Angkasa

Angkasa
Dibantu Revi


__ADS_3

...HELO GUYS!...


...WELCOME BACK TO MY STORY!...


..."ANGKASA"...


...\=\=\=...


Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏


...Γ—Γ—Γ—...


#ANGKASA EPS. 72


...β€’...


...SELAMAT MEMBACA...πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰...


...❀️❀️❀️❀️...


Lomba dance yang diikuti oleh Revi dan yang lainnya itu kini telah berakhir, tim dance angkasa berhasil menjadi yang terbaik dengan memenangkan lomba tersebut dan berhak mendapat predikat gelar juara satu serta membawa pulang piala dan juga uang senilai jutaan rupiah yang sudah diberikan oleh pihak panitia penyelenggara lomba tersebut.


Seluruh anggota tim angkasa termasuk sang pelatih juga mendapatkan medali, bahkan mereka pun mendapat sertifikat juara lomba dan nantinya mereka akan meneruskan mengikuti lomba di tingkatan yang lebih tinggi. Ya mereka semua tampak bangga dan senang telah berhasil menang dalam lomba kali ini walau tanpa Syahra.


"Guys, kalian hebat sih! Performa kalian tadi dipuji sekali oleh para juri dan penonton yang hadir, kalian emang mempunyai bakat dance yang baik dan hebat!" puji sang pelatih.


"Terimakasih, coach! Ini kan juga berkat pelatihan dari coach selama ini, kita bukan apa-apa tanpa sosok pelatih hebat seperti coach!" ucap Oni.


"Ah kamu bisa aja! Padahal bukan karena saya loh, tapi murni karena emang kalian berbakat dan jago dalam dance modern ini! Saya harap kalian bisa terus meningkatkan kemampuan kalian, supaya kita juga bisa menang dalam lomba-lomba yang lain!" ucap pelatih sangat gembira.

__ADS_1


"Siap coach! Itu yang emang kita inginkan, menang lomba di tingkatan lebih tinggi!" ucap Revi.


"Bagus Revi! Kalo gitu sekarang kalian sudah boleh pulang ke rumah masing-masing, kita berpisah disini untuk malam hari ini! Terimakasih atas performa luar biasa yang kalian tunjukan di panggung tadi, permisi semua!" ucap pelatih berpamitan.


"Terimakasih coach!" ucap mereka serentak.


Setelah pelatih mereka pergi, kini Oni juga meminta pada seluruh anggota tim dancenya untuk segera pulang ke rumah masing-masing karena hari juga sudah larut malam. Ya sekarang tinggal Oni berdua dengan Revi disana karena Revi masih khawatir pada kondisi Oni, sedari tadi memang Oni terus berusaha menahan rasa pusing dan mual di dalam tubuhnya.


"Kamu kenapa gak pulang juga, Rev?" tanya Oni penasaran melihat Revi masih disana.


"Eee aku mau temenin kak Oni disini, kalo perlu biar aku antar kak Oni pulang ke rumah! Soalnya aku khawatir sama kondisi kak Oni, daritadi aku perhatiin kak Oni tuh kayak lagi nahan sakit!" ucap Revi.


"Hah? Enggak kok, aku gak sakit! Udah gapapa, kamu pulang aja duluan! Nanti aku bisa pulang sendiri kok, kamu gak perlu khawatir gitu!" ucap Oni.


"Jangan kak! Aku takut kak Oni nanti kenapa-napa kalo pulang sendirian, kondisi kak Oni juga kayaknya kurang fit deh! Tuh buktinya muka kak Oni pucat begitu, mending kak Oni pulang bareng aku aja ya? Biar aku antar sampe depan rumah!" ucap Revi.


"Duh, tapi aku takut ngerepotin kamu!" ucap Oni.


"Yaudah deh kalo emang gak ngerepotin, tapi ini bukan aku yang minta loh ya?" ucap Oni.


"Iya kak Oni, aku tau kok! Yuk sekarang kita masuk bareng-bareng ke mobil aku, sini biar aku bantu kak Oni jalan!" ucap Revi.


"Makasih Rev!" ucap Oni tersenyum.


Revi membalas senyuman Oni kemudian memapah tubuh gadis itu masuk ke dalam mobilnya, ya kebetulan pak Darwin alias supir Revi sudah datang sedari tadi disana. Kedua gadis itu pun masuk ke dalam mobil dan duduk berdampingan di kursi belakang, Oni tampak senang lantaran Revi sangat perduli dengannya dan mau menolongnya.


β€’


β€’

__ADS_1


Singkat cerita, kini kedua gadis itu telah sampai di depan rumah Oni dan mobil pun sudah berhenti tepat disana sesuai perintah dari Revi sebelumnya yang meminta supirnya berhenti. Oni menoleh sejenak menatap wajah Revi untuk bilang terimakasih sambil berpamitan sebelum Oni turun dari mobil dan masuk ke dalam rumahnya.


Revi tersenyum senang karena ia bisa membantu Oni saat gadis itu membutuhkan, Revi juga cemas lantaran wajah Oni semakin pucat dan terlihat lemas seperti orang sedang sakit. Sedangkan Oni sendiri berusaha menutup-nutupi rasa pusing dan mual yang ia rasakan di depan Revi, ia tak mau terlalu banyak merepotkan Revi karena sudah daritadi Revi membantu dirinya termasuk mengantarnya pulang.


"Rev, ini kan udah sampe. Kalo gitu aku turun dulu ya? Aku mau langsung istirahat aja di dalam rumah, kayaknya aku cuma butuh istirahat deh!" ucap Oni.


"Iya sih, tapi kak Oni bisa gak turun dari mobil dan jalan ke dalam rumahnya? Nanti kalo kak Oni jatuh atau kenapa-napa gimana? Aku kan gak mau terjadi sesuatu sama kak Oni, aku anterin aja ya sampe ke dalam rumah kak Oni!" ucap Revi menawarkan diri.


"Gausah Rev! Aku bisa sendiri kok, nanti malah ngerepotin kamu kau!" ucap Oni menolak.


"Enggak lah kak! Yakali cuma bantu turun dari mobil aja repot? Aku justru gak mau kak Oni kenapa-napa, kalo kak Oni sakit kan bisa bahaya! Udah ya biar aku bantu sampe ke dalam rumah?" ucap Revi memaksa.


"Huft, iya deh iya!" ucap Oni tersenyum nurut.


"Nah gitu dong kak, yaudah yuk kita sama-sama turun ke luar! Jadi kalo misal ada apa-apa, kan aku bisa bantu kak Oni!" ucap Revi.


"Iya," ucap Oni singkat.


Keduanya pun turun dari mobil untuk masuk ke dalam rumah Oni, Revi yang khawatir itu membantu Oni untuk berjalan karena ia melihat Oni memang sangat lemas dan pucat. Ya Revi pun memapah tubuh Oni masuk ke dalam rumahnya dan membuka gerbang, mereka melangkah secara perlahan untuk mencegah sesuatu yang tak diinginkan terjadi.


"Rev, makasih banyak ya! Kamu udah mau bantu aku begini dan peduli banget sama aku," ucap Oni.


"Sama-sama kak, aku kan sebagai teman ingin bantu yang terbaik buat kak Oni! Lagian cuma begini mah gak terlalu banyak lah kak," ucap Revi tersenyum.


"Ahaha, tapi tetep aja aku gak enak tau sama kamu! Harusnya kan aku bisa jalan sendiri," ucap Oni.


"Gapapa kak, gausah ngerasa gak enak gitu! Aku juga ikhlas kok bantu kak Oni, sesama teman itu kan harus saling membantu! Lagian kak Oni juga pernah bantu aku waktu itu, anggap aja ini balas budi aku ke kak Oni!" ucap Revi.


Oni tersenyum dan kemudian menghentikan langkahnya begitu sampai di depan pintu rumahnya.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2