Angkasa

Angkasa
Lebih serius


__ADS_3

...HELO GUYS!...


...WELCOME BACK TO MY STORY!...


..."ANGKASA"...


...\=\=\=...


...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏...


...Γ—Γ—Γ—...


#ANGKASA EPS. 231


...β€’...


...SELAMAT MEMBACA...πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰...


...❀️❀️❀️❀️...


Revi menemui Muzaki di depan rumahnya, ia tersenyum mendekati pria itu dan berdiri tepat di samping sang kekasih yang sudah berada disana sedari tadi menunggunya datang.


"Kak Zaki," Revi menyapa kekasihnya.


"Eh Revi sayang, akhirnya kamu muncul juga. Kamu cantik banget sih pagi ini!" Muzaki langsung berdiri menatap Revi sambil tersenyum.


Pria itu meraih dua tangan Revi untuk digenggam, lalu mengusap rambutnya dengan lembut.


"Aku kan emang cantik, kak. Namanya juga cewek, kalau cowok baru ganteng. Contohnya ya kak Zaki ini, ganteng pake banget!" ucap Revi berbalik memuji kekasihnya.


"Ah bisa aja kamu!" ujar Muzaki malu-malu.


"Yaudah, kak Zaki masuk dulu yuk ketemu mama! Tadi mama udah bilang katanya mau ketemu sama kamu, sekalian pamitan." kata Revi.


"Oke sayang! Aku juga pengen ketemu sama calon mertua aku kok," ucap Muzaki tersenyum.


"Hahaha... yaudah yuk kak!" ujar Revi lalu menarik tangan Muzaki masuk ke dalam rumahnya.


Muzaki menurut saja mengikuti langkah kaki gadisnya, ia sekarang sudah tidak canggung lagi untuk bermesraan dengan Revi biarpun sedang di rumah orangtuanya.


Bagi Muzaki justru ini adalah kesempatan baginya untuk membuktikan betapa sayangnya ia pada Revi, selain itu Muzaki juga tak mau jika Revi merasa ragu padanya.


"Kak, itu mama. Kita kesana yuk!" ucap Revi menunjuk ke arah mamanya.


"Yuk!" Muzaki mengangguk saja sambil tersenyum.


Mereka pun melangkah mendekat ke arah Juliana yang sedang duduk di sofa sembari membaca majalah kesukaannya.


"Ehem ehem... mah, ini ada kak Zaki. Tadi katanya mama mau ketemu kak Zaki kan?" ucap Revi menegur mamanya.

__ADS_1


"Eh iya sayang, sini sini duduk dulu!" ucap Juliana menyingkirkan majalahnya dan meminta sepasang kekasih itu untuk duduk. "Revi, kamu temuin bik Munaroh di belakang ya! Minta sama dia buat bikin minuman," sambungnya.


"Oh oke mah!" Revi menurut lalu beranjak dari sofa dan pergi ke dapur menemui bik Munaroh.


Sementara Muzaki ditinggal disana bersama Juliana yang terus menatapnya, entah mengapa suasana jantung Muzaki mendadak tidak enak saat ditatap seperti itu oleh Juliana.


"Eee assalamualaikum tante..." Muzaki akhirnya memberanikan diri untuk berbicara, ia juga mengulurkan tangan bermaksud mencium tangan Juliana.


"Waalaikumsallam, kamu kelihatan ceria banget pagi ini. Pasti karena habis ketemu sama Revi ya?" Juliana sengaja menggoda pria itu.


"Ahaha tante bisa aja," ujar Muzaki malu-malu.


"Oh ya, tante mau tanya deh sama kamu. Kira-kira kamu ini serius apa enggak menjalin hubungan sama Revi?" ucap Juliana bertanya pada Muzaki.


"Insyaallah tante, kalau memang Revi jodoh saya pasti kita berdua bisa berlanjut ke jenjang yang lebih serius, misalnya pernikahan. Tapi, jujur aja saya emang serius mencintai Revi dan tidak berniat untuk main-main dengan Revi. Bahkan kalau bisa, saya siap kok menikahi Revi sekarang juga!" jawab Muzaki dengan matang.


"Wah kamu memang luar biasa Muzaki! Maafin tante ya karena selama ini tante meragukan kamu! Yasudah, tante harap kamu sama Revi langgeng terus deh sampai tua nanti!" ucap Juliana.


"Aamiin tante, makasih!" ucap Muzaki tersenyum.


Tak lama kemudian, Revi kembali dari dapur dan duduk di samping kekasihnya dengan wajah penasaran.


"Ada apa nih? Kok pada senyum-senyum begitu? Abis ngobrolin apa sih?" tanya Revi kepo.


"Ah kamu ini kepo banget sih sayang! Mama sama Muzaki cuma ngobrol-ngobrol sedikit kok, ya kan Zaki?" jawab Juliana.


"Iya tante," ucap Muzaki singkat.


"Udah lah Revi, gak ada yang perlu kamu tahu juga. Mending kamu cepat-cepat berangkat ke kampus, nanti telat loh kuliahnya!" ucap Juliana.


"Oh iya, tapi aku kan udah minta bibik buat bikinin minuman. Gimana dong mah?" ujar Revi bingung.


"Yaudah gapapa, kalian disini aja dulu sampai minumannya datang! Lagian masih pagi kok, kamu mulai kelas jam 9 kan?" ucap Juliana.


"Iya sih, terus kenapa mama minta aku berangkat kuliah tadi?" tanya Revi heran.


"Iseng aja, biar kamu lupa sama pertanyaan kamu yang tadi." jawab Juliana.


"Yeh si mama!" cibir Revi.


β€’


β€’


Sore harinya, Muzaki membawa Revi ke atas bukit dan mereka pun saling bergandengan tangan disana sambil tersenyum manis menatap wajah satu sama lain.


"Rev, aku sengaja bawa kamu kesini karena ada yang ingin aku utarakan ke kamu." kata Muzaki.


"Oh ya, apa itu kak?" tanya Revi penasaran.

__ADS_1


"Ada deh." Muzaki sengaja membuat Revi penasaran agar gadis itu jengkel.


"Ish kamu mah!" cibir Revi kesal.


Muzaki tersenyum tipis, lalu beralih menatap lurus ke depan. Sebuah pemandangan indah yang dipenuhi oleh pepohonan hijau membuat mereka sangat puas menghirup udara segar disana, bahkan sampai Revi tak berhenti melakukannya.


"Hah rasanya segar banget ya disini kak...!!" ucap Revi terus menghirup nafas segar disana.


"Iya dong, tempat ini kan masih asri dan bebas dari polusi. Makanya aku sengaja bawa kamu kesini, supaya kita bisa hirup udara segar!" ucap Muzaki.


"Iya kak, aku suka banget! Kenapa baru kali ini sih kamu bawa aku kesini?" ucap Revi tersenyum.


"Hahaha... karena baru sekarang aku siap untuk utarakan sesuatu ini ke kamu, Revi." kata Muzaki.


"Sebenarnya kak Zaki mau utarakan apa sih ke aku? Aku jadi makin penasaran deh, ayo dong kak bilang aja sekarang!" ucap Revi.


"Sabar dong sayang!" ujar Muzaki tersenyum.


Pria itu mengambil nafas dalam-dalam, kemudian menghembusnya dan mulai berteriak.


"AKU CINTA KAMU REVINA ANGELINA...!!"


"AKU SAYANG SAMA KAMU REVINA..!!"


Revi pun terkejut menatap ke arah Muzaki dengan wajah kebingungan, ia melirik sekitar untuk memastikan bahwa tidak ada orang disana.


"Kak, kamu apa-apaan sih? Kenapa teriak begitu?" tanya Revi gugup.


"Hahaha... aku kan udah bilang tadi, aku mau kasih tahu ke kamu kalau aku benar-benar tulus cinta dan sayang sama kamu. Makanya aku teriak begitu, supaya kamu bisa dengar." jelas Muzaki.


"Ya ampun kak! Kalo itu aku juga udah tahu kali, kan kak Zaki udah pernah bilang sebelumnya. Jadi, kak Zaki ajak aku kesini karena mau utarakan itu? Aku pikir ada hal lain loh yang mau kamu utarakan ke aku," ucap Revi.


"Bukan sayang, bukan cuma itu." kata Muzaki.


"Hah? Maksudnya??" tanya Revi bingung.


Muzaki tersenyum smirk, kemudian melepas genggaman tangannya. Muzaki mengambil sesuatu dari saku bajunya, terlihat sebuah kotak cincin yang membuat Revi terbelalak.


Pria itu berlutut menghadap ke arah Muzaki, membuka kotak cincin itu sembari menengadahkan kepalanya menatap wajah Revi dengan senyum manisnya.


"Revi sayang, aku mau kamu melenggang lebih jauh sama kamu. Maka dari itu, kamu mau kan bersedia tunangan sama aku? Dengan begitu, hubungan kita akan semakin jelas dan dekat dengan pernikahan." kata Muzaki.


"Apa? Tunangan? Kak Zaki serius?" tanya Revi sangat terkejut mendengarnya.


"Aku gak pernah seserius ini sayang!" jawab Muzaki mantap.


Revi terdiam sejenak menutup mulutnya, namun tak lama ia langsung mengangguk menandakan bahwa ia menerima lamaran Muzaki itu.


"Iya kak, aku mau." ucap Revi.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2