
...HELO GUYS!...
...WELCOME BACK TO MY STORY!...
..."ANGKASA"...
...\=\=\=...
...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kanπ...
...ΓΓΓ...
#ANGKASA EPS. 104
...β’...
...SELAMAT MEMBACA...πππ...
...β€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈ...
Juliana dan Marcel tampak terkejut saat melihat Revi kembali ke dalam rumah bersama seorang pria, ya mereka memandangi pria itu dari atas sampai bawah dengan tatapan tak percaya. Apalagi terlihat kalau pria yang bersama Revi itu adalah seorang yang pemalu dan lebih banyak diam, mereka seperti tak percaya kalau pria itu adalah kekasih dari Revi.
Revi hanya tersenyum masih sambil menggandeng tangan Muzaki lalu berjalan mendekati kedua orang tua gadis itu, Muzaki tampak gugup dan tubuhnya juga terus gemetar karena malu. Belum pernah memang Muzaki bertemu dengan orang tua dari Revi sebelum ini, sehingga ini adalah pertemuan pertama Muzaki dengan kedua orang tua itu disana.
"Mah, pah, ini dia pacar aku yang dari kemarin aku bilang dan aku ceritain ke mama papa. Dia telat itu karena tadi ada kerjaan mendadak katanya, jadi mama papa jangan marah!" ucap Revi tersenyum.
"Oh gitu, siapa nama kamu?" tanya Juliana ketus.
"Eee sa-saya Muzaki, tante. Lengkapnya Ahmad Muzaki Dwinanda," jawab Muzaki gugup.
"Saya gak mau tau nama lengkap kamu, kan saya cuma nanya nama aja! Terus, kamu ini benar pacar dari anak saya Revi?" ujar Juliana masih ketus.
"I-i-iya tante, saya dan Revi adalah pasangan kekasih!" jawab Muzaki.
"Ketemu dimana kamu sama Revi?" tanya Juliana.
__ADS_1
"Eee kebetulan kita satu kampus tante, saya mulai tertarik sama Revi ketika lihat dia tampil di panggung bersama tim dance kampus. Sejak itu saya coba deketin Revi, hingga akhirnya saya berhasil jadi pacar Revi gadis yang saya cinta tante!" jelas Muzaki.
"Yaudah, duduk gih!" ujar Juliana.
"Salam kenal ya Muzaki, ayo kita makan bareng disini!" sahut Marcel sambil tersenyum.
"Terimakasih om, tante!" ucap Muzaki.
Muzaki pun duduk di kursi yang sudah tersedia, ia berdampingan dengan Revi dan masih tampak saling mesra untuk menghindari kecurigaan dari Juliana maupun Marcel. Walau tampaknya kedua orang tua dari gadis itu tak menyukai sosok Muzaki yang dianggap terlalu letoy, namun baik Juliana atau Marvel masih tetap berusaha bersikap profesional.
"Yuk silahkan dimakan! Ini hidangan kelas atas loh, kamu bisa gak makannya?" ujar Juliana.
"Ya jelas bisa dong, mah! Kak Muzaki ini kan anak orang kaya, papanya itu punya perusahaan minyak di Kalimantan. Masa iya kak Muzaki gak bisa makan beginian doang?" ucap Revi sambil tersenyum.
"Perusahaan minyak?" tanya Juliana kaget.
Revi menyenggol lengan Muzaki agar pria itu bisa menjawab pertanyaan mamanya.
"Eee i-i-iya tante," jawab Muzaki gugup.
"Baguslah! Saya pikir gak bisa makannya, tapi tetap aja itu kan perusahaan milik papa kamu bukan milik kamu pribadi!" ujar Juliana.
Juliana terdiam berpura-pura tak mendengar perkataan dari Muzaki itu.
"Kak Zaki bohongnya bagus banget! Mama sampe jadi gak berkutik gitu, ya semoga aja deh dengan ini mama dan papa gak akan jodohin aku lagi sama anak teman mama itu!" gumam Revi dalam hati.
Revi pun tersenyum sembari menatap wajah Muzaki dan memotong daging yang ada di piring, ia juga terlihat membantu Muzaki mengambil makanan.
Sementara Juliana dan Marcel tampak saling pandang seperti membahas sesuatu, mereka masih tidak rela kalau Revi berpacaran dengan Muzaki walau tahu pria itu adalah anak bos minyak yang tentu saja kaya raya bukan main.
β’
β’
Setelah prosesi makan malam selesai, kini Revi mengantar Muzaki ke luar rumah sembari terus tersenyum senang karena rencananya malam ini berhasil. Ya Revi dan Muzaki memang telah berhasil membuat Juliana serta Marcel tak berkutik ketika di dalam tadi, kedua orang tua Revi itu sudah tidak memiliki alasan lagi untuk menjodohkan Revi.
__ADS_1
Muzaki pun ikut senang melihat senyum Revi yang benar-benar tulus itu, ia suka sekali jika melihat Revi alias gadis yang dicintainya itu bisa tersenyum renyah seperti sekarang. Ya walaupun kali ini ia hanya berakting menjadi kekasih dari Revi dan bukan beneran, namun tetap saja Muzaki sudah merasa senang karena bisa setidaknya berduaan disana.
"Kak Zaki, makasih banyak ya kak Zaki udah mau bantu aku buat ngomong sama mama papa tadi! Aku gak tahu lagi deh gimana caranya harus makasih sama kak Zaki?!" ucap Revi.
"Sama-sama Rev, tapi kamu gak perlu lah pake makasih segala kayak gitu! Toh aku juga ikhlas kok bantu kamu tadi, karena aku emang gak mau aja kalau kamu dipaksa buat nikah muda apalagi kalau dijodohin begitu!" ucap Muzaki.
"Eee iya benar kak, mungkin sekarang mama dan papa aku gak akan begitu lagi!" ucap Revi.
"Ya aamiin deh! Semoga aja ya memang begitu, tapi kalau misal mama kamu masih maksa mau jodohin kamu, ya kamu tinggal bilang aku aja!" ujar Muzaki.
"Iya kak, pasti aku bilang!" ucap Revi tersenyum.
Muzaki tersenyum lalu mendekat dan menggenggam tangan Revi disana, ia menatap wajah Revi dengan penuh ketulusan serta harapan yang tentunya ingin sekali ia raih bersama Revi.
"Rev, kamu cantik sekali!" puji Muzaki.
"Ah kak Zaki bisa aja! Sekarang kak Zaki udah alih profesi jadi tukang gombal, ya?" ucap Revi.
"Hahaha, enggak lah! Aku mana bisa gombalin wanita seperti itu? Semua yang aku bicarakan itu fakta dan benar adanya, bukan sekedar bualan atau gombalan seperti kebanyakan lelaki. Karena menurut aku, wanita seperti kamu itu gak pantas buat digombalin. Tapi, pantasnya buat diperjuangin!" ucap Muzaki tersenyum.
Sontak Revi tersentak mendengar kata-kata yang baru dilontarkan Muzaki itu, ia tak menyangka jika Muzaki dapat berkata seperti itu padanya.
"Kak Zaki bisa aja, aku kan jadi malu!" ujar Revi.
"Gapapa, aku suka sama cewek yang pemalu!" ucap Muzaki sembari mengusap rambut gadis itu.
"Eee ma-maksud kak Zaki apa?" tanya Revi.
"Gak kok, yaudah ya aku mau balik sekarang? Kamu kan juga perlu istirahat, apalagi ini sudah terlalu larut buat wanita seperti kamu! Good night ya Rev, selamat beristirahat!" ucap Muzaki tersenyum.
"Iya kak, night too! Kak Zaki juga hati-hati ya di jalan, awas loh ini udah malam dan kak Zaki harus waspada jangan ngebut!" ucap Revi.
"Pasti!" ucap Muzaki singkat.
Setelahnya, Muzaki melepas genggaman tangannya dari Revi lalu berjalan menuju ke mobil meninggalkan gadis yang masih berdiri di tempatnya itu.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...