Angkasa

Angkasa
Jangan dipaksa


__ADS_3

...HELO GUYS!...


...WELCOME BACK TO MY STORY!...


..."ANGKASA"...


...\=\=\=...


...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏...


...Γ—Γ—Γ—...


#ANGKASA EPS. 128


...β€’...


...SELAMAT MEMBACA...πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰...


...❀️❀️❀️❀️...


Cobaan untuk Revi dan Latifah masih terus berlanjut hingga saat ini, setelah berhasil lepas dari Syahra dan kedua temannya yang tidak jelas itu, kini mereka kembali dipertemukan dengan masalah lainnya yakni sosok Radian serta Digo. Dua pria itu berhenti tepat di hadapan Revi dan Latifah, bahkan mereka juga tersenyum menatap kedua gadis itu dengan pede.


Sementara sikap Revi serta Latifah hanya biasa saja tak mau terlalu ramah atau terlalu dingin, karena biar gimanapun mereka tahu kalau kedua pria itu adalah orang baik dan juga teman mereka. Walau Latifah sedikit cemas karena Digo pernah menyatakan cinta padanya kala itu, begitu juga dengan Revi yang khawatir kalau Radian masih mencintai dirinya kini.


"Hai Rev, hai Fah! Kalian berduaan begini pada mau kemana sih?" ucap Radian menyapa mereka.


"Eee iya kak, hai juga! Ini loh kita tuh cuma mau keliling-keliling kampus aja sebelum pulang, karena pemandangan disini lumayan bisa bikin seger dan gak terlalu haus. Tadinya pas di kelas, aku sama Latifah selalu ngerasa haus!" jawab Revi.


"Hahaha, bener banget tuh kak! Makanya kita sengaja keliling disini deh, selain bikin segar juga bikin kita sedikit emosi sih. Soalnya tadi malah gak sengaja ketemu trio Mak Lampir," sahut Latifah.


"Hah? Trio Mak Lampir itu siapa?" tanya Radian.


"Eee maksud aku tuh kak Syahra, kak. Iya dia kan mirip banget tuh sifatnya kayak Mak Lampir, makanya aku sebut dia begitu!" jawab Latifah.

__ADS_1


"Ya ampun, jahat juga ya kamu ngasih julukan begitu ke Syahra! Tapi lucu sih, ada benarnya juga!" ujar Radian sambil terkekeh.


"Hahaha, ya gitu deh kak!" ujar Latifah.


"Ifah, kamu kok begitu sih? Gak baik tau!" tegur Revi.


"Gapapa Rev, buktinya kak Radian sama kak Digo gak masalah tuh! Mereka malah ketawa, udah lah Rev jangan terlalu baik sama orang yang jahatin lu!" ucap Latifah.


"Huft, iya deh terserah kamu aja!" ucap Revi.


"Eh tapi, emang Syahra sama temannya udah pada balik ke kampus lagi ya?" tanya Digo bingung.


"Udah kak, tadi kita kan ketemu!" jawab Latifah.


"Waduh, bisa gawat lagi dah nih suasana kampus! Padahal dia gak ada tuh udah dingin dan adem ayem, eh dia malah nongol lagi disini!" ujar Digo.


"Iya juga ya, mana pernikahan gue sama Oni tinggal sebentar lagi!" ucap Radian.


"Hahaha, santai aja Go! Gak semudah itu bikin rusuh di acara nikahan Radian, kalo dia berani ngelakuin itu lihat aja nanti apa yang bakal gue perbuat ke dia!" ucap Radian tersenyum licik.


"Wih emang kak Radian mau ngapain?" tanya Latifah.


"Eee cuma mau ngancem dia aja sih, biar supaya dia gak bikin rusuh gitu. Kan kalau dia ngerusuh, nanti gue bisa rugi!" jawab Radian nyengir.


"Yeh gaya doang keren lu!" cibir Digo.


Revi dan Latifah hanya tersenyum dan saling lirik satu sama lain, entah apa yang terbesit di hati Latifah sampai ia mendorong tubuh Revi terlalu keras hingga terhuyung ke depan. Hampir saja gadis itu terjatuh, beruntungnya Radian dengan sigap menangkap tubuh Revi dengan tangannya.


"Eh Rev, kamu gapapa?" tanya Radian cemas, ia memandangi wajah Revi dari dekat.


Aksi pandang-pandangan itu terjadi cukup lama, dimana Revi juga ikut merasakan sesuatu yang aneh saat ia bertatapan langsung dengan Radian.


"Radian?" ujar seseorang dari belakang.

__ADS_1


...β€’β€’β€’...


Disisi lain, Muzaki tak sengaja kembali bertemu dengan Laras dan Zian yang sedang berduaan di lorong kampus itu. Ya Muzaki semakin merasa kasihan pada gadis itu karena terus-terusan ditempel ketat oleh Zian tanpa dibiarkan bebas pergi kemana pun, akhirnya Muzaki kembali mencoba untuk membantu Laras agar bisa lepas dari godaan Zian.


Ya tentu saja Muzaki mendekat ke arah mereka sambil tersenyum, pria itu menatap wajah Laras serta Zian secara bergantian begitu berhasil mendekati mereka disana. Ada raut kesenangan di wajah Laras saat melihat Muzaki muncul di depan dirinya saat ini, walau ia belum sepenuhnya senang karena bisa saja Muzaki hanya ingin lewat.


"Hai Ras, hai Zian! Gue lihat-lihat kalian ini makin mesra dan dekat aja deh, tapi kok gue heran ya kenapa Laras kelihatan gak senang gitu tiap kali jalan berdua sama lu bro?" ucap Muzaki tersenyum.


"Heh! Lu mau ngapain lagi sih? Udah deh, jangan ganggu kita berdua! Oh iya, lu kan gak punya gebetan ya? Pantes aja selalu gangguin orang yang lagi pacaran, mending lu tobat deh bro terus cari cewek yang bisa lu gebet!" ucap Zian emosi.


"Hadeh bro, gitu aja kok emosi sih? Orang beneran kok, gue lihat si Laras gak bahagia!" ucap Muzaki.


"Terus apa urusannya sama lu, ha?" tanya Zian.


"Gue gak mau lihat Laras harus kepaksa gitu jalan berdua sama lu, mending lu cari cewek lain yang bisa lu ajak berduaan deh!" ucap Muzaki.


"Hah? Lu emang siapanya Laras berani larang-larang gue buat berduaan sama dia, ha? Pacar bukan, saudara bukan, gausah sok peduli deh lu sama pacar gue ini!" bentak Zian emosi.


Laras hanya bisa diam menunduk, sejujurnya ia ingin berlari pergi dari sana. Namun, Zian dengan sengaja malah mempererat rangkulannya sehingga ia tak bisa bergerak banyak, ya Zian juga mencengkeram bahu Laras sebagai tanda kalau pria itu tak ingin Laras pergi dari sana meninggalkan dirinya, Laras pun terpaksa menuruti keinginan Zian itu.


"Laras, kamu pergi sama aku aja yuk! Kita bahas rencana tim pecinta alam!" ucap Muzaki.


Muzaki menggerakkan tangannya hendak meraih dua tangan gadis itu, akan tetapi dengan cepat Zian menepis tangan Muzaki dan menatap tajam ke arah pria yang ia sebut sebagai pria wibu.


"Heh cowok wibu! Lu jangan sembarangan mau ajak cewek gue pergi ya, cuma gue yang boleh jalan berduaan sama dia! Lagian apa-apaan sih lu pake ajak Laras buat gabung tim pecinta alam gak jelas lu itu?!" bentak Zian emosi.


"Santai kali bro, kita kasih pilihan aja ke Laras! Jangan dipaksa begitu, kalau emang Laras gak mau ya gapapa kok!" ucap Muzaki santai.


Zian terdiam sambil melirik ke arah Laras, ia pun setuju dengan kemauan Muzaki dan bertanya pada Laras ingin ikut dengan siapa. Namun, tentunya Zian semakin menguatkan cengkeramannya itu.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2