Angkasa

Angkasa
Kembali kerja


__ADS_3

...HELO GUYS!...


...WELCOME BACK TO MY STORY!...


..."ANGKASA"...


...\=\=\=...


...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏...


...Γ—Γ—Γ—...


#ANGKASA EPS. 150


...β€’...


...SELAMAT MEMBACA...πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰...


...❀️❀️❀️❀️...


Radian serta Oni kini telah kembali ke rumah, mereka sudah puas menghabiskan beberapa Minggu di apartemen untuk bercinta dan kali ini saatnya bagi mereka menjalani momen seperti biasa. Tentunya Radian akan bekerja lagi menarik ojek online seperti sebelumnya, sedangkan Oni berdiam di rumah menanti kehadiran suaminya setelah pulang nanti.


Ya sepasang pengantin itu memang masih tinggal satu atap dengan orang tua Radian, namun hanya sebentar karena mereka juga akan pindah ke rumah hasil warisan Radian dari kakeknya di luar kota.


Saat ini keduanya masih berada di dalam kamar, Radian terlihat sudah rapih memakai jaket go-bek miliknya dan bersiap untuk pergi narik. Sedangkan Oni tampak membantu Radian bersiap-siap sambil tersenyum memandangi wajah suaminya.


"Mas, kamu makin hari makin tambah ganteng aja sih! Aku jadi tambah kesemsem!" puji Oni.


"Ya ampun, istriku ini udah mulai bisa gombal ya ternyata! Bagus deh sayang, asalkan gombalannya cuma buat aku aja ya!" ujar Radian tersenyum.


"Ahaha, ya pasti dong mas!" ucap Oni tertawa.


"Yaudah, aku berangkat narik dulu ya? Kamu jaga diri baik-baik disini, jangan sampe calon dedek di perut kamu ini kenapa-napa! Oh ya, satu lagi jangan lupa makan loh sayang! Aku gak mau anak aku kekurangan gizi nantinya, malu dong aku sebagai papa gak bisa kasih makan anak aku!" ujar Radian.


"Iya mas, aku pasti makan kok! Kan disini juga ada mama sama papa, aku bisa makan bareng mereka nantinya! Udah kamu gak perlu cemasin aku, fokus aja cari uangnya ya mas!" ucap Oni tersenyum.


"Oke sayang! Aku bakal pulang kalau udah dapat uang banyak hari ini, sabar ya cantik!" ucap Radian.


"Iya, aku sabar kok nunggu kamu pulang! Asal kamu jangan gangguin cewek-cewek di luar sana aja, apalagi kan kamu pasti ada penumpang cewek juga nanti yang harus diantar! Awas loh ya kalau sampe berani genit-genit!" ucap Oni.

__ADS_1


"Hahaha, tenang aja sayang! Yakali aku berani begitu pas udah punya istri? Aku ini tipe lelaki yang setia, jadi kamu gak perlu takut!" ujar Radian.


"Siap deh! Yaudah, yuk aku anterin sampe ke depan rumah!" ucap Oni.


Radian mengangguk, Oni pun menaruh tangannya di sela-sela lengan Radian lalu mulai melangkah secara bersamaan ke luar dari kamar itu.


Sesampainya di luar, mereka langsung disambut oleh papa dari si pria yang tersenyum begitu melihat putranya sudah rapih bersama sang istri.


"Eh Radian, mau kerja?" tanya Brandon.


"Eee iya pah, ini kan udah waktunya aku balik kerja. Yakali aku mau diem-diem terus di rumah, aku kan sekarang udah punya istri yang harus aku kasih makan!" jawab Radian.


"Hahaha, ya benar itu! Jangan sampai istri kamu kelaparan nantinya!" ujar Brandon.


"Oh ya, mama kemana pah?" tanya Radian heran.


"Eee mama kamu kan lagi pergi, mungkin nanti dia balik!" jawab Brandon.


"Oh gitu, yaudah ya pah aku mau pamit berangkat ngojek dulu?" ucap Radian.


"Iya iya, hati-hati kamu!" ucap Brandon.


Cupp!


"Sayang, aku kerja dulu ya? Kamu yang anteng di rumah jangan keluyuran!" ucap Radian.


"Iya mas, kamu gak perlu khawatir!" ucap Oni.


Mereka berpelukan sejenak disana, karena sebetulnya Radian masih ingin bermesraan dengan sang istri disana. Akan tetapi, ia harus profesional dan mencari uang untuk menghidupi istrinya itu.


"Yaudah, sampai ketemu nanti!" ucap Radian.


Oni mengangguk sambil mencium tangan suaminya, lalu Radian melambaikan tangan dan berjalan ke arah motornya.


...β€’β€’β€’...


Disisi lain, Laras masih terjebak dengan Zian di rumahnya dan harus menemani pria itu sampai entah kapan. Hingga kini Zian juga masih belum ingin pulang dari sana, padahal Laras sudah sangat malas meladeni pria tersebut.


Zian justru senang berbicara cukup lama dengan Laras, wanita yang ia cintai itu. Zian sengaja memperlambat meminum minuman yang diberikan Maryam sebelumnya, tentunya agar ia memiliki banyak waktu untuk bisa bersama Laras disana.

__ADS_1


"Kak, apa kak Zian gak mau pulang gitu? Ini kan udah menjelang sore," tanya Laras.


Zian menatap ke arah gadis di sampingnya, ia kembali meneguk minuman miliknya sambil tersenyum manis.


"Kenapa tanya gitu?" ujar Zian.


"Eh eee a-aku cuma mau tanya aja kok, gak bermaksud apa-apa kak. Soalnya ini kan udah mau sore, aku takut aja kak Zian ada urusan lain gitu di luar yang penting kan!" ucap Laras.


"Oh gitu, gak ada kok. Aku ini orangnya santai dan gak terlalu sibuk," ucap Zian tersenyum tipis.


"Eee iya deh," ucap Laras gugup.


Laras sangat geram dengan kelakuan pria itu, pasalnya Zian sengaja sekali memperlama waktu untuk menghabiskan minumannya.


"Ni cowok ada masalah apa sih? Perasaan minum daritadi gak habis-habis, ah sial! Kalo kayak gini, gimana lagi cara gue supaya bisa usir kak Zian dari sini coba?" batin Laras kesal.


Laras juga celingak-celinguk ke arah dapur dan atas rumahnya, ia seperti mencari keberadaan Maryam sang ibu yang tak kunjung kembali.


"Cari siapa?" tanya Zian bingung.


"Eh enggak kok, kak. Aku gak cari siapa-siapa. Aku cuma bingung aja, kok ibu gak balik-balik ya?" jawab Laras sedikit gugup.


"Udah gapapa, biarin aja! Kan kita ngobrol berdua juga lebih bagus sayang!" ucap Zian tersenyum.


"Bukan gitu, soalnya aku kebelet nih. Aku gak enak aja ninggalin kak Zian sendirian disini, makanya aku mau cari mama dulu supaya bisa nemenin kak Zian. Gapapa kan kak? Soalnya aku gak tahan lagi, takut bocor disini!" ucap Laras tersenyum.


"Ohh, kamu kebelet? Yaudah gapapa, kamu ke toilet aja dulu sana! Nanti kalo udah selesai, baru deh kamu balik lagi temenin aku disini!" ucap Zian.


"Eee iya kak, tapi beneran nih kak Zian gapapa sendirian?" tanya Laras memastikan.


"Iya sayang, gapapa lah. Aku mah udah biasa sendiri, toh kamu juga gak lama. Paling kalo kebelet cuma beberapa menit, aku bakal setia nunggu kamu disini sayang!" jawab Zian.


"Eee oke deh, kak! Kalo gitu, aku permisi dulu ya?" ucap Laras.


"Iya," ucap Zian singkat.


Laras pun bangkit dari duduknya, ia berpura-pura kebelet tentunya agar bisa lepas dari Zian. Namun, alasan itu hanya bisa membuat ia lepas dari Zian selama beberapa menit saja. Karena setelahnya, Laras harus kembali kesana menemui pria itu.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2