
...HELO GUYS!...
...WELCOME BACK TO MY STORY!...
..."ANGKASA"...
...\=\=\=...
...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kanπ...
...ΓΓΓ...
#ANGKASA EPS. 164
...β’...
...SELAMAT MEMBACA...πππ...
...β€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈ...
Radian melipir sejenak ke pinggir setelah ia mengantar paket dari rumah Revi, entah mengapa pria itu masih merasa sedih mengingat perasaannya pada Revi yang belum terhilangkan sepenuhnya.
Radian melepas helm serta maskernya, wajah sembabnya itu kini telah tak tertutupi dan ia menangis cukup deras mengingat semua kenangan saat bersama Revi ketika ia belum menikah dulu.
"Seandainya gue gak ngelakuin hal bodoh itu ke Oni, mungkin sekarang gue masih bisa deket sama Revi dan bisa jadi gue bakal jadian sama dia!" batinnya.
Namun, kesedihannya itu bukan berarti ia juga tak senang menikah dengan Oni. sejujurnya Radian senang dan malah sangat beruntung karena bisa mendapatkan istri seperti Oni, apalagi sebelumnya wanita itu telah ia sakiti beberapa kali bahkan sampai ia perkosa ketika mabuk.
"Aaarrgghh! Udah lah Radian, lu harus bisa kuat dan jangan mikirin Revi terus! Ingat, lu ini sekarang udah punya istri dan dia juga lagi hamil! Lu gak boleh kecewain dia An!" batin Radian.
Sekeras apapun Radian berusaha untuk menghilangkan Revi dari pikirannya, tetap saja wajah serta kenangan gadis itu selalu kembali muncul di dalam kepalanya, seperti sebuah dilema yang menyulitkan baginya.
Tak lama kemudian, sebuah motor dari arah berlawan berhenti tepat di dekatnya.
Radian pun menghapus air matanya dengan cepat lalu menatap tajam ke arah si pemotor, ia belum mengenali siapa pemotor tersebut karena masih mengenakan helm.
"Heh! Lu siapa?" tegur Radian heran.
Pemotor itu melepas helmnya, lalu menunjukkan wajahnya pada Radian.
"Saya Muzaki!" ucapnya.
"Hah? Zaki?" Radian terkejut bukan main.
"Iya, apa kabar Radian? Saya tadi gak sengaja ngeliat kamu lagi disini, terus muka kamu kayak orang yang abis nangis gitu. Makanya saya samperin aja, eh ternyata bener lagi nangis! Ada apa sih emang?" ucap Muzaki bertanya-tanya.
"Eee gue gapapa kok, ini bukan nangis cuma kelilipan debu aja tadi. Lu gausah sok perduli gitu deh sama gue, mending lu cabut sana!" ujar Radian.
__ADS_1
"Ya ampun An, saya tanya baik-baik loh kok kamu malah ngegas gitu ke saya?" ucap Muzaki.
"Ah udah lah! Gue mau lanjut ngojek, lu jangan ganggu gue lagi!" ujar Radian.
"Eee kamu jadi tukang ojek sekarang, An?" tanya Muzaki terheran-heran.
"Ya, terus kenapa? Lu mau ngeledek gue? Yaudah ledek aja silahkan!" ujar Radian emosi.
"Buat apa saya ngeledek kamu? Lagian jadi tukang ojek itu pekerjaan yang bagus kok, kan halal! Malah saya iri sama kamu, karena kamu sudah bisa bekerja sendiri dan mencari uang sendiri. Saya salut sama kamu Radian!" ucap Muzaki tersenyum.
"Eee thanks! Gue kan udah nikah sama Oni, sebagai suami ya gue harus tanggung jawab dong buat hidupin istri gue!" ucap Radian.
"Keren kamu An! Oh ya, btw kamu lagi ngapain di daerah perumahan Revi sambil nangis kayak gitu? Apa ada hubungannya dengan Revi?" tanya Muzaki penasaran.
"Gak kok, tadi gue ada orderan disini!" jawab Radian.
"Ohh gitu...."
"Iya, yaudah ya gue mau cabut dulu lanjut narik! Lu mau ke rumah Revi?" ucap Radian.
"Iya nih, yaudah kamu hati-hati An!" ucap Muzaki.
"Siap! Titip salam buat Revi!" ucap Radian.
"Titip salam juga buat Oni, pasti dia bahagia banget punya suami kayak kamu!" ucap Muzaki.
Radian kembali memakai helmnya dan langsung menancap gas pergi meninggalkan Muzaki, sedangkan Muzaki sendiri tetap disana menatap motor Radian yang perlahan menjauh.
"Gak mungkin banget Radian gak nangis, saya tadi yakin banget kok dia nangis! Apa jangan-jangan dia nangis itu karena keinget Revi?" gumam Muzaki.
β’
β’
Sementara itu, Revi dan mamanya sudah berada di dalam mobil tengah menuju tempat pertemuan dengan Yani alias teman Juliana tersebut. Mobilnya baru keluar dari gerbang memasuki jalan raya depan rumah Revi yang kebetulan sepi itu.
Namun, saat dalam perjalanan Revi tak sengaja melihat sosok Muzaki tengah berdiri di jalan dekat rumahnya tersebut. Tentu saja Revi penasaran dan ingin menghampiri Muzaki untuk bertanya langsung, ia pun meminta pak Darwin supirnya itu untuk menghentikan mobilnya.
"Pak pak stop dulu pak!" teriak Revi.
Ciiitttt...
Pak Darwin menginjak rem secara mendadak karena Revi yang memintanya.
"Sudah non!" ucap pak Darwin.
"Revi, kamu apaan sih? Ngapain minta pak Darwin buat berhenti?" tanya Juliana heran.
__ADS_1
"Eee aku mau turun sebentar, mah!" jawab Revi.
"Haish, mau ngapain kamu turun disini?" tanya Juliana penasaran.
"Aku mau temuin kak Zaki," jawab Revi.
"Zaki?"
Revi langsung membuka pintu dan turun dengan tergesa-gesa meninggalkan mamanya di dalam, Juliana mencoba menahannya tetapi gagal karena Revi sudah lebih dulu turun.
"Hey Rev, Revi tunggu!" teriak Juliana.
Revi tak menggubris itu, ia berjalan saja mendekati Muzaki karena penasaran apa yang dilakukan pria itu disana seorang diri.
"Kak Zaki!" teriak Revi memanggil pria itu.
"Eh Revi, kamu kok disini?" tanya Muzaki heran.
"Harusnya aku yang tanya sama kak Zaki, ngapain kak Zaki ada disini?" ucap Revi.
"Eee iya Rev, ini aku tadinya mau ke rumah kamu. Eh malah ketemu disini sama kamu," ujar Muzaki.
"Umm, ada apa ya kak?" tanya Revi.
"Gak ada sih, aku cuma mau pamit sama kamu! Kan besok aku sama anak-anak pecinta alam berangkat ke ujung timur, kamu jaga diri ya Rev dan maaf aku gak bisa jagain kamu dulu dari Arsyan!" jelas Muzaki.
"Ohh, kak Zaki mau pergi ya?" ucap Revi sedih.
Entah mengapa mendengar ucapan Muzaki membuat Revi sedih, walaupun selama ini mereka hanya berpura-pura namun Revi tetap tak bisa bila jauh dari Muzaki.
"Iya Rev, sesuai rencana kan aku harus bantu-bantu banyak di daerah sana supaya daerah itu bisa semakin berkembang! Tapi, kamu gak perlu sedih kan aku bakal balik lagi dua Minggu kemudian!" jelas Muzaki tersenyum.
"Umm iya kak, aku gak sedih kok. Emang kak Zaki kesananya sama siapa aja?" tanya Revi.
"Ya anak-anak pecinta alam pastinya, kalau Laras masih belum fix sih. Soalnya dia juga belum kasih kabar lagi ke aku," jawab Muzaki.
"Oh gitu,"
Tiba-tiba saja Juliana menyusul turun dari mobil dan menghampiri mereka berdua.
"Revi!" teriak Juliana sembari berjalan.
Sontak Muzaki dan Revi terkejut lalu menoleh ke asal suara, gadis itu khawatir saat melihat mamanya ikut turun dan kini tengah berjalan ke arahnya. Ya tentu Revi tak mau jika Juliana kembali memarahi Muzaki seperti sebelumnya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1