Angkasa

Angkasa
Syahra cari gara-gara lagi


__ADS_3

...HELO GUYS!...


...WELCOME BACK TO MY STORY!...


..."ANGKASA"...


...\=\=\=...


...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏...


...×××...


#ANGKASA EPS. 95


...•...


...SELAMAT MEMBACA...🎉🎉🎉...


...❤️❤️❤️❤️...


Revi dan Muzaki baru menyelesaikan makan siang mereka di kantin itu berdua, ya Revi pun juga sudah membayar semua makanan yang mereka pesan termasuk minumannya juga. Revi tampak tersenyum memandang ke arah Muzaki saat pria itu terus saja menatapnya dari jarak dekat, Revi masih belum sadar memang kalau Muzaki itu menyukai dirinya.


Muzaki sendiri tak bisa memalingkan wajahnya dari kecantikan Revi yang selalu membuatnya tergoda, ia sulit sekali untuk lepas dari pesona wajah Revi yang amat sangat cantik itu. Bahkan Muzaki juga mulai berani menggerakkan tangannya untuk mengelus rambut lurus Revi dengan lembut, Revi hanya diam saat Muzaki melakukan itu tak marah atau kesal.


"Rev, kamu itu gadis yang cantik dan manis! Aku suka banget sama tipe cewek seperti kamu, apalagi rambut kamu ini halus dan wangi bikin aku ketagihan buat elus-elus kayak gini!" ucap Muzaki tersenyum.


"Eee makasih kak! Emang kebetulan aku sering perawatan rambut tiap dua Minggu sekali, itu yang bikin rambut aku jadi begini!" ucap Revi.


"Oh gitu, pantas aja ya rambut kamu mulus dan lembut banget kayak gini! Gapapa kan kalau aku terus usap rambut kamu dan cium-cium rambut kamu yang lembut ini?" ucap Muzaki.


"Gapapa kok," jawab Revi singkat.

__ADS_1


Disaat mereka sedang asyik berduaan, tiba-tiba saja Syahra serta kedua temannya muncul disana dan melihat adegan romantis antara Revi dengan Muzaki itu di depan mata mereka. Ya tanpa berpikir panjang, Syahra dan teman-temannya pun bergerak maju menghampiri Revi serta Muzaki untuk menegur kedua manusia yang sedang romantisan disana itu.


"Wah wah wah! Keren banget sih lu Rev, bisa taklukin hati dua cowok sekaligus! Gue bangga deh sama lu, kemarin lu nempel banget sama Radian sampe bikin dia tergila-gila sama lu! Eh sekarang lu udah sama yang lain aja, salut gue!" ucap Syahra.


"Iya ih, kapan ya gue bisa kayak lu juga Rev? Ajarin dong bagi tipsnya gitu!" ucap Ami.


"Kalian ini apaan sih? Kenapa kalian bicara begitu sama Revi? Kalau kalian emang suka mainin perasaan cowok, jangan minta tips sama Revi! Karena dia itu wanita baik-baik, gak seperti kalian yang kerjaannya ngurusin hidup orang lain terus! Hidup sendiri aja belum bener!" ujar Muzaki.


"Wih ini gila sih guys! Seorang Muzaki sekarang udah mulai seberani ini sama kita, perasaan dulu dia masih cupu deh sebelum kenal sama Revi! Malah lebih mirip kayak anak nolep rumahan gitu, yang kalo ditiup dikit juga mental!" ucap Syahra.


"Hahaha, bener tuh! Kayaknya sekarang dia mau jadi sok jagoan deh, mumpung lagi ada Revi di dekatnya!" sahut Ami sambil tertawa terbahak-bahak.


"Ya ampun, berarti dia pura-pura berani dong? Padahal mah nyalinya ciut, kalo gak ada Revi disini juga pasti dia gak akan berani kayak gitu sama kita, ya kan guys?!" ucap Syahra tersenyum.


"Iya dong!" ucap Ami dan Alin bersamaan.


Setelahnya, ketiga gadis itu tertawa cukup keras meledek Muzaki dan juga Revi.


"Kak, sabar ya!" ucap Revi menenangkan Muzaki.


"Kurang ajar nih cewek! Berani-beraninya dia cuekin gue kayak gitu, emang minta disembelih nih orang! Awas aja ya, gue bakal kasih pelajaran buat lu!" gumam Syahra dalam hati.


Byuurr...


Dengan sengaja Syahra menumpahkan minuman yang ada di meja itu ke kepala Revi, ya tentu saja Revi langsung terkejut karena tiba-tiba kepalanya sudah dipenuhi oleh air. Sedangkan Syahra serta kedua temannya justru tertawa puas melihat reaksi Revi yang kedinginan itu, ya karena air minum yang ditumpahkan oleh Syahra itu adalah minuman es.


Braakkk...


Muzaki bangkit sembari menggebrak meja dan menatap Syahra dengan tatapan tajam.


"Syahra!!" bentak Muzaki emosi.

__ADS_1


Revi yang masih kedinginan itu berusaha untuk menenangkan hati Muzaki, ia memegang tangan Muzaki dan meminta pada pria itu untuk tidak terbawa emosinya saat ini.


"Kak, udah kak sabar!" ucap Revi.


"Tapi Rev, dia itu udah keterlaluan sama kamu! Aku gak terima kalau kamu digituin!" ucap Muzaki.


"Udah kak, gapapa!" ucap Revi.


"Waw! Gila sih gue gak nyangka banget, ini dua-duanya pada cari muka semua ya guys ya? Yang satu sok berani, terus satunya lagi sok suci dan gak mau emosi! Gue acungin jempol buat kalian berdua, emang dah pasangan serasi!" ucap Syahra.


Muzaki yang emosi kembali hendak maju memukul wajah Syahra, namun tentu saja Revi langsung menahan niat buruk pria tersebut.


"Jangan kak! Biarin aja kak Syahra mau bicara apa ke aku atau kamu, kalau kita ladenin dia itu artinya kita sama buruknya dengan dia! Mending kita biarin aja dia berkicau, nanti juga dia dapat balasannya sendiri dari Tuhan!" ucap Revi.


"Heh! Songong banget lu bilang gitu ke gue, emang lu pikir gue ini gak dikasihani sama Tuhan? Asal lu tau ya, justru lu yang nanti bakal kena azab dari Tuhan karena udah mendzolimi gue!" ujar Syahra.


"Kak, maksud kak Syahra itu apa sih?" tanya Revi.


"Dih pake sok pura-pura gak tahu lagi! Udah jelas kalau lu kemarin ngomporin Radian buat hukum gue, terus lu juga jelek-jelekin gue di depan Radian! Apa itu namanya kalau bukan kedzaliman?" ujar Syahra.


"Oh soal itu, aku kan cuma bicara fakta kak! Emang bener kak Syahra yang udah sebarin gosip tentang kak Oni hamil di luar nikah, padahal kenyataannya gak kayak gitu kak! Kelakuan kak Syahra itu udah kelewatan, kasihan kak Oni!" ucap Revi.


"Halah! Lu gausah sok baik deh, kan gue lakuin itu juga gara-gara lu!" ujar Syahra.


"Apaan sih kak? Kenapa kak Syahra selalu salahin aku di setiap hal? Kak Syahra gak bisa masuk tim inti dance itu salah aku, terus sekarang kak Syahra dihukum sama kak Radian salah aku juga kak?" ucap Revi dengan rambut serta baju yang basah.


"Ya iyalah, karena emang lu itu pembawa masalah di dalam hidup gue! Makanya gue mau singkirin lu supaya kehidupan gue lebih baik lagi, dasar cewek muna lu!" ucap Syahra.


Revi hanya bisa diam mengatur nafasnya yang sudah mulai memburu, ia tak mau terjadi keributan panjang disana dan memilih mengalah.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...❤️...


...~Terkadang mengalah itu bukan berarti kita kalah, tetapi karena lebih baik kita menghindari suatu pertikaian dan melakukan hal yang penting~...


__ADS_2