
...HELO GUYS!...
...WELCOME BACK TO MY STORY!...
..."ANGKASA"...
...\=\=\=...
...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kanπ...
...ΓΓΓ...
#ANGKASA EPS. 163
...β’...
...SELAMAT MEMBACA...πππ...
...β€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈ...
Keesokan harinya, Revi dan sang mama sedang bersiap untuk pergi ke luar bersama-sama di pagi hari yang indah ini. Ya mereka sudah berjanjian dengan Yani dan Charlie untuk kembali bertemu.
Biarpun Revi sangat malas melakukan itu, namun ia mau tidak mau terpaksa harus mengikuti kemauan mamanya untuk ikut menemui Yani serta anaknya di sebuah tempat makan seperti sebelumnya.
"Revi sayang, kamu udah siap kan buat ketemu sama Charlie lagi?" tanya Juliana tersenyum.
"Eee udah kok mah, tinggal jalan aja!" jawab Revi.
"Yaudah, yuk sayang mama juga udah siap nih! Kita langsung aja berangkat, tadi mama udah bilang ke pak Darwin buat anterin kita!" ucap Juliana.
"Oke mah!" ucap Revi tersenyum.
Setelahnya, Juliana pun menggandeng tangan Revi lalu berjalan menuju ke luar rumah sambil menaruh kepala putrinya itu ke bahunya. Revi tersenyum menatap wajah mamanya, ia coba melupakan sejenak pikiran tidak sukanya pada sosok Charlie.
"Huft, mama ini emang resek deh! Padahal kan mama udah tau kalau aku gak mau ketemu Charlie, eh tapi mama malah maksa aku buat ikut temuin cowok itu lagi!" batin Revi jengkel.
Disaat mereka tengah berjalan, tanpa sengaja mereka justru berpapasan dengan Marcel di depan pintu yang secara tiba-tiba muncul kembali ke rumah tersebut, ya padahal sebelumnya Marcel sudah pamit pada mereka untuk pergi ke kantor dan telah keluar dari rumah.
"Loh papa? Kok papa balik lagi?" tanya Revi terheran-heran saat melihat papanya disana.
"Iya nih, bukannya tadi papa udah pamit mau berangkat ke kantor? Terus kenapa papa malah pulang lagi?" sahut Juliana.
"Ohh, ini flashdisk papa ketinggalan mah. Makanya papa balik lagi mau ambil, ini mama sama Revi pada mau kemana?" ujar Marcel menjelaskan.
"Ya ampun papa, kok bisa ketinggalan sih? Ini mama sama Revi mau pergi keluar," ucap Juliana.
__ADS_1
"Keluar kemana lagi sih mah? Bukannya kemarin baru keluar, masa keluar mulu? Emang mama sama Revi gak kecapekan?" ucap Marcel.
"Tau nih mama!" cibir Revi.
"Ahaha, gapapa lah pah. Inikan juga demi kebaikan Revi sendiri, kalau misal Revi dapat jodoh yang terbaik kan gak masalah pah! Yaudah yuk sayang, kita langsung jalan aja sekarang!" ucap Juliana.
"Mah, kok mama malah mau pergi sih? Nanti dulu dong, tolongin papa ambil flashdisk punya papa di kamar! Ini papa sebentar lagi ada meeting, kalau papa harus jalan ke kamar itu capek mah!" ucap Marcel tersenyum.
"Hadeh iya deh pah, tunggu sebentar ya disini!" ucap Juliana mendengus pasrah.
"Nah gitu dong!"
Marcel nyengir menunjukkan gigi-giginya, Juliana sang istri langsung berbalik kemudian pergi menuju kamar mereka untuk mengambilkan flashdisk milik Marcel yang tertinggal.
Sementara Revi tetap disana bersama papanya, ia menoleh ke arah Marcel saat sang papa menyebut namanya.
"Rev!" tegur Marcel.
"Iya pah, kenapa?" tanya Revi penasaran.
"Kamu yakin mau ikut sama mama kamu itu? Katanya kamu gak mau dijodohin, terus kenapa kamu malah ngikut aja?" ujar Marcel keheranan.
"Eee aku gak berani nolaknya, pah. Soalnya kan mama juga maksa aku buat ikut. Aku gak mau jadi anak yang durhaka, ya gapapa lah aku ikut sekarang kan cuma ketemuan aja pah!" ucap Revi.
Marcel mengelus puncak kepala putrinya sambil tersenyum, ia tahu betul perasaan Revi saat ini yang tidak suka dengan sikap mamanya.
"Iya pah, makasih ya!" ucap Revi tersenyum.
"Yaudah, kamu jalani aja dulu sekarang ini! Nanti papa pasti akan bantu kamu," ucap Marcel.
β’
β’
Singkat cerita, Juliana telah kembali membawakan flashdisk milik suaminya yang tertinggal di kamar tadi. Ia pun memberikan flashdisk itu pada sang suami agar bisa segera pergi menemui temannya bersama Revi tentu.
"Pah, ini flashdisk nya punya papa! Masih ada yang ketinggalan lagi apa enggak?" ujar Juliana.
"Oh iya, makasih ya mama sayang! Udah gak ada kok, tenang aja hehe! Kalo gitu papa mau berangkat lagi ke kantor ya mama sayang? Titip Revi, jangan diajak pergi terus! Assalamualaikum," ucap Marcel.
"Iya pah iya, waalaikumsallam!" ucap Juliana.
"Waalaikumsallam, hati-hati papa!" ucap Revi.
Juliana dan Revi kompak mencium tangan Marcel sembari melambaikan tangan ke arahnya.
__ADS_1
"Iya sayang, dadah!" ujar Marcel.
Setelahnya, Marcel pun beranjak dari kursi lalu berjalan menuju mobilnya di halaman rumah dan pergi ke kantor.
Sementara Juliana terlihat penasaran dan menatap wajah Revi untuk bertanya secara langsung padanya, karena ia curiga kalau tadi Marcel banyak bicara pada Revi saat ia sedang pergi.
"Rev, tadi papa bicara apa saja sama kamu sayang?" tanya Juliana penasaran.
"Ih mama kepo nih! Aku sama papa tuh gak bicara banyak kok mah, tadi papa cuma tanya aku mau kemana gitu!" jawab Revi.
"Ohh, gak ada lagi?" tanya Juliana.
"Gak kok mah, gak ada. Mama gak perlu cemas gitu, kalau ada sesuatu pasti aku cerita kok sama mama! Yaudah yuk mah, katanya teman mama udah nungguin disana!" ujar Revi.
"Eee iya juga ya, ayo deh sayang kita langsung berangkat aja!" ucap Juliana.
"Iya mah," ucap Revi tersenyum tipis.
Mereka pun melangkah pergi meninggalkan rumah dengan terburu-buru, Juliana menggandeng tangan Revi menuju mobil yang sudah disiapkan oleh pak Darwin selaku supir mereka itu.
Sementara dari arah dalam, Munaroh mengintip sekilas Revi serta Juliana yang hendak pergi itu. Ia merasa senang karena dapat melihat nona nya merasa bahagia bersama mamanya saat ini.
"Syukurlah! Sekarang ini non Revi jadi lebih banyak punya waktu sama nyonya alias mamanya, saya jadi ikutan senang!" gumam bik Munaroh.
Disaat Revi hendak masuk ke dalam mobil, tiba-tiba saja sebuah motor berhenti tepat di depan gerbang rumahnya dan seseorang turun dari motor tersebut dengan pakaian ojek onlinenya.
"MISI PAKET!"
Abang ojek itu berteriak memanggil orang di dalam rumah, dan seketika pak Fadlul keluar menemui ojek tersebut.
Revi yang penasaran, coba sedikit mendekat ke arah tukang ojek itu untuk dapat melihatnya dengan jelas. Ya Revi memang seperti mengenali bentuk tubuh serta wajah si pria, walau tertutup masker.
"Itu kayak kak Radian, tapi apa mungkin kak Radian alih profesi jadi tukang ojek?" batin Revi.
Saat Revi hendak melangkah lebih jauh, Juliana berteriak memanggil namanya dari dalam mobil dan meminta kembali.
"Revi, kamu ngapain sayang? Ayo sini masuk!" teriak Juliana cukup keras.
"Iya mah,"
Revi pun kembali ke mobil dan tidak jadi menghampiri tukang ojek itu, sedangkan si kang ojek juga langsung pergi setelah mengantarkan paket.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1