Angkasa

Angkasa
Kunjungan Latifah


__ADS_3

...HELO GUYS!...


...WELCOME BACK TO MY STORY!...


..."ANGKASA"...


...\=\=\=...


...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏...


...Γ—Γ—Γ—...


#ANGKASA EPS. 156


...β€’...


...SELAMAT MEMBACA...πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰...


...❀️❀️❀️❀️...


Keesokan harinya, Latifah datang seorang diri ke rumah Revi untuk menemui sohibnya itu sambil membawa beberapa barang. Tentu saja barang tersebut akan ia berikan pada Revi nantinya.


Wanita itu turun dari taksi yang ia naiki, kemudian mulai berteriak sembari memencet bel yang tersedia di luar pagar itu. Latifah cukup kesulitan membawa barang-barang tersebut, maka dari itu ia memilih naik taksi dibanding ojek online tadi.


"Permisi, assalamualaikum Revi!"


Ting nong ting nong...


Setelah tiga kali berteriak sambil membunyikan bel, akhirnya pak Fadlul selaku satpam disana muncul menghampiri Latifah disana.


"Eh temennya non Revi, mau ketemu sama non Revi ya?" ujar pak Fadlul.


"Hehe, iya nih pak. Oh ya, mohon maaf lahir batin ya pak! Biarpun saya kagak ada salah sama bapak, tapi karena ini lebaran jadi saya tetap minta maaf sama bapak!" ujar Latifah nyengir.


"Hahaha, iya neng maaf lahir batin juga!" ucap pak Fadlul tertawa.


Pak Fadlul pun membukakan pintu gerbang agar Latifah bisa masuk ke dalam.


"Ayo neng masuk!" ucap pak Fadlul.


"Oke pak! Eee boleh tolong bawain ini gak?" ujar Latifah.


"Ohh, siap neng!"


Pak Fadlul dengan sigap langsung membantu Latifah membawa barang-barang itu ke dalam, keduanya pun melangkah maju dengan perlahan karena berat.


Sesampainya di teras rumah, pak Fadlul tampak letih dan tak menyangka kalau barang tersebut sangat berat sulit sekali untuk diangkat.


"Hosh hosh... ya ampun neng, ini kok berat banget sih? Emang isinya apaan neng? Batu?" ujar Fadlul.


"Benar pak!" jawab Latifah sambil nyengir.


"Hah??" pak Fadlul langsung terkejut.


"Hehe, enggak lah pak bercanda! Ini itu oleh-oleh dari saya buat Revi sama keluarganya, emang berat soalnya isinya beragam dan banyak banget! Saya kan sahabat Revi yang paling baik, pak!" ucap Latifah.

__ADS_1


"Ohh, iya deh neng. Yaudah, neng nya tunggu dulu disini! Biar saya ke dalam panggil non Revi, sekalian suruh bik Munaroh bikinin minum!" ucap Fadlul.


"Oh gitu, oke deh siap pak! Tapi, Revi nya ada kan di dalam?" ucap Latifah.


"Iya, ada kok neng. Duduk aja neng, gausah malu-malu gitu!" ucap pak Fadlul.


"Hehe, iya pak ini duduk kok!" ucap Latifah.


Latifah pun duduk di kursi yang tersedia, sedangkan pak Fadlul masuk ke dalam untuk memanggil Revi.


Saat di dalam, pak Fadlul justru bertemu dengan bik Munaroh yang sedang membawa secangkir kopi.


"Loh, kamu ngapain malah masuk? Ini kopinya kan baru mau saya bawain, gak sabaran banget sih kamu!" ujar bik Munaroh.


"Yeh si bibik, bukan gitu bik. Saya masuk kesini mau panggil non Revi, itu ada temannya di depan!" ucap pak Fadlul menjelaskan.


"Oalah, yaudah biar saya yang panggil. Nih kopinya kamu bawa sana ke depan!" ucap bik Munaroh.


"Okelah, siap bik!" ucap pak Fadlul.


Akhirnya pak Fadlul mengambil cangkir kopi dari tangan bik Munaroh dan kembali ke depan, sedangkan bik Munaroh yang memanggil Revi untuk menemui Latifah di depan sana.


Melihat pak Fadlul keluar membawa kopi, Latifah pun heran karena tadi satpam itu pamit ingin memanggil Revi, tetapi malah kopi yang dibawa olehnya dan bukan sosok Revi.


"Loh pak, kok malah bikin kopi sih? Ini Revi nya mana? Tadi kan bapak bilang mau manggil Revi, kenapa jadi kopi yang dibawa keluar?" tanya Latifah.


"Eh hehe tenang aja neng! Non Revi lagi dipanggil sama bik Munaroh, tunggu sebentar ya! Saya mau balik ke pos nih ngopi dulu, nanti juga balik tuh si Munaroh sama non Revi!" jelas pak Fadlul.


"Ohh, yaudah pak silahkan!" ucap Latifah nyengir.


Pak Fadlul pun pergi kembali ke posnya.


β€’


β€’


Sementara itu, bik Munaroh naik ke atas menuju kamar Revi untuk memanggil majikannya itu.


Ia melangkah perlahan hingga sampai di depan kamar Revi, tanpa berlama-lama tentu saja ia langsung mengetuk pintunya dan meminta Revi untuk segera keluar.


TOK TOK TOK...


"Non, non Revi ini bibik non!" ucap bik Munaroh.


Mendengar suara bibiknya, membuat Revi yang tengah bermain komputer merasa kaget. Ia menoleh ke arah pintu dan segera beranjak dari kursinya.


"Iya bik..." teriak Revi dari dalam.


Revi melangkah ke arah pintu dan membuka pintu tersebut untuk menemui bibiknya.


Ceklek...


"Iya bik, ada apa?" tanya Revi penasaran.


"Begini non, itu di depan ada teman non Revi yang mau ketemu!" jawab bik Munaroh.

__ADS_1


"Ohh, siapa bik?" tanya Revi heran.


"Eee kalo itu sih bibik juga gak tahu, non. Tadi yang bilang begitu pak Fadlul, bibik gak banyak tanya dan langsung kesini panggil non Revi. Mungkin biar jelas non Revi temuin aja di bawah!" ucap bik Munaroh.


"Iya deh bik, makasih ya! Aku matiin komputer dulu sebentar!" ucap Revi.


"Siap non! Kalo gitu bibik juga permisi non, mau balik ke dapur urus kerjaan!" ucap bik Munaroh.


"Iya bik, silahkan!" ucap Revi tersenyum.


Bik Munaroh pun pergi dari kamar Revi, sedangkan gadis itu kembali ke dalam untuk mematikan komputer sembari mengambil outer miliknya.


"Siapa ya yang datang?" batin Revi bingung.


Setelahnya, Revi keluar dari kamar sambil menutup pintunya. Ia menuruni tangga dengan cepat karena penasaran siapa teman yang dimaksud bik Munaroh dan tengah menunggunya di luar.


Saat sampai di luar, Revi benar-benar terkejut karena yang ia lihat adalah sosok Latifah.


"Ifah?" ujar Revi sedikit menganga.


Mendengar suara Revi, membuat Latifah yang sedang duduk melamun langsung tersadar dan menoleh ke asal suara. Ia terkejut melihat Revi sudah berdiri disana dan langsung berdiri.


"Eh Revi!" ujar Latifah gembira.


"Ifah...!!"


Keduanya langsung berpelukan disana, maklumlah namanya sahabat yang sudah lama tak bertemu.


"Ya ampun, lu makin cantik aja Rev abis pulang dari kampung! Gue kangen gila sama lu, Rev!" ujar Latifah sambil mengusap punggung Revi.


"Hahaha, lu juga beda banget Fah! Tadi gue kira artis Jepang loh, eh ternyata lu!" ujar Revi.


Mereka melepas pelukan dan saling bertatapan.


"Anj lu! Masa gue dibilang artis Jepang? Berarti gue mirip pemeran begituan dong?" ucap Latifah.


"Ahaha, ya gak gitu! Kan artis Jepang banyak, bukan cuma begituan aja!" ujar Revi.


"Hehe, iya deh!"


"Yaudah, duduk lagi yuk! Tapi di dalam aja, disini panas tau nanti kulit kita item!" ucap Revi mengajak Latifah ke dalam.


"Boleh, bikinin minum ya!" ucap Latifah.


"Siap! Eh ini apa?" tanya Revi.


"Oleh-oleh buat lu," jawab Latifah.


"Ya ampun, makasih ya! Harusnya kan gue yang kasih oleh-oleh ke lu, yang pulang kampung kan gue kemarin!" ujar Revi.


"Gapapa, itung-itung berbagi rezeki!" ucap Latifah.


Mereka pun melangkah masuk secara bersamaan sambil bergandengan tangan.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2