Angkasa

Angkasa
Jangan mau sama Digo


__ADS_3

...HELO GUYS!...


...WELCOME BACK TO MY STORY!...


..."ANGKASA"...


...\=\=\=...


...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏...


...Γ—Γ—Γ—...


#ANGKASA EPS. 119


...β€’...


...SELAMAT MEMBACA...πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰...


...❀️❀️❀️❀️...


Keesokan harinya, Laras tak sengaja berpapasan dengan Muzaki saat baru datang ke kampus angkasa. Ya Laras pun menghampiri pria itu sambil tersenyum dan mengucap terima kasih padanya atas apa yang sudah Muzaki lakukan kemarin untuknya, Laras tentunya sangat senang karena Muzaki bisa membantunya disaat ia sudah kesusahan kemarin.


Sementara Muzaki sendiri tak menyadari kehadiran Laras disana, sampai gadis itu memanggil namanya dan membuat ia menoleh ke belakang dan berhenti sejenak. Barulah Muzaki tersenyum begitu melihat ada Laras di dekatnya saat ini, keduanya saling bertatapan tanpa berbicara sepatah katapun karena baik Muzaki atau Laras masih sama-sama terdiam.


"Eee Laras, assalamualaikum. Maaf, sebaiknya kita jangan saling pandang begitu!" ucap Muzaki.


"Eh iya kak, waalaikumsallam. Harusnya aku yang minta maaf sama kak Zaki, aku emang lancang banget udah tatap mata kak Zaki kayak gitu!" ucap Laras langsung merasa bersalah.


"Gapapa, asal jangan diulang! Oh ya, ini ada apa kamu panggil aku?" ucap Muzaki bertanya pada Laras penasaran.


"Eee gak ada apa-apa sih, kak. Aku cuma mau ucap terimakasih sekali lagi sama kak Zaki, Alhamdulillah kemarin mamaku senang banget karena kurma nya jadi dibeli sama orang itu! Kalau gak ada kak Zaki kemarin, aku gak tahu deh bakal gimana?!" ucap Laras tersenyum manis.

__ADS_1


"Alhamdulillah! Sama-sama Laras, kemarin kebetulan aja aku lewat sana dan tahu dimana alamat itu. Ya sebenarnya emang udah lumayan banyak sih orang yang tertipu sama alamat itu, makanya aku bisa bantu kamu kemarin!" ucap Muzaki.


"Oh gitu, jahat banget sih dia kak! Padahal ini bulan Ramadhan loh, harusnya kita berlomba-lomba mencari kebaikan! Bukannya malah nabung dosa dengan cara nipu orang lain, rasanya aku pengen banget deh pukul muka tuh orang kemarin! Untung aja ada kak Zaki yang nahan!" ucap Laras.


"Masa sih? Perasaan aku gak nahan kamu deh, kan emang kamu sendiri yang berhenti!" ujar Muzaki.


"Eh eee iya itu tuh aku ngehargai kak Zaki, aku gak enak aja mukul orang di depan kak Zaki! Nanti martabat aku sebagai wanita baik-baik rusak lagi, iya kan kak?" ucap Laras nyengir.


"Iya aja deh, oh ya kamu masih berminat buat ikut kegiatan tim pecinta alam enggak nih? Kita kan rencananya mau bantu-bantu warga dekat sini selama bulan puasa, nanti abis lebaran baru kita berangkat ke pelosok!" ucap Muzaki.


"Umm, aku sih mau banget kak! Nanti aku juga coba bilang sama mama deh, siapa tahu mama pengen bantu juga!" ucap Laras.


"Oke, kabarin aku aja nanti ya?! Soalnya sekarang aku harus ikut kelas," ucap Muzaki.


"Oh gitu, yaudah gapapa kak Zaki masuk kelas aja! Nanti biar aku yang cari kak Zaki kalau aku udah punya keputusannya, paling kak Zaki ada di taman atau gak perpustakaan kan?" ucap Laras.


"Iya betul!" ucap Muzaki tersenyum.


"Eee yaudah ya, kalo gitu aku mau ke kelas dulu. Sampai ketemu lagi nanti, assalamualaikum!" ucap Muzaki pamit pada Laras untuk pergi ke kelasnya sambil melambaikan tangan.


"Iya kak, waalaikumsallam. Semangat belajarnya kak Zaki!" ucap Laras mengepal tangannya.


Setelahnya, Muzaki pun berbalik lalu pergi dari sana menuju kelasnya meninggalkan sosok gadis cantik yang masih terus tersenyum memandangi punggung Muzaki yang perlahan mulai menghilang.


Dari arah yang tak jauh, tampak Zian melihat semua kejadian itu dengan mata kepalanya. Ya Zian pun emosi dan tubuhnya bergetar disertai telapak tangan yang sudah terkepal akibat emosi.


"Kurang ajar, awas lu Zaki!" gumam Zian.


...β€’β€’β€’...


Sementara itu, Revi bersama Latifah tengah berbincang sambil berjalan melalui lorong kampus yang lumayan ramai. Latifah menceritakan semua yang ia alami kemarin pada Revi sahabatnya, ya Latifah memang masih tak habis pikir bagaimana mungkin Digo teman Radian itu bisa menyukai dirinya selama ini tanpa ia ketahui secara langsung.

__ADS_1


Revi pun syok sekali mendengar pernyataan Latifah tentang itu, apalagi yang ia tahu Digo adalah lelaki slengean yang nakal dan tak kalah dibanding Radian bahkan mungkin lebih nakal. Digo juga sering bermain dengan wanita malam berganti-ganti tiap harinya, tentu saja hal itu membuat Revi tak setuju jika sahabatnya memiliki kekasih seperti Digo.


"Hah? Kamu seriusan Fah? Kak Digo suka sama kamu?" tanya Revi tercengang.


"Huft, iya Rev. Gue aja kaget dengernya kemarin, dia bilang begitu langsung ke gue di depan muka gue! Gimana gue gak kaget coba? Masalahnya selama ini gue gak nyadar loh kalau dia tuh suka sama gue, gue juga heran kenapa dia bisa begitu? Apa yang menarik dari gue, ya?" ujar Latifah.


"Hadeh Fah, kamu itu cantik loh! Udah wajar kalau kamu disukai banyak laki-laki, termasuk kak Digo itu!" ucap Revi.


"Haish, bisa aja lu bikin gue seneng!" ujar Latifah.


"Serius loh Fah! Tapi nih ya, menurut aku mending kamu jauh-jauh deh dari kak Digo! Soalnya dia bukan laki-laki yang baik, dia itu sama aja kayak kak Radian sebelas dua belas lah!" ucap Revi.


"Iya ya, kak Digo itu kan suka mabok dan godain semua cewek disini. Gimana kalau dia bilang gitu cuma mau ngeprank gue aja, ya? Lagian gak mungkin juga laki-laki kayak kak Digo itu bisa beneran ngerasain yang namanya cinta!" ujar Latifah.


"Ya mungkin aja sih, semua orang kan pasti bisa merasakan cinta! Tapi yang jadi masalah, kak Digo tuh juga suka begituan sama cewek-cewek liar gitu lah istilahnya mah wanita malam!" ucap Revi.


"Hah? Lu tahu darimana Rev?" tanya Latifah.


"Sumedang," jawab Revi nyengir.


"Ish, gue serius juga malah bercanda!" ujar Latifah.


"Hahaha, santai dong Ifah! Kamu mah terlalu serius sih jadi orang, nanti hidupnya serius terus loh gak ada bercandanya sama sekali!" ucap Revi.


"Ya lu kalo bercanda tuh tahu waktu dong, jangan pas lagi serius kayak gini! Gue kan penasaran Rev, darimana lu bisa tahu kalau kak Digo itu suka main sama cewek begituan?!" ucap Latifah.


"Iya iya, aku tahu dari kak Radian. Kan dulu aku sempat dekat tuh sama dia, jadi dia sering juga ceritain kebiasaan teman-temannya, termasuk ya kak Digo ini!" jawab Revi.


Latifah terdiam memikirkan itu, ia semakin yakin untuk tidak mau membalas perasaan Digo padanya karena takut akan hal itu.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2