
...HELO GUYS!...
...WELCOME BACK TO MY STORY!...
..."ANGKASA"...
...\=\=\=...
...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kanπ...
...ΓΓΓ...
#ANGKASA EPS. 167
...β’...
...SELAMAT MEMBACA...πππ...
...β€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈ...
Revi akhirnya terpaksa mau berbincang berdua dengan Charlie di tempat duduk yang agak jauh dari mamanya, walaupun ia amat sangat malas untuk melakukan itu kalau tidak karena mamanya.
Charlie sendiri terus menunduk dan hanya bisa memainkan telapak tangannya sambil sesekali mengelus dagu, ia seperti orang yang kebingungan tak tahu harus berbicara apa pada Revi saat ini.
"Ehem ehem..."
Revi mulai berdehem pelan untuk menyadarkan Charlie sehingga ia bisa segera pergi dari sana.
"Eh iya, kenapa?" tanya Charlie terkejut.
"Kamu kok diem aja sih? Tadi katanya mau ngobrol berdua sama aku disini, harusnya jangan diem aja dong Charlie!" ujar Revi.
"Eee maaf! Aku cuma bingung aja mau ngomong apa, oh ya emangnya benar ya kamu yang minta ketemu lagi sama aku dan mama hari ini karena kita kemarin baru bicara sebentar?" ucap Charlie.
"Sebenarnya enggak sih, itu tadi cuma alasan mama yang gak bener!" jawab Revi.
"Ohh, aku pikir beneran. Ya gak mungkin juga sih, masa iya kita baru ketemu sekali tapi kamu udah kangen sama aku? Makanya daritadi aku diam karena mikirin itu, sekarang aku udah lega dan bisa bicara santai deh!" ucap Charlie.
"Pantas aja kamu diem terus daritadi, tapi bagus deh kalo kamu udah gak bingung lagi! Jadi kita bisa sudahi obrolan kali ini!" ucap Revi tersenyum.
"Eee jangan dong Rev! Masa cuma sebentar aja kita bicara kayak gini? Kan biar gimanapun ini demi mama kita juga, emang kamu mau bikin mama kamu kecewa?" ucap Charlie.
"Huft iya juga sih," ucap Revi bingung.
"Yaudah, kita lanjut aja ngobrolnya Rev! Walaupun aku gak tahu mau ngobrol apa, tapi seenggaknya kalau ada di dekat kamu itu bikin aku merasa nyaman dan senang!" ucap Charlie tersenyum.
"Hah? Kita baru ketemu dua kali ini, gimana bisa kamu udah ngerasa nyaman aja?" tanya Revi heran.
__ADS_1
"Entahlah, perasaan itu muncul begitu aja pas aku lihat muka kamu Rev. Apalagi tatapan mata kamu itu bikin aku klepek-klepek, ditambah senyuman manis kamu yang luar biasa dan bisa bikin siapapun lelaki yang ngeliatnya langsung kesemsem!" jelas Charlie.
"Bisa aja kamu, tapi aku gak begitu kok! Oh ya, kamu ini masih kuliah atau udah kerja? Soalnya menurut aku, kamu lebih tua sih dari aku!" tanya Revi.
"Eee aku udah lulus kuliah," jawab Charlie.
"Ohh berarti kamu udah kerja dong?" tanya Revi.
"Belum sih, masih proses mencari kerja. Tapi, mungkin sebentar lagi aku bakal dapet kerjaan itu kok Rev!" jawab Charlie.
"Oh gitu, udah berapa lama lulus kuliahnya?" tanya Revi lagi.
"Hampir mau setahun sih, emangnya kenapa?" ucap Charlie tersenyum.
"Eee gapapa kok, cuma tanya aja. Maaf ya kalau aku terlalu kepo!" ucap Revi.
"Gapapa, aku justru senang dikepoin sama kamu. Supaya kita juga bisa makin akrab, tapi sekarang giliran aku yang coba tanya-tanya soal kamu ya? Boleh kan?" ucap Charlie.
"Umm boleh, tanya aja!" ucap Revi.
Charlie tersenyum kemudian menggeser duduknya lebih dekat dengan Revi, gadis itu menoleh ke arah Charlie dengan lirikan tak sukanya.
"Kamu sendiri masih sekolah atau udah kuliah?" tanya Charlie tersenyum.
"Aku masih kuliah kok, baru masuk semester tiga. Ini sekarang lagi liburan dulu, jadi masih terhitung mahasiswa baru lah!" jawab Revi.
"Pantes kenapa?" tanya Revi bingung.
"Pantes masih imut-imut, hehe!" ujar Charlie.
"Ah bisa aja!"
Revi tersenyum disertai rona merah yang muncul di wajahnya, tiba-tiba ia merasa salting akibat ucapan Charlie tentang dirinya. Sedangkan Charlie sendiri merasa senang melihat Revi tersipu dibuatnya.
...β’β’β’...
"Radian, Oni!" teriak Brandon.
Sontak sepasang suami-istri itu menoleh ke arah Brandon dan juga Sisil alias kedua orang tua dari Radian yang sedang berada di sofa.
Mereka tersenyum dan masih kebingungan apakah akan berpamitan pada kedua orangtuanya atau tidak, karena Oni belum dapat memastikan apa yang harus ia lakukan untuk saat ini.
"Iya pah, yuk sayang kita kesana!" ucap Radian.
"Mas, aku masih bingung!" ucap Oni cemas.
"Gapapa Sayang, kamu ikuti aja kata hati kamu! Jangan takut papa mama marah atau apa! Yang penting itu kebaikan kamu dan calon anak kita, aku yakin papa mama juga bisa ngerti kok!" ucap Radian.
__ADS_1
"Iya deh, yaudah yuk mas kita kesana!" ucap Oni.
Radian tersenyum, lalu mengajak istrinya maju ke depan mendekati papa mamanya di sofa.
"Pagi pah, pagi mah!" sapa Radian.
"Pagi juga sayang! Ini kalian pada mau kemana sih pagi-pagi begini udah pada rapih? Pake bawa-bawa koper segala, bukannya tadi kamu mau ngojek ya Radian kok balik lagi?" tanya Brandon heran.
"Eee begini pah, mah, sebelumnya aku minta maaf ya sama papa dan mama! Oni ini kangen sama papa mamanya, makanya aku mau anterin dia ke rumah buat ketemu papa mamanya! Gapapa kan pah, mah?" jelas Radian tersenyum.
"Oalah jadi kamu kangen sama orang tua kamu Oni sayang?" tanya Sisil pada menantunya itu.
"Umm iya mah, maaf ya mama aku juga gak tahu kenapa tiba-tiba bisa kangen sama papa mamaku! Padahal biasanya enggak," jawab Oni.
"Hahaha gapapa Oni, mungkin itu bawaan bayi kali! Dia pengen ketemu kakek neneknya yang lain!" ujar Brandon tertawa kecil.
"Eee kayaknya iya deh, pah!" ucap Oni.
"Jadi, Oni boleh gak nih pergi ke rumahnya pah, mah?" tanya Radian.
"Ya boleh lah sayang, masa enggak!" jawab Brandon.
"Tapi, nanti kamu balik lagi kesini kan sayang?" tanya Sisil.
"Aku belum tahu sih mah, mungkin iya!" jawab Oni.
"Tenang aja mama, papa! Oni pasti balik kok, kan ini juga rumahnya dia sekarang! Mungkin kali ini calon cucu papa sama mama lagi pengen ketemu kakek neneknya yang lain," ucap Radian nyengir.
"Iya sayang, yaudah gapapa kok!" ucap Brandon.
"Kalo gitu aku sama Oni pamit dulu ya pah, mah?" ucap Radian mencium tangan orangtuanya.
"Iya, hati-hati ya kalian!" ucap Brandon.
Oni menyusul mencium tangan Brandon dan Sisil secara bergantian, tampak kedua orang tua itu belum rela melepas Oni karena mereka terus memeluk bahkan mencium wajah wanita itu.
"Jaga diri ya sayang! Ingat loh, sekarang di perut kamu juga ada calon anak yang harus kamu jaga! Kamu gak boleh telat makan sama kecapekan loh cantik, bisa kan?!" ucap Sisil.
"Iya mama, aku pasti bisa kok!" ucap Oni.
"Tenang aja mama! Kan ada aku si suami siaga, aku pasti bakal jagain istriku dan calon anakku kok!" sahut Radian langsung merangkul Oni.
"Hahaha, iya percaya kok!" ucap Sisil tersenyum.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1