
...HELO GUYS!...
...WELCOME BACK TO MY STORY!...
..."ANGKASA"...
...\=\=\=...
...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kanπ...
...ΓΓΓ...
#ANGKASA EPS. 111
...β’...
...SELAMAT MEMBACA...πππ...
...β€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈ...
Revi dan Latifah sampai di halaman rumah gadis itu dengan mobil yang dikendarai supir Revi, ya Latifah memang sengaja ingin mampir ke rumah Revi untuk sekedar bermain. Revi pun mengizinkan saja karena kebetulan di rumahnya saat ini juga sedang tidak ada siapa-siapa, itulah sebabnya Revi senang saat Latifah ingin main ke rumahnya sembari menunggu bedug.
Keduanya pun turun dari mobil dan melangkah ke depan pintu rumah Revi, Latifah tampak terpesona melihat besarnya rumah sang sahabat serta banyak sekali tanaman hias disana. Baru sampai di dekat pintu saja, Latifah sudah diperlihatkan keindahan yang amat sangat luar biasa, dari mulai banyaknya bunga-bunga indah sampai binatang peliharaan.
"Wah Rev, cakep banget gila halaman rumah lu! Penuh bunga-bunga gini, terus juga banyak burung sama hewan yang lain! Ini rumah apa kebun raya sih, Rev?" ujar Latifah menganga sedikit.
"Oh ya? Kamu suka? Alhamdulillah deh, ini semua emang sengaja dibikin sama aku supaya menambah keindahan penampilan depan rumah! Jadi, yang baru datang kesini tuh bakal langsung disambut sama pemandangan indah!" ucap Revi tersenyum.
"Masya Allah, Revi! Gue kagum sama lu, keren banget sih lu bisa kepikiran kayak gitu! Ajib sih, ini pemandangannya keren pake banget lah pokoknya!" ucap Latifah memuji keindahan rumah Revi.
__ADS_1
"Hahaha, makasih Ifah! Yaudah yuk, kita masuk ke dalam! Katanya kamu mau main kan?" ucap Revi.
"Gue disini aja deh, gue masih pengen lihatin pemandangan disini. Oh ya, gue juga mau main dong sama kelinci peliharaan lu itu! Kayaknya lucu banget deh, boleh kan gue sekedar kasih makan gitu? Ya kalau bisa sih peluk-peluk juga," ucap Latifah.
"Hahaha, kamu suka ya sama kelinci? Emang iya sih mereka itu lucu banget, tapi aku juga punya hamster yang gak kalah lucu loh! Mereka lebih gampang buat dipegang, dibanding kelinci yang suka lari-larian kesana kemari tiap mau disentuh!" ucap Revi.
"Oh ya? Widih, ada berapa hewan sih emang di rumah lu Rev?" tanya Latifah heran.
"Gak banyak sih, cuma beberapa jenis aja. Kayak kucing, burung, kelinci, hamster, marmut sama ikan-ikan hias!" jawab Revi sambil tersenyum.
"Wah keren! Gue mau dong lihat semuanya!" ucap Latifah.
"Boleh, tapi sebentar ya aku mau ke dalam dulu taruh tas sama laptop punyaku. Soalnya berat kalau harus dibawa terus, emang kamu gak keberatan apa?" ucap Revi.
"Eh iya juga ya, sangking kagumnya gue sama rumah lu, jadi gak kerasa deh kalo ini tas berat banget! Padahal tadi pas di kampus, beuh serasa pundak gue kayak mau copot!" ujar Latifah nyengir.
"Ahaha, yaudah yuk masuk!" ucap Revi.
Mereka berdua pun melangkah masuk ke dalam rumah Revi secara bersamaan, keduanya menaruh tas mereka di atas sofa lalu dengan santainya Latifah duduk di sofa tersebut sambil bersandar karena tempat itu sangat nyaman.
"Fah, kamu kok malah duduk sih? Katanya tadi mau lihat kelinci peliharaan aku?" tanya Revi.
"Eee hehe sorry Rev! Abisnya sofa lu empuk banget gila, ini gue bisa sih tidur disini! Berasa kayak lagi rebahan di atas kasur, gak ada obat dah!" ujar Latifah sambil tersenyum lebar.
"Umm, dasar tukang molor! Yaudah, jadi gimana nih? Kamu masih mau lihat kelinci peliharaan aku atau enggak?" tanya Revi lagi.
"Masih kok, tapi nanti ya abis gue merem sebentar! Ngantuk banget nih soalnya, sebentar ya jangan ganggu gue!" ucap Latifah nyengir.
"Yeh oke deh gapapa, terserah kamu aja! Aku mau ke kamar mandi dulu, ya? Kamu anggap aja kayak di rumah sendiri, gausah sungkan kalau mau apa-apa!" ucap Revi.
__ADS_1
"Iya Rev, santai!" ucap Latifah pelan.
Setelahnya, Revi pun pergi ke kamar mandi karena ia sudah sangat kebelet. Sedangkan Latifah dengan santainya merebahkan tubuh di atas sofa, ia kini menganggap rumah itu seperti rumahnya sesuai dengan perkataan Revi tadi.
...β’β’β’...
Disisi lain, Radian juga sudah sampai di depan rumah Oni untuk mengantar gadis itu pulang tentunya. Namun, sebelum turun dari mobil, Radian meminta sejenak pada Oni untuk berbincang padanya dan membahas mengenai rencana pernikahan mereka. Radian ingin acara pernikahan itu diadakan sangat mewah serta meriah tak seperti yang diinginkan Oni.
Oni memang tidak ingin pernikahan yang terlalu mewah atau apalah itu, karena menurutnya sederhana saja sudah cukup baik. Apalagi kali ini mereka menikah karena terpaksa setelah Oni hamil akibat perbuatan nakal Radian, akan tetapi Radian terus saja menolak keinginan Oni dan tetap kekeuh pada niatnya mengadakan pesta besar-besaran.
"Radian, gak perlu lah yang kayak gitu! Aku gak mau pake ada pesta-pesta segala, mending yang biasa ajalah Radian! Lagian ini nikahan juga mendadak, terus terpaksa lagi!" ucap Oni.
"Hahaha, kamu gausah cemas cantik! Aku pengen acara nikahan kita itu meriah dan bisa dikenang sampai kita tua nanti, setuju?" ucap Radian.
"Huft, kamu tuh ngeyel banget sih! Kalau pake pesta segala itu ribet Radian, nanti malah lama loh ngurus acara nikahnya! Bukannya kamu pengen kita cepat nikah, aku juga pengen begitu kok Radian! Udah ya, nurut aja sama aku Radian!" bujuk Oni.
"Loh kok malah jadi aku yang harus nurut sama kamu? Kebalik sayang, harusnya kamu dong yang nurut sama aku! Kan aku ini bakal jadi suami kamu, gak ada ceritanya suami nurut sama istri!" ucap Radian masih tegak kekeuh.
"Ya ampun, Radian! Kamu itu susah banget deh dibilanginnya, udah lah yang biasa-biasa aja! Aku gak mau terlalu lama nanggung dosa ini, kamu tolong dong ngertiin aku Radian!" ucap Oni.
"Iya sayang, aku tahu. Tapi, aku juga mau di nikahan aku yang pertama kalinya ini ada sesuatu yang bisa aku kenang! Ya minimal kita nikah disaksikan sama banyak orang lah, masa cuma itu aja kamu gak mau sih sayang? Lagian nih ya, kalau kita nikah tapi gak diramein itu bisa mengundang persepsi buruk dari orang-orang!" ucap Radian.
"Persepsi buruk gimana maksudnya?" tanya Oni terheran-heran.
"Ya iyalah! Gini deh, orang-orang pasti bakal beranggapan kita ini ada sesuatu gitu, kalau kita nikah diam-diam tanpa diramein. Tapi sayang, kalo nikahan kita ramai yang datang, itu pasti gak akan ada yang gunjingin kita sayang!" jelas Radian.
Oni hanya geleng-geleng kepala karena Radian cukup sulit untuk dipengaruhi, namun ia mulai berpikir ada benarnya juga apa yang dikatakan Radian.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...