
...HELO GUYS!...
...WELCOME BACK TO MY STORY!...
..."ANGKASA"...
...\=\=\=...
...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kanπ...
...ΓΓΓ...
#ANGKASA EPS. 83
...β’...
...SELAMAT MEMBACA...πππ...
...β€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈ...
TOK TOK TOK...
"Non, ini si mbok!" teriak mbok Irma dari luar kamar Oni sambil mengetuk-ngetuk pintu.
"Iya..." balasan dari Oni.
Ceklek...
Oni pun membuka pintu dan menemui mbok Irma yang sudah berdiri disana, ia tersenyum lalu bertanya mengenai testpack yang sebelumnya ia pesan pada mbok Irma untuk dibelikan.
"Eh mbok, gimana mbok? Testpack nya ada kan?" tanya Oni sambil tersenyum.
__ADS_1
"Oh, ada kok non. Yang ini kan?" ucap mbok Irma menyerahkan sebuah testpack pada Oni.
"Nah iya bener, yang ini mbok! Makasih ya, kalo gitu aku mau ke dalam lagi ngerjain tugas!" ucap Oni langsung berniat untuk memakai testpack itu.
"Eh non, kenapa gak makan siang dulu? Itu kan si mbok udah beliin lauknya," ucap mbok Irma.
"Duh, aku belum lapar mbok! Mbok makan duluan aja ya, nanti aku nyusul deh! Seriusan ini aku masih kekenyangan tadi abis makan jajanan di kampus, gapapa ya mbok?" ucap Revi berbohong sembari mengusap perutnya pura-pura kenyang.
"Oalah, tapi itu loh di bawah ada mbak Syahra sama dua temannya. Mereka katanya mau ketemu sama non Oni, jadi gimana nih? Si mbok ajak mereka ke atas atau gimana non?" ucap mbok Irma.
"Hah? Ada Syahra di bawah?" ujar Oni kaget.
"Eee iya non, emangnya kenapa ya non? Bukannya mbak Syahra itu teman kampusnya non Oni, ya? Kok non kayak kaget gitu?" tanya mbok Irma.
"Gak, gapapa mbok. Aku cuma heran aja ngapain gitu mereka pake kesini segala? Padahal kan aku sama dia udah ketemu di kampus tadi," jawab Oni sambil nyengir berharap mbok Irma tak curiga.
"Ohh, kalo itu sih si mbok gak tahu non. Mungkin aja mereka mau main sama non Oni," ucap mbok Irma.
"Iya deh mbok, yaudah biar aku temuin mereka di bawah nanti. Sekarang aku mau ambil jaket dulu, mbok duluan aja ke bawahnya sekalian siapin makan siang buat mereka! Aku juga mau ikutan makan siang deh, walau belum lapar sih!" ucap Oni.
"Iya mbok, bilang sama mereka suruh tunggu aku sebentar ya!" ucap Oni.
"Iya iya, siap non!" ucap mbok Irma sambil tersenyum lalu berbalik badan dan bersiap pergi.
Sementara Oni kembali masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil outer sebelum turun menemui Syahra dan teman-temannya, sebenarnya Oni malas sekali untuk menemui mereka karena ia tahu kalau ketiga gadis itu pasti hanya ingin mengejeknya atau bahkan menertawakan ia, apalagi ia juga tahu kalau Syahra lah yang menyebarkan isu-isu tersebut.
"Huft, ngapain lagi sih Syahra pake kesini segala? Rencana gue buat pake testpack gagal deh, tapi gapapa kan gue bisa coba setelah cewek-cewek itu pulang!" gumam Oni jengkel.
Oni pun menyimpan testpack milik ya yang baru dibelikan oleh mbok Irma itu di laci, Oni ingin berjaga-jaga saja khawatir kalau nantinya ada yang masuk ke kamarnya dan melihat benda itu. Ya walau tak mungkin ada yang berani melakukan itu saat ia tidak ada di kamarnya, namun Oni tetap mewaspadai hal itu karena tak ada yang tidak mungkin.
Setelah selesai, Oni kembali keluar kamar dan menutup pintu rapat-rapat dari luar lalu turun ke bawah menemui Syahra dan kedua temannya yang sedang duduk menunggu di sofa. Tak lupa Oni membawa handphone yang siap sedia merekam percakapan ia dengan Syahra nanti, barangkali saja Syahra keceplosan atau bahkan mengaku.
__ADS_1
...β’β’β’...
Disisi lain, Revi masih penasaran lantaran Radian tampak terkejut begitu ia melontarkan pertanyaan mengenai Oni yang dituduh hamil itu kepada Radian. Ya Revi pun semakin yakin bahwa ada yang disembunyikan oleh pria itu, namun ia belum tahu pasti apa sebenarnya yang terjadi pada Oni sehingga Syahra bisa menyebarkan isu tidak benar itu.
Sementara Radian sendiri berusaha tetap tenang dan menutupi kejadian malam itu dari Revi, ia tak ingin gadis itu tau kebenarannya dan nantinya akan membenci ia. Namun, sepertinya sulit bagi Radian untuk terus berbohong dari Revi karena gadis itu juga masih sangat penasaran dan menunggu jawaban dari Radian mengenai Oni yang hamil itu.
"Kak, sebenarnya ada apa sih? Kenapa kak Radian kelihatan panik gitu?" tanya Revi penasaran.
"Hah? Si-siapa yang panik sih?" ujar Radian gugup.
"Ya siapa lagi kalau bukan kak Radian? Kelihatan kok, tadi kan awalnya kita ngobrol biasa aja. Terus pas aku tanya soal kak Oni, eh kak Radian langsung kayak kaget dan panik gitu!" ucap Revi.
"Ahaha, aku tuh gak kaget atau panik Rev! Aku cuma bingung aja harus jawab gimana, soalnya aku juga gak tahu darimana Syahra bisa menyimpulkan kalau Oni itu hamil hanya karena dia ngeliat Oni lagi muntah-muntah di toilet!" ucap Radian mengelak.
"Oh gitu, aneh juga ya? Masa anak kuliahan kayak kak Syahra gak bisa berpikir jernih gitu? Orang muntah-muntah itu kan banyak sebabnya, bukan cuma karena hamil!" ucap Revi heran.
"Entahlah, namanya juga orang iri dengki ya begitu jadinya!" ucap Radian santai.
"Yaudah, kita sekarang mau cari kak Syahra kemana lagi nih kak? Udah satu kampus loh kita susurin, tapi gak ketemu juga kak Syahra nya!" ucap Revi.
"Aku juga belum tahu, udah sekarang kamu fokus aja abisin minuman sama cemilannya!" ucap Radian.
"Iya kak, tapi kan kita juga harus mikirin rencana selanjutnya buat cari kak Syahra! Karena aku pengen tanya ke dia apa maksudnya bikin isu kayak gitu ke kak Oni dan sampai bikin kak Oni dihujat?! Aku sebagai teman kak Oni kan kesel banget, makanya aku mau tanya langsung ke dia!" ucap Revi.
"Sabar Rev! Kalau kamu ketemu Syahra, jangan langsung emosi begitu! Gimanapun juga kamu kan junior disini, jadi kamu harus jaga sikap supaya gak ada yang hujat kamu juga!" ucap Radian.
"Umm, iya juga sih! Yaudah deh, masalah marah begitu aku serahin aja ke kak Radian! Tapi, kak Radian harus bisa luapin semua kekesalan kak Oni itu ke kak Syahra! Supaya aku juga bisa puas dan gak perlu repot-repot keluarin tenaga buat marah, bisa kan kak?" ucap Revi tersenyum.
"Hahaha, bisa kok tenang aja!" ucap Radian nyengir.
Mereka pun lanjut memakan cemilan serta meminum minuman yang mereka pesan disana.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...