Angkasa

Angkasa
Alamat bohongan?


__ADS_3

...HELO GUYS!...


...WELCOME BACK TO MY STORY!...


..."ANGKASA"...


...\=\=\=...


...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏...


...Γ—Γ—Γ—...


#ANGKASA EPS. 117


...β€’...


...SELAMAT MEMBACA...πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰...


...❀️❀️❀️❀️...


Hari sudah semakin siang dan panas makin bertambah membuat kulit terasa terbakar, untunglah Oni memakai hoodie pemberian Radian sehingga ia tidak kepanasan saat ini. Ya gadis cantik itu kini telah selesai kuliah, ia pun pergi menuju markas alligator alias teman-teman Radian untuk memeriksa apakah Radian sudah kembali ke kampus atau belum.


Ya sebagai seorang wanita, Oni malu jika ia harus menelpon Radian lebih dulu atau malah mengirim pesan pada pria itu. Makanya Oni memilih untuk mengecek sendiri ke markas alligator supaya ia tidak penasaran lagi saat ini, karena ia memang ingin pulang dan Radian sudah berjanji tadi bahwa dia akan menjemput Oni kembali di kampus itu.


Sesampainya disana, Oni langsung mengintip dari luar untuk memeriksa apakah ada Radian atau tidak di dalam sana. Namun, ia sama sekali tak menemukan Radian dan yang ada hanya para teman dari Radian yakni Zian serta yang lainnya, Oni pun merasa sedih dan cemas karena Radian tidak ada di dalam sana sesuai yang diinginkannya tadi.


"Yah, Radian gak ada lagi! Terus gue harus pulang sama siapa coba kalo gini? Mana tadi Radian yang nganterin gue kesini, terus uang yang gue bawa juga cuma sedikit!" ucap Oni kebingungan.


Disaat Oni tengah mengintip ke dalam, tiba-tiba saja pintu justru terbuka dan Zian serta yang lainnya keluar dari dalam sana. Mereka tampak terkejut melihat Oni ada di depan markas itu, begitupun dengan Oni yang juga ikut terkejut karena Zian sudah ada di hadapannya saat ini.


"Loh Oni? Lu kok bisa ada disini? Lagi ngapain?" tanya Zian terheran-heran.

__ADS_1


"Eee gu-gue gak ngapa-ngapain kok, yaudah ya gue mau balik duluan!" jawab Oni gugup dan langsung berbalik hendak pergi.


"Eh Oni, tunggu!" ucap Zian menahan gadis itu.


Oni pun menghentikan langkahnya, lalu kembali menoleh ke arah Zian karena penasaran. Sedangkan pria itu melangkah maju mendekati Oni dan menatap wajah gadis itu sambil tersenyum.


"Kenapa?" tanya Oni penasaran.


"Gue mau tanya deh, pernikahan lu sama Radian itu kapan diadainnya?" ucap Zian.


"Eee gue juga kurang tahu, lu tanyain aja sama Radian langsung!" ucap Oni.


"Lah kok gitu? Kan itu nikahan lu juga," ujar Zian.


"Eee iya, tapi kan yang ngurus segala halnya itu Radian. Gue mah terima beres aja, karena gue juga emang gak berbakat ngurus begituan! Yaudah ya, gue mau balik sekarang!" ucap Oni.


"Sabar dong Oni! Lu emang mau ngapain sih pulang buru-buru kayak gitu? Mending disini sama kita, sekalian lu tungguin si Radian datang! Gue yakin tadi lu ngintip itu mau cari Radian, iya kan?" ucap Zian lagi-lagi menahan Oni agar tidak pergi.


"Nah betul tuh! Ketara banget dari gerak-gerik lu barusan, nyari Radian kan?" sahut Azim.


"Iya, gue cari Radian. Terus kenapa?" ucap Oni.


"Ohh, cie cie yang masih cinta sama Radian! Emang pas banget dah kalian berdua itu, sama-sama malu kalau ditanya satu sama lain! Pasti kalau kalian nikah nanti, bakalan jadi pasangan yang serasi banget!" ucap Zian tersenyum.


"Lu apaan sih? Gue nikah sama Radian tuh karena terpaksa, bukan karena cinta!" ujar Oni.


"Masa sih sayang?"


Tiba-tiba saja terdengar suara seorang pria dari arah belakang mereka, ya mereka pun kompak menoleh lalu terkejut bukan main melihat keberadaan Radian disana yang tengah menatap ke arahnya.


"Radian?" ucap Oni gemetar.

__ADS_1


...β€’β€’β€’...


Disisi lain, Muzaki yang sedang dalam perjalanan pulang itu tak sengaja bertemu dengan Laras saat ia melewati jalanan menuju rumahnya. Gadis itu terlihat sedang berdiri sendirian di pinggir sana dekat tiang listrik sambil memegang ponsel, Muzaki pun cemas dan kemudian mendekati gadis itu untuk memastikan sedang apa Laras berdiri disana saat ini.


Sementara Laras sendiri masih belum menyadari apa yang ada di depannya saat ini, ya gadis itu sangat fokus dengan ponselnya sehingga ia tak sadar kalau Muzaki sudah berdiri tepat di depannya. Bahkan saat Muzaki mendekatinya, Laras pun belum juga sadar dan masih saja fokus menatap layar ponsel dengan raut wajah panik seperti sedang ada masalah besar.


"Ehem ehem..." Muzaki berdehem bermaksud untuk menyapa gadis di hadapannya itu.


Sontak Laras pun terkejut dan ia baru sadar kalau ada Muzaki di depannya, ya Laras seketika itu juga langsung gugup tak bisa berkata apa-apa selain hanya tersenyum ke arah Muzaki.


"Eh, kak Zaki. Eee kak Zaki kok bisa ada disini? Maaf ya aku tadi gak sadar kalau ada kak Zaki, aku terlalu fokus sama hp!" ucap Laras merasa tidak enak.


"Gapapa. Aku juga baru datang kok, aku kebetulan lewat sini tadi mau pulang. Kamu sendiri ngapain berdiri disini sendirian begitu? Panas-panasan lagi, nanti kulit kamu kebakar terus jadi hitam nangis!" ucap Muzaki tersenyum tipis.


"Hehe, ini kak aku lagi ngurusin pesanan kurma jualan mama aku. Jadi tuh ada yang mau pesan, nah tapi kasih alamatnya gak jelas! Terus aku coba sms juga daritadi gak dibales, aku telpon gak diangkat! Makanya aku pusing banget kak, mana semua kurma itu udah disiapin sama mama!" ucap Laras.


"Waduh, parah banget ya itu orang! Emang sebelum ini orangnya kasih alamat kemana?" ucap Muzaki.


"Eee ini kak, udah aku catat di kertas. Tapi, daritadi aku keliling nyari alamat itu gak ketemu-ketemu! Sampai teman aku sekarang masih keliling buat nyari itu alamat dimana, aku kasihan kak sama mama kalau ini orderan fiktif!" jawab Laras.


Muzaki pun mengambil kertas dari tangan Laras itu lalu membacanya, ia tercengang saat mengetahui alamat yang ada di kertas tersebut.


"Sabar Laras! Insyaallah aku bakal bantu kamu, ini sih aku tahu banget alamatnya dimana. Kebetulan aku orang sini, yuk ikut sama aku! Kita naik motor aku, biar lebih cepat sampai disana!" ucap Muzaki.


"Loh itu emang alamat real, kak? Tapi, daritadi aku tanyain ke orang-orang disini mereka pada gak tahu itu alamatnya dimana!" ucap Laras heran.


"Hahaha, iya ini real kok. Kamu sabar aja dulu, insyallah kurma buatan mama kamu pasti bakal tetap dibeli sama orangnya! Oh ya, kasih tahu juga teman kamu yang lagi keliling buat ikutin kita! Kamu shareloc aja ke dia!" ucap Muzaki.


"Eee iya kak, makasih ya!" ucap Laras.


"Sama-sama,"

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2