
...HELO GUYS!...
...WELCOME BACK TO MY STORY!...
..."ANGKASA"...
...\=\=\=...
Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kanπ
...ΓΓΓ...
#ANGKASA EPS. 81
...β’...
...SELAMAT MEMBACA...πππ...
...β€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈ...
"Saya terima nikahnya Muthya Leoni Angela dengan mas kawin tersebut, dibayar tunai!" ucap Radian dengan lantang dan tegas di hadapan para saksi yang hadir dalam pernikahan tersebut.
"Bagaimana para saksi? Sah?" tanya penghulu.
"Sah!" semua saksi yang hadir disana kompak menjawab pertanyaan penghulu.
"Alhamdulillah!"
Doa pun diucapkan oleh sang penghulu setelah prosesi akad nikah antara Radian dan Oni itu selesai, lalu Radian menoleh ke arah istrinya saat ini dan mengecup kening Oni disana. Semuanya tampak bahagia kecuali Oni yang masih merasa tidak senang harus menikah dengan Radian, apalagi pernikahan ini memang terpaksa karena Oni sedang hamil.
"Oni, sekarang kita udah sah jadi suami-istri. Aku harap kita bisa terus bersama sampai akhir hayat, aku sayang sama kamu!" ucap Radian.
"Iya An, aku juga harap yang begitu! Tapi, maaf ya kalau nantinya aku banyak salah! Karena aku belum pengalaman jadi seorang istri, kamu kan tau sendiri aku masih mahasiswi!" ucap Oni.
"Iya sayang, aku paham kok!" ucap Radian tersenyum.
__ADS_1
Setelah selesai menandatangani buku nikah mereka, kini sepasang suami-istri itu pergi menghampiri kedua orang tua mereka yang juga hadir dan tengah duduk di belakang sana. Mereka pun bersimpuh di hadapan ayah serta ibu mereka lalu mencium tangan dan meminta maaf, keduanya saling menangis mengingat segala dosa yang mereka lakukan.
"Mama, maafin Oni ya! Harusnya Oni malam itu gak ketemu sama Radian, mungkin hal ini gak akan terjadi dan Oni masih bisa hidup bebas!" ucap Oni.
"Gapapa sayang, hanya saja setelah ini kamu gak boleh ketemu sama mama dan papa lagi! Karena kita malu punya anak seperti kamu, bisa-bisanya kamu hamil di luar nikah dan mencemarkan nama baik keluarga kita!" ucap mama Oni.
"Benar Oni, kamu benar-benar bikin kita sangat malu! Papa gak mau lagi ketemu atau sekedar lihat muka kamu, sekarang papa hadir disini semata-mata hanya untuk menemani pernikahan kamu! Setelah ini, papa dan mama akan pergi jauh dan kamu gak akan bisa ketemu kita lagi!" ucap papa Oni emosi.
"Pah, mah, jangan bilang begitu dong! Oni minta maaf sama papa dan mama!" ucap Oni menangis.
"Halah! Gak ada maaf buat wanita seperti kamu! Sudahlah, sekarang kamu urus saja suami kamu itu dan jangan bikin dia kecewa! Ayo mah, kita segera pergi aja dari sini!" bentak papa Oni.
"Iya pah, mama juga malas lama-lama disini!" ucap mama Oni.
Kedua orang tua Oni itu langsung beranjak dari kursi dan bersiap untuk pergi, Oni tampak sangat sedih dan terus menangis disana memohon agar mereka tidak pergi. Namun, semua sudah terlambat karena mama serta papa Oni sangat marah dan kecewa pada putri mereka itu, ya keduanya pun memilih pergi dari sana meninggalkan Oni yang masih menangis.
"Mama, jangan pergi mah! Papa, aku mohon tetap disini temenin aku! Mah, pah, please!" teriak Oni memohon pada kedua orangtuanya untuk tetap disana menemaninya.
Namun, mereka tak menggubris dan tetap melangkah pergi meninggalkan Oni tanpa menoleh sedikitpun ke belakang.
"Mama, papa...!!" teriak Oni sambil menangis.
"Tidaaakkk...!!"
Oni terbangun dari tidurnya dengan perasaan terkejut dan nafas yang memburu akibat mimpi buruk yang baru ia alami itu, Oni amat sangat syok dan tak menyangka kalau ia bisa mengalami mimpi itu. Namun, Oni cukup senang dan bersyukur karena itu semua hanyalah mimpi bukan kenyataan sehingga ia masih bisa bernafas lega untuk sekarang ini.
...β’β’β’...
Sementara itu, mbok Irma baru kembali dari membeli lauk untuk makan siang ia bersama Oni dan juga tentunya membeli testpack sesuai permintaan dari majikannya tersebut. Mbok Irma pun turun dari motor yang ia naiki lalu memberikan helm itu pada sang pengendara ojek, tak lupa juga mbok Irma membayar tukang ojek tersebut sebelum pergi.
"Nah kang, ini uangnya! Makasih ya udah anterin saya sampe ke depan rumah!" ucap mbok Irma.
"Iya iya, makasih mbok! Saya pergi dulu ya? Kalau mau kemana-mana lagi, telpon aja saya biar langsung saya jemput kemari!" ucap ojek itu.
"Siap!" ucap mbok Irma tersenyum.
__ADS_1
Setelahnya, tukang ojek itu pun pergi dari sana meninggalkan mbok Irma sendirian. Ya mbok Irma kembali menenteng belanjaan yang ia beli lalu berjalan menuju pintu pagar, ia membuka pagar tersebut dan bersiap masuk ke dalam rumah menemui Oni disana sekaligus menyiapkan makan siang untuk gadis yang merupakan majikannya itu.
Namun, tiba-tiba Syahra bersama dua temannya muncul dari belakang mengagetkan mbok Irma yang sedang membuka pintu pagar. Ya Syahra menepuk punggung mbok Irma sehingga wanita itu terkejut dan reflek memegangi dadanya sambil menoleh ke arah belakang, ia geleng-geleng kepala saat melihat Syahra disana sedang cengengesan.
"Ya ampun mbak Syahra, ngagetin si mbok aja sih! Untung si mbok gak jantungan!" ujar mbok Irma.
"Hehehe, maaf mbok! Kita cuma bercanda kok, abisnya seru kalo ngisengin mbok kayak gitu!" ucap Syahra sambil nyengir menutupi mulutnya.
"Yeh si mbak mah malah nyengir!" ujar mbok Irma.
"Hehe, jangan marah dong mbok! Kan aku sama temen-temen aku cuma bercanda, maaf ya mbok kalo emang bercanda kita kelewatan barusan!" ucap Syahra meminta maaf pada mbok Irma.
"Gapapa mbak! Si mbok juga gak marah kok, cuma kaget aja biasa!" ucap mbok Irma tersenyum.
"Syukurlah kalo enggak marah! Oh ya, mbok abis darimana nih? Banyak amat itu tentengan, isinya apa sih mbok?" tanya Syahra penasaran.
"Ohh, ini lauk buat makan siang non Oni! Kebetulan mbak Syahra sama teman-temannya dateng kesini, jadi bisa sekalian makan bareng!" ucap mbok Irma.
"Wah boleh tuh mbok! Kebetulan kita juga laper sih!" ujar Alin sambil nyengir dan mengusap perutnya.
"Yeh bukan kita kali, tapi cuma lu doang! Dasar pake bawa-bawa nama kita di atas kelaparan lu sendiri!" cibir Syahra tak terima.
"Hehe," Alin nyengir lagi.
"Sudah gapapa, kalian bertiga ayo masuk kita makan siang bareng-bareng sama non Oni juga! Pasti non Oni seneng ada temannya yang dateng kesini, yuk masuk!" ucap mbok Irma.
"Iya mbok," ucap Syahra tersenyum.
Disaat mereka hendak melangkah masuk ke dalam rumah tersebut, tiba-tiba Syahra tak sengaja melihat sebuah benda yang terjatuh di jalan yang mungkin saja tak sengaja jatuh dari plastik belanja mbok Irma saat ia mengagetkan mbok Irma tadi.
Syahra pun mengambil benda tersebut dan ternyata itu adalah testpack pesanan Oni.
"Eh mbok, ini punya mbok bukan?" tanya Syahra sembari menunjukkan testpack itu pada mbok Irma dengan wajah penasarannya.
Sontak mbok Irma langsung terkejut melihatnya.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...