Angkasa

Angkasa
Mahkota


__ADS_3

...HELO GUYS!...


...WELCOME BACK TO MY STORY!...


..."ANGKASA"...


...\=\=\=...


Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏


...Γ—Γ—Γ—...


#ANGKASA EPS. 61


...β€’...


...SELAMAT MEMBACA...πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰...


...❀️❀️❀️❀️...


Radian yang tidak enak hati dan terus saja kepikiran akan kejadian malam kemarin bersama Oni, akhirnya nekat mendatangi rumah gadis itu untuk meminta maaf secara langsung. Radian juga sudah membawakan seblak kesukaan Oni dan ia harap gadis itu mau menemuinya, ia memang masih terus saja berusaha untuk mendapat maaf dari Oni.


Radian pun turun dari motornya sembari merapihkan rambut dan membawa bungkus seblak di tangannya untuk diberikan pada Oni, ia langsung menuju ke depan pagar rumah Oni dan mengetuk-ngetuk pagar itu sembari memanggil nama Oni dari sana agar ia bisa segera menemui gadis itu, memang ia masih ragu kalau Oni mau menemuinya dan berbicara dengannya, tapi ia tetap berusaha untuk bisa mendapat maaf dari gadis yang sudah ia perkosa itu.


Tak lama kemudian, seorang wanita dewasa yang merupakan asisten rumah tangga di rumah Oni pun muncul keluar dan menemui Radian di depan gerbang sambil tersenyum. Ya asisten rumah tangga bernama mbok Irma itu memang sudah cukup kenal dengan Radian, karena dahulu Radian sering sekali main ke rumah Oni sewaktu masih menjalin hubungan dengan gadis tersebut.


"Eh den Radian, ya ampun apa kabar den? Udah lama banget loh gak datang kesini, sehat-sehat aja kan?" tanya mbok Irma sembari membuka kunci pagar.

__ADS_1


"Iya mbok, Alhamdulillah saya sehat! Mbok sendiri gimana kabarnya nih?" ucap Radian.


"Wah saya mah sehat den, Alhamdulillah! Oh ya, den Radian kesini mau ketemu sama non Oni ya?" ucap mbok Irma bertanya pada Radian.


"Eee iya mbok, apa Oni nya ada?" tanya Radian.


"Oh, ada kok den di dalam. Yuk masuk aja dulu, biar saya panggilin non Oni nya nanti!" ucap mbok Irma mengajak Radian masuk ke dalam dan membawa pria tersebut sampai ke ruang tamu.


"Nah, den Radian tunggu disini dulu ya!" ucap mbok Irma menyarankan Radian untuk duduk menunggu.


"Siap, mbok!" ucap Radian tersenyum.


Radian pun duduk di sofa rumah Oni sambil menaruh plastik berisi seblak itu di atas meja, sedangkan mbok Irma pergi ke atas menuju kamar Oni untuk memanggil majikannya tersebut. Ya kebetulan saat ini orang tua Oni sedang pergi ke luar negeri, sehingga Radian bisa bertemu dan mengobrol leluasa dengan Oni tanpa perlu khawatir dengan kehadiran orang tua dari gadis tersebut.


"Huh semoga aja Oni mau keluar temuin gue! Cuma ini satu-satunya cara buat gue bujuk Oni supaya mau maafin gue, ya walau susah sih!" batin Radian.


Tak lama kemudian, terlihat Oni bersama mbok Irma muncul dan tengah menuruni tangga secara perlahan sambil berbincang-bincang. Oni pun menatap sosok lelaki yang sedang duduk di sofa menunggu dirinya, ia sungguh malas sebenarnya untuk menemui Radian sekarang ini, namun tak mungkin jika ia tidak menemui Radian disana.


"Radian!"


Mendengar suara wanita memanggil namanya, Radian pun sontak terkejut. Ia langsung menoleh kemudian tersenyum begitu melihat sosok Oni berdiri disana, bahkan Radian berdiri tegak menyambut kedatangan Oni yang masih tampak cantik biarpun tanpa makeup dan hanya memakai kaos serta celana pendek dengan wajah cemberut.


"Hai Oni! Akhirnya kamu mau keluar juga temuin aku, makasih ya cantik!" ucap Radian tersenyum.


Oni justru membuang muka dan menaruh dua tangan di depan tubuhnya.


"Kamu kenapa sih? Apa kamu masih marah dan gak mau ngomong sama aku kayak di kampus tadi? Oni, please lah kita ngobrol sebentar ya disini! Aku gak bisa kalau harus diperlakukan seperti ini sama kamu, apalagi aku punya kesalahan yang besar!" ucap Radian sambil menatap wajah Oni.

__ADS_1


"Kalo kamu tau kamu punya kesalahan besar, harusnya kamu sadar dan enggak datang ke rumah aku kayak gini! Kan kamu tau aku gak mungkin mau ngobrol sama kamu, paham?!" ucap Oni.


"Oni, justru itu! Aku kesini kan mau bicara berdua sama kamu dan bahas masalah kita kemarin, aku akuin aku salah! Tapi, aku sama sekali gak ada niatan buat ngelakuin itu ke kamu! Aku dalam kondisi mabuk dan gak bisa kontrol diri aku sendiri, aku mohon sama kamu kita ngobrol dulu berdua disini ya cantik!" ucap Radian memohon pada Oni.


Oni menghela nafas sejenak kemudian melangkah menuju sofa dan duduk disana, sedangkan Radian masih heran sambil terus memandangi Oni.


"Kamu ngapain malah berdiri aja disitu? Udah ayo duduk, katanya mau ngobrol tadi!" ucap Oni.


"Eee iya iya, aku kira kamu masih gak mau ngomong sama aku. Makasih ya karena kamu udah berubah pikiran dan mau bicara sama aku, kamu makin cantik deh!" ucap Radian sembari mengelus wajah Oni lalu duduk di samping gadis itu.


"Jangan sentuh-sentuh aku ya! Aku masih trauma sama kejadian semalam, aku gak mau itu terulang lagi! Kalau kamu mau ngobrol ya ngomong aja, gausah pake elus-elus pipi segala!" ujar Oni.


"Iya Oni cantik, maaf ya!" ucap Radian tersenyum.


Oni hanya mendengus kesal sembari memalingkan wajahnya ke arah samping, jujur ia malas sekali meladeni Radian saat ini dan ingin segera pergi dari sana meninggalkan pria tersebut. Namun, ia tidak enak juga jika mengusir Radian karena Oni adalah gadis yang tak enakkan pada setiap orang biarpun orang itu telah menyakitinya termasuk Radian.


"Eee Oni, ini ada seblak buat kamu! Aku masih inget dulu kamu paksa-paksa aku minta buat dibeliin ini sewaktu kita masih pacaran, semoga kamu masih suka ya!" ucap Radian.


"Makasih! Aku masih suka kok, tapi ini bukan berarti aku mau maafin kamu ya! Karena kesalahan kamu gak akan bisa dimaafkan, dan seblak ini juga gak bisa balikin mahkota aku yang udah kamu curi kan?" ucap Oni menampani plastik itu.


"Iya Oni, aku tau kok. Mahkota kamu juga gak sebanding sama seblak ini," ucap Radian murung.


Tiba-tiba saja mbok Irma muncul dari dapur dan tak sengaja mendengar percakapan antara Radian dengan Oni mengenai mahkota.


"Hah? Mahkota apa yang dicuri non?" tanya mbok Irma dengan wajah terkejut.


Sontak baik Oni maupun Radian terkejut bukan main mendengar suara mbok Irma disana, mereka kompak menoleh ke arah mbok Irma itu berdiri dan saling kebingungan harus menjawab apa.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2