Angkasa

Angkasa
Budeg


__ADS_3

...HELO GUYS!...


...WELCOME BACK TO MY STORY!...


..."ANGKASA"...


...\=\=\=...


...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏...


...Γ—Γ—Γ—...


#ANGKASA EPS. 129


...β€’...


...SELAMAT MEMBACA...πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰...


...❀️❀️❀️❀️...


Radian tengah bekerja sebagai driver ojek online dan kali ini ia pun hendak menjemput penumpangnya, ya Radian jadi lebih semangat hari ini setelah diberi semangat oleh Oni ketika di kampus tadi. Radian pun bertekad mengumpulkan uang banyak di hari ini agar bisa membuat Oni bahagia, ia juga tak mau jika Oni nantinya kecewa karena ia hanya mendapat uang sedikit tak seperti harapan calon istrinya itu.


Radian sampai di dekat seorang mas-mas kemeja putih bergaris yang sedang main hp, ia pun menduga kalau mas-mas itu adalah penumpangnya yang bernama Burhan. Tanpa menunggu lama, Radian langsung saja bertanya pada pria tersebut untuk memastikan apakah benar dia adalah mas Burhan atau bukan, karena kalau bukan Radian akan kembali mencari dimana penumpangnya itu berada.


"Permisi mas, saya mau tanya. Ini saya kan lagi mau jemput penumpang, nama masnya mas Burhan bukan?" tanya Radian dengan sopan santun.


"Eh bukan, nama saya Udin!" jawab orang itu.


"Ohh, kalo gitu saya salah orang dong. Yaudah deh mas, saya mau coba ke depan lagi cari penumpang saya. Aneh deh, padahal bener titiknya disini loh!" ujar Radian kebingungan.


"Eh tunggu mas! Masnya mas Radian kan?" ujar orang yang tadi.


"Iya mas, kok masnya bisa tahu?" tanya Radian heran.


"Ya kan saya yang pesan ojeknya tadi," jawab orang itu.

__ADS_1


"Loh tapi tadi katanya nama mas bukan Burhan?" Radian semakin dibuat keheranan.


"Nama saya Burhanuddin, mas. Biasa dipanggil Udin, eh masnya malah panggil saya Burhan. Yaudah ayo kita berangkat sekarang, takut telat saya ada meeting soalnya!" ucap orang itu.


"Meeting apaan mas? Ini tujuannya aja ke pelabuhan perak, masnya mau meeting sama perahu disana?" sarkas Radian sambil terkekeh sendiri.


"Hahaha, masnya bisa aja. Saya kan pegawai disana, kebetulan bentar lagi mau ada meeting mas. Udah ayo jangan kebanyakan ngomong, kalau saya telat emang masnya mau tanggung jawab?" ujar Burhan.


"Eee iya mas, maaf!" ujar Radian gugup.


"Yaudah, mana helmnya?" tanya Burhan.


"Ini mas!" ucap Radian menyerahkan helm.


Setelah penumpang itu naik ke atas jok dan memakai helm, Radian pun bergegas memacu motornya pergi dari sana menuju pelabuhan.


"Mas, udah lama kerja di pelabuhan begitu?" tanya Radian di tengah-tengah perjalanan.


"Hah?? Ngomong apa mas??" teriak Burhan tak mendengar suara Radian.


"Anu mas, masnya kerja di pelabuhan tuh udah lama atau masih baru?" ujar Radian kembali melontarkan pertanyaan yang sama pada penumpangnya.


"Hadeh, masih muda tapi kok udah budeg?!" gumam Radian sambil geleng-geleng kepala.


"Apa mas? Gudeg? Wah masnya gak puasa ya?" ujar Burhan.


Radian pun hanya bisa menggelengkan kepala mendengar perkataan penumpangnya itu, akhirnya ia memilih diam dan tak lagi bertanya karena malas setelah Burhan kurang dalam mendengar pertanyaan darinya tadi.


"Eh mas, kok diem aja sih?" tegur Burhan.


Radian terkejut saat Burhan tiba-tiba menepuk punggungnya sembari bertanya seperti itu, ia kini dibuat bingung harus melakukan apa karena ia sendiri juga sedang kesal pada Burhan.


"Eee gapapa mas, ini saya cuma mau fokus ke jalan aja biar gak nabrak. Kalau kebanyakan ngobrol, nanti malah jadi kurang fokus!" ucap Radian.


"Ohh, yaudah deh mas!" ujar Burhan.

__ADS_1


Radian kembali dibuat terkejut karena kali ini Burhan dapat mendengar kata-katanya dengan benar, padahal sebelumnya pria itu selalu kesulitan saat berbicara dengannya.


"Ini orang sebenarnya budeg apa kagak sih? Gue jadi makin bingung!" gumam Radian dalam hati.


Akhirnya mereka sama-sama diam hingga mereka sampai di tempat lokasi Burhan ingin datangi, ya tentu saja pelabuhan.


...β€’β€’β€’...


Disisi lain, Oni masih bersama dengan Revi serta Latifah di sebuah tempat yang biasa disebut sebagai taman. Mereka bertiga kumpul-kumpul disana untuk membahas mengenai rencana pernikahan Oni dengan Radian yang akan dilangsungkan dalam beberapa hari ke depan, tentunya Revi berniat untuk membantu Oni mengurus acara nikahan nya itu.


Oni sebenarnya masih kepikiran juga dengan apa yang ia lihat tadi saat di kampus, ya Oni memang tak sengaja melihat adegan saat Radian menangkap tubuh Revi di lorong kampus. Awalnya ia sempat berpikir yang tidak-tidak dan mengira Radian masih memiliki rasa pada Revi, namun setelah mengetahui alasan dari Revi dan Radian ia pun menepis itu.


"Kak, kak Oni kan mau nikah nih sama kak Radian. Kalau misal kak Oni butuh bantuan apapun itu, aku siap kok buat bantu kak Oni! Aku ini kan teman kak Oni di tim dance, jadi aku bakal seneng banget kalau bisa bantu di acara pernikahan kak Oni!" ucap Revi sambil tersenyum.


"Iya tuh kak, aku sebagai sahabat Revi sekaligus kak Oni juga pengen bantuin kak Oni dalam mempersiapkan pernikahan. Siapa tahu kan ada gitu yang bisa kita berdua bantu?!" sahut Latifah.


"Eee duh kalian ini pada baik banget sih, aku jadi gak enak sama kalian berdua. Tapi, kayaknya kalau soal pernikahan itu semuanya udah diurus deh sama Radian. Aku cuma terima beres aja katanya, mungkin kalian bisa bantu doa aja!" ucap Oni tersenyum.


"Ohh, gitu ya kak? Yah gapapa deh kalo gitu, kita bantu doa supaya nikahan kak Oni sama kak Radian itu lancar sampai hari h!" ucap Revi.


"Aamiin! Dan semoga juga pernikahan kak Oni dan kak Radian itu langgeng terus!" sahut Latifah.


"Aamiin, aamiin! Makasih banyak ya doanya, aku senang bisa punya kenalan seperti kalian! Oh ya, maaf juga karena aku gak bisa libatin kalian dalam mengurus pernikahan aku, tapi nanti mungkin kalian bisa jadi bridesmaid kok disana!" ucap Oni.


"Hah? Serius kak?" tanya Latifah bersemangat.


"Iya, tapi aku bicarain dulu soal ini sama Radian. Nanti aku kasih kabar lagi kok ke kalian, jangan khawatir ya Rev, Fah!" ucap Oni tersenyum.


"Iya kak, makasih banget ya! Duh kita seneng banget deh kalo bisa jadi pendamping kak Oni di pernikahan nanti, apalagi ditonton banyak orang berkelas! Secara kak Oni kan orang kaya," ujar Latifah.


"Iya bener tuh, pasti bakalan heboh banget deh acara nikahan kak Oni nanti!" sahut Latifah.


Oni hanya tersenyum tipis sembari menundukkan kepala, ia merasa sedih setelah mendengar perkataan Revi serta Latifah, tentu karena di acara nikahan nya nanti tidak terlalu meriah dan hanya dihadiri oleh beberapa tamu saja.


"Andai kalian tahu, pernikahan gue sama Radian itu cuma sekedar untuk menutupi aib kita aja. Jadi, gak akan terlalu mewah dan meriah!" batin Oni.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2