Angkasa

Angkasa
Mama ngambek


__ADS_3

...HELO GUYS!...


...WELCOME BACK TO MY STORY!...


..."ANGKASA"...


...\=\=\=...


...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏...


...Γ—Γ—Γ—...


#ANGKASA EPS. 172


...β€’...


...SELAMAT MEMBACA...πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰...


...❀️❀️❀️❀️...


Keesokan harinya, Latifah datang ke rumah Revi sahabatnya dengan ojek online yang ia pesan. Ya Latifah sengaja datang kesana untuk menemui Revi karena sudah cukup lama mereka tak bertemu, apalagi saat ini kuliah masih libur.


Disaat Latifah hendak masuk ke dalam rumah Revi yang masih dikunci itu, tiba-tiba saja sebuah motor berhenti tepat di dekatnya dan seorang pria pengemudi motor itu melepas helmnya lalu menatap wajah Latifah dengan tatapan dingin.


Jelas Latifah sangat mengenali siapa sosok lelaki tersebut, karena itu ialah Arsyan sang mantan dari Revi yang selalu mengganggu sahabatnya dengan meminta untuk balikan, lagi-lagi Arsyan datang kesana dan hendak menemui Revi di rumahnya.


"Heh! Lu ngapain lagi sih datang kesini, ha? Gak capek apa deketin Revi terus?" tegur Latifah.


"Lu temannya Revi kan? Lu gak mau gitu bantu gue bujuk Revi supaya dia mau balikan sama gue? Gue bakal kasih hadiah deh buat lu!" ucap Arsyan.


"Hah? Idih gue ogah!" tolak Latifah.


"Hahaha, asal lu tau ya... Cuma gue yang pantas buat Revi dan gak ada cowok lain yang bisa bikin Revi bahagia selain gue, lu sebagai sahabat pasti pengen kan Revi bahagia?" ucap Arsyan.


"Ya iyalah gue pengen, itu sebabnya gue pengen lu jauhin Revi! Karena kebahagiaan Revi itu, jauh dari lu Arsyan! Seharusnya lu sadar diri dong, lu sama Revi itu udah bukan siapa-siapa lagi! Dan Revi sekarang udah bahagia sama kak Zaki, pacar barunya! Lu harus ikhlas dong!" ucap Latifah tegas.


"Gue sampai kapanpun gak akan biarin ada cowok lain yang rebut Revi dari gue! Karena cuma gue yang bisa bikin Revi bahagia, mereka itu gak beneran tulus sama Revi, gak seperti gue! Kalo lu emang sahabat Revi, harusnya lu dukung gue!" ucap Arsyan.


"Cih! Tau apa lu tentang kak Zaki, ha? Mending lu ngaca deh sono, tuh di spion lu juga bisa!" ujar Ifah.


Arsyan geleng-geleng kepala, lalu turun dari motornya. Ia menghampiri pagar rumah Revi dan memanggil satpam yang berjaga disana, sedangkan Latifah terus menatap apa yang dilakukan Arsyan.


"Misi pak, tolong bukain pagarnya dong!" teriak Arsyan.


Tak lama kemudian, pak Fadlul alias satpam disana muncul menghampiri Arsyan. Begitu melihat sosok Arsyan, tentu saja pak Fadlul langsung malas.


"Waduh masnya lagi, maaf mas kan udah pernah saya bilang kalau masnya gak boleh masuk kesini sesuai perintah dari non Revi! Kenapa masnya masih ngeyel aja sih? Mending masnya pergi deh, daripada nanti terjadi keributan lagi disini!" ujar pak Fadlul.


"Loh pak, emang pernah ada keributan ya sebelumnya?" tanya Latifah penasaran.


"Eh neng Ifah, iya neng pernah. Orang ini waktu itu bikin keributan disini, sampai nyonya Juli marah-marah dan usir dia! Makanya saya gak mau itu terjadi lagi neng!" jawab pak Fadlul.


"Wah parah sih lu! Beraninya lu cari ribut sama sohib gue dan nyokap nya, udah deh lu pergi aja dari sini! Lu tuh gak diterima lagi disini!" ujar Latifah.


"Heh! Lu gausah ikut campur!" bentak Arsyan.


"Gimana gue gak ikut campur? Yang lu sakitin itu sohib gue, jadi gue harus bela dia dan jauhin dia dari cowok kayak lu! Lagian gue juga gak akan rela Revi kembali lagi sama lu, udah sana deh pergi sebelum Revi lihat lu ada disini!" ucap Latifah.


"Betul mas! Masnya mending pergi aja deh dari sini, saya gak mau ada keributan lagi!" sahut Fadlul.


Arsyan terdiam tak berkutik, akhirnya pria itu memutuskan untuk pergi dari sana dengan motornya karena ia sadar kehadirannya tak diinginkan.


β€’


β€’


Setelah selesai mengurus Arsyan, Latifah pun masuk ke dalam rumah Revi diantar oleh pak Fadlul sampai ke teras rumah majikannya itu. Lalu, pak Fadlul meminta Latifah duduk sejenak di kursi yang tersedia selagi ia memanggil Revi ke dalam.


"Maaf neng! Neng Ifah tunggu disini dulu ya, biar saya panggil non Revi dulu ke dalam!" ucap Fadlul.


"Oh siap pak!" ucap Latifah tersenyum.


Latifah menurut dengan perkataan pak Fadlul, ia duduk disana menunggu Revi sohibnya itu sampai keluar menemuinya. Gadis itu mengambil ponselnya, lalu membuka sosmed supaya tidak gabut.

__ADS_1


Tak lama kemudian, justru muncul Juliana sang mama dari Revi yang datang menemui Latifah di depan sana bersama pak Fadlul, ya Juliana juga langsung menyuruh satpam itu pergi agar ia bisa leluasa berbicara berdua dengan Latifah.


"Eh Ifah, kamu datang lagi? Pasti kamu mau ketemu sama Revi kan?" tanya Juliana.


"Duh tante, maaf tan aku tadi gak fokus!" ucap Latifah nyengir sambil bangkit dan mencium tangan Juliana.


"Iya gapapa, udah duduk lagi!" ucap Juliana.


"Siap tante!" ucap Latifah.


Juliana dan Latifah pun duduk kembali disana, tentu saja Latifah heran mengapa justru Juliana yang muncul dan bukan Revi.


"Eee Revi nya ada kan tante?" tanya Latifah.


"Ohh ada kok, tapi sebentar ada yang mau tante bicarakan sama kamu!" ucap Juliana.


"Bicara apa tante?" tanya Latifah semakin bingung.


"Kamu itu kan temannya Revi dan sudah lumayan dekat dengan Revi, tante mau minta bantuan deh sama kamu buat bujukin si Revi itu supaya dia mau ikutin kemauan tante!" jawab Juliana.


"Duh, emangnya tante mau apa ya buat Revi?" tanya Latifah lagi masih penasaran.


"Iya Ifah, tante ini pengen Revi dapat jodoh laki-laki yang terbaik! Bukan seperti Muzaki itu, bahkan tante juga udah temuin Revi sama laki-laki anak teman tante yang paling cocok buat dia! Masalahnya, Revi itu selalu nolak tiap kali tante minta buat deketan sama anak teman tante itu! Barangkali kalau kamu yang minta, Revi bisa nurut Ifah!" jelas Juliana.


"Hah? Jadi, ini masalah perjodohan Revi, tante?" ujar Latifah cukup terkejut.


"Iya Ifah, gimana? Kamu bisa kan?" tanya Juliana.


"Eee maaf tante! Kayaknya kalau soal itu aku gak bisa deh, soalnya ini kan menyangkut masalah pribadi Revi. Jadi, aku pikir gak enak lah kalau misal aku ikut campur!" jawab Latifah.


"Aduh Ifah, gapapa kok kamu jangan mikir begitu! Revi pasti mau deh dengerin kamu, ayolah tolong tante ya! Tante cuma mau yang terbaik untuk Revi, karena tante gak mau lihat Revi menderita nantinya kalau gak nurut sama tante!" bujuk Juliana.


"Eee gimana ya tante, aku tuh gak enakan orangnya. Aku takut Revi kesinggung nanti kalau aku ikut campur urusan dia, maaf ya tan!" ucap Latifah.


"Hadeh sia-sia dong tante bicara sama kamu, yaudah deh tante mau ke dalam dulu!" ucap Juliana.


Juliana sepertinya marah pada Latifah karena tak mau membantunya membujuk Revi, ia pun bangkit dari duduknya lalu pergi ke dalam rumah meninggalkan Latifah sendirian disana.


Latifah pun bingung karena ia ditinggal begitu saja oleh Juliana tanpa ada kepastian tentang Revi.


"Hadeh gimana sih ini?" gumam Latifah dalam hati.


β€’


β€’


TOK TOK TOK...


"Non, non Revi!" teriak bik Munaroh sambil mengetuk pintu kamar majikannya itu.


Ceklek...


Tak lama kemudian, pintu terbuka dan Revi muncul dari balik pintu sambil tersenyum ke arah bik Munaroh.


"Eh bibik, ada apa bik?" tanya Revi bingung.


"Eee anu non, tadi bibik lihat di depan tuh ada neng Ifah temannya non Revi. Terus kayaknya mah mau ketemu sama non Revi, tapi tadi bibik juga lihat kalau neng Ifah lagi ngobrol sama nyonya!" jelas bik Munaroh pada Revi.


"Hah? Latifah datang kesini bik? Terus dia ngobrol sama mama? Kok bisa sih?" ujar Revi kaget.


"Iya non, bibik juga gak tahu apa yang diomongin nyonya sama neng Ifah. Tapi, sebaiknya non Revi turun aja temuin neng Ifah! Kasihan nanti neng Ifah kalo gak ada yang nemenin!" ucap bik Munaroh.


"Eee iya deh bik, aku juga emang pengen ketemu sama dia! Yaudah, makasih ya bik! Aku mau ambil jaket dulu ke dalam!" ucap Revi.


"Iya non sama-sama, bibik permisi ya?" ucap bik Munaroh.


"Oke bik, silahkan!" ucap Revi tersenyum.


Bik Munaroh pun berbalik lalu pergi kembali ke dapur melaksanakan tugasnya, sedangkan Revi masuk lagi ke dalam kamar mengambil outer lebih dulu sebelum turun menemui sohibnya di bawah.


Setelahnya, barulah Revi berjalan keluar menemui sohibnya dengan terburu-buru. Ia khawatir Juliana akan berbicara macam-macam dengan Latifah saat tidak ada dirinya, apalagi kalau sampai mamanya itu membahas tentang perjodohan ia dan Charlie.


Namun, Revi justru bertemu dengan sang mama saat turun dari tangga. Ia pun terpaksa berhenti sejenak disana dan berbincang dengan mamanya.

__ADS_1


"Loh mama? Mama bukannya lagi nemenin Latifah di depan?" tanya Revi heran.


"Kamu udah tahu sayang kalau ada Latifah datang kesini mau temuin kamu?" ujar Juliana.


"Iya mah, aku udah tahu tadi soalnya bik Munaroh yang kasih tahu ke aku. Katanya Latifah lagi nunggu aku di depan, tapi mama kok malah masuk ke dalam?" ucap Revi bingung.


"Ohh iya sayang, mama kan mau panggil kamu tadinya. Tapi, karena kamu udah disini yaudah kamu temuin Latifah sana!" ucap Juliana.


"Eee iya mah ini aku mau temuin dia kok, makasih ya mah udah temenin Latifah tadi!" ucap Revi tersenyum.


"Iya sayang, yaudah ya mama mau ke kamar dulu?" ucap Juliana.


Revi mengangguk pelan, Juliana pun melangkah pergi menuju kamarnya dengan perasaan jengkel membuat Revi penasaran apa yang sebenarnya terjadi pada mamanya itu.


Setelah sang mama masuk ke kamarnya, kini Revi kembali melanjutkan langkahnya menuju teras depan untuk menemui Latifah. Namun, lagi-lagi ia berpapasan dengan bik Munaroh yang tampaknya sudah menyiapkan minuman untuk mereka nanti.


"Bibik?" ucap Revi.


"Eh non ketemu lagi, ini non bibik udah bikinin minuman buat non Revi sama neng Ifah. Mau ditaruh disini atau dibawa ke depan non?" ucap bik Munaroh.


"Umm, disini aja deh bik. Nanti biar aku suruh Latifah buat masuk dan ngobrol disini, soalnya di depan tuh panas banget!" ucap Revi.


"Siap non!" ucap bik Munaroh.


Revi pun melangkah keluar rumahnya menemui Latifah, sedangkan bik Munaroh menaruh minuman itu di atas meja.


β€’


β€’


Saat sampai di luar, Revi langsung mendekati Latifah yang masih asyik bermain ponsel sembari menunggu Revi hadir disana. Gadis itu senyum-senyum sebelum menepuk pundak Latifah.


Pukkk...


Latifah terkejut dan reflek menoleh ke arah samping, ia menghela nafasnya begitu melihat sosok Revi yang ternyata sudah ada di sebelahnya.


"Haish lu Rev, ngagetin aja deh!" ujar Latifah.


"Hahaha suruh siapa ngelamun?" ujar Revi tertawa.


"Yeh abisnya lu lama banget gak nongol-nongol! Gue kan jadi bosen tau!" ucap Latifah.


"Hehe iya maaf! Emang ada apa sih kamu kesini, Fah?" tanya Revi penasaran.


"Gak ada sih, cuma mau main aja!" jawab Latifah.


Revi pun duduk di sebelah Latifah, ia sangat penasaran dan ingin tahu apa sebenarnya yang tadi dibicarakan oleh Latifah dengan mamanya sampai membuat sang mama cemberut begitu.


"Eh ya, tadi kamu sama mamaku ngobrolin apa sih Fah? Kok mama sampai kelihatan kesel gitu?" tanya Revi penasaran.


"Hah? Lu tahu kalo gue ngobrol sama nyokap lu?" ujar Latifah terkejut.


"Iya tahu, emang kenapa sih? Kalian pada ngomongin apa? Cerita dong sama gue, ini gue penasaran pake banget loh!" ucap Revi.


"Ohh iya iya gue cerita, tapi ini gak ada minum apa? Gue haus loh Rev!" ujar Latifah.


"Ada kok, di dalam tapi nya!" ucap Revi.


"Lah kenapa di dalam? Kok gak lu bawa kesini? Kita kan ngobrol disini, masa minumannya malah di dalam? Lu itu sebenarnya kenapa sih Rev?" ujar Latifah terheran-heran.


"Hehe aku kan pengen ajak kamu ke dalam, tapi nanti setelah kamu kasih tau aku tadi tuh kamu sama mama ngobrolin apa!" ucap Revi.


"Iya iya gue kasih tahu, tenang aja lah! Tadi tuh nyokap lu minta bantuan ke gue supaya gue mau bujuk lu buat pacaran sama cowok pilihan nyokap lu, terus gue bilang aja kalo gue gak bisa lakuin itu. Ya mungkin karena itu nyokap lu jadi kesel sama gue," jelas Latifah.


"Tuh kan bener dugaan aku! Mama pasti temuin kamu mau bahas soal itu, yaudah makasih ya Fah karena kamu masih mau belain aku!" ucap Revi tersenyum lega.


"Iya sama-sama, gue kan sohib lu Rev. Lagian gue juga gak mau maksa-maksa lu kayak gitu, kan itu bukan ranah gue! Eh ya, btw kapan nih gue bisa minum? Tenggorokan rasanya udah kering banget kayak sumur di musim kemarau!" ucap Latifah.


"Hehe sorry Fah sorry! Oke deh sebagai tanda terimakasih aku ke kamu, yuk kita masuk ke dalam dan lanjut ngobrol di ruang tamu sambil minum biar kamu gak haus lagi!" ucap Revi.


"Nah gitu dong, kan gue jadi makin semangat dengarnya!" ucap Latifah nyengir.


Revi senyum-senyum sembari menggelengkan kepalanya, mereka pun berdiri lalu masuk ke dalam rumah gadis itu secara bersamaan.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2