
...HELO GUYS!...
...WELCOME BACK TO MY STORY!...
..."ANGKASA"...
...\=\=\=...
...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kanπ...
...ΓΓΓ...
#ANGKASA EPS. 225
...β’...
...SELAMAT MEMBACA...πππ...
...β€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈ...
Radian baru saja selesai menjelaskan semua yang menjadi akar permasalahannya dengan Oni, pria itu juga terus menatap dan menahan tangan istrinya hingga Oni tidak bisa bergerak kemana-mana.
Wanita itu berusaha menghindari tatapan Radian, ia sungguh geram dengan tindakan Radian saat ini yang mengunci tubuhnya, apalagi kakinya sudah pegal terus berdiri tanpa diberi ruang sedikitpun untuk bisa bergerak.
"Begitu penjelasannya sayang, intinya aku cuma mau bantu Zian dan motivasi dia supaya gak nyerah buat dapetin Laras! Aku emang cinta sama Revi dan aku akui itu, tapi semuanya sudah berlalu sayang karena sekarang aku udah punya kamu. Jadi, cintanya aku ya cuma kamu Muthya Leoni Angela. Kamu percaya dong sama aku!" ucap Radian tegas dan jelas.
"Eee mas, aku gak bisa gitu aja percaya sama kamu. Kalau cuma kata-kata, mana mungkin aku percaya?" ucap Oni cemberut.
"Oh gitu, jadi kamu maunya apa lagi selain kata-kata? Apa perlu aku buka dada aku dan tunjukin ke kamu kalau di hati aku cuma ada nama aku? Kalau kamu maunya begitu, yaudah sekarang aku ambil pisau dan kamu belah dada aku sendiri!" ucap Radian.
"Apaan sih mas? Kamu lebay banget deh!" cibir Oni.
"Yaudah, jadinya aku harus gimana? Kamu bilang aja sama aku, apa yang kamu mau aku buat lakuin? Supaya kamu bisa percaya sama aku, bilang aja sayangku cintaku!" ujar Radian.
"Kamu lepasin tangan aku, terus biarin aku pergi buat tenangin diri!" ucap Oni.
"Kok gitu sih? Aku gak akan biarin kamu pergi! Dengar ya, masalah itu diselesaikan dengan segera bukan malah kabur-kaburan begitu!" bentak Radian emosi dan mengeratkan cengkeramannya pada tangan Oni.
"Ish, tapi ini sakit tau! Kamu tega banget sih sama istri sendiri, emang ya kamu itu gak cinta sama aku! Kamu cuma cinta sama Revi!" rengek Oni.
"Apa sih Oni? Tadi kan aku udah bilang, aku ini cuma cinta sama kamu. Kenapa kamu masih gak percaya gitu? Lama-lama aku tidurin juga nih kamu disini," ucap Radian emosi.
"Hah? Kita ini kesini mau bicara, bukan begituan! Bisa gak kali ini aja kamu stop berpikir tentang itu! Karena aku juga gak mood buat ngelakuinnya, apalagi setelah tahu kamu cuma cinta sama Revi dan gak cinta sama aku!" ucap Oni.
"Hadeh, kamu kenapa masih gak percaya sih sama aku sayang?" Radian bertambah kesal karena Oni tetap tak percaya padanya.
Akhirnya pria itu menyeret paksa tubuh Oni dan merebahkannya di atas ranjang, tanpa berpikir panjang Radian juga menindih Oni disana tanpa melepaskan cengkraman tangannya sehingga Oni hanya bisa pasrah, wanita itu sudah sulit untuk bergerak dalam posisi terkunci seperti ini.
"Mas, kamu mau apa?" tanya Oni gemetar.
"Aku pengen buktiin ke kamu, kalau aku cinta sama kamu. Sekarang aku bakal bikin kamu puas, itu cara aku buat kasih bukti ke kamu mengenai perasaan aku!" jawab Radian tegas.
"Hah? Itu mah namanya bukan kasih bukti cinta, tapi emang kamu aja yang mesum!" ujar Oni.
"Kok mesum sih? Ini beneran loh, kamu cukup diam dan nikmati setiap permainan yang aku berikan ke kamu! Sekarang pejamkan mata kamu, supaya kamu bisa rasakan sensasi yang luar hiasa nantinya!" ucap Radian tersenyum.
"Gak! Gak mau! Kamu lepasin aku sekarang, kalau enggak aku bakal tambah ngambek sama kamu dan gak mau bicara sedikitpun!" ancam Oni.
"Eh iya iya iya... jangan begitulah sayang! Masa iya kamu ngambek terus sama aku?" Radian takut dengan ancaman istrinya, ia melepas tangan Oni lalu berbaring di sampingnya.
"Bodo!" ucap Oni singkat tapi berbekas di hati Radian.
β’
β’
Disisi lain, Suci dan Wisnu masih berada di cafe yang sama dengan Muzaki serta Revi. Sesampainya di dalam cafe tersebut, mata Suci langsung dihadapkan pada pemandangan yang tidak mengenakkan, dimana Muzaki tengah suap-suapan bersama Revi disana.
"Zaki...??" ucap Suci menganga lebar.
__ADS_1
Wisnu yang turut menyaksikan pemandangan itu pun merasa kaget, ia sungguh tak mengira jika di tempat itu ada Muzaki dengan Revi yang juga tengah menikmati momen berdua.
Tentu saja Wisnu merasa tidak enak pada Suci, karena ia kembali menghadirkan luka di hati gadis itu, apalagi Suci memang masih belum bisa melupakan Muzaki sepenuhnya.
"Suci, maaf banget ya! Aku gak tahu kalau disini ada Muzaki sama Revi, aku jadi gak enak sama kamu!" ucap Wisnu merasa bersalah.
"Gapapa, kamu kan juga gak tahu. Yaudah, kita masuk aja yuk! Ngapain kita malah berdiri disini aja?" ucap Suci mengajak Wisnu masuk.
"Ohh kamu yakin mau masuk ke dalam? Emang kamu gak sakit hati ngeliat Muzaki sama Revi lagi mesra-mesraan begitu di dalam? Bukannya kamu masih cinta ya sama Muzaki? Kalau kamu mau, kita cari cafe lain aja!" ujar Wisnu.
"Jangan! Nanti malah kelamaan, udah langsung aja kita masuk biar bisa makan minum!" ucap Suci.
"Yaudah deh kalau kamu maunya begitu, tapi kita cari tempat duduk yang agak jauhan dari Muzaki sama Revi. Supaya kamu juga gak ngeliatin mereka terus nantinya," ucap Wisnu.
Suci mengangguk perlahan, lalu ikut bersama Wisnu mencari tempat duduk yang jauh dari Muzaki dan Revi.
"Disini aja gimana?" tanya Wisnu.
"Boleh, lumayan juga bisa lihat pemandangan dari kaca. Ya walau sebenarnya lebih enak disana sih karena lebih jelas lihat pemandangannya, tapi gapapa yang penting bisa tetap makan dan minum disini!" jawab Suci sambil tersenyum.
Mereka pun duduk disana, memesan makanan serta minuman yang diinginkan mereka.
"Suci, kamu waktu itu belum jawab pertanyaan dari aku loh. Gimana kalau kamu jawabnya sekarang?" ucap Wisnu tersenyum.
"Hah? Pertanyaan apa?" Suci terkejut.
"Yang soal aku tipe kamu apa bukan. Waktu itu kan kamu pernah bilang, kalau kamu udah nemu laki-laki yang pas baru kamu bisa jatuh cinta lagi. Nah menurut kamu, aku ini laki-laki yang pas gak buat kamu?" ucap Wisnu.
"Eee kita bahas itu nanti aja ya, sekarang kita bahas yang lain aja." pinta Suci.
"Emang kenapa? Kamu kan tinggal jawab aja, aku pas gak buat kamu. Soalnya aku penasaran banget tahu, pengen tahu kira-kira tipe laki-laki kamu masuk gak ke aku!" ucap Wisnu.
"Emangnya kenapa sih? Harus banget ya aku jawab sekarang? Kamu ngarep banget mau jadi laki-laki yang pas buat aku?" tanya Suci heran.
"Ah enggak kok, aku kan cuma mau tahu aja. Ayo dong kamu kasih tahu gitu ke aku! Aku ini kan pengen tahu tipe laki-laki kamu, ya siapa tahu aja aku bisa jadi laki-laki yang pas buat kamu." Wisnu tersenyum menaikkan kedua alisnya dan membuat Suci makin terheran-heran.
"Aku belum tahu pasti, kan aku aja baru kenal sama kamu beberapa hari. Mungkin aku butuh waktu lebih lama buat tahu sikap kamu, lagian emang harus banget aku jawab sekarang?" ucap Suci.
Tak lama kemudian, pesanan mereka pun tiba dan kedua orang itu memilih menikmati makanan juga minuman yang mereka pesan sebelumnya.
"Parah amat si Suci! Masa dia gak ngerti maksud gue tanya begitu?" batin Wisnu.
β’
β’
Sementara itu, Muzaki dan Revi yang juga berada di cafe tersebut tak sengaja melihat keberadaan Suci dari tempat mereka duduk sekarang. Muzaki pun merasa heran ketika mengetahui Suci berada di tempat yang sama dengannya.
"Itu kan Suci, kok dia bisa ada disini? Mana sama Wisnu lagi, kira-kira mereka lagi ngapain ya?" gumam Muzaki dalam hati.
Melihat kekasihnya melamun, Revi pun ikut heran sekaligus penasaran. Ia coba melihat ke arah yang sama dengan pria itu dan mencari tahu apa yang sedang dilihat olehnya.
"Kamu lihat apa sih kak?" tanya Revi bingung.
"Eh eee... enggak kok, aku gak lihat apa-apa. Udah, kita lanjut aja yuk makan kuenya!" ujar Muzaki.
"Kenapa sih kak? Kok kak Zaki jadi gugup gitu abis ngeliat dari arah sana? Emangnya ada apa sih? Aku jadi penasaran deh pengen lihat juga, kamu kasih tahu dong kak!" ujar Revi terheran-heran.
"Eh eh eh, udah gausah! Jangan ya cantik!" Muzaki mencegah Revi dan menarik wajah gadisnya agar tidak melihat Suci disana.
"Emang kenapa kak?" tanya Revi heran.
"Gapapa, udah kamu gausah mikirin itu lagi! Eh ya, gimana kalau kita pindah ke kursi yang ada di luar sana? Kayaknya lebih asyik deh, makan sambil lihat pemandangan alami plus angin sepoi-sepoi yang dingin dan bikin seger!" usul Muzaki.
"Umm... kok kamu tiba-tiba jadi ajak pindah tempat? Ada apa sih kak?" tanya Revi.
"Kamu kok selalu mikir yang enggak-enggak sih? Aku ajak kamu pindah tempat, karena aku bosan aja disini. Lagian kalau di luar, itu kan lebih bagus tempatnya!" jawab Muzaki.
"Iya kak iya, yaudah aku nurut aja sama kamu. Tapi, abis itu kita pulang aja ya? Ini udah mau sore, aku takut mama papa nyariin nanti," pinta Revi.
__ADS_1
"Oke! Kita gak lama-lama kok," kata Muzaki.
Setelahnya, Muzaki serta Revi pun beranjak dari tempat itu dan menuju keluar untuk berpindah tempat. Muzaki tidak ingin jika nantinya Revi melihat keberadaan Suci disana dan malah akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan olehnya.
Sebenarnya Revi masih bingung sekaligus penasaran mengapa Muzaki tiba-tiba mengajaknya pergi dari sana, namun ia memilih diam karena tak ingin membuat Muzaki emosi.
"Rev, kamu kenapa sih tengok tengok ke belakang terus kayak gitu? Cari apa?" tanya Muzaki heran.
"Eee enggak kok, aku cuma masih bingung aja apa sih yang bikin kamu jadi ajak aku buat pindah. Tapi, daritadi aku gak nemuin apa-apa." jawab Revi.
"Hahaha, kan aku udah bilang tadi gak ada apa-apa disana. Kamu kenapa sih masih mikirin soal itu terus? Kamu gak percaya sama aku?" ucap Muzaki tertawa kecil.
"Iya, maaf kak!" ucap Revi menunduk takut.
Setelah mereka keluar dari cafe, Suci mulai merasa tenang dan tidak lagi jengkel karena sepasang kekasih itu sudah tak terlihat di matanya.
"Huh syukurlah mereka pergi juga!" batin Suci.
β’
β’
Latifah masih tidak percaya jika saat ini Zaenal dan Laras telah resmi berpacaran, padahal ia sudah berharap dapat memiliki Zaenal dan menjadi kekasih dari dosen tampan itu.
Namun, yang terjadi saat ini ia justru ditikung oleh sahabatnya sendiri. Tentu saja Latifah amat sedih sekaligus jengkel pada Laras, karena gadis itu sudah merebut Zaenal dari dirinya.
"Ish, sialan banget tuh Laras! Awas aja ya, gue gak bakal mau temenan sama dia lagi!" geram Latifah.
Bruuukkk...
Saat ia sedang asyik marah-marah, tanpa sengaja Latifah justru malah menabrak tubuh seseorang di depannya hingga ia terhuyung ke belakang.
"Duh, lu gimana sih! Kalo jalan itu pake mata, lihat ke depan bukan ke bawah!" geram pria itu.
"Awhh! Iya iya sorry, jangan marah-marah gitu kali! Gue ini sakit tau, lu mah gak kenapa-napa!" ucap Latifah sembari mengusap-usap lengannya yang terasa sakit.
"Latifah?" ucap pria itu ketika menyadari wajah wanita yang menabraknya tadi.
Sontak Latifah terkejut dan mendongak mencari tahu siapa yang ada di depannya, itu adalah Zian si pria yang juga sedang patah hati sama seperti dirinya.
"Eh kak Zian?" ucap Latifah merasa tidak enak.
"Lu kalo jalan hati-hati dong, Fah! Emang lu lagi kenapa sih nunduk sambil ngomel-ngomel gitu?" ucap Zian merasa heran dengan Latifah.
"Gu-gue...." Latifah menggantung ucapannya, ia bingung apakah harus bercerita pada Zian atau tidak.
"Lu kenapa? Lagi ada masalah ya? Kalo gitu coba aja cerita sama gue!" ujar Zian.
"Iya nih kak, biasalah namanya hidup pasti ada aja masalahnya. Tapi, gue gapapa kok kak. Cuma lagi sedih plus kesal sedikit karena crush gue direbut sama orang, nyebelin banget deh!" ucap Latifah.
"Oh ya? Kalo gitu nasib kita sama dong, gue juga baru aja ngalamin hal itu. Cewek yang gue suka dan dekati selama ini malah jadian sama cowok lain, padahal gue udah lama simpan perasaan ke dia!" ucap Zian.
"Wah kok bisa nasib kita sama begini? Emangnya cewek yang suka itu siapa? Kok bisa dia malah jadian sama cowok lain?" tanya Latifah.
"Lu kenal kok sama dia, dia salah satu teman lu." jawab Zian.
"Hah? Siapa?" tanya Latifah penasaran.
"Laras." Latifah pun terkejut ketika Zian menyebut nama Laras.
"Laras?"
"Iya Fah, gue itu udah lama banget suka sama Laras. Tapi, tiba-tiba aja gue tahu kalau dia udah punya pacar. Gue juga heran tuh sama dia!" ucap Zian.
"Gue gak nyangka ternyata cewek yang lu suka tuh si Laras, berarti sama dong gue juga heran kenapa Laras bisa secepat itu jadian sama pak Zaenal?" ucap Latifah geleng-geleng kepala.
"Entahlah. Oh ya, lu sendiri gimana? Siapa cowok yang lu suka itu?" tanya Zian.
"Itu dia, pak Zaenal."
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...