Angkasa

Angkasa
Terima beres


__ADS_3

...HELO GUYS!...


...WELCOME BACK TO MY STORY!...


..."ANGKASA"...


...\=\=\=...


...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏...


...Γ—Γ—Γ—...


#ANGKASA EPS. 121


...β€’...


...SELAMAT MEMBACA...πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰...


...❀️❀️❀️❀️...


Sesudah puas melihat-lihat pemandangan indah di taman kampus, kini Revi telah pergi dari taman tersebut dan hendak menemui Latifah untuk mengecek apakah gadis itu sudah selesai kelas atau belum. Revi pun berjalan melalui lorong kampus yang lumayan sepi itu, ya karena sedikit juga mahasiswa yang hadir ke kampus hari ini.


Disaat ia tengah asyik berjalan, tiba-tiba saja Revi tak sengaja melihat sosok Muzaki tengah kesakitan di depan sambil memegangi perutnya. Ya tentu Revi langsung panik dan cemas begitu melihat Muzaki terduduk di lantai, apalagi pria itu terlihat cukup kesakitan dan membuat hati rapuh Revi merasa kasihan serta ingin bergerak membantu Muzaki.


"Kak Zaki, ya ampun kak Zaki kenapa?" tanya Revi panik sembari mendekat ke arah Muzaki.


"Rev, kamu ngapain disini?" ujar Muzaki.


"Aku gak sengaja lewat, ini kenapa kak Zaki bisa jadi kayak begini sih? Perut kak Zaki kenapa? Eee maaf nih kak, tapi apa kak Zaki lapar atau sakit perut karena mau buang air?" tanya Revi penasaran.


"Hahaha, ada-ada aja kamu! Aku bukan lapar atau sakit perut karena kebelet, ini aku tadi gak sengaja kepentok tembok aja kok!" jawab Muzaki bohong.

__ADS_1


"Yakin kak? Kak Zaki gak lagi bohongin aku kan? Mana mungkin kepentok tembok bisa kayak gini sih, kak? Udah lah kak Zaki jujur aja sama aku, siapa yang udah mukul kak Zaki sampai kayak gini?" ucap Revi tak percaya begitu saja.


"Beneran kok, masa aku bohong puasa-puasa begini? Lagian mana mungkin ada yang mukul aku di kampus sih? Udah kamu gausah panik gitu, aku juga baik-baik aja kok! Rasa sakitnya perlahan udah mulai hilang, tapi emang aku masih mau tunggu sampai bener-bener ilang aja!" ucap Muzaki tersenyum.


"Oh gitu, Alhamdulillah deh kalau emang kak Zaki gak dipukul sama orang! Tadinya aku pikir kak Zaki ada masalah lagi kayak dulu waktu dipukulin kak Radian, tapi aku ikut seneng kok!" ucap Revi.


"Iya Rev, makasih ya atas perhatian kamu! Aku jadi malu deh!" ucap Muzaki tersipu.


"Eee..." Revi pun ikut gugup saat itu juga.


Akhirnya Muzaki memutuskan untuk bangkit walau ia masih merasakan sakit, ia tak ingin Revi terus khawatir padanya saat ini.


"Nah, aku udah mendingan nih. Kamu gak perlu cemas lagi sama aku, Rev!" ucap Muzaki.


"Syukurlah! Aku ikut senang ngeliat kak Zaki udah baik-baik aja, tapi lain kali kak Zaki hati-hati dong! Masa bisa sampe kepentok tembok segala sih perutnya? Itu bahaya loh kak, kalau kena organ dalam bisa makin parah!" ucap Revi.


"Iya Rev, lain kali aku gak gitu lagi kok! Sekali lagi makasih ya kamu udah mau perhatian sama aku, ini sesuatu yang spesial banget buat aku dan sangat aku tunggu-tunggu!" ucap Muzaki.


"Oh iya iya, maaf ya gara-gara aku, kamu malah jadi singgah sebentar disini dan gak temuin Latifah!" ucap Muzaki merasa tidak enak.


"Gapapa kak," ucap Revi tersenyum manis.


Setelah saling pandang selama beberapa saat, kini Revi berniat melanjutkan langkahnya untuk menemui Latifah di kelasnya. Sedangkan Muzaki tetap diam di tempat dan masih memegangi perutnya, ia tak menyangka kalau bisa bertemu dengan Revi dan mendapat perhatian dari gadis itu.


"Duh, kalau gini saya jadi mau dipukul terus deh sama Zian. Siapa tahu dengan begitu, saya bisa ketemu dan dapat perhatian lagi dari Revi kan?" gumam Muzaki sambil nyengir tak karuan.


...β€’β€’β€’...


Disisi lain, Radian akhirnya dapat menemukan keberadaan Oni setelah pusing kesana-kemari mencari gadis itu. Ya Radian pun tersenyum lalu menghampiri Oni yang sedang duduk sendirian di dekat danau, pria itu tanpa rasa ragu ikut duduk di samping Oni dan satu tangannya langsung bergerak merangkul pundak gadis itu dengan santainya.


Tentu saja karena pundaknya disentuh secara tiba-tiba dari samping, membuat Oni terkejut dan reflek menoleh ke arah sampingnya. Rasa kaget Oni seketika berubah ketika mengetahui yang muncul adalah Radian alias calon suaminya itu, ya Oni pun menghela nafas sejenak sembari memejamkan mata tak tahan dengan kelakuan Radian.

__ADS_1


"Ish, kamu mah ngagetin aku aja sih! Mau kamu sini aku cubit biar kesakitan?!" ujar Oni kesal.


"Hahaha, jangan marah-marah gitu dong sayang! Aku kan calon suami kamu, masa iya kamu mau cubit calon suami sendiri? Gak baik loh sayang, nanti kalau di nikahan kita aku masih kesakitan gimana?" ucap Radian tertawa kecil.


"Huft, abisnya kamu nyebelin banget! Bisa gak kalau datang tuh permisi dulu atau sapa aku kek minimal gitu, lah ini main langsung duduk terus rangkul aja! Kan aku jadi kaget, tadinya aku ngira ada cowok iseng atau sengaja mau deketin aku tau!" ucap Oni masih dengan wajah cemberut.


"Iya iya, maaf! Lagian emang ada yang berani ya deketin gadis galak kayak kamu? Aku aja selalu tutup kuping tiap bicara sama kamu," ujar Radian.


"Haish, jadi kamu ngatain aku galak? Oke fine, aku bakal terus galak kalo lagi sama kamu!" ujar Oni.


"Hey, jangan gitu lah! Bercanda doang kok, iya iya kamu gak galak sayang! Kamu baik, perhatian, cantik, sayang sama aku terus kalo senyum manisnya gak ada obat deh!" ucap Radian membujuk gadisnya.


"Aku gak mempan digituin! Udah pokoknya aku mau tetap galak kalau sama kamu, biar kamu senang dan puas Radian sayang!" ucap Oni.


"Eh eh, kalo galaknya model begitu mah gapapa deh. Aku suka dipanggil sayang sama kamu, apalagi sambil senyum khas kayak tadi! Aku jadi makin cinta deh sama kamu, sayangku!" ucap Radian tersenyum sambil mencubit pipi Oni karena gemas.


Oni hanya diam menatap ke depan dengan dua tangan ia lipat di atas perut dan tentu saja bibir yang sengaja ia cibirkan karena masih kesal dengan perkataan Radian tadi.


"Oh ya sayang, nanti siang temenin aku ya cetak undangan pernikahan kita?!" ucap Radian.


"Hah? Emang kamu udah bikin?" tanya Oni.


"Ya udah dong! Jangankan undangan, baju nikah sama gedung tempat kita nikah nanti juga udah aku siapin semua kok! Pokoknya kamu tenang aja, kamu tinggal terima beres deh! Biar aku yang atur semua tentang pernikahan kita!" ucap Radian.


"Bagus deh!" ucap Oni tersenyum.


Radian pun mendekap tubuh Oni dengan erat dari samping sembari mengusap puncak kepala gadis itu.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2