
...HELO GUYS!...
...WELCOME BACK TO MY STORY!...
..."ANGKASA"...
...\=\=\=...
...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kanπ...
...ΓΓΓ...
#ANGKASA EPS. 101
...β’...
...SELAMAT MEMBACA...πππ...
...β€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈ...
Oni masih bersama Radian di taman kampus dan pria itu tampak berusaha menghiburnya, ya Radian memang berniat untuk membuat Oni tersenyum dan tidak bersedih terus. Apalagi sedari tadi Radian melihat jika Oni memang sedang murung mungkin karena memikirkan kondisinya, tentu Radian tak tega dan sangat merasa bersalah pada Oni saat ini.
Radian pun duduk dekat Oni sembari menggenggam kedua telapak tangan gadis itu, ia juga mengusap rambut Oni dengan lembut sambil tersenyum lalu mulai berbicara pada calon istrinya itu. Sedangkan Oni sendiri hanya diam dengan bibir mengatup dan sesekali membuang muka, Oni tampaknya masih belum bisa tenang dan melupakan semua itu.
"Oni, kamu jangan sedih terus dong! Kita kan udah mau nikah sebentar lagi, harusnya kamu happy bukan malah sedih begini!" ucap Radian sembari melepas earphone yang digunakan Oni.
"Kamu apaan sih Radian? Kenapa dilepas earphone aku? Emang kamu gak lihat kalau aku lagi asyik dengerin lagu?" tanya Oni kesal.
__ADS_1
Radian pun memasang earphone itu di telinganya untuk memastikan apa yang sedang didengarkan oleh gadisnya itu, ya rupanya Oni memang tengah mendengarkan lagu galau sesuai dengan apa yang ia rasakan saat ini yaitu sedih plus galau karena akan menikah sebentar lagi.
"Ya ampun, kamu ngapain sih setel lagu galau? Harusnya kamu dengerin lagu bahagia dong sayang, kan sebentar lagi mau nikah sama aku! Emang kamu gak bahagia ya sayang?" ucap Radian.
"Bukan gitu, aku kan cuma pengen denger musik aja. Karena suasana hati aku lagi gundah, ya makanya aku setel lagu galau itu!" ucap Oni.
"Yaudah, kamu jangan gundah lagi sekarang! Kan udah ada aku sekarang, kamu bisa curhat sepuas kamu sama aku! Aku janji kok pasti bakal dengerin, karena aku ini calon suami yang baik dan pengertian! Pastinya aku juga sayang sama calon istriku yang cantik ini, percaya kan Oni?!" ucap Radian.
"Iya, percaya kok! Kamu emang selalu bisa bikin aku tersenyum Radian, dan aku pengen mengakui satu hal sama kamu! Sebenarnya aku ini dari lama masih berharap buat balikan sama kamu, aku gak nyangka kita bisa dipersatukan oleh Tuhan dengan cara yang seperti ini! Jujur aku bingung, aku harus senang atau sedih bisa nikah sama kamu!" ucap Oni.
"Akhirnya kamu mengakui juga kalau kamu kamu masih sayang sama aku, kenapa gak dari dulu sih kamu bilang begitu? Kalo aku tahu, pasti aku gak akan repot-repot deketin Revi!" ucap Radian.
"Itu dia masalahnya, yang aku tau kamu kan cinta banget sama Revi! Makanya aku takut kamu gak mau balikan lagi sama aku," ucap Oni.
Radian tersenyum kemudian membelai rambut gadis di sampingnya itu, dengan lembut ia mengecup pipi Oni lalu mengusap perut Oni yang saat ini tengah diisi oleh calon bayinya. Radian mengusap perut gadis itu perlahan sembari berdesis di telinga Oni yang membuat Oni bergidik, karena deru nafas Radian terasa pada area lehernya.
Oni pun menoleh ke arah Radian dengan tatapan heran serta bibir mengerucut.
"Berarti kemarin-kemarin kamu gak benar-benar yakin dong buat nikah sama aku? Terus soal lamaran itu, apa kamu juga masih ragu?" tanya Oni.
Radian geleng-geleng kepala sambil menggaruk kepalanya, ia menyesal telah berbicara seperti tadi.
...β’β’β’...
Disisi lain, Zian serta Azim yang baru dari kantin tak sengaja melihat Laras tengah bersama Wisnu alias teman Muzaki di depan sana. Zian yang memang memiliki rasa pada Laras pun merasa emosi serta kesal karena tak terima jika Laras didekati oleh Wisnu pria tulen teman Muzaki itu, begitu juga dengan Azim yang memang membela sohibnya.
Zian akhirnya memilih mendekati Laras dan Wisnu disana dengan mengepal tangannya, sepertinya Zian sudah sangat emosi kepada Wisnu karena berani mendekati gadis incarannya. Zian ditemani oleh Azim mulai melangkah maju mendekati kedua orang yang sedang tampak dekat itu, Zian juga berharap Laras mau mendengarkan ia dan menjauhi Wisnu.
__ADS_1
"Heh cowok sialan!" ucap Zian dengan suara lantang dan tegas sembari menatap tajam wajah Wisnu.
Sontak Wisnu serta Laras langsung terkejut ketika ada suara seseorang yang tiba-tiba muncul, mereka tambah terkejut saat tahu yang datang adalah Zian alias sahabat dari Radian. Wisnu tahu sekali kalau Zian pasti ingin mencari gara-gara dengan ia, karena Wisnu adalah sahabat dari Muzaki alias musuh Radian dan juga teman-temannya di kampus.
"Lu ngapain disini sama cewek gue? Pake deketan segala kayak gitu lagi, gak malu apa lu sama muka yang pas-pasan begitu? Udah awas minggir, gue mau bawa Laras pergi jauh dari lu!" bentak Zian.
Tanpa basa-basi dan banyak cencong, Zian langsung menarik tangan Laras yang sedang duduk secara kasat dan paksa membuat gadis itu meringis kesakitan minta dilepaskan. Melihat hal itu, Wisnu pun bereaksi dan ikut berdiri menentang tindakan Zian yang memaksa Laras untuk pergi bersamanya, padahal Laras bukanlah kekasih dari Zian.
"Hey, anda gak bisa bawa Laras pergi gitu aja dong! Kami disini juga lagi bahas soal kegiatan tim pecinta alam kok, dan diantara kami itu tidak ada apa-apa! Sebaiknya anda lepaskan tangan Laras, atau saya akan berteriak dan seluruh orang disini bakal dengar lalu memukuli anda!" ucap Wisnu.
"Hahaha, si bau bawang udah berani ngomong dan ngancam gue sekarang! Oke Wisnu, gue jabanin tantangan lu itu!" ujar Zian tersenyum licik.
"Kak Zian, ini kenapa sih? Kok kak Zian malah tarik tangan aku begini?" tanya Laras tak mengerti.
"Iya Laras sayang, kamu itu kan pacar aku! Jadi, aku gak mau kamu dekat-dekat sama dia! Aku cemburu loh sayang, mending kamu sama aku aja yang udah jelas-jelas orang kaya dan aku juga tulus kok sayang sama kamu Laras!" ucap Zian.
"Hah? Pacar? Emangnya kapan kita jadian kak Zian?" tanya Laras terheran-heran.
"Umm, kapan ya? Sekarang aja deh, mulai saat ini kamu resmi jadi pacar aku sayang! Udah yuk, ikut aja sama aku kita pergi dari sini!" ucap Zian.
"Eee ma-maaf kak! Tapi, aku bukan pacar kakak! Aku juga gak mau pergi dari sini!" tolak Laras.
Wisnu pun tersenyum mendengar perkataan Laras, sedangkan Zian tampak kecewa karena Laras justru membela Wisnu dibanding dirinya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1