
...HELO GUYS!...
...WELCOME BACK TO MY STORY!...
..."ANGKASA"...
...\=\=\=...
...Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏...
...×××...
#ANGKASA EPS. 183
...•...
...SELAMAT MEMBACA...🎉🎉🎉...
...❤️❤️❤️❤️...
Muzaki heran melihat Juliana ikut bersama Revi, namun ia merasa senang dan mengira kalau Juliana sudah memberi restu padanya, ia pun langsung menghampiri mereka dan coba mencium tangan sang mama dari Revi itu.
"Eh tante, assalamualaikum!" ucap Muzaki tersenyum dan membungkukkan tubuhnya.
"Waalaikumsallam, gausah cium-cium tangan segala!" ujar Juliana ketus.
Mendengar itu, Muzaki pun yakin kalau Juliana belum menerima dirinya. Namun, ia tetap berusaha tenang dan menghela nafasnya agar tidak terpancing emosi.
Sementara Revi yang melihat itu merasa tidak enak pada Muzaki, ia pun menegur mamanya agar tak berlaku seperti itu.
"Mah, mama jangan gitu dong! Niat kak Zaki itu kan baik pengen cium tangan mama, itu tandanya kak Zaki hormat sama mama! Harusnya mama senang punya calon menantu kayak gitu, bukannya malah marah-marah!" ucap Revi.
"Revi! Kamu ini apa-apaan sih? Kok kamu berani bentak mama kayak gitu?!" ujar Juliana.
"Aku gak bentak mama, aku gak suka aja sama sikap mama yang kayak gitu! Kan kak Zaki cuma mau cium tangan mama, harusnya mama gak boleh begitu dong!" ucap Revi.
"Udah Rev, gapapa kok!" ucap Muzaki.
"Kak, maafin mama aku ya!" ucap Revi.
"Kamu ngapain pake minta maaf segala? Emang mama ada salah apa sama dia? Mama itu cuma gak mau disentuh sama dia!" ujar Juliana.
"Ya ampun mah, mama kok gitu sih? Aku pikir tadinya mama udah mau terima kak Zaki loh, eh ternyata mama masih sama aja begini! Tau gitu aku gak izinin mama ketemu kak Zaki!" ujar Revi.
"Hey Revi! Emangnya kata siapa mama udah terima dia? Mama kan mau bicara aja sama dia!" ucap Juliana.
"Huft, sabar aja aku mah!" ujar Revi kesal.
Juliana beralih menatap Muzaki dengan tatapan sinis nya sembari mengibaskan rambut.
"Muzaki!" ujar Juliana.
"I-i-iya tante, ada apa?" ucap Muzaki.
"Kamu itu sebenarnya punya apa? Kok berani banget deketin anak saya? Apa kamu gak tahu, Revi ini anak dari pengusaha terkenal loh! Gak sembarang orang bisa dekat sama dia, apalagi kamu yang cuma punya motor butut itu!" ujar Juliana.
"Mah, mama jangan gitu dong!" ujar Revi.
"Revi, diam kamu! Mama lagi bicara sama Muzaki, mama pengen tahu seberapa besar niat dia buat deketin kamu!" ucap Juliana.
"Tapi mah—"
"Revi!" bentak Juliana.
Akhirnya Revi terdiam merunduk, ia tampak ketakutan begitu dibentak oleh mamanya. Sedangkan Muzaki yang menyaksikan itu juga merasa kasihan pada Revi.
"Kamu, ayo jawab! Apa yang kamu punya sampai kamu berani deketin anak saya?" ujar Juliana.
"Eee emang saya gak punya barang mewah atau uang yang banyak tante, saya ini cuma mahasiswa yang masih pengangguran dan belum ada kerjaan! Mama saya juga cuma seorang pemilik butik kecil, bukan seperti tante atau orang-orang kaya raya lainnya!" ucap Muzaki pelan.
"Itu kamu sadar diri, lalu kenapa kamu malah masih nekat deketin Revi? Harusnya kamu belajar buat jauhin dan lupain Revi!" ucap Juliana.
"Saya udah berusaha kok tante, tapi wajah anak tante ini selalu ada di pikiran saya! Jadi, saya sulit buat melupakan Revi! Apalagi Revi itu gadis yang jarang sekali saya temui, dia tipe gadis yang langka dan susah ditemukan!" ucap Muzaki.
"Dasar cowok gak modal! Kalo cuma pake kata-kata manis begitu, gimana caranya kamu bisa menghidupi anak saya nanti? Ingat ya Muzaki, selagi kamu belum punya apa-apa jangan mimpi saya bisa kasih restu buat kamu!" ucap Juliana.
Juliana langsung berbalik dan pergi setelah mengatakan itu.
"Mah, mama mau kemana?" teriak Revi.
Namun, Juliana tak menggubrisnya. Revi pun menghampiri Muzaki, ia merasa tidak enak pada pria itu karena sudah dijelek-jelekkan oleh mamanya sendiri di hadapan para satpam dan supir.
"Kak Zaki, maafin mama aku ya! Aku juga gak tahu kenapa mama jadi begitu," ucap Revi.
__ADS_1
"Gapapa Rev, udah biasa kok yang begitu. Aku ini kan emang tulus sama kamu, biarpun mama kamu masih gak suka sama aku, aku gak akan berhenti buat yakinin mama kamu kok! Sekarang tinggal kamunya aja, mau jadi pacar beneran aku apa enggak?" ucap Muzaki sembari menggenggam tangan Revi.
"Eee kita obrolin itu di cafe aja yuk kak! Sesuai janji kita sebelumnya, kalau disini aku takut kedengaran sama orang!" ucap Revi.
"Oh iya juga sih, yaudah yuk kamu naik ke motor aku!" ucap Muzaki.
Revi tersenyum lalu memakai helm yang diberikan Muzaki, ia naik ke atas motor pria itu dan memeluk pinggang Muzaki dari belakang sambil tersenyum membuat pria itu merasa heran.
•
•
Sesampainya di cafe, Muzaki langsung menarik kursi untuk Revi dan mereka pun duduk berhadapan disana lalu memesan minuman agar bisa menjadi teman ngobrol mereka nantinya.
"Rev, gimana menurut kamu pemandangan disini? Kamu suka apa enggak?" tanya Muzaki.
"Eee suka kok! Disini indah banget, plus nyaman lagi buat kita ngobrol sambil makan atau minum! Kamu emang paling bisa cari tempat yang bagus dan cocok buat kita ngobrol, kak! Apalagi banyak angin sepoi-sepoi yang bikin tambah segar!" jawab Revi.
"Hahaha syukurlah kalau kamu suka! Aku jadi gak takut lagi, tadinya aku pikir kamu gak suka gitu sama tempatnya dan gak nyaman!" ucap Muzaki.
"Ya gak mungkin lah kak ada orang yang gak suka sama tempat kayak gini! Tempat ini tuh nyaman banget, suasananya damai dan tentram! Kecuali orang itu emang anti sama suasana begini, misalnya mereka yang lebih suka kericuhan atau keributan!" ucap Revi terkekeh.
"Oh iya benar juga sih! Yaudah, sekarang langsung kita mulai aja yuk obrolan kali ini!" ucap Muzaki.
"Umm, boleh kak!" ucap Revi.
"Jadi, apa yang mau kamu omongin nih sama aku Rev? Soalnya tadi kan kamu yang ajakin aku ketemuan disini, aku penasaran nih sayang!" ucap Muzaki penasaran.
"Eee iya, jadi gini—"
Disaat Revi hendak berbicara, tiba-tiba saja pelayan datang membawa minuman yang dipesan oleh Muzaki dan juga Revi.
"Permisi mas, mbak, ini pesanannya!" ucap pelayan itu meletakkan gelas di meja.
"Makasih ya mbak!" ucap Muzaki tersenyum.
"Sama-sama, silahkan dinikmati!" ucap pelayan itu.
Setelah pelayan itu pergi, Revi kembali melanjutkan pembicaraan dengan Muzaki. Ia ingin segera menjawab semua kegelisahan di dalam hatinya, juga tak mau membuat Muzaki terus menunggu.
"Maaf ya kak, tadi kepotong ucapan aku!" ucap Revi.
"Gapapa, diminum aja dulu minumannya! Biar kamu rileks dan gak gugup!" ucap Muzaki tersenyum.
Muzaki mengangguk, kemudian meminum minuman di gelasnya sampai setengah. Muzaki pun beralih menatap wajah Revi sambil tersenyum.
"Enak?" tanya Muzaki.
"Iya, enak banget!" jawab Revi tersenyum.
"Nah yaudah, sekarang kamu sambung gih omongan kamu! Aku penasaran nih!" ucap Muzaki.
"Iya kak,"
Namun, Revi justru terdiam sambil menunduk ke bawah. Sehingga Muzaki tentu saja merasa bingung dan penasaran dengan apa yang hendak dibicarakan oleh gadis itu padanya.
"Loh, kamu kok malah diem sih Rev?" tanya Muzaki.
"Eh eee iya iya, maaf kak! Tadi aku kurang fokus, aku masih bingung aja harus gimana bicara sama kak Zaki nya!" ucap Revi terkejut.
"Tenang Rev! Kamu tarik nafas terus buang aja dulu! Pokoknya apapun jawaban kamu, aku pasti terima dengan lapang dada kok! Kamu gak perlu cemas Rev, aku selalu terima keadaan!" ucap Muzaki.
"Iya deh kak, kalo gitu aku langsung bicara aja sama kak Zaki sekarang!" ucap Revi.
"Ya silahkan Rev!" ucap Muzaki tersenyum.
"Umm, sebenarnya aku udah mau kasih tau jawaban aku ini ke kak Zaki dari lama, tapi karena kak Zaki perginya lumayan lama jadinya aku tunda deh! Nah sekarang kan kak Zaki udah pulang, aku bisa deh jawab langsung ke kak Zaki! Begini kak, atas pertanyaan kak Zaki waktu itu soal hubungan kita, aku mau kak jadi pacar beneran kak Zaki!" jelas Revi.
Seketika Muzaki terkejut, ia membuka mulutnya lebar-lebar dan membelalakkan matanya seakan tak percaya dengan apa yang diucapkan Revi barusan kalau gadis itu ternyata bersedia menjadi kekasih nyatanya.
"Ka-kamu serius Rev? Kamu mau jadi pacar aku?" tanya Muzaki memastikan.
Gadis itu mengangguk kemudian berkata, "Iya kak, aku serius!"
"Alhamdulillah! Akhirnya penantian aku selama ini gak sia-sia Rev, makasih ya kamu udah mau terima aku buat jadi pacar kamu!" ucap Muzaki.
"Sama-sama kak," ucap Revi tersenyum.
Keduanya saling tatap dan berpegangan tangan, mereka tak menyadari jika sedari tadi ada seorang wanita yang memperhatikan dari jauh apa-apa saja yang mereka lakukan disana.
❤️
Ya wanita itu adalah Suci, ia rupanya mengamati Muzaki dari tempat yang agak jauh sembari mendengarkan apa yang dibicarakan oleh Muzaki dan juga Revi disana.
__ADS_1
Suci sangat syok begitu mendengar kalau Revi menyatakan jika dia bersedia menjadi kekasih dari Muzaki, tentunya ia sangat sedih dan merasa Muzaki sudah mempermainkan perasaannya, pasalnya baru saja sebelumnya Muzaki memperlakukan ia dengan manis dan lebih perhatian.
"Aku gak nyangka kamu sejahat ini Muzaki! Teganya kamu mainin perasaan aku!" gumam Suci.
Braakkk...
Gadis itu emosi, ia mencengkram gelas di tangan lalu menggebrak nya ke atas meja.
"Aku harus cari cara supaya Muzaki bisa balik jadi milik aku lagi! Cewek itu gak pantas dapetin Muzaki, karena cuma aku yang berhak! Awas aja, aku bakal kasih pelajaran buat dia!" gumam Suci.
Akhirnya gadis itu bangkit dari duduknya dan pergi dengan perasaan kesal.
Bruuukkk...
Sungguh sial nasibnya, karena Suci justru tak sengaja bertabrakan dengan seorang pria saat hendak menuju mobilnya.
"Haish, lu kalo jalan tuh lihat-lihat dong!" ujar Suci.
"Hah? Lu gak salah ngomong gitu? Perasaan lu deh yang jalan sambil ngeliat ke belakang!" ujar pria itu.
Saat Suci menatap wajah pria itu, mereka pun saling mengenal satu sama lain, ya pria yang ditabrak Suci itu adalah Wisnu yang tak lain ialah teman satu tim Muzaki di pecinta alam.
"Lah, lu bukannya temen si Zaki? Siapa dah nama lu, Wisnu kan kalo gak salah?" tanya Suci coba mengingat-ingat.
"Iya bener, lu ini mantannya dia kan?" ujar Wisnu.
"Hooh, ngapain lu kesini? Mau ketemuan sama Muzaki?" tanya Suci.
"Hah? Ya kagak lah, gue mau healing disini! Biasalah anak galau!" jawab Wisnu.
"Idih sok-sokan lu!" cibir Suci.
"Hahaha, lu sendiri ngapain disini? Lu suka nongkrong di tempat kayak gini juga? Emang sih, tempat ini tuh asik buah pacaran sama buat tenangin diri kita!" ucap Wisnu.
"Gue baru kali ini kesini, kepaksa karena gue haus aja tadi! Oh ya, tadi di dalam gue lihat Muzaki lagi sama cewek. Tapi, gue gak tahu dia siapa! Kira-kira lu kenal apa enggak sama cewek itu?" ucap Suci.
"Hah? Sama cewek? Muzaki kesini sama cewek? Serius lu?" ujar Wisnu kaget.
"Iya, kalo gak percaya lihat aja sendiri!" ucap Suci.
"Ohh ayo dah kita lihat bareng!" ujar Wisnu.
"Eh eh apaan sih?!"
Wisnu menarik lengan Suci dan membawa gadis itu kembali ke dalam cafe tersebut untuk melihat dimana Muzaki berada.
"Mana si Zaki?" tanya Wisnu.
"Ish, udah lu sini aja jangan kesana-sana nanti kelihatan! Tuh tuh, Muzaki ada disana tuh sama cewek! Lihat gak lu? Kalo enggak berarti mata lu katarak!" ucap Suci menunjuk ke arah Muzaki berada.
"Ohh iya benar! Itu sih Zaki lagi sama Revi, junior kita di kampus!" ucap Wisnu.
"Junior?" tanya Suci kaget.
"Hooh, kenapa? Lu cemburu ya lihat Zaki di cafe berduaan sama cewek lain? Hahaha, inget Suci lu udah jadi mantannya Zaki! Jadi, biarin aja Zaki mau jalan sama siapa juga!" ucap Wisnu.
"Enggak kok, gue gak cemburu!" elak Suci.
"Alah pake ngelak lagi lu! Gini deh, gimana kalo lu temenin gue aja? Biar galau gue hilang, mau ya?" ucap Wisnu.
"Umm, apa untungnya buat gue?" tanya Suci.
"Yaelah parah banget sih lu! Bantuin ngapa, gue kan temennya si Zaki!" ujar Wisnu.
"Apa hubungannya coba?" ujar Suci heran.
"Ya ada lah, ayo ikut gue ya! Gue yakin lu gak betah lama-lama disini gara-gara lihat si Zaki sama Revi, makanya gue ajak lu ke tempat lain!" ucap Wisnu.
"Ah gak mau! Mending gue balik, lu cari aja orang lain buat nemenin lu! Lagian kita itu belum terlalu kenal, tar yang ada lu macem-macem lagi sama gue!" ucap Suci menolak ajakan Wisnu.
"Hah? Buset deh! Emang muka gue ada muka-muka kayak gitu apa?" ujar Wisnu.
"Ya gak tahu, kan bisa aja!" ucap Suci.
Wisnus tersenyum, lalu membelai rambut gadis di dekatnya itu sembari memajukan hidungnya mengendus wangi dari tubuh Suci yang membuat pria itu merasa nyaman.
"Wangi lu enak banget sih! Gue jadi keinget wangi mantan cewek gue!" ucap Wisnu.
"Dih, enak aja gue disama-samain sama mantan lu! Beda level tau, udah ah jangan deket-deket!" ujar Suci bergerak menjauh dari Wisnu.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1