Angkasa

Angkasa
Gimana ini?


__ADS_3

...HELO GUYS!...


...WELCOME BACK TO MY STORY!...


..."ANGKASA"...


...\=\=\=...


Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏


...Γ—Γ—Γ—...


#ANGKASA EPS. 82


...β€’...


...SELAMAT MEMBACA...πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰...


...❀️❀️❀️❀️...


"Eh mbok, ini punya mbok bukan?" tanya Syahra sembari menunjukkan testpack itu pada mbok Irma dengan wajah penasarannya.


Sontak mbok Irma langsung terkejut melihatnya. Ia baru sadar kalau testpack pesanan Oni itu terjatuh dari kantung belanjanya, ia pun coba mengecek apa memang testpack itu miliknya atau bukan. Dan ternyata benar kalau barang tersebut adalah milik mbok Irma yang terjatuh, ya mbok Irma pun tampak lega karena barang itu masih bisa ditemukan Syahra.


Sementara Alin serta Ami masih tampak syok ketika melihat Syahra memegang testpack, mereka heran mengapa mbok Irma membeli alat tes hamil seperti itu. Namun, mereka coba berpikir positif kalau memang itu adalah milik mbok Irma yang sedang hamil walau sangat mustahil lantaran suami mbok Irma saja tidak tinggal di Jakarta sekarang ini.


"Ah iya mbak benar, itu punya si mbok! Tadi kayaknya jatuh deh pas dikagetin sama mbak!" ucap mbok Irma tersenyum dan langsung mengambil testpack itu dari tangan Syahra.


"Ohh, kenapa mbok beli testpack segala? Emang mbok lagi hamil?" tanya Syahra penasaran.


"Hah? Enggak lah mbak, si mbok beli testpack ini disuruh sama non Oni! Katanya sih buat ngerjain tugas gitu, ya si mbok sih gak ngerti kayak gimana dan gak paham juga! Tapi, si mbok tetap beliin aja daripada dimarahin nanti sama non Oni" jelas Irma.

__ADS_1


"Tugas? Tugas apaan coba?" tanya Syahra heran.


"Tau ya, perasaan Oni kuliahnya di jurusan hukum. Buat apaan dia perlu testpack segala? Emang ada ya sangkut pautnya?" ujar Alin terheran-heran.


"Yeh mana tau dia disuruh ngadain simulasi hamil di luar nikah, makanya dia perlu testpack ini guys! Kan ada tuh sangkut pautnya sama hukum, iya kan?" ucap Ami coba berpikir positif.


"Ohh, iya juga sih! Tumben lu pinter Ami, biasanya cuma inget makan doang!" ucap Alin.


"Yeh iyalah! Gue kan bentar lagi mau jadi sarjana, jadi gue harus pinter!" ucap Ami menyombongkan diri.


"Nah iya, mungkin begitu kali mbak! Yaudah, gausah terlalu dipikirin soal itu mah! Mending sekarang kita pada masuk aja ke dalam, sekalian si mbok juga mau siapin makan siang!" ucap mbok Irma.


"Oke mbok!" ucap mereka bertiga bersamaan.


Setelahnya, mereka pun masuk ke dalam rumah Oni secara bersamaan dan langsung diarahkan oleh mbok Irma menuju sofa yang ada di ruang tamu agar mereka bisa menunggu disana. Ya mbok Irma juga pamit pada mereka untuk menaruh belanjaan di dapur, lalu izin membuatkan minum sambil memanggil Oni alias majikannya di kamar atas.


"Nah mbak Syahra sama teman-temannya silahkan duduk dulu! Si mbok mau ke dapur bikin minum sekalian taruh belanjaan, oh ya pada mau minum apaan nih?" ucap mbok Irma.


"Setuju!" ucap Alin dengan cepat.


"Yeh setuju-setuju aja lu!" cibir Syahra.


"Yowes, sebentar ya mbak! Si mbok bikinin dulu minumnya di dapur, tunggu disini!" ucap mbok Irma.


"Iya mbok," ucap Syahra.


Mbok Irma pun pergi ke dapur membuatkan minuman untuk Syahra serta teman-temannya, sedangkan ketiga gadis tersebut tetap berada di sofa menunggu mbok Irma kembali. Sesudah membuat minum, mbok Irma datang lagi ke sofa untuk memberikan minuman tersebut pada Syahra serta kedua temannya yang masih setia menunggu disana.


Barulah setelah itu, mbok Irma pamit untuk menemui Oni yang ada di kamarnya dan menyerahkan testpack pesanan Oni itu sambil mengajak Oni untuk turun ke bawah makan siang bersama temannya.


...β€’β€’β€’...

__ADS_1


Disisi lain, Revi masih bersama Radian tengah mencari Syahra dan teman-temannya itu keliling kampus angkasa untuk menemukan bukti kalau mereka memang pelaku penyebaran isu tidak benar tentang Oni yang hamil. Namun, hingga kini mereka belum berhasil menemukan keberadaan Syahra atau teman-temannya disana.


Revi dan Radian pun tampak kebingungan tak tahu harus mencari kemana lagi, padahal sudah hampir satu kampus mereka susuri demi menemukan keberadaan Syahra. Akhirnya mereka memutuskan untuk beristirahat sejenak di kantin dan minum agar bisa menghilangkan rasa haus, Radian tahu betul kalau Revi pasti lelah setelah mencari Syahra.


"Rev, kita istirahat dulu yuk! Kamu juga udah kecapekan tuh kayaknya. Maaf ya gara-gara aku, kamu jadi sampe keringetan kayak gini! Harusnya emang aku gak libatin kamu dalam masalah ini Rev, kan kamu juga pasti punya urusan penting lainnya!" ucap Radian merasa tidak enak pada Revi.


"Gapapa kak, aku bantu kak Radian juga supaya kak Oni bisa segera temuin pelaku penyebaran isu gak benar itu! Aku kasihan sama kak Oni, dia pasti terpukul banget karena berita itu!" ucap Revi.


"Iya sih, yaudah kamu pesen aja minuman yang kamu pengen! Nanti biar aku yang bayarin, tenang aja kali ini aku gak bercanda kok! Anggap aja ini sebagai rasa terimakasih aku ke kamu, karena kamu udah mau temenin aku cari Syahra!" ucap Radian.


"Makasih ya kak! Harusnya gak usah lah pake traktir segala, aku kan ikhlas bantu kak Oni!" ucap Revi.


"Gapapa Rev, udah pesen aja!" ucap Radian.


Revi manggut-manggut lalu memanggil seorang pelayan disana, ia pun mengatakan pesanannya begitu juga dengan Radian yang tentu merasa haus sama seperti Revi. Keduanya duduk berhadapan sambil saling menatap satu sama lain, namun Revi hanya bersikap datar tanpa ekspresi karena ia juga sebenarnya masih merasa malas berdekatan dengan Radian saat ini, ya ia hanya terpaksa demi membantu Oni yang sedang kesusahan.


"Eee kak Radian, aku boleh tanya sesuatu enggak?" ucap Revi meminta izin pada Radian untuk bertanya ke pria tersebut.


"Oh, ya boleh dong! Emang kamu mau tanya apa Rev?" ucap Radian tersenyum penasaran.


"Begini kak, sebelumnya aku minta maaf kalau ini menyinggung kak Radian! Tapi, aku pengen tahu aja kenapa bisa kak Syahra sama temannya sebarin isu kalau kak Oni hamil hanya berdasarkan bukti foto kak Oni yang lagi mual-mual?" tanya Revi.


Deg!


Radian terhenyak kaget mendengar pertanyaan yang dilontarkan Revi barusan, ia bingung harus mengatakan apa pada Revi.


"Duh, gue harus jawab apa nih? Yakali gue kasih tau ke Revi kalau Syahra juga udah tau tentang kejadian malam itu, bisa-bisa Revi bakal marah banget dan gak mau deketan sama gue lagi!" batin Radian.


Revi pun terus menatap wajah Radian dan sesekali memajukan tubuhnya ke depan.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2