
...HELO GUYS!...
...WELCOME BACK TO MY STORY!...
..."ANGKASA"...
...\=\=\=...
...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kanπ...
...ΓΓΓ...
#ANGKASA EPS. 227
...β’...
...SELAMAT MEMBACA...πππ...
...β€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈ...
Keesokan harinya, tibalah waktu dimana Suci akan berangkat menuju Swiss untuk melanjutkan kuliahnya yang sempat tertunda. Suci memang sangat sulit untuk pergi jauh dari Muzaki, namun ia tak memiliki pilihan lain selain melakukan itu karena ia harus bisa melupakan Muzaki.
Saat ini gadis itu sudah bersiap dengan barang bawaannya untuk segera berangkat ke bandara, ia akan diantar oleh sang supir serta kedua orangtuanya. Kebetulan sang ayah sengaja libur hari ini khusus untuk mengantar putrinya yang akan terbang ke Swiss.
"Suci sayang, kamu nanti hati-hati ya disana! Jangan lupa makan sama istirahat yang cukup loh! Mommy gak mau kamu sampai sakit!" ucap Ellis alias mommy Suci.
"Iya mom, aku bakal jaga diri kok!" ucap Suci.
"Yasudah, kamu udah siapin semua kan barang bawaan kamu? Gak ada yang ketinggalan kan?" tanya Brando (Daddy Suci).
"Gak ada kok, dad. Semuanya udah aku bawa di koper ini, jadi aku bisa berangkat sekarang." jawab Suci sambil tersenyum.
"Baguslah! Ayo masuk ke mobil, Daddy sama mommy kamu bakal ikut antar kamu sampai bandara. Kasihan mommy kamu kalo gak diturutin, nanti dia malah ngambek terus nangis-nangis begitu kamu pergi," ujar Brando.
"Ahaha, Daddy bisa aja.." Suci tertawa dengan perasaan sedihnya.
"Ish, papi ini gimana sih? Mana ada mami kayak gitu? Mami kan mau antar Suci, karena nantinya mami bakal lama pisah sama Suci. Jadi, mami mau antar Suci sampai bandara!" ujar Ellis.
"Iya mami sayang," Brando menggoda istrinya dengan mencolek dagu Ellis sambil terkekeh kecil.
__ADS_1
"Duh, aku jadi iri ngeliatnya. Pengen deh cepat-cepat lulus kuliah abis itu punya suami, pasti bakalan seru banget!" ucap Suci.
"Iya sayang, kalo gitu kamu semangat kuliahnya ya supaya bisa cepat-cepat lulus! Mami sama papi selalu doakan kamu semoga kamu dapat suami yang baik dan bisa sayang sama kamu! Jangan pernah menyerah ya cantik!" ucap Ellis.
Suci mengangguk disertai senyum di bibirnya, "Iya mom, aku bakal buktiin ke mommy sama daddy bahwa aku bisa jadi wanita yang sukses! Aku gak akan kecewakan mommy ataupun Daddy, aku janji mom!" ucapnya penuh semangat dan tekad yang kuat.
"Nah itu baru anak Daddy! Tapi kamu harus ingat sayang, kamu gak boleh mikirin Muzaki lagi! Karena itu cuma bikin kamu menderita, dan sulit untuk menata hidup kamu!" ujar Brando.
"Benar sayang, mommy gak mau kamu terus-terusan terjebak masa lalu dan sulit melupakan Muzaki." sahut Ellis.
"Tenang aja mom, dad! Aku kan sengaja berangkat ke Swiss supaya aku bisa jauh dari Muzaki dan gak selalu mikirin di di kepala ku, aku juga janji selama di Swiss pasti aku akan banyak belajar untuk bisa melupakan Muzaki!" ucap Suci.
"Yaudah, kalo gitu kita cepat masuk ke mobil! Ini udah mau jam sebelas, nanti kamu terlambat loh sayang naik pesawatnya! Pesawat kamu terbang dua jam lagi kan?" ucap Brando panik.
"Oh iya, papi kamu benar! Yuk sayang kita jalan sekarang!" ucap Ellis.
"Iya mom, dad." Suci mengangguk setuju.
Lalu, Brando pun memerintahkan supirnya memasukkan koper milik Suci ke dalam bagasi, sedangkan mereka bertiga memasuki mobil.
Brandon tidak jadi meminta diantar oleh supir, karena ia berpikir untuk menyetir sendiri saja supaya lebih efektif.
"Sayang, kamu yakin kan gak ada yang ketinggalan?" tanya Ellis memastikan.
"Yaudah, ayo pih jalan!" ucap Ellis.
"Siap mami!" Brando menurut lalu segera menancap gas pergi dari sana.
Suci tampak melamun sembari menyenderkan kepalanya di kaca mobil.
"Zaki, selamat tinggal!" batin Suci.
β’
β’
Sementara itu, Muzaki juga tengah termenung seorang diri di kampusnya. Entah mengapa pria itu jadi terpikirkan pada sosok Suci yang hari ini akan berangkat ke Swiss, Muzaki merasa sedih mengingat dirinya dahulu sangat ingin sekali Suci tinggal di Indonesia agar lebih dekat dengannya.
Namun, semua itu kini tinggallah kenangan karena Muzaki sudah berpisah dengan Suci dan memiliki kekasih baru yakni Revi. Muzaki sebenarnya juga memiliki niatan untuk menemani Suci menuju bandara hari ini, akan tetapi ia khawatir jika Revi merasa cemburu nantinya.
__ADS_1
"Huft, saya kok jadi kepikiran terus ya sama Suci? Kira-kira dia sekarang udah berangkat apa belum ya ke bandara? Saya pengen banget telpon dia dan tanya langsung, tapi nanti dia malah kege'eran lagi kalau saya telpon!" gumam Muzaki dalam hati.
Tak lama kemudian, Wisnu muncul dan duduk di sampingnya sembari menyapa Muzaki.
"Oi bro!" Wisnu menepuk pundak sohibnya sambil tersenyum, membuat Muzaki yang sedang bengong sedikit terkejut.
"Eh iya, kenapa?" ujar Muzaki sedikit kaget.
"Hahaha... lu ngapa bengong aja bro disini? Lagi mikirin apa lu? Hayo, pasti lagi bayangin yang jorok jorok kan lu!" ucap Wisnu.
"Apaan sih? Gue gak ada mikir begituan, gue cuma lagi mikirin si Suci." kata Muzaki.
"Hah? Ngapain lu mikirin Suci, Zak? Lu masih cinta sama dia? Astaghfirullah Muzaki, inget loh lu udah punya Revi! Gak seharusnya lu mikirin Suci disaat lu punya cewek!" ucap Wisnu heran.
"Bukan gitu, hari ini kan Suci mau ke Swiss. Gue agak sedih aja ditinggal dia, ya biar gimanapun gue sama dia kan udah lama berhubungan. Tetap aja gue agak gimana gitu karena dia mau balik ke luar negeri," ucap Muzaki menjelaskan pada Wisnu.
"Apa? Kok dia gak bilang ke gue sih kalo mau ke Swiss hari ini? Padahal kita sempat makan berdua di cafe, tapi dia gak bahas soal itu." ujar Wisnu.
"Mungkin Suci lupa, atau dia gak sempat pamitan sama lu. Soalnya dia bilang, keputusan ini dia ambil mendadak. Karena dia pengen berusaha buat lupain gue," ucap Muzaki.
"Oh gitu, terus berarti dia sekarang udah berangkat ke Swiss dong?" tanya Wisnu.
"Gue kurang tahu, mungkin aja dia masih di bandara. Emangnya kenapa?" ucap Muzaki.
"Gue kayaknya mau nyusul deh ke bandara, siapa tahu aja dia masih ada disana. Barangkali kan gue bisa ketemu sama dia walau sebentar," ucap Wisnu.
"Gue mau tanya deh sama lu, apa benar lu ada rasa sama Suci? Dari yang gue lihat-lihat, lu kayak gak senang gitu si Suci mau pergi." kata Muzaki.
"Ya lu tahu sendiri lah," ujar Wisnu malu-malu.
"Hahaha... kalo gitu gue dukung lu bro buat bisa dapetin Suci!" ucap Muzaki tersenyum.
"Gimana caranya bro? Dia aja kan mau pergi ke Swiss sekarang, gimana bisa gue dapetin Suci?" ujar Wisnu terheran-heran.
"Tenang aja! Walau lu belum bisa dapetin Suci sekarang, tapi kan lu masih ada kesempatan sewaktu Suci udah kembali ke Indonesia. Yang penting lu utarakan dulu aja perasaan lu ke dia, sana gih cepat lu ke bandara!" ucap Muzaki.
"Oh iya ya... yaudah, gue cabut dulu ya bro? Assalamualaikum!" ucap Wisnu bangkit dari duduknya.
"Waalaikumsallam," Muzaki tersenyum lebar.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...