua!" ucap Oni.
Mendengar itu membuat Radian tertunduk lesu.
...•••...
Disisi lain, Revi yang sedang jalan seorang diri tak sengaja bertemu dengan Laras di dekat perpustakaan dan gadis itu juga tengah sendiri sama seperti Revi saat ini. Akhirnya mereka berdua berhenti sejenak disana untuk sekedar menyapa atau bahkan mengobrol, gimanapun juga Laras adalah teman satu angkatan Revi di kampus itu.
Revi terpaksa harus berhenti sejenak disana dan meladeni Laras, karena tentu Revi tidak enak jika bersikap cuek pada Laras dan pergi begitu saja dari tempat tersebut. Padahal Revi memang tak ingin berbincang dan bertemu dengan Laras saat ini setelah tau Laras dekat dengan Muzaki, entah mengapa Revi merasa tak suka saja pada Laras.
__ADS_1
"Hai Rev! Kamu kok sendirian aja? Latifah teman kamu itu kemana?" ucap Laras menyapa Revi.
"Eh iya, hai juga Laras! Iya nih aku sendiri doang, soalnya Latifah lagi gak datang ke kampus!" ucap Revi menjawab pertanyaan Laras.
"Oh gitu, pantes aja kamu sendiri. Terus sekarang kamu mau kemana nih?" ucap Laras.
"Umm, rencananya sih mau ke perpus aja baca buku! Soalnya aku gabut nih gak tau mau ngapain lagi, gak ada Latifah emang bikin aku kebingungan karena biasanya kan dia yang suka ngasih ide buat ngapain atau mau kemana gitu!" ucap Revi tersenyum.
"Eh sama dong, aku juga pengen ke perpus. Gimana kalo kita barengan aja? Kebetulan aku juga sendirian nih gak ada teman yang bisa diajak ke perpus, gimana mau apa enggak?" ucap Laras.
"Eee boleh!" jawab Revi singkat.
"Nah bagus! Yaudah yuk kita masuk ke perpus sekarang, udah panas banget nih!" ucap Laras.
"Iya," ucap Revi singkat sambil manggut-manggut.
Setelahnya, Revi dan Laras pun masuk ke dalam perpustakaan tersebut sesuai dengan yang sudah mereka sepakati sebelumnya. Ya Revi terpaksa mengiyakan ajakan Laras untuk masuk ke perpus berdua, karena ia tak memiliki pilihan lain dan tak mungkin juga ia menolak ajakan Laras itu apalagi Laras adalah teman satu angkatannya di tim dance.
Saat sampai di dalam perpustakaan tersebut, Revi dan Laras memilih buku yang ingin mereka baca lalu duduk di tempat membaca bersebelahan sambil tersenyum dan saling pandang. Sejujurnya Revi sangat malas disana berduaan dengan Laras tanpa adanya orang lain, namun ia terpaksa harus bersikap seperti biasa karena tak ingin membuat Laras sakit hati atau menganggap Revi tak suka padanya.
"Rev, kamu suka baca novel fantasi ya?" tanya Laras setelah melihat buku yang diambil oleh Revi dan hendak dibaca disana itu.
"Eh eee enggak terlalu sih, ini karena aku penasaran aja pas lihat cover novelnya! Makanya aku ambil novel ini buat dibaca, siapa tau ceritanya juga seru kayak covernya!" ucap Revi menjawab.
"Oh gitu, berarti emang bener ya cover yang menarik itu bikin orang-orang pada tertarik buat baca! Ya walau belum tentu ceritanya bagus," ucap Laras.
"Bener banget! Kan yang pertama kali orang lihat itu bagian depannya, nah kalo covernya aja udah gak menarik gimana orang pada mau baca?" ucap Revi tersenyum sembari membuka novelnya.
"Iya juga ya," ucap Laras.
Mereka pun mulai membaca buku masing-masing yang sudah mereka ambil tadi.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...