Angkasa

Angkasa
Ragu


__ADS_3

...HELO GUYS!...


...WELCOME BACK TO MY STORY!...


..."ANGKASA"...


...\=\=\=...


...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏...


...Γ—Γ—Γ—...


#ANGKASA EPS. 166


...β€’...


...SELAMAT MEMBACA...πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰...


...❀️❀️❀️❀️...


Radian kembali ke rumahnya sesudah mengantar paket orderan dari pelanggannya tadi, ya memang Radian tak sengaja mengambil orderan karena ia lupa mematikan fitur ojek online tersebut, sehingga ia terpaksa mengantarkan paket lebih dulu.


Padahal Radian sudah berjanji akan mengantar Oni ke apartemen di pagi ini, untungnya Oni bisa mengerti dan wanita itu menggunakan kesempatan Radian pergi untuk bersiap-siap, dan betul saja Oni telah rapih saat Radian kembali pulang.


"Sayang, maaf ya tadi aku lupa matiin fiturnya! Jadi aja aku harus antar paket dulu!" ucap Radian.


"Gapapa mas, kan lumayan uangnya. Bisa buat tambah-tambah aku jajan nanti, hehe!" ujar Oni nyengir.


"Iya deh, kamu udah siap?" tanya Radian.


"Udah mas, tinggal nungguin kamu aja. Kamu mau mandi lagi atau gimana?" ucap Oni.


"Eee gausah lah, kan udah tadi. Sekarang aku anterin kamu ke apartemen pake mobil, ya? Baru abis itu aku bisa lanjut narik deh, rugi juga kalau satu hari gak narik bisa kehilangan banyak uang!" ucap Radian.


"Iya juga sih, tapi emang kamu tega tinggalin aku sendirian di apartemen? Pasti kan sepi mas, aku takut ada orang jahat nanti!" ujar Oni.


"Duh bener juga kamu! Terus gimana dong? Gak mungkin kan kalo aku temenin kamu dua puluh empat jam? Gimana kita bisa dapat uang nanti?" ujar Radian kebingungan.


"Umm, kamu anterin aku ke rumah mamaku aja dulu! Baru nanti sore kamu jemput aku, gimana?" usul Oni.


"Boleh juga, kalau disana kan kamu gak akan kesepian ya sayang! Yaudah, aku anterin deh kamu kesana ya?" ucap Radian.


"Iya mas,"


Radian pun membawa dua koper berisi pakaian miliknya dan juga sang istri itu keluar dari kamar, tak lupa ia mengunci pintu kamar sebelum pergi ke bawah menemui papa mamanya untuk pamitan.


Sebenarnya Oni masih merasa tidak enak untuk meninggalkan rumah itu, apalagi jika ia menjelaskan maksud kepergiannya pada sang mertua, tentunya mereka pasti akan menyesal.

__ADS_1


"Mas, aku kok gak enak ya ngomong sama papa mama?" ujar Oni gugup.


"Gak enak kenapa sayang?" tanya Radian bingung.


"Ya iyalah mas, kan gimanapun juga mereka udah jadi orang tua aku! Kalo aku pergi dari sini, aku takut mereka kecewa!" jelas Oni.


"Eee tenang aja! Nanti aku bantu jelasin deh ke papa sama mama, ya?!" ucap Radian.


"Oke mas, makasih ya!" ucap Oni tersenyum.


"Sama-sama, udah yuk lanjut jalannya! Papa sama mama tadi lagi ada di sofa, kita jadi bisa pamit sama mereka sekaligus!" ucap Radian.


"Iya mas,"


Radian serta Oni kembali melangkah menuju sofa ruang tamu menemui papa mamanya, terlihat pula di depan sana memang sudah ada kedua orang tua dari si pria yang tengah duduk-duduk santai.


"Mas, papa kayaknya lagi akur deh sama mama!" bisik Oni saat melihat mertuanya akrab.


"Haha ya begitulah emang, papa sama mama itu suka berantem tapi gak jarang juga akurnya!" ucap Radian sedikit terkekeh.


"Eee jadi gimana ini mas?" tanya Oni.


"Gimana apanya? Ya kita samperin lah papa sama mama, kan kamu katanya mau pamit!" ucap Radian.


"Iya sih mas, tapi aku ragu...." ucap Oni.


"Ragu kenapa? Kamu berubah pikiran?" tanya Radian.


"Jadinya kamu mau gimana sayang, pergi atau tetap disini?" tanya Radian bingung.


"Eee aku..."


Belum sempat ucapan Oni terselesaikan, tiba-tiba Brandon alias sang papa dari Radian memanggil mereka.


"Radian, Oni!" teriak Brandon.


...β€’β€’β€’...


Disisi lain, Revi dan Juliana sang mama telah sampai di tempat pertemuan mereka dengan Yani alias teman dari mamanya itu yang sudah hadir disana bersama Charlie putranya.


Tanpa basa-basi lagi, Juliana langsung turun dari mobil dan memaksa putrinya untuk segera menemui Yani dan juga Charlie di depan sana, bahkan Juliana sampai menarik-narik tangan Revi.


"Mah, mama apaan sih? Ngapain pake tarik tangan aku segala?" ujar Revi kesal.


"Gapapa sayang, supaya cepat juga kita turun ke luar nya! Kan kasihan itu teman mama sama Charlie nunggu lama!" ucap Juliana.


"Ih mama lebay deh!" ujar Revi.

__ADS_1


Setelah turun dari mobil, mereka segera menghampiri Yani serta Charlie disana.


"Hai jeng Yani!" sapa Juliana.


"Eh jeng Juli, akhirnya datang juga!" ucap Yani.


Seperti biasa kedua emak-emak itu berpelukan sambil cipika-cipiki disana.


"Maaf ya jeng kita lama dateng nya!" ucap Juliana.


"Ah gapapa jeng, ini saya sama Charlie juga belum terlalu lama kok. Yaudah, ayo ayo pada duduk kita lanjut ngobrolnya sambil duduk biar enak!" ucap Yani.


"Iya jeng, ayo Revi!" ucap Juliana.


"Iya mah,"


Gadis itu menurut saja dan duduk di samping mamanya, namun sorot matanya tak lepas dari sosok Charlie yang terus saja melirik ke arahnya.


Ya tentu Revi merasa risih karena terus dipandang seperti itu oleh Charlie, ia pun berusaha membuang muka agar pria itu berhenti menatapnya, namun tetap saja Charlie masih terpukau dengan Revi.


"Jeng, ada apa lagi nih minta saya sama Charlie buat ketemuan?" tanya Yani.


Mendengar itu, Revi kini tahu kalau mamanya lah yang mengajak Yani serta Charlie untuk kembali bertemu dengan mereka saat ini.


"Oh jadi ulah mama!" batin Revi.


Biarpun begitu, Revi tetap diam dan tak memarahi mamanya di depan Yani.


"Ah gak ada apa-apa jeng, ini loh Revi cuma pengen ketemu lagi sama Charlie! Kan kemarin mereka belum sempat bicara banyak jeng, keburu kita harus pulang!" ucap Juliana.


"Oalah iya juga sih, yaudah kalian berdua ngobrol dong! Charlie, ajakin itu Revi bicara supaya kalian bisa mengenal satu sama lain!" ucap Yani.


"Eee i-i-iya mama..."


Charlie tampak grogi saat hendak berbicara, namun pandangannya juga tak lepas dari sosok Revi yang sangat memukau dirinya.


Sementara Revi sendiri merasa geram pada sang mama karena sudah mengatakan kebohongan di hadapan Yani.


"Mama ini apaan sih? Sejak kapan aku bilang begitu coba?" batin Revi.


Charlie langsung berdiri dari duduknya masih sambil menatap wajah gadis itu, ia menghela nafas dan perlahan mengajak Revi untuk berbincang berdua dengannya di tempat yang agak jauh dari sana.


"Eee Revi, kita bicara disana aja yuk!" ucap Charlie.


"Nah iya tuh sayang, kalian berdua bicara aja disana! Jadi, bisa makin akrab kan tuh! Biar mama sama jeng Yani tetap disini, ayo sayang!" ujar Juliana.


"Haishh.."

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2