Angkasa

Angkasa
Gak mau dijodohin


__ADS_3

...HELO GUYS!...


...WELCOME BACK TO MY STORY!...


..."ANGKASA"...


...\=\=\=...


...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏...


...Γ—Γ—Γ—...


#ANGKASA EPS. 155


...β€’...


...SELAMAT MEMBACA...πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰...


...❀️❀️❀️❀️...


Radian pulang ke rumah setelah seharian ini bekerja sebagai tukang ojek online, sesuai janji ia pun membawa cukup banyak uang untuk dirinya dan juga Oni alias sang istri.


Begitu ia hendak masuk ke dalam rumah, Oni muncul menyambutnya dengan senyum di wajah serta langsung mendekati suaminya. Wanita itu bergerak mengambil jaket yang dikenakan Radian dari tubuhnya.


"Mas, kamu udah pulang? Sini aku bantu lepasin jaketnya!" ucap Oni.


"Gausah, di dalam aja!" ucap Radian.


"Oh, yaudah deh. Selamat datang suamiku sayang!" ucap Oni mencium tangan suaminya.


"Makasih istriku sayang!" ucap Radian tersenyum.


Oni pun menaruh tangan di sela-sela lengan suaminya lalu melangkah masuk ke dalam bersama sambil senyum-senyum.


Cupp!


Radian mendaratkan kecupan di kening sang istri sembari mengusap puncak kepala Oni.


"Kamu baik-baik aja kan?" tanya Radian.


"Iya mas, aku baik kok!" jawab Oni.


Tak lama kemudian, Brandon selaku papa dari Radian muncul menyambut keduanya. Ia tersenyum senang menyaksikan putranya tampak berbahagia dengan istrinya disana.


"Wah wah, ada yang baru pulang kerja langsung disambut sama istrinya nih!" ujar Brandon nyengir.


"Ahaha, papa bisa aja!" ujar Radian tersipu.


"Mas, kamu mandi dulu ya biar aku siapin semua yang kamu butuhin! Nanti, baru deh kita makan sama-sama!" ucap Oni.


"Iya sayang," ucap Radian tersenyum.


"Papa ikut senang deh ngeliat kalian harmonis kayak gini! Semoga kalian bisa terus begini ya sampai tua nanti dan maut memisahkan, papa selalu doakan yang terbaik buat kalian!" ucap Brandon.

__ADS_1


"Aamiin, makasih papa! Oh ya, ini mama kemana lagi pah? Kok gak ada?" tanya Radian heran.


"Eee papa juga gak tahu nih, kebiasaan mama kamu itu kan selalu pergi-pergi melulu pulangnya cuma sebentar!" jawab Brandon.


Radian terdiam, ia merasa kasihan pada papanya.


"Yaudah, aku mau ke kamar dulu ya pah? Kita nanti makan malam bareng-bareng, papa tunggu duluan aja di meja makan! Biar aku sama Oni nyusul," ucap Radian tersenyum.


"Iya iya, asal kalian mandinya jangan barengan! Nanti jadi lama!" ujar Brandon terkekeh.


"Hahaha, ya enggak lah pah! Aku juga capek kali, mau istirahat dulu. Yaudah yuk sayang!" ucap Radian sambil kembali menggandeng tangan istrinya.


"Iya,"


Radian dan Oni pun bergegas menuju kamar, pria itu hendak membersihkan diri sebelum menikmati santap malam bersama istri juga papanya yang sudah tersedia di meja makan.


Sesampainya di kamar, Oni langsung membantu Radian untuk membuka pakaiannya.


"Sini mas, aku bantu!" ucap Oni tersenyum.


"Makasih sayang!"


Radian merasa senang dengan sikap perhatian yang ditunjukkan Oni padanya, ia memberi kecupan manis pada wajah wanita itu sampai memerah.


"Eee sebentar ya mas, aku ambilin handuknya dulu?" ucap Oni agak gugup melihat tubuh suaminya yang sudah bertelanjang dada itu.


"Iya sayang..."


"Ini mas, kamu mandi yang bersih! Supaya pas makan nanti gak kebauan!" ucap Oni.


"Yeh iya sayang, lagian aku sekarang juga gak bau tuh. Emangnya kamu ngerasa kebauan atau gimana gitu?" ujar Radian.


"Hehe, iya mas. Kamu itu bau! Tapi, aku suka sama bau kamu!" ucap Oni tersenyum.


"Aduh, kalo gitu kenapa kamu gak mau cium aku sekarang?" tanya Radian.


"Ish mas, inget kata papa tadi! Kamu kan harus mandi sendiri jangan berdua, nanti malah kelamaan kasihan papa!" ucap Oni.


"Iya sayang, aku inget kok!" ucap Radian.


Setelahnya, Radian pun mengambil handuk dari tangan Oni kemudian berjalan memasuki kamar mandi.


Sementara wanita itu hanya tersenyum memandangi punggung Radian yang perlahan menghilang.


...β€’β€’β€’...


Disisi lain, Revi tengah menikmati segelas susu hangat buatan bik Munaroh yang tadi diberikan padanya sambil terus memeluk boneka kesayangan miliknya itu di atas ranjang.


Namun, tiba-tiba saja terdengar suara ketukan pintu dari luar yang membuat Revi terkejut.


TOK TOK TOK...


"Siapa?" tanya Revi sedikit berteriak.

__ADS_1


"Ini mama, sayang!"


Mendengar suara mamanya, Revi pun bergegas bangkit dan menaruh gelas susunya di meja untuk membukakan pintu tersebut.


Ceklek...


"Eh mama, ada apa?" tanya Revi sambil tersenyum.


"Kamu lagi ngapain sayang?" ucap Juliana.


"Eee aku cuma minum susu aja, mah. Tadi bik Munaroh yang bawain, mama ini ada perlu apa ya ke kamar aku?" ucap Revi.


"Boleh mama masuk sayang?" ucap Juliana.


"Eee i-i-iya, boleh kok mah!" ucap Revi gugup.


Juliana hanya tersenyum sembari mengusap wajah Revi dan melangkah memasuki kamar putrinya itu.


"Sayang, kita bicara sebentar yuk!" ucap Juliana.


"Bicara apa, mah?" tanya Revi bingung.


Juliana duduk di pinggir ranjang bersama putrinya, ia terus mengelus lembut puncak kepala Revi sambil tersenyum menatap ke arah wajah gadis itu.


"Begini sayang, mama pengen minta maaf sama kamu! Karena tadi mama udah bikin kamu kesel pas di meja makan, mama tuh gak bermaksud begitu sayang! Mama cuma mau yang terbaik buat kamu, udah itu aja!" jelas Juliana.


"Iya mah, aku paham kok! Lagian aku juga gak marah atau kesel sama mama, aku emang udah kenyang dan pengen ke kamar aja. Mama gak perlu lah sampe minta maaf sama aku!" ucap Revi.


"Oh ya? Yang bener sayang? Kamu gak marah nih sama mama?" tanya Juliana.


"Iya mamaku sayang, yakali aku bisa marah sama mama aku sendiri?! Aku kan sayang sama mama, aku maklumin sikap mama kok!" ucap Revi.


"Syukur deh, mama lega sayang!" ucap Juliana.


"Iya mah, tapi aku juga gak suka kalau mama punya niat buat jodohin aku sama anak teman mama itu. Karena menurut aku, dia itu bukan tipe aku dan lagian aku udah punya kak Zaki, mah!" ucap Revi.


"Ya ampun sayang, masa sekelas Charlie bukan tipe kamu? Dia itu ganteng loh, mapan lagi!" ujar Juliana.


"Mah, aku tuh gak mandang fisik atau hartanya! Yang aku cari itu kebaikan sama ketulusan dari hatinya, kalau yang ganteng atau kaya mah banyak di luaran sana mah! Tapi, kan belum tentu hati mereka baik seperti wajah mereka!" ucap Revi.


"Hadeh, kamu itu emang beda ya sayang!" ujar Juliana geleng-geleng kepala.


"Maaf mah! Aku gak mau dijodohin kayak gitu, kan ini juga udah tahun 2022. Udah gak jaman yang namanya dijodohin begitu!" ucap Revi.


"Iya iya sayang, mama ngerti!" ucap Juliana.


Revi tersenyum kemudian memeluk mamanya.


"Makasih mah!" ucap Revi.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2