
...HELO GUYS!...
...WELCOME BACK TO MY STORY!...
..."ANGKASA"...
...\=\=\=...
...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kanπ...
...ΓΓΓ...
#ANGKASA EPS. 165
...β’...
...SELAMAT MEMBACA...πππ...
...β€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈ...
Tiba-tiba saja Juliana menyusul turun dari mobil dan menghampiri mereka berdua.
"Revi!" teriak Juliana sembari berjalan.
Sontak Muzaki dan Revi terkejut lalu menoleh ke asal suara, gadis itu khawatir saat melihat mamanya ikut turun dan kini tengah berjalan ke arahnya. Ya tentu Revi tak mau jika Juliana kembali memarahi Muzaki seperti sebelumnya.
Muzaki tersenyum begitu Juliana sampai di dekatnya dan ia bergerak maju mendekati Juliana untuk mencium tangan mama dari Revi itu, namun Juliana justru tak menggubrisnya dan tetap fokus menatap ke arah Revi dengan tajam.
"Revi, ayo cepat masuk sayang! Kita udah ditunggu sama teman mama, lagian kamu ngapain sih pake turun temuin dia segala?" ujar Juliana.
"Mah, mama jangan gitu dong sama kak Zaki! Barusan kak Zaki pengen cium tangan mama loh, kok mama malah cuek begitu seperti pura-pura gak tahu?" ucap Revi kesal.
"Ah biarin aja! Mama gak sudi tangan mama dicium sama dia, udah ayo buruan masuk!" tegas Juliana.
Mendengar perkataan mamanya, Revi cukup kesal dan kecewa karena ia tak menyangka sang mama bisa berkata seperti itu. Rasanya ingin sekali Revi memaki mamanya yang telah membuat Muzaki merasa dipermainkan.
Namun, tentunya tak mungkin Revi melakukan itu mengingat Juliana adalah mamanya.
__ADS_1
"Revi, kenapa kamu malah diam? Ayo cepat kembali ke mobil! Mama gak mau ya kamu kelamaan disini sama dia, ayo Revi!" tegas Juliana.
"Eee Rev, kamu pergi aja gapapa!" ucap Muzaki.
"Tapi kak, aku kan cuma mau bicara sebentar sama kamu. Masa begitu aja gak boleh? Lagian ya mah, buat apa sih aku harus ikut terus tiap kali mama mau ketemu sama temen mama?" ujar Revi heran.
"Ya harus dong sayang! Kan mama bukan cuma mau ketemu sama teman mama, tapi anaknya juga! Kamu harus ikut sama mama, jangan bilang kalo kamu nolak ya sayang gara-gara cowok gak jelas ini! Mama bakal marah banget loh sama kamu!" ancam Juliana.
"Iya mah, aku mau ikut kok sama mama! Mama gak perlu marah-marah gitu!" ucap Revi.
"Nah gitu dong, yaudah ayo buruan!" ujar Juliana.
"Iya mah sebentar, aku pamit dulu sama kak Zaki!" ucap Revi agak kesal.
"Huft, ngapain sih pake pamit segala? Emang dia siapa? Kamu gausah kayak gitu deh, ayo cepet kita langsung ke mobil aja sayang keburu teman mama itu marah!" paksa Juliana.
"Mah, sebentar aja kok. Gimanapun kan kak Zaki itu pacar aku, jadi mama gak boleh gitu dong sama kak Zaki!" ucap Revi.
"Rev udah, kamu pergi aja!" ucap Muzaki.
Muzaki tentunya tak ingin jika Revi melawan mamanya hanya karena ia, oleh karena itu Muzaki meminta pada Revi untuk segera pergi dengan mamanya.
"Waalaikumsallam, hati-hati Rev!" ucap Muzaki.
Revi mengangguk peluk sambil tersenyum ke arah Muzaki, lagi-lagi momen itu dikacaukan oleh Juliana yang sudah tidak sabar ingin pergi dari sana.
"Ayo Revi sayang, jangan kelamaan!" ujar Juliana.
Tanpa basa-basi lagi, Juliana langsung menarik tangan Revi putrinya itu dan membawanya kembali ke dalam mobil dengan paksa. Juliana memang sangat jengkel karena putrinya itu lebih memilih Muzaki dibanding Charlie.
Sementara Muzaki masih terus memandangi Revi yang perlahan menjauh, terlihat pula gadis itu sudah memasuki mobil bersama mamanya dan meninggalkan tempat itu.
Muzaki menghela nafasnya lalu menunduk, entah mengapa ia cukup sulit untuk bisa menjauh dari Revi.
"Saya kadang ngerasa heran banget sama diri saya sendiri, kenapa ya saya jadi begini?" gumamnya.
β’
__ADS_1
β’
Revi dan sang mama sudah kembali ke dalam mobil, Juliana juga telah memerintahkan supirnya untuk segera melajukan mobil karena ia tak ingin membuat Yani temannya itu menunggu lama.
Namun, tentu saja Revi masih merasa kesal pada mamanya atas sikap sang mama tadi pada Muzaki yang menurutnya tidak benar dan tak seharusnya Juliana bersikap seperti itu pada Muzaki.
"Rev, kamu kenapa cemberut gitu?" tanya Juliana.
"Ya mama pikir aja dong! Gimana aku gak kesel coba kalau mama sikapnya kayak gitu ke pacar aku? Harusnya mama jangan begitu dong!" ujar Revi.
"Pacar kamu? Jadi serius kamu emang pacaran sama dia, bukan pura-pura?" tanya Juliana.
"Buat apa sih mah aku pura-pura? Aku tuh serius kok ada hubungan sama kak Zaki, mama malah kayak gitu tadi ke dia! Padahal kan mama yang bilang sendiri waktu itu, mama bakal terima siapapun pacar aku tanpa pandang bulu! Tapi apa, mama kok sekarang malah permasalhin kekayaan kak Zaki?" protes Revi merasa jengkel pada mamanya.
"Sayang, ini kan demi kebaikan kamu juga! Mama yakin kalau kamu menikah sama Charlie, hidup kamu bakal terjamin sayang dan kamu juga gak akan terluka!" ucap Juliana mengusap wajah Revi.
"Hah? Mama pikir kak Zaki bisa bikin aku luka gitu? Enggak mah, justru menurut aku Charlie itu bukan orang yang baik! Masa di hari pertama ketemu sama aku, dia udah berani mau pegang-pegang tangan aku gitu aja?!" ujar Revi.
"Ya wajar dong sayang, itu namanya dia pengen mengenal kamu lebih jauh!" ucap Juliana.
"Haduh mama ini pemikirannya ngaco deh! Yang kayak gitu kok masih dibela aja sih? Pokoknya aku gak mau ya mah dijodohin sama dia, aku udah punya kak Zaki!" ujar Revi.
"Revi sayang, kamu jangan bantah mama dong! Mama ini mama kamu loh, dan mama bisa tau apa yang terbaik buat kamu dan enggak!" tegas Juliana.
"Iya mah, aku gak bantah kok!" ucap Revi.
"Bagus! Nanti jangan bikin malu mama ya di depan Charlie, kamu harus bersikap baik sama dia! Jangan cuma sama Muzaki aja baiknya, karena Charlie itu yang terbaik buat kamu sayang!" ucap Juliana.
"Oke mah!" ucap Revi.
Revi terpaksa mengiyakan saja perkataan mamanya saat ini walau dengan berat hati, ya Revi tak mau berdebat dengan sang mama yang nantinya malah berujung pertikaian, sehingga ia memilih mengalah saja sembari menunggu bantuan dari papanya yang sudah berjanji padanya pagi tadi.
"Mama ini susah buat dibilangin, tapi aku harus tetap sabar karena biar gimanapun mama ini kan mama aku juga!" gumam Revi di dalam hati.
Setelahnya, Juliana merangkul Revi sambil terus mengusap puncak kepala dan mengecup kening gadis itu. Ia merasa senang karena putrinya masih mau menuruti kemauannya.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...