
...HELO GUYS!...
...WELCOME BACK TO MY STORY!...
..."ANGKASA"...
...\=\=\=...
...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kanπ...
...ΓΓΓ...
#ANGKASA EPS. 126
...β’...
...SELAMAT MEMBACA...πππ...
...β€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈ...
Radian sampai di depan kampus mengantarkan Oni calon istrinya itu, ya mereka bertatapan sejenak di dalam mobil dan saling berpegangan tangan sebelum turun secara bersamaan. Tampaknya Oni sudah semakin yakin dan mantap kalau ia akan menikah dengan Radian, karena memang ia sadar Radian itu benar-benar tulus ingin menikahinya.
Walau Oni sebenarnya sangat marah dan emosi pada Radian yang telah menghamilinya itu, namun Oni berpikir kalau saat ini Radian telah berubah dan bukan lagi seperti Radian yang dulu. Ia pun berharap pernikahannya nanti dengan Radian bisa berjalan lancar tanpa ada kendala, karena ia tak ingin calon anaknya nanti lahir tanpa seorang ayah.
"Cantik, aku anterin kamu sampe sini aja ya? Aku soalnya harus balik lagi ke rumah ambil motor, kan gak mungkin aku ngojek nya pake mobil, hehe!" ujar Radian sambil nyengir.
"Iya Radian, aku juga malah senang kok kalau kamu semangat kerjanya! Cari uang yang benar ya buat aku dan calon anak kita, aku gak mau nantinya pas dia lahir eh kamu malah belum punya cukup uang!" ucap Oni tersenyum.
"Pasti dong sayang! Kamu gak perlu cemas lagi ya, aku janji akan bahagiain kamu dan calon anak kita!" ucap Radian sembari mencubit pipi Oni.
__ADS_1
"Bagus deh! Pasti nanti anak kita bisa bangga punya ayah seperti kamu!" ucap Oni.
"Ah bisa aja kamu!" ujar Radian tersipu lalu mendekat ke arah wajah Oni dan mengecupnya lembut sambil mengusap puncak kepala.
Cupp!
Radian menempelkan bibirnya cukup lama di pipi mulus gadis itu yang sudah bercampur makeup, ia menarik wajah Oni sehingga bertatapan dengannya lalu membelai lembut bibir mungil Oni.
"Aku juga janji akan selalu menyayangi kamu, apapun keadaannya nanti!" ucap Radian pelan.
Oni hanya bisa diam dan terus menatap wajah Radian dengan nafas tak karuan, entah mengapa ia selalu tak bisa tenang saat Radian menatapnya dari jarak dekat seperti itu. Oni seperti merasa sedang ditatap oleh seorang pangeran yang tampan.
"Duh Oni, wajah kamu ini selalu menjadi candu buat aku! Ingin sekali rasanya aku lumatt bibir kamu dan hisap leher kamu, tapi sekarang belum saatnya aku melakukan itu lagi ke kamu!" batin Radian.
Setelah puas saling bertatapan, Radian pun melepas tangannya dari wajah Oni dan menjauh.
"Yaudah sayang, yuk sekalian aja deh aku anterin kamu sampai ke dalam! Aku takut nanti kamu kenapa-napa lagi kalau sendiri, apalagi kamu kan lagi hamil sayang! Jadi, aku harus ekstra waspada buat jagain kamu dan calon anak kita itu!" ucap Radian.
"Ya gak mungkin begitu lah cantik! Aku pasti akan selalu menyayangi kamu, apapun yang terjadi! I love you more than life, sayangku!" ucap Radian.
"I love you too, Radian sayang!" ucap Oni tersenyum.
Radian pun mengusap puncak kepala Oni dengan lembut sembari mengacak-acak rambutnya, hal itu membuat Oni cemberut dan sedikit kesal pada Radian. Namun, Oni justru senang karena ia merasa diperhatikan oleh calon suaminya itu.
"Yaudah, ayo kita turun! Aku takut telat nanti masuk kelasnya, terus dimarahin sama dosen!" ucap Oni.
"Oh iya ya, kamu gak boleh telat sayang! Kalau kamu telat, nanti aku juga yang bakal kena omel sama kamu!" ucap Radian sambil nyengir.
"Apaan sih?" ujar Oni kebingungan.
__ADS_1
Mereka pun turun dari mobil bersamaan.
β’
β’
Setelah turun dari mobil, keduanya pun saling bergandengan tangan dan bertatapan sejenak di dekat mobil sebelum mereka mulai berjalan masuk ke dalam kampus. Radian menggerakkan tangan satunya untuk membelai rambut mulus Oni sambil tersenyum renyah, sedangkan gadis itu hanya diam menikmati belaian lembut dari Radian padanya.
Disaat mereka hendak melangkah ke depan, tiba-tiba saja seorang pria muncul dan berdiri di hadapan mereka dengan tatapan tajam yang mengarah pada wajah Oni serta Radian. Ya pria itu tak lain tak bukan adalah Alvin si vokalis band angkasa yang memiliki rasa suka pada Oni, namun sayang perasaannya itu tidak bisa dibalas oleh Oni dan membuatnya kecewa.
"Alvin? Kamu ngapain halangin jalan kita begini?" tanya Oni terheran-heran.
"Hai Oni! Aku cuma pengen bicara aja sama kamu, karena kan udah lama kita gak bicara berdua kayak dulu lagi! Padahal dulu itu kamu kan selalu mau mampir ke studio band angkasa buat dengerin lagu kita, tapi sekarang udah enggak!" ucap Alvin.
Oni pun terdiam sembari mengalihkan pandangan ke arah Radian di sampingnya, sebenarnya Oni merasa kasihan pada Alvin, karena pria itu sudah cukup dekat dengannya beberapa waktu dulu. Akan tetapi, kini Oni juga akan menikah dengan Radian dan ia pun merasa tidak enak pada calon suaminya itu.
"Maaf ya Vin, kamu kan tahu sendiri kalau aku udah mau nikah sama Radian! Jadi, aku gak mungkin bisa bicara berdua lagi sama kamu! Walau cuma sekedar dengerin lagu kamu di studio," ucap Oni.
"Benar itu Vin! Beberapa hari lagi kita itu mau menikah, lu nanti datang ya! Oh ya, kalau bisa sih sekalian aja nanti lu sama band lu itu manggung di acara pernikahan kita! Itung-itung sebagai penenang hati lu yang sakit itu," ucap Radian tersenyum.
"Ohh, itu mah masalah gampang bro! Asalkan gue bisa ngobrol berdua dulu sama Oni, gimana?" ucap Alvin meminta izin pada Radian.
"Sorry bro! Bukannya gimana gimana nih, tapi Oni ada kelas pagi ini! Jadi, dia gak bisa ngobrol berdua sama lu! Yaudah, yuk sayang kita pergi aja dari sini keburu kamu telat loh!" ucap Radian.
"Eee i-i-iya An," ucap Oni gugup.
Radian pun merangkul gadisnya dan membawa Oni pergi dari sana melewati Alvin, sedangkan Alvin hanya berdiam diri disana tak tahu harus berbuat apa saat ini. Hati pria itu terkikis tajam mengetahui Oni sebentar lagi akan menikah dengan Radian, apalagi ia juga tidak bisa berbicara lagi dengan Oni.
"Aaarrgghh! Sekarang buat ngobrol sama Oni aja susah begini, emang parah bener tuh si Radian! Baru jadi calon suami aja udah berani larang-larang begini, gimana kalau udah nikah?" gumam Alvin kesal.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...