Angkasa

Angkasa
Revi senang


__ADS_3

...HELO GUYS!...


...WELCOME BACK TO MY STORY!...


..."ANGKASA"...


...\=\=\=...


...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏...


...Γ—Γ—Γ—...


#ANGKASA EPS. 140


...β€’...


...SELAMAT MEMBACA...πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰...


...❀️❀️❀️❀️...


Keesokan harinya, Revi pergi ke mall bersama mama serta papanya dalam rangka persiapan menyambut lebaran yang hanya tinggal beberapa hari lagi. Ya Marcel dan Juliana berencana membelikan Revi putri mereka itu baju lebaran yang baru sebagai hadiah untuknya, tentu saja Revi sangat senang karena baju tahun lalu miliknya sudah agak kekecilan dan sempit.


Mereka hanya pergi bertiga tanpa mengajak supir atau siapapun itu selain pihak keluarga, karena mereka ingin menghabiskan waktu bersama mumpung sedang cuti idul Fitri. Jarang-jarang ada momen seperti ini bagi mereka, sehingga tentunya baik Marcel maupun Juliana sama-sama tak ingin melewatkan momen itu untuk kumpul dengan Revi.


"Revi sayang, kamu tinggal pilih aja mau baju yang mana dan berapa! Kamu gausah mikir masalah harga ya sayang, biar nanti mama sama papa yang tanggung biayanya!" ucap Juliana.


"Iya Rev, kamu kan jarang sekali kita jajanin. Jadi, sekarang papa mama mau kasih sesuatu yang spesial buat kamu dalam rangka hari raya idul Fitri. Kamu jangan nolak ya sayang, kan baju lebaran kamu juga udah pada sempit!" sahut Marcel.


"Iya pah, mah, aku juga senang banget kok bisa dibeliin baju lebaran sama papa mama!" ucap Revi.


"Hahaha, bagus itu sayang! Sekarang mama bantu kamu pilih baju yang paling bagus, supaya awet juga dan gak gampang rusak!" ucap Juliana.


"Oke mah!" ucap Revi tersenyum.

__ADS_1


"Nah, kalo gitu papa mau cek-cek sepatu dulu disana. Soalnya sepatu papa tuh udah pada jelek mah, pengen lah suasana baru di hari lebaran nanti. Biar gak gitu-gitu aja, ya kan?" ucap Marcel.


"Iya pah, tapi ingat loh jangan dibawa buat shalat Ied di masjid! Nanti yang ada hilang lagi kayak tahun kemarin, sayang-sayang loh pah baru beli udah bilang karena ketukar! Mending papa kalo ke masjid pake sendal jepit aja!" ucap Juliana.


"Hahaha, iya mama. Yaudah, selamat bersenang-senang ya kalian berdua!" ucap Marcel.


Revi mengangguk sambil tersenyum saat papanya itu mengusap kepalanya, ia pun pergi bersama sang mama menuju toko baju. Sedangkan Marcel sang papa berpisah disana karena ia ingin melihat sepatu yang paling bagus untuknya.


"Aku senang banget deh, bisa pergi ke mall bareng papa dan mama! Apalagi aku bakal dibelanjain sama mereka, uhh benar-benar hari yang menyenangkan!" gumam Revi dalam hati.


Saat berada di toko baju, gadis itu bersama mamanya pun langsung memilih pakaian lebaran yang sesuai keinginan mereka. Tentu saja tanpa memandang harga karena uang mereka sudah banyak, tidak seperti orang-orang lain yang kalo beli apa-apa pasti yang dilihat pertama itu harganya bukan kualitas dari si barang itu.


Tak lama kemudian, Revi pun menemukan baju yang cocok untuknya dan sesuai selera.


"Mah, kayaknya yang ini bagus deh! Menurut mama gimana? Aku cocok gak kalau pake baju ini, mah?" ucap Revi meminta pendapat sang mama.


"Wah iya sayang, itu bagus! Kamu mah pake baju apa juga cocok kok sayang!" jawab Juliana.


"Yang bener mah?" tanya Revi.


"Aduh, makasih banget ya mah! Mama paling bisa deh bikin aku seneng, kalo gitu aku ambil yang ini ya mah?" ucap Revi tersenyum.


"Yaudah, ambil aja sayang!" ucap Juliana.


Revi merasa senang sekali karena bisa dibelikan baju baru oleh mamanya, setelah sekian lama akhirnya ia dapat merasakan itu lagi.


"Yuk sayang kita kesana!" ujar Juliana.


"Iya mah," Revi mengangguk pelan.


Mereka pun pergi ke sisi lain toko tersebut.


...β€’β€’β€’...

__ADS_1


Disisi lain, Muzaki tampak galau memikirkan jawaban dari Revi yang hingga kini belum memberi keputusan padanya tentang apakah Revi berminat untuk menjadi pacarnya atau tidak. Ya padahal pria itu selalu menunggu-nunggu jawaban dari Revi dan amat berharap Revi mau menerimanya, namun ia juga pasrah jika nantinya Revi menolak dirinya.


Yang terpenting bagi Muzaki saat ini adalah jawaban dari gadis tersebut, tentunya karena Muzaki tidak suka digantung dan ingin segera mendapat kepastian dari Revi mengenai perasaannya. Itulah sebabnya Muzaki selalu melamun disaat ia tengah kumpul bersama tim pecinta alam, ia tidak bisa fokus dengan timnya karena memikirkan Revi.


"Muz, lu itu kenapa sih? Gue perhatiin daritadi lu ngelamun terus, ada apa ngab?" tegur Wisnu.


"Eh eee gak ada apa-apa kok, gue cuma lagi mikir lebaran nanti mau ngadain kegiatan apa di tim pecinta alam? Soalnya kan beberapa hari lagi udah masuk lebaran nih, gue jadi bingung masa iya kita cuma diem-diem aja?" ucap Muzaki bohong.


"Oh gitu, yaudah lu emang ada saran apa yang bisa kita pakai? Kalau gue sih setuju sama kata-kata lu itu, yakali lebaran kita gak ada kegiatan sama sekali?!" ujar Wisnu terkekeh kecil.


"Nah, gue juga setuju bor!" sahut Rudi.


"Yaudah, kalian kasih saran juga dong! Masa cuma gue doang yang bisa mikir disini, emang kalian pada gak ada yang punya ide apa?" ucap Muzaki.


"Hehe, bukan gak punya atau gak bisa mikir sih Muz. Tapi, kita mah pada males! Kita ngikut apa kata lu aja Muz sebagai ketua tim pecinta alam disini, ya gak guys?" ujar Rudi nyengir.


"Nah betul tuh Muz! Sebagai ketua yang baik dan bijaksana, lu kasih ide dong buat kita!" ucap Imron.


"Hadeh, kalian ini bisanya apa sih? Yaudah, gue ada saran nih yang menurut gue bisa jadi referensi sih buat kegiatan lebaran kita nanti. Gue gak tahu bagus apa enggak, tapi gimana kalo kita ngadain pawai pas malam takbiran sambil berbagi makanan?" ucap Muzaki memberi saran pada teman-temannya.


"Pawai bor?" Rudi terkejut.


"Iya, gimana gimana? Kalau misal ada yang keberatan atau gak suka, ya ngacung aja! Biar kita sama-sama rundingin buat saran lainnya," ucap Muzaki.


"Eee gue sih setuju setuju aja Muz, seru juga tuh kayaknya kalo kita pawai rame-rame pas malam takbiran! Apalagi sambil berbagi makanan ke orang yang membutuhkan, sungguh nikmat malam lebaran kita nantinya!" ucap Wisnu.


"Betul tuh! Udah fix aja kita adain pawai pas malam takbiran!" sahut Imron.


"Oke, terus buat hari h nya alias pas hari raya idul Fitri. Ada yang punya saran gak kita harus ngelakuin apa?" tanya Muzaki.


"Eee...."


Mereka saling menatap satu sama lain, dan tentu saja berakhir dengan mereka semua menatap sosok Muzaki secara bersamaan.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2