
...HELO GUYS!...
...WELCOME BACK TO MY STORY!...
..."ANGKASA"...
...\=\=\=...
Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kanπ
...ΓΓΓ...
#ANGKASA EPS. 64
...β’...
...SELAMAT MEMBACA...πππ...
...β€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈ...
Revi yang baru selesai buang air kecil dari kamar mandi, kini berniat untuk memperlama waktu agar ia tidak harus bertemu dengan Muzaki karena sungguh Revi sangat malas berdekatan dengan pria itu. Ya kebetulan tadi ia memiliki alasan untuk pergi menghindar dari mereka, jika tidak mungkin ia masih terperangkap disana bersama Muzaki dan Laras.
Revi pun pergi ke tempat lain yang jauh dan berbeda dengan Muzaki, walau sebenarnya ia ragu untuk menjauh dari mereka karena ada Latifah disana juga yang merupakan temannya. Namun, Revi tetap saja pergi menjauh dari orang-orang itu dan memilih untuk mendatangi rumah hantu yang kebetulan juga ada di dalam pasar malam tersebut.
"Maaf ya Ifah! Aku gak mau bareng sama kak Zaki terus-terusan, apalagi disana juga ada Laras yang kelihatan dekat banget sama kak Zaki! Lebih baik aku pergi aja yang jauh," ucap Revi sambil berjalan.
Bruuukkk...
Tanpa sengaja tiba-tiba saja Revi justru menabrak tubuh seseorang saat hendak berjalan, ia pun cukup terkejut dan panik sekali ketika saat ini tubuhnya berada dalam dekapan orang itu. Revi coba untuk menoleh melihat wajah pria yang saat ini mendekapnya erat, matanya terbelalak karena yang ia lihat saat ini adalah seorang pria dewasa berkumis yang sedang tersenyum memandang ke arahnya.
"Ma-maaf...."
__ADS_1
Revi langsung tampak gugup dan melepaskan diri dari dekapan pria tersebut, entah mengapa ia merasa ngeri begitu melihat sosok pria dewasa tersebut tengah memeluknya. Apalagi senyum di wajah pria itu menambah kengerian yang dirasakan oleh Revi, itulah sebabnya Revi memilih menjauh karena tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi padanya.
"Gapapa, kamu kesini sendirian?" tanya pria itu.
"Umm, enggak kok. Aku kesini sama teman, maaf om tadi saya gak sengaja!" ucap Revi gugup.
"Iya gapapa, kamu manis banget!" ujar pria itu.
Sontak Revi terhenyak kaget mendengar ucapan dari pria tersebut yang memuji dirinya, bukannya senang ia justru takut dan deg-degan saat dipuji seperti itu oleh pria dewasa di depannya. Apalagi Revi melihat sendiri bagaimana ekspresi pria itu yang tampak sangat menyeramkan, mungkin seperti om-om pedofil yang sedang melancarkan aksinya disana.
"Eee aku permisi dulu om, kayaknya teman-teman aku juga udah pada nunggu!" ucap Revi.
"Oh gitu, ya oke deh kamu boleh pergi! Tapi, jangan panggil om dong! Saya ini masih muda kok, baru jalan empat puluh tahun!" ujar pria itu tersenyum.
"Hah? Iya iya, maksud aku tadi aku permisi dulu bang!" ucap Revi meralat ucapannya.
"Nah gitu dong, iya itu baru bener dan pas banget buat saya! Panggil bang bukan om, duh makin manis aja kamu saya lihat-lihat! Boleh saya minta nomor telepon kamu manis?" ucap pria itu.
"Bu-buat apa ya?" tanya Revi tak mengerti.
"Eee...."
Revi tampak kebingungan sambil garuk-garuk lehernya, namun akhirnya ia berjalan pergi dari sana meninggalkan pria tersebut dengan langkah cepat untuk kembali menuju tempat wahan kora-kora dimana teman-temannya berada, kini Revi mengurungkan niatnya untuk menjauh dari Muzaki karena kehadiran pria dewasa yang aneh tersebut.
Bagi Revi kini yang penting adalah ia bisa lepas dari kejaran pria dewasa itu, ia tak perduli harus bertemu dengan Muzaki atau siapapun itu karena baginya itu justru lebih aman saat ini. Apalagi pria tadi juga sudah semakin menjadi-jadi dengan meminta nomor telepon milik Revi, ya tentu saja hal itu membuat Revi ketakutan bukan main sehingga hampir jantungan.
"Huh untung aja dia gak ngejar! Ngeri banget sih tuh om-om tua, bisa-bisanya dia godain aku dan minta nomor telepon aku! Kalau sampai dia ngejar tadi, beuh bisa kencing di celana aku!" batin Revi.
Ya suasana pasar malam yang ramai memang menjadi keselamatan sendiri bagi Revi, karena pria dewasa tadi mengurungkan niat untuk mengejar Revi yang berjalan cukup cepat. Sehingga kini Revi bisa selamat dari pria yang menyeramkan itu, terlebih pria itu juga terus saja menakutinya dengan senyuman tipis seperti seorang pedofil.
β’
__ADS_1
β’
Sesampainya kembali di wahana kora-kora tempat teman-temannya berada, kini Revi langsung menghampiri ketiga temannya yang tampak kesal lantaran Revi pergi terlalu lama. Ya Revi masih ngos-ngosan sehingga ia harus berdiam diri lebih dulu dan mengatur nafasnya, tentu bertemu dengan sosok pria dewasa yang menyeramkan tadi membuat Revi masih sangat-sangat takut.
Latifah yang kebetulan juga ada disana pun langsung menghampiri sahabatnya tersebut, ia bingung plus heran mengapa Revi bisa sampai ngos-ngosan seperti habis dikejar anjing. Begitupun dengan Muzaki serta Laras yang tak kalah bingungnya dari Latifah, mereka bertiga maju mendekati Revi untuk bertanya secara langsung pada gadis tersebut.
"Rev, kamu ini kenapa? Kok kayak habis lari maraton begitu?" tanya Muzaki penasaran.
"Iya Rev, gue heran deh sama lu! Tadi kan lu pamitnya mau ke toilet, lah kenapa sekarang balik jadi ngos-ngosan gitu?" sahut Latifah.
"Eee aku tadi nabrak om-om gitu pas habis dari toilet dan pengen kesini, terus dia bilang aku manis dan minta nomor telepon aku!" jelas Revi.
"Hah? Ih ya ampun ngeri banget sih!" ujar Latifah.
"Nah, maka dari itu aku lari kesini buat ngehindar dari dia! Untung aja dia gak kejar aku, tapi jadinya aku capek banget deh ngos-ngosan!" ucap Revi masih dengan nafas tersengal-sengal.
"Yaudah, lu duduk gih istirahat! Supaya lu gak capek dan pegel lagi!" ucap Latifah.
"Lah terus naik kora-kora nya gimana, Fah?" tanya Revi menatap ke arah wajah Latifah.
"Mau naik gimana sih? Tiket lu tadi udah kadaluarsa, abisnya lu lama banget ke toiletnya! Jadi, kita cuma naik bertiga deh tadi!" ucap Latifah.
"Hah? Ya ampun, sial banget sih aku!" ucap Revi.
"Tenang aja Rev! Kamu kan bisa naik kora-kora itu lagi, tinggal beli aja tiketnya di loket terus kamu bisa deh naik sama yang lain! Ya kalau kamu mau ditemani aku, gapapa kok." ucap Muzaki.
"Nah tuh, mau ditemenin kak Zaki tuh! Udah sana beli lagi tiketnya, supaya lu gak sia-sia dateng ke pasar malam ini! Lagian kora-kora nya tadi seru kok, buruan gih sana!" ucap Latifah.
"Ah gak mau! Mending kita naik yang lain aja, yuk!" ucap Revi langsung beranjak dari kursinya.
Revi pun menarik tangan Latifah mengajak gadis itu pergi menjauh dari Muzaki.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...