Angkasa

Angkasa
Balikin kentang


__ADS_3

...HELO GUYS!...


...WELCOME BACK TO MY STORY!...


..."ANGKASA"...


...\=\=\=...


...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏...


...Γ—Γ—Γ—...


#ANGKASA EPS. 116


...β€’...


...SELAMAT MEMBACA...πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰...


...❀️❀️❀️❀️...


Latifah dan Digo kini sudah menemukan tempat duduk yang kosong untuk mereka bisa bicara berdua disana, ya keduanya pun duduk berdampingan dan tampak sama-sama canggung saat ini. Apalagi bagi seorang Latifah yang merupakan sosok gadis lugu dan agak nolep itu, ya berdekatan dengan seorang pria seperti Digo tentunya membuat ia kebingungan.


Sementara Digo sendiri juga masih bingung harus memulai darimana pembicaraan kali ini, ia ingin segera jujur sebenarnya dan mengatakan yang ingin ia katakan pada Latifah. Namun, entah mengapa ia merasa cemas kalau nantinya Latifah akan marah padanya dan tak mau lagi menemuinya atau sekedar tegur sapa kepadanya ketika bertemu nanti.


"Kak Digo, sekarang kakak udah bisa bicara. Oh ya, emangnya kak Digo itu mau bicara apa?" ucap Latifah yang penasaran.


"Eee se-sebenarnya aku ini mau ada sesuatu yang aku sampein ke kamu, menurut aku sih ini penting karena menyangkut perasaan. Tapi, kalau misal kamu risih atau gak suka boleh ganti topik kok!" ucap Digo mengantisipasi lebih dulu.


"Umm, buat apa risih? Emang perasaan apa yang kak Digo maksud?" tanya Latifah tak percaya.


"I-i-iya Fah, aku tuh sebenernya suka sama kamu! Aku sudah lama jatuh cinta sama kamu, ya sejak kita bertemu untuk pertama kali waktu itu! Aku gak bisa lagi terus memendam rasa ini ke kamu Fah, makanya aku ungkapin ini sekarang!" jelas Digo.


Mendengar penjelasan Digo membuat Latifah terkejut bukan main, gadis itu memalingkan wajah ke arah lain karena masih tak menyangka jika Digo ternyata menyukai dirinya.

__ADS_1


"Kamu marah sama aku, Fah?" tanya Digo.


"Hah? Eee mana ada gue marah? Ngapain juga gue harus sama lu, kak Digo? Masalah lu suka sama gue, itu kan hak lu! Masa iya gue harus larang-larang orang buat suka sama gue? Tapi, yang jadi masalah disini itu karena gue gak bisa balas perasaan yang lu rasakan ke gue, kak!" jawab Latifah.


"Ohh, jadi soal itu? Gak masalah kok Fah, aku juga gak menuntut kamu untuk suka balik sama aku! Karena aku bilang begitu sama kamu, biar supaya hati aku lega aja!" ucap Digo tersenyum.


"Bagus deh, kalo kak Digo emang ngerti!" ucap Latifah.


Digo tertunduk lesu saat ini, entah mengapa ia sulit sekali untuk bisa menghilangkan rasa sedih dari dalam hatinya itu. Biarpun bibirnya berkata tak ada masalah, akan tetapi hatinya retak dan sangat sakit mengetahui kalau Latifah tidak bisa membalas rasa sukanya itu, padahal ia berharap kalau ia bisa memiliki kekasih seperti Latifah.


"Eee maaf kak, kayaknya sekarang gue harus pergi deh! Ini udah mau panas, nanti kalau kelamaan disini bisa-bisa gue haus dan parahnya lagi badan gue malah pada angus!" ucap Latifah.


"Hahaha, walau kamu angus sekalipun, aku tetap bakal suka kok sama kamu Fah! Karena cintaku ini tulus, bukan karena fisik!" ucap Digo.


Latifah terdiam mendengar itu, ia jadi merasa bersalah melihat ekspresi Digo yang saat ini karena pria itu tampak patah hati setelah ditolak olehnya secara mentah-mentah.


"Duh, kak Digo bisa aja!" ucap Latifah nyengir.


"Pasti bisa dong! Aku kan udah bilang, aku cinta sama kamu dengan tulus! Oh ya, kalau kamu pulang sekarang gapapa kok, kebetulan aku juga masih ada urusan lain sekarang! Eee kamu mau aku anterin atau enggak nih?" ucap Digo.


"Oh ya? Dimana?" tanya Digo penasaran.


"Eee..." Latifah gugup kebingungan apakah ia harus memberitahu alamat rumahnya pada Digo atau tidak.


...β€’β€’β€’...


Disisi lain, Muzaki datang ke rumah Revi untuk mengantarkan bahan milik gadis itu yang terjatuh di pasar sebelum ini. Ya Muzaki khawatir kalau bahan itu memang diperlukan oleh Revi untuk memasak dan ia tak mau Revi kesulitan, akhirnya Muzaki memilih untuk mengembalikan bahan kentang itu ke Revi dengan cara mengantarnya secara langsung.


Muzaki turun dari motor, lalu menemui pak Fadlul selaku satpam di rumah itu sembari membawa sebiji kentang di tangannya yang sedikit kotor karena terjatuh tadi. Muzaki memang terlalu perhatian pada Revi alias gadis yang ia cintai itu, bahkan hanya satu buah kentang saja ia sampai sepanik itu dan cemas kalau Revi akan kehilangan bahan masakannya itu.


"Hey, siapa kamu?!" tegur pak Fadlul.


"Permisi pak, saya teman Revi. Saya mau ketemu dong sama Revi, apa boleh?" ucap Muzaki.

__ADS_1


"Ohh, iya iya saya ingat! Kamu yang malam itu datang ke rumah ini kan? Ada keperluan apa kamu pengen ketemu sama non Revi, eh bukannya kamu itu pacar non Revi ya?" ucap pak Fadlul penasaran.


"Eee iya pak, saya ada urusan aja sama Revi. Boleh kan saya izin masuk ke dalam? Atau kalau enggak, bapak tolong panggilin aja Revi nya!" ujar Muzaki.


"Tentu boleh dong, mas. Silahkan masuk dan tunggu di tempat duduk! Biar saya yang akan panggilkan non Revi di dalam, tidak akan lama kok mas!" ucap pak Fadlul membuka pintu gerbang itu.


"Baik pak, terimakasih!" ucap Muzaki tersenyum.


Saat Muzaki hendak melangkah memasuki halaman rumah gadis itu, tiba-tiba saja terdengar suara teriakan dari arah depan memanggil namanya.


"Kak Zaki!"


Suara itu terdengar seperti suara wanita, sontak Muzaki terkejut dan menoleh ke depan mencari tahu siapa yang memanggilnya. Ya rupanya itu adalah suara dari Revi alias gadis yang memang ingin ia temui saat ini, Muzaki pun tersenyum karena ini merupakan sebuah kebetulan.


Sementara Revi berjalan menghampiri Muzaki di dekat gerbang itu, ia penasaran ada apa sebenarnya Muzaki sampai datang ke rumahnya. Ia pun berhenti tepat di hadapan pria tersebut dan menatapnya.


"Eh non Revi udah keluar aja, baru saya mau panggil non Revi ke dalam!" ucap pak Fadlul.


"Iya pak, yaudah bapak boleh balik ke tempat!" ucap Revi tersenyum.


"Siap non!" ucap pak Fadlul.


Setelah pak Fadlul alias satpam itu pergi ke pos tempat ia bertugas, kini Revi hanya berdua dengan Muzaki di dekat gerbang.


"Kak Zaki, ayo duduk dulu!" ucap Revi.


"Eh gausah Rev! Aku kesini cuma mau balikin ini kok, tadi jatuh dari kantung belanja kamu!" ucap Muzaki menyodorkan kentang di tangannya kepada Revi.


"Hah? Ohh, pantesan aku cari tadi kentangnya gak ada. Eh ternyata jatuh, makasih ya kak! Tapi, sebenarnya sih ini juga gak penting-penting amat buat aku, karena tukang sayur di pasar tadi gak punya kembalian makanya dikasih kentang!" ucap Revi tersenyum menampani kentang itu.


"Apa??"


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2