Angkasa

Angkasa
Kericuhan di rumah Revi


__ADS_3

...HELO GUYS!...


...WELCOME BACK TO MY STORY!...


..."ANGKASA"...


...\=\=\=...


...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏...


...×××...


#ANGKASA EPS. 151


...•...


...SELAMAT MEMBACA...🎉🎉🎉...


...❤️❤️❤️❤️...


Revi masih berbincang berdua dengan Arsyan di depan gerbang rumahnya, gadis itu terpaksa terus meladeni Arsyan biarpun ia sangat malas melakukan itu, ya tentu karena Arsyan sulit dibilangi dan tidak mau pergi dari sana.


Padahal sudah berkali-kali juga Revi meminta Arsyan untuk pergi, ia pun telah menjelaskan kalau ia harus mengantar mamanya menemui temannya dan tidak bisa terus meladeni Arsyan, namun pria itu malah tak percaya dan ingin tetap berada disana.


"Syan, kamu ini sebenarnya mau apa sih? Aku kan udah bilang, aku harus temenin mama ku ketemu temannya! Kamu pergi dong dari sini!" ujar Revi.


"Kenapa aku harus pergi? Kalau aku bisa disini sama kamu sepanjang waktu, buat apa aku pergi? Dengar Revi cantik, aku gak akan pernah pergi tinggalin kamu sampai kapanpun!" ucap Arsyan.


"Haish, kamu susah ya dibilanginnya!" ujar Revi.


"Kenapa? Intinya aku pengen tetap disini, walau kamu terus usir aku!" tegas Arsen.


Revi pun memutar bola matanya kesal, ia tak tahu harus bagaimana lagi untuk dapat mengusir pria tersebut dari rumahnya.


"Yaudah lah, terserah kamu aja! Aku sekarang harus pergi temenin mama, silahkan aja kalo kamu pengen disini sampe kapanpun itu!" bentak Revi geram.


Revi yang kesal akhirnya berbalik badan, lalu pergi kembali menemui mamanya.


Arsyan kini percaya kalau memang Revi hendak pergi dengan mamanya, biarpun begitu ia tetap saja kekeuh tak mau pergi dari sana dan memilih menunggu sampai gadis itu kembali.


Juliana merasa heran melihat raut kekesalan di wajah putrinya, saat Revi masuk ke mobil dan duduk di sampingnya Juliana pun bertanya langsung pada gadis itu karena ia penasaran, namun Juliana juga sudah yakin kalau itu akibat dari Arsyan.


"Revi, kamu kenapa sayang?" tanya Juliana.

__ADS_1


"Mah, aku bete banget sama Arsyan! Padahal aku udah usir dia daritadi loh, eh tapi dia malah gak mau pergi juga!" jawab Revi kesal.


"Sabar sayang! Biarin aja dia disitu sendiri, kamu gak perlu temuin dia lagi! Sekarang kamu mending ikut sama mama, supaya kamu juga bisa tenangin diri kamu sayang!" ucap Juliana.


"Iya deh mah, aku juga males banget sih ladenin cowok gak jelas kayak dia!" ujar Revi.


Juliana tersenyum sembari mengusap punggung putrinya dengan lembut.


"Pak Darwin, kita jalan sekarang ya!" ucap Juliana.


"Baik nyonya!" ucap pak Darwin.


Pak Darwin pun segera melajukan mobilnya sesuai perintah dari Juliana.


Melihat itu, pak Fadlul yang berjaga di depan langsung bergerak membuka pintu gerbang agar mobil milik majikannya itu bisa lewat dengan mudah. Namun, Arsyan dan motornya justru tetap disana dan tak perduli sama sekali.


"Heh! Minggir jangan disitu! Kamu gak lihat ada mobil majikan saya mau keluar?" tegur pak Fadlul.


"Lihat kok, tapi saya gak mau minggir. Saya mau tetap disini pak, jadi bapak gak bisa usir saya kayak gitu!" ucap Arsyan.


"Ealah kamu ini cari gara-gara aja di rumah orang!" ujar pak Fadlul terbawa emosi.


Tiiinnnn...


"Duh, ini gimana ya Bu? Itu cowok di depan gak mau minggir lagi, kita gak bisa lewat!" tanya Darwin.


"Eee saya juga gak tahu, pak!" ujar Juliana bingung.


Revi pun merasa bersalah, karena Arsyan begitu akibat niatnya yang ingin kembali berpacaran dengan Revi.


"Mah, biar aku yang urus ya? Ini kan salah aku, jadi aku harus tanggung jawab!" ucap Revi.


"Eh jangan sayang, kali ini biar mama aja! Dia itu udah kelewatan sampe kayak gitu, kamu tunggu disini sayang!" ucap Juliana.


"Ta-tapi mah—"


"Udah gapapa, tunggu aja disini!" potong Juliana.


"I-i-iya mah, mama hati-hati ya! Jangan marah-marah, nanti mama tambah tua loh!" ucap Revi.


"Hahaha, oke sayang!" ujar Juliana.


Akhirnya Juliana lah yang turun dari mobil untuk menemui Arsyan di depan sana, sedangkan Revi tetap menunggu di dalam mobil.

__ADS_1




Melihat Juliana muncul, Arsyan langsung tersenyum dan turun dari motor untuk menyambut sang ibu dari gadis tercintanya itu. Ya Arsyan mengira Juliana akan memberi izin padanya untuk menemui Revi.


"Halo tante! Maaf lahir batin ya, perkenalkan saya Arsyan teman sekolah Revi dulu!" ucap Arsyan.


"Ya, saya sudah tahu! Sekarang kamu mending pergi deh dari rumah saya, jangan ganggu ketentraman anak saya!" ujar Juliana emosi.


"Loh, kok gitu sih tante?" tanya Arsyan heran.


"Iya, udah sana pergi! Lagian saya sama Revi ini mau keluar, kamu gak bisa ngalangin jalan saya! Ini rumah saya dan saya berhak mengusir kamu dari sini! Ayo cepat pergi sebelum kesabaran saya habis!" bentak Juliana emosi.


Arsyan terdiam merunduk, entah apa yang ada di pikirannya karena ia memilih tetap disana.


"Ohh, kamu mau nantang saya ya? Oke, saya bisa perintahkan supir saya untuk tabrak kamu dan motor kamu ini sekalian sampai hancur! Itu pilihan kamu sendiri, karena kamu gak mau pergi!" ujar Juliana.


Juliana berbalik dan hendak kembali ke mobilnya, namun akhirnya pria itu berteriak menahan Juliana.


"Tunggu tante!" teriak Arsyan.


"Ya, ada apa lagi?" tanya Juliana.


"Yaudah, saya minggir deh. Apapun buat calon mertua yang saya cintai dan hormati, yang penting saya nanti bisa dapat izin ketemu sama Revi!" ucap Arsyan tersenyum.


"Heh! Kamu itu jangan harap ya bisa sama putri saya, dia itu udah punya pacar dan dia sendiri udah kenalin pacarnya ke saya! Lagian kamu kan cuma masa lalu Revi, kenapa sih kamu gak moveon aja dan lupain Revi? Masih banyak cewek lain di luaran sana, jangan jadi gila hanya karena satu perempuan!" ujar Juliana.


"Gapapa tante, selagi janur kuning belum melengkung itu artinya saya masih punya kesempatan untuk merebut Revi dari pacarnya! Tante lihat aja, siapa nantinya yang bakal menikah dengan anak tante itu!" ucap Arsyan.


"Saya juga gak sudi ya punya menantu seperti kamu!" bentak Juliana.


Tak lama kemudian, sebuah motor berhenti di dekat mereka dan membuat keduanya terkejut. Apalagi saat si pengendara itu membuka helm dan menunjukkan wajahnya.


"Assalamualaikum, tante!" ucapnya.


Ya itu adalah Muzaki yang baru datang ke rumah Revi, tentu saja Juliana serta Arsyan terkejut melihat kehadiran Muzaki disana. Terlebih Arsyan yang memang sangat kesal dengan Muzaki.


Tak hanya sang mama, Revi pun amat syok ketika melihat Muzaki turut hadir di rumahnya.


"Kak Zaki...??"


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2